Aplikasi yang mirip Grok AI tidak hanya ChatGPT, Gemini, atau Claude.
Sejumlah layanan yang jarang masuk daftar populer justru menawarkan keunggulan khusus, mulai dari pencarian web bersumber, analisis dokumen panjang, pilihan model yang open source, sampai perlindungan chat yang jauh lebih kuat.
Untuk pemilik UKM, sales, customer service, dan marketer, pilihan terbaik bergantung pada pekerjaan yang ingin mereka selesaikan.
Le Chat cocok untuk riset cepat, Kimi unggul dalam pengolahan dokumen, Lumo dan Duck.ai menonjol dalam privasi, sedangkan Elicit membantu mencari dasar ilmiah.
Di artikel CRM.id ini lah akan membahas daftar alternatif dari Grok AI yang seringkali dianggap underrated daripada nama-nama chatbot AI pesaingnya seperti Claude, Gemini, Meta AI, atau ChatGPT.
Apa yang Membuat Aplikasi AI Mirip Grok Layak Dicoba?

Grok menawarkan chat dengan AI, reasoning, pencarian web, citation/kutipan, pemahaman visual, dan akses terhadap informasi terkini dari X.
xAI juga mengingatkan kalau model bahasanya tetap dapat menghasilkan informasi keliru atau bertentangan. Karena itu, kemiripan fitur belum menjamin kualitas jawaban.
Di artikel ini akan membahas berbagai alternatif berdasarkan 5 kebutuhan, yakni:
- Kebaruan informasi
- Keterlacakan sumber
- Kemampuan membaca dokumen
- Privasi chat
- Kecocokan dengan workflow
Setiap aplikasi memiliki fokus tersendiri, sehingga satu alat belum tentu menguasai semua jenis pekerjaan.
Baca Juga: Cara Menggunakan Gemini AI untuk Pemula dan Fiturnya
Perbandingan Aplikasi AI Selain Grok
Supaya lebih mudah dalam membandingkan secara ringkas, CRM.id akan memaparkannya dalam bentuk tabel berikut:
| Aplikasi Mirip Grok AI | Keunggulannya | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Le Chat | Riset web, OCR (optical character recognition), dan analisis | Marketer dan analis |
| Kimi | Dokumen, slide, dan spreadsheet | Pemilik bisnis dan sales |
| Lumo | Chat privat | Tim yang menangani data sensitif |
| Brave Leo | Analisis langsung dalam browser | Content marketer dan CS |
| Duck.ai | Banyak model dengan perlindungan privasi | Eksperimen output |
| HuggingChat | Pilihan model open source | Pengguna teknis |
| Poe | Banyak model dan bot dalam satu tempat | Tim kreatif |
| You.com | Riset dengan sitasi dan kontrol sumber | SEO dan market researcher |
| Elicit | Pencarian paper serta ekstraksi bukti | Penulis berbasis data |
Baca Juga: Apa Itu Prompt AI & Manfaatnya untuk Pelaku Bisnis UKM?
9 Aplikasi Mirip Grok AI untuk Riset dan Pekerjaan
Berikut ini 9 perbandingan aplikasi yang mirip Grok untuk berbagai kebutuhan, terutama yang mempermudah riset atau pekerjaan pekerjaan pemilik bisnis UKM.
1. Le Chat untuk Riset Web dan Analisis Dokumen
Le Chat dari Mistral AI menggabungkan pencarian web, pembuatan gambar, pembacaan dokumen, OCR, dan code interpreter.
Mistral juga menyediakan mode Deep Research untuk membuat laporan terstruktur dari pencarian yang lebih mendalam.
Marketer dapat memakainya untuk merangkum laporan industri, membaca PDF kompetitor, atau mengolah data kampanye.
Periksa kembali sumber data sebelum memasukkannya ke artikel atau presentasi klien.
2. Kimi AI untuk Mengolah Dokumen Panjang

Kimi AI menawarkan agent untuk riset, dokumen, slide, website, dan spreadsheet.
Fitur tersebut cocok bagi pemilik bisnis yang ingin mengubah catatan penjualan menjadi presentasi atau menyusun laporan dari beberapa dokumen.
Kimi juga mendukung pencarian web, penalaran multimodal, dan percakapan dengan teks panjang.
Kelemahannya, pengguna tetap perlu memeriksa kualitas Bahasa Indonesia, sumber, formula, dan format hasil sebelum membagikannya kepada tim.
3. Lumo untuk Percakapan AI yang Lebih Privat
Lumo dari Proton cocok untuk pengguna yang menempatkan privasi sebagai syarat atau kriteria utama.
Proton menyatakan bahwa Lumo tidak memakai chat untuk melatih model, tidak menyimpan log percakapan, dan melindungi riwayat dengan zero-access encryption.
Tim CS dapat memakainya untuk merapikan SOP atau menganalisis contoh percakapan yang telah kehilangan identitas pelanggan.
Tetap hapus nama, nomor telepon, alamat, dan informasi transaksi sebelum mengirim materi ke layanan AI apa pun.
4. Brave Leo untuk Menganalisis Halaman Web
Brave Leo hadir langsung dalam browser Brave. Pengguna dapat meminta Leo merangkum halaman, menerjemahkan teks, membaca dokumen, dan menyusun konten tanpa berpindah tab.
Brave menyatakan bahwa Leo tidak menyimpan atau membagikan percakapan untuk pelatihan model. Pengguna juga tidak memerlukan akun.
Kombinasi ini membantu content writer yang sering membaca banyak sumber, meski Leo belum menggantikan aplikasi kolaborasi dan manajemen proyek.
Baca Juga: SEO Marketing: Pengertian, Cara Kerja, dan Strategi Memulainya
5. Duck.ai, Aplikasi Selain Grok AI untuk Membandingkan Beberapa Model AI

Duck.ai menyediakan beberapa model AI dari penyedia berbeda dalam satu interface/antarmuka.
Pengguna dapat meminta dua model menyusun jawaban dari brief yang sama, lalu membandingkan struktur, ketepatan, dan gaya tulisannya.
DuckDuckGo menghapus informasi pengenal sebelum meneruskan prompt serta melarang penyedia model memakai percakapan untuk pelatihan.
Fitur gratis tetap memiliki batas penggunaan, sehingga Duck.ai lebih pas untuk eksperimen terarah daripada produksi konten dalam jumlah besar.
6. HuggingChat untuk Mencoba Model Open Source
HuggingChat memberi akses ke berbagai model AI open source.
Mode Omni memilih model sesuai permintaan, sementara pengguna berpengalaman dapat menentukan model secara langsung.
Pilihan ini berguna ketika tim Anda ingin menguji apakah tugas tertentu membutuhkan model premium.
Ketersediaan model dan kualitas output dapat berubah, jadi simpan prompt pengujian serta hasil terbaik sebagai pembanding berkala.
7. Poe untuk Mengakses Banyak Chatbot AI
Poe mengumpulkan banyak model dan bot dalam satu layanan. Tim dapat membandingkan jawaban beberapa model, membuat bot khusus, atau menjalankan percakapan kelompok dengan AI.
Sales manager dapat membuat bot latihan yang berperan sebagai calon pelanggan ragu-ragu.
Sales kemudian menguji respon terhadap keberatan tentang harga, implementasi, atau keamanan.
Perhatikan sistem poin dan kebijakan tiap model sebelum memasukkan Poe ke proses rutin.
8. You.com, Aplikasi Mirip Grok AI untuk Riset dengan Kontrol Sumber
You.com Research menjalankan beberapa pencarian, membaca halaman, membandingkan sumber, lalu menyusun jawaban dengan sitasi.
Pengguna juga dapat membatasi domain, negara, dan rentang waktu sumber.
Fitur tersebut membantu tim SEO dan marketing melakukan riset tren pasar tanpa mencampur sumber lama dan baru.
Tetap buka setiap sitasi karena link yang tersedia belum otomatis menjamin bahwa sumber mendukung seluruh klaim.

9. Elicit untuk Mencari Data dan Riset Ilmiah
Elicit lebih sempit daripada Grok, tetapi fokus tersebut menjadi kekuatannya.
Aplikasi AI ini menelusuri lebih dari 138 juta paper akademik dan 545.000 uji klinis, lalu membantu pengguna membuat tabel, laporan, dan tinjauan pustaka.
Tim Anda bisa memakai Elicit untuk menemukan bukti tentang perilaku pelanggan, produktivitas, atau komunikasi.
Jangan memaksanya untuk memantau tren media sosial karena Elicit mengutamakan literatur penelitian.
Baca Juga: Contoh Prompt Gemini AI Indonesia untuk Layanan Pelanggan
Cara Memilih Alternatif Grok AI untuk Bisnis
Anda bisa memulai dari satu pekerjaan yang berulang, misalnya merangkum feedback pelanggan atau menyiapkan riset artikel.
Hindari memilih aplikasi hanya karena modelnya sedang ramai dan banyak orang menggunakannya, lalu Anda menggunakan juga pada bisnis.
Padahal aplikasi tersebut belum tentu cocok dengan kebutuhan dan skalabilitas bisnis Anda.
Profesor Wharton Ethan Mollick menekankan perlunya eksperimen langsung:
“The key is experimentation.”
– Wharton Ethan Mollick
Mollick menyarankan sekitar 10 jam praktik dengan tugas nyata agar pengguna memahami kelebihan dan batas AI.
Wawancaranya bersama TIME juga mengingatkan bahwa kemampuan model memiliki pola yang tidak rata.
Gunakan mini benchmark berikut:
- Siapkan 5 task/tugas yang benar-benar muncul dalam pekerjaan.
- Jalankan prompt dan bahan yang sama pada 2 atau 3 aplikasi.
- Nilai ketepatan fakta, kualitas sumber, waktu revisi, privasi, dan batas penggunaan.
- Pilih tools yang mengurangi durasi kerja tanpa menambah risiko.
- Ulangi pengujian setiap 3 bulan karena model dan fitur cepat berubah.
Pendekatan ini lebih berguna daripada mengikuti skor benchmark teknis semata.

McKinsey mencatat bahwa 88% organisasi telah memakai AI secara rutin pada sedikitnya satu fungsi pada 2025, tapi hanya 7% yang mengaku telah menerapkannya secara penuh.
Data tersebut memperlihatkan jarak antara mencoba aplikasi dan membangun proses kerja yang matang.
Baca Juga: Aplikasi AI Selain Gemini AI Apa Saja? Ini Rekomendasinya!
Contoh Penggunaan Aplikasi AI Mirip Grok pada UKM
Contoh kasusnya seperti ini, jika ada online shop yang menerima 500 chat pelanggan setiap minggu.
Supervisor CS menghapus data pribadi, lalu memakai Lumo untuk mengelompokkan masalah, seperti keterlambatan kiriman, kesalahan ukuran, dan pertanyaan stok.
Tim marketing memakai You.com untuk mencari tren serta sumber pendukung.
Kimi mengubah temuan menjadi slide rapat, sedangkan Poe membantu sales berlatih menjawab keberatan pelanggan.
Manusia tetap memeriksa sampel chat dan memutuskan perubahan SOP.
Workflow tersebut menggunakan beberapa AI sesuai perannya.
Tim online tersebut yang terdiri dari sales dan customer service juga dapat mengukur hasil melalui waktu analisis, jumlah masalah berulang, kecepatan respon, dan tingkat penyelesaian saat kontak pertama.
Baca Juga: Generative AI Gratis untuk Tingkatkan 35% Produktivitas Pelaku UKM
Apakah AI Chatbot Mirip Grok Bisa Terhubung ke WhatsApp?

Sebagian besar aplikasi dalam daftar ini berfungsi sebagai asisten kerja pribadi.
Aplikasi tersebut tidak otomatis menjadi chatbot layanan pelanggan, kotak masuk bersama, atau sistem distribusi chat.
Bisnis yang ingin mengotomatisasi percakapan perlu memakai WhatsApp Business Platform dan menghubungkannya dengan CRM atau sistem layanan pelanggan.
Meta menyediakan API, webhook, nomor uji, dokumentasi opt-in, dan dukungan integrasi untuk kebutuhan tersebut.
Gunakan AI alternatif Grok untuk membantu riset, menyusun draf, menganalisis pola, atau membangun basis pengetahuan (knowledge base).
Serahkan pengiriman pesan, pencatatan riwayat, pembagian chat, persetujuan template, dan kontrol akses kepada platform resmi yang mendukung proses bisnis.
Baca Juga: Cara Mengaplikasikan Flow Chatbot ke Whatsapp Anda
Kesimpulan
Seperti itulah penjelasan dari CRM.id terkait beberapa aplikasi yang mirip Grok AI.
Dari 9 aplikasi tersebut menawarkan spesialisasi yang seringkali tidak masuk dalam daftar populer.
Lumo, Brave Leo, dan Duck.ai menonjol dalam privasi. You.com serta Elicit kuat untuk penelusuran sumber. Sementara Kimi, Le Chat, Poe, dan HuggingChat mendukung eksplorasi workflow yang lebih luas.
Anda perlu memulai dengan satu masalah, ukur waktu yang berhasil tim hemat, lalu tetapkan aturan penggunaan.
Jika jumlah chat WhatsApp sudah sulit tim kelola, pertimbangkan aplikasi WhatsApp CRM yang menggabungkan kotak masuk bersama, otomasi resmi, data pelanggan, dan pengawasan manusia dalam satu alur.
Misalnya seperti CRM.id, software CRM ini sudah terbilang tepat untuk Anda sebagai pengusaha UKM (Usaha Kecil dan Menengah).
Anda bisa mencoba mengisi form demo aplikasi agar nanti bisa dijadwalkan bersama dengan senior consultant CRM.id.
- Cara Menggunakan Aplikasi AI untuk Pelaku UKM - 3 September 2026
- Apa Itu WhatsApp Business Platform: Fitur & Cara Menggunakannya untuk Bisnis UKM - 3 September 2026
- 5+ Variasi Cara Mengirim Pesan Kosong di WA - 3 September 2026