Cara Membuat Rincian Biaya TikTok Ads, Tips, dan Tren

Cara Membuat Rincian Biaya TikTok Ads, Tips, dan Tren

Bagi beberapa orang, khususnya business owner yang baru merintis bisnis dan menggunakan TikTok Ads, menyusun rincian biaya TikTok Ads bisa jadi sulit.

Karena terdapat beberapa parameter dan mekanisme bidding dan skema lainnya yang harus diperhatikan.

Ketika Anda sebagai business owner atau digital marketing specialist harus merencanakan dan menyusun dengan baik rincian biaya tersebut.

Supaya tidak boros anggaran dan hasilnya tetap maksimal seperti penentuan target market, goals dari campaign, serta evaluasi return on ad spend (ROAS).

Artikel dari CRM.ID ini membahas cara membuat rincian biaya TikTok Ads, faktor-faktor yang mempengaruhi cost, dan tips mengoptimasinya.

Serta tren terbaru agar strategi iklan Anda tetap relevan dengan perilaku audiens.

Memahami Rincian Biaya TikTok Ads

Memahami Rincian Biaya TikTok Ads

Sebelum masuk ke teknis perhitungan, kita bahas sedikit overview komponen dan cara kerja TikTok Ads terkait sistem lelang dan alokasi biayanya.

Secara konsep, TikTok menggunakan model lelang (auction-based), yakni pengiklan (advertiser) bersaing untuk menampilkan iklan mereka kepada audiens yang sama.

TikTok Ads menyediakan beberapa model pembayaran, antara lain:

CPM (Cost Per Mille), yaitu biaya yang dibayarkan per 1.000 impression. Cocok untuk tujuan campaign brand awareness.

CPC (Cost Per Click), yaitu biaya dibayarkan ketika pengguna mengklik iklan. Use casenya, CPC berguna meningkatkan traffic atau lead generation.

CPV (Cost Per View), digunakan untuk campaign video, biaya dihitung berdasarkan jumlah tayangan (views) misalnya 2 atau 6 detik.

oCPM (Optimized Cost Per Mille), TikTok mengoptimalkan penayangan iklan berdasarkan pada konversi, selain hanya impresi.

Memahami perbedaannya ini berguna ketika penyusunan struktur rincian biaya TikTok Ads.

Baca Juga: Digital Advertising: Pengertian, Cara Kerja, dan Tipsnya

Faktor yang Mempengaruhi Biaya TikTok Ads

Faktor yang Mempengaruhi Biaya TikTok Ads

Di TokTok Ads tidak ada angka pasti biaya iklan dalam satu campaign. Cost sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Oke, kita akan bahas beberapa faktor tersebut:

1. Campaign Goals/Objective

TikTok Ads membagi jenis campaign dengan mengacu pada marketing funnel, yaitu awareness, consideration, conversion, dan seterusnya.

Semakin ke bawah funnel, biayanya meningkat karena TikTok menargetkan audiens yang lebih spesifik dan punya prospek tinggi.

2. Target Audiens

Ada Beberapa parameter persona audiens yang mempengaruhi biaya TikTok Ads 

Misalnya usia, lokasi geografis, minat dan perilakunya, serta lookalike audience (karakteristik audiens baru yang mirip dengan audiens lama).

Audiens yang potensi belinya tinggi atau kompetisi iklan tinggi biasanya memiliki CPM dan CPC lebih tinggi.

Kompetisi iklan tinggi dalam artian pengiklan menampilkan iklan pada audiens menggunakan keyword atau segmentasi serupa.

3. Industri dan Niche Bisnis

Beberapa industri punya tingkat kompetisi iklan tinggi di TikTok seperti di fintech, e-commerce, fashion, beauty (kecantikan), sehingga biaya iklan juga ikut melesat.

4. Kualitas Konten Iklan

Semua aktivitas TikTok menekankan pada user experience.

Jika ada advertiser yang menggunakan konten Iklan dengan engagement dan kualitas rendah akan mendapatkan penalti.

Contoh penalti tersebut berupa biaya yang lebih tinggi atau distribusi dibatasi.

5. Waktu Penayangan Iklan

Waktu penayangan iklan di hari-hari tertentu (seasonality) juga berpengaruh pada besarnya biaya. Biaya iklan meningkat pada periode-periode berikut:

  • Harbolnas
  • Ramadan
  • Akhir tahun
  • Campaign besar TikTok seperti 9.9, 10.10, 11.11, dan 12.12
  • Dan tren musiman lainnya

Baca Juga: Campaign Marketing Adalah? Ini Manfaat, Jenis, dan Contohnya

Cara Membuat Rincian Biaya TikTok Ads

Cara Membuat Rincian Biaya TikTok Ads

Untuk menyusun rincian biaya TikTok Ads yang terstruktur lebih dari penentuan budget harian. 

Agar budget sesuai dengan target, anda perlu mengikuti langkah-langkah best practice ini:

Langkah 1: Penentuan KPI Campaign TikTok Ads

Sebelum mulai campaign di TikTok Ads, sebaiknya tentukan dulu apa tujuan campaign iklan tersebut? apakah brand awareness, leads, atau closing?

Pertanyaan lainnya adalah, KPI apa yang ingin dicapai? CPM, CPC, CPA, ROAS, atau lainnya kah?

Penentuan KPI sebagai acuan ketika nanti proses evaluasi. Apakah biaya yang dikeluarkan sudah sesuai target.

Langkah 2: Penentuan Total Anggaran Iklan

Kalau tujuan dan KPI sudah jelas, selanjutnya adalah penyusunan total anggaran yang ditentukan berdasarkan:

Persentase dari revenue, budget marketing bulanan, target cost per acquisition (CPA).

Contohnya:
Jika target CPA adalah Rp 45.000 dan target konversi 100 transaksi, maka total anggaran iklan adalah Rp 4.500.000.

Langkah 3: Alokasi Anggaran per Funnel

Sebagaimana telah kita paparkan bersama di awal, kalau semakin ke bawah pada funnel, maka biaya yang dikeluarkan juga akan semakin mahal.

Untuk itu Anda perlu menyusun biaya TikTok Ads dengan alokasi yang berbeda-beda, tergantung prioritas dan KPI.

Contoh pembagian alokasi, jika prioritas adalah ke consideration dan interest (menghasilkan lead).

Maka untuk awareness sebesar 30%, consideration 50%, dan conversion porsinya 20%.

Langkah 4: Breakdown Biaya per Campaign, Ad Group, dan Ads

Mekanisme dan struktur di TikTok Ads itu mencakup campaign, Ad Group, dan Ads.

Dengan menyusun rincian berdasarkan dari ketiga jenis iklan di TikTok Ads ini, lebih mudah dalam analisisnya.

Misalnya kita buat rinciannya seperti berikut ini:

  • Total alokasi budget sebesar Rp 30.000.000
  • Lalu 3 campaign masing-masing dengan harga bidding Rp 10.000.000
  • Setiap campaign memiliki 2 ad group dengan harga Rp 5.000.000 per ad group
  • Setiap ad group memiliki 3 ads

Langkah 5: Estimasi Biaya Benchmark di Jenis Iklan

Menggunakan benchmark berupa pricing models/penetapan harga seperti:

CPA interval Rp 20.000 – Rp 150.000, CPC sebesar Rp 500 – Rp 3.000, dan CPM dari Rp 15.000 – Rp 40.000.

Penentuan benchmark sebagai asumsi atau hipotesis awal mensimulasikan biaya.

Mana sekiranya yang cost effective dan efficient, nantinya dipilih yang dari segi harga sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Contoh Biaya Marketing, Cara dan Rumus Perhitungannya

Contoh Rincian Biaya TikTok Ads untuk Berbagai Skala Bisnis

Contoh Rincian Biaya TikTok Ads untuk Berbagai Skala Bisnis

Contoh Kasus 1: UMKM dengan Budget Terbatas

Total biayanya sebesar Rp 3.000.000 untuk iklan di TikTok Ads, periode atau durasi campaign selama 14 hari, tujuannya untuk dapat traffic dan awareness.

Rincian dan potensi hasilnya:

Budget harian kurang lebih Rp 215.000/harinya dan akan mendapatkan awareness impression sebanyak 50.000 dengan CPM Rp 60.000 per 1.000 Tayangannya.

Sedangkan cost per click (CPC) nya rata-rata berkisar Rp 500 – Rp 1.500 per klik.

Total klik, traffic, atau kunjungan (asumsi CTR (click through rate) 1-2%) yang bisa Anda peroleh sekitar 1.000 – 3.000 klik.

Kasus 2: Bisnis Menengah dengan Tujuan Lead Generation

Misalnya total budget sebesar Rp 25.000.000, periode 30 hari, objective/goalnya adalah lead generation.

Maka rincian biaya dan target CPA -nya sebesar Rp 50.000, target leads sebanyak 500 leads.

Anggaran budgetnya (misal kita kelompokkan menurut marketing funnel):

Untuk awareness sebesar Rp 7.500.000, consideration Rp 10.000.000, dan besaran biaya untuk conversion sebesar Rp 7.500.000.

Contoh 3: Perusahaan Enterprise / Skala Besar

Nah kalau skenarionya untuk skala enterprise, total budgetnya misalnya Rp 150.000.000, dengan durasi campaign selama 30 hari, target conversion.

Rincian biayanya adalah dengan target ROAS 3x, menggunakan oCPM campaign.

Dan terintegrasi dengan TikTok Pixel (pelacakan perilaku klik, konversi, sebagainya).

Baca Juga: Contoh dan Strategi Penerapan CRM di Berbagai Industri

Tips Memaksimalkan Biaya TikTok Ads

Tips Memaksimalkan Biaya

Agar budget marketing lebih efektif dan efisien tapi penargetan tetap optimal, ada beberapa tips untuk memaksimalkan biaya TikTok Ads.

Anda bisa menggunakan best practice berikut ini:

Tips Pertama: Tentukan Goals/Objective dan Audiens untuk Biaya TikTok Ads

Apakah goalsnya itu brand awareness, leads, atau closing?

Atau berbasis KPI seperti CPM, CPC, CPA, ROAS?

Karena semakin menarget funnel bawah, biayanya juga semakin tinggi dan ada skema berbeda untuk tiap jenis/model tersebut.

Target dan segmentasi audiens berbeda juga ikut menentukan iklan tepat sasaran (tidak buang-buang biaya).

Menentukan goals dan target audiens, memudahkan Anda atau tim marketing merinci biaya untuk beriklan di TikTok agar efektif dan efisien.

Selain itu untuk acuan saat evaluasi bulanan, per kuartal, atau tahunan.

Kedua: Menentukan Total Anggaran Iklan, Biar Ada Gambaran Keseluruhan

Penyusunan rincian total anggaran seperti persentase dari revenue, budget marketing bulanan, target cost per acquisition (CPA), CPM, dan sebagainya.

Kalau target CPA adalah Rp 45.000 dan target konversi 100 transaksi, maka total anggaran iklan adalah Rp 4.500.000.

Total anggaran juga bisa dibagi per funnel, misal untuk awareness sebesar 30%, consideration 50%, dan conversion porsinya 20%.

Tips Ketiga: Memilih Waktu Penayangan Ads yang Tepat

Untuk menjangkau lebih banyak audiens, sebaiknya gunakan tanggal-tanggal tertentu seperti:

Harbolnas, Bulan Ramadhan, awal dan akhir tahun, campaign saat tanggal cantik seperti 11.11, dan 12.12.

Hemat anggaran dan tingkat jangkauan juga lebih luas, peluang awareness, klik ke WhatsApp, dan konversi lebih besar.

Best Practice Keempat: Fokus pada Strategi Kualitas Konten Iklan

Di TikTok, konten yang otentik dan kreatif punya keunggulan dan mendapat prioritas lebih.

Sesuai dengan visi TikTok saat awal pembuatannya yaitu mewadahi orang-orang mengekspresikan kreativitas.

Maka tak heran kalau konten yang berkualitas, otentik, dan meningkatkan user experience tersebut bisa menurunkan CPC, CPA, dan biaya iklan lainnya.

Kelima: Lakukan A/B Testing

A/B testing berguna membandingkan dua jenis ads mana yang lebih disukai oleh audiens.

Nah dengan demikian Anda bisa mengalokasikan biaya iklan ke ads yang banyak disukai oleh audiens.

Jadi lebih hemat biaya sekaligus tepat sasaran bukan?

Tips Keenam: Monitoring dan Evaluasi Performa Ads dan Biaya

Analisis performa ini berfungsi untuk melihat apa yang berhasil dan mana yang perlu perbaikan.

Pemantauan dan analisis bisa harian atau mingguan agar biaya pengeluaran tidak melebihi batas.

Tips Terakhir, Coba Arahkan CTA di TikTok Ads ke Nomor WhatsApp Business

crm banner 1

Biar mudah tracking kalau biaya TikTok Ads punya dampak bisnis, coba arahkan CTA nya ke website atau nomor WhatsApp.

Ketika audiens ini tertarik dengan isi konten ads Anda, mereka akan menanyakan langsung, umumnya ke WhatsApp jika ada CTA.

Tapi kalau misalnya yang tertarik banyak dan chat masuk sampai ratusan bagaimana?

Itu bagus, sekaligus juga melelahkan jika tim Anda masih sedikit.

Tapi tenang, ada aplikasi CRM seperti CRM.ID yang siap menangani masalah ini.

Tugasnya berfungsi untuk mengelola komunikasi pelanggan lebih mudah dan rapih, jadi Anda tidak perlu repot lagi menangani banyak pesan masuk.

Baca Juga: Mengenal Strategi Price Skimming untuk Bisnis Anda

Tren Biaya TikTok Ads Terbaru

Ada beberapa tren biaya TikTok Ads yang perlu Anda perhatikan, agar saat penyusunan rencana detail biaya lebih efisien dan tepat sasaran.

Tren tersebut yakni:

  1. Kenaikan biaya CPM untuk specific audience
  2. Biaya lebih hemat jika konten video pendek yang sangat otentik
  3. Lebih banyak lagi terekspos ke AI creative optimization dan AI agent
  4. Biaya iklan terintegrasi dengan TikTok Shop by Tokopedia
  5. Tersedia tools kalkulator biaya TikTok Ads dan tools penunjang TikTok Ads lainnya buatan TikTok sendiri, yang bisa langsung terintegrasi.

Baca Juga: TikTok Marketing: Cara Penerapannya untuk Bisnis Pemula

Kesimpulan

Membuat rincian biaya TikTok Ads yang rapih dan akurat itu sangat penting, karena alasan itulah  artikel CRM.ID ini dibuat.

Sekaligus untuk membantu business owner atau marketing specialist.

Perihal biaya itu bukan hanya soal angka-angka, perhitungan, dan rumus saja.

Ada pemahaman lebih dalam pada mekanisme sistem iklan, audiens, kreativitas, dan analisis data.

Cara membuat rincian biaya, faktor yang mempengaruhi, tips memaksimalkan biaya, tren, dan rincian biaya TikTok Ads yang sudah kita bahas bisa membantu Anda.

Anda, sebagai pemilik bisnis bisa mengontrol pengeluaran dan peningkatan efisiensi.

Terus menjangkau audiens lebih tepat, dan decision makingnya punya dasar kuat (based on data).

Ditambah jika CTA dari TikTok Ads Anda mengarahnya ke WhatsApp, rasanya sangat tepat menggunakan aplikasi CRM.

Terlebih ketika menerima banyak pesan masuk dan tim masih sedikit, WhatsApp Business biasanya hanya memfasilitasi minimal 5 perangkat agen yang bisa pakai.

CRM.ID memberikan kemudahan integrasi aplikasi CRM menggunakan WhatsApp Business API resmi dari Meta/WhatsApp.

Fitur multi agent yang unlimited mempercepat respon, tidak peduli seberapa banyak pesan masuk.

Jadi jangan tunggu waktu lagi untuk mencoba dan merasakan manfaatnya untuk bisnis Anda, yuk segera demo aplikasi di link berikut atau hubungi kami melalui WhatsApp.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

14 − thirteen =