Cara Membuat Lead Magnet, Contoh, dan Aplikasinya

Cara Membuat Lead Magnet, Contoh, dan Aplikasinya

Persaingan strategi konten hari ini sudah semakin ketat. Anda harus punya strategi khusus yang bisa menarik audiens atau visitor berlangganan dan membeli produk, untuk itu perlu strategi lead magnet.

Contoh penggunaanya seperti membuat template, ebook, proposal dan dokumen siap pakai untuk kebutuhan bisnis klien/audiens.

Pertanyaannya, bagaimana cara membuat lead magnet? seperti apa contoh dan aplikasinya?

Soalnya konsumen ketika baru mengenal sebuah brand atau bisnis mereka lebih selektif membagikan data pribadinya

Nah untuk itu artikel CRM.ID ini membahas cara membuat lead magnet dan perannya, contoh di berbagai industri, serta cara mengaplikasikannya.

Peran dan Manfaat Lead Magnet di Digital Marketing

Peran dan Manfaat Lead Magnet di Digital Marketing

Lead magnet adalah reward atau bonus yang diberikan kepada calon pelanggan (leads) ketika mereka bersedia memberikan informasi kontaknya.

Informasi kontak tersebut berupa email, nomor WhatsApp, atau data profil tertentu (misalnya data demografis, minat, psikografis, dan sebagainya).

Reward atau bonus ini bisa berupa:

  • Ebook
  • Thought leadership
  • Laporan dan tren statistik terbaru di industri tertentu (misal keuangan)
  • Tools atau template
  • Proposal atau informasi detail produk
  • Akses eksklusif (misalnya free trial 7-14 hari)
  • Diskon atau penawaran khusus

Beberapa manfaat lead magnet yaitu:

  • Menarik visitor/audiens jadi lead
    Manfaat menjalankan taktik ini akan menarik pengunjung website menjadi leads. Karena tidak semua orang visitor tertarik untuk beli.
  • Membangun database lead
    Membangun database lead itu mempermudah saat pengelolaan dan follow up, baik oleh tim marketing, customer service, atau sales.
  • Efisiensi biaya akuisisi/cost per lead
    Leads yang diperoleh punya biaya akuisisi (cost per lead) lebih rendah daripada melalui iklan. Nantinya bisa mengirimkan broadcast pesan ke mereka melalui database.
  • Meningkatkan kualitas leads
    Jika dilakukan dengan tepat akan menarik audiens yang benar-benar tertarik dengan bisnis Anda.

Perlu diingat, kalau lead magnet berbeda dengan konten-konten biasa seperti artikel blog, postingan media sosial yaitu dari segi tujuannya.

Jika konten gratis untuk tujuan branding dan awareness maka lead magnet bertujuan untuk lead generation.

Baca Juga: Apa itu Lead? Pengertian dan Tips Jitu Menghasilkannya

Cara Membuat Lead Magnet (Step by Step)

Cara Membuat Lead Magnet (Step by Step)

Langkah 1: Tentukan Target Audiens Secara Spesifik

Agar lead magnet tepat sasaran, langkah pertama adalah menentukan target audiens.

Misalnya suatu bisnis yang produknya aplikasi CRM, maka target audiens nya yaitu customer service, customer support, admin, sales dan CRM specialist.

Business owner juga termasuk jika masih merangkap juga sebagai customer service/support.

Peran lain yang berhubungan adalah menyasar digital marketer dan tim bisnis.

Langkah 2: Riset Masalah yang Dialami Audiens

Konten-konten lead magnet akan dicari ketika ada demand. Sementara itu demand ada karena masalah yang audiens hadapi.

Untuk itu Anda perlu mengetahui masalah apa yang mereka alami, bagaimana keinginan dan kebutuhannya agar lead magnet jadi lebih relate.

Riset berupa survei, wawancara, in-depth research, dan masih banyak lagi.

Misalnya jika menggunakan pertanyaan sederhananya:

  • Masalah apa yang mereka hadapi?
  • Goals apa yang ingin dicapai?
  • Hambatan dan kesulitan apa yang membuat mereka tidak mencapai tujuannya?
  • Jenis konten seperti apa yang sangat mereka butuhkan? free tools, ebook, white paper, atau proposal produk?
  • Berapa manpower yang tersedia? Apakah masih sanggup handling proyeknya?
  • Channel yang aktif mereka gunakan apa saja?

Langkah 3: Menyusun Audience Persona (Calon Lead) dari Hasil Riset

Hasil riset dituangkan dalam audience persona. Hal ini bertujuan untuk memetakan semua komponen riset, pengolahan data, dan analisis.

Contoh, jika targetnya adalah business owner untuk bisnis FnB yang baru saja dirintis, maka masalah mereka adalah keterbatasan dana dan tim.

Mereka mencari aplikasi dengan fitur-fitur sederhana sesuai skala bisnis dan harga murah.

Langkah 4: Menentukan Format dan Membuat Konten Lead Magnet

Setelah audience persona sudah tersusun, berikutnya menentukan formatnya berdasarkan kriteria kompleksitas masalah, preferensinya, dan channel distribusi.

Contoh untuk menyelesaikan masalah teknis mereka lebih butuh template atau checklist. Sedangkan untuk masalah strategis butuh e-book atau whitepaper.

Tools gratisan juga punya peran sebagai lead magnet. Calon lead mencoba beberapa fitur sederhana dan terbatas. Ini langkah awal menarik ke full berlanggan.

Menentukan format dan membuat konten adalah solusi untuk menyelesaikan masalah calon lead berdasarkan persona di langkah sebelumnya.

Langkah 5: Buat CTA dan Copywriting Landing Page Punya Konversi Tinggi

Beberapa komponen penting di landing page itu, seperti headline jelas, punya value proposition, design eye-catching, copywriting menarik dan menjawab permasalahan.

Pembuatan form to the point, sesuai data-data yang dibutuhkan saja, dan CTA harus jelas mengarahnya ke mana (navigasinya).

Contoh CTA-nya:

  • [ Download Proposal ]
  • [ Klik Template Berikut ]
  • [ Klik Disini ]

Baca Juga: Cara Membuat Template Business Profile (Company Profile)

Contoh Lead Magnet

Contoh Lead Magnet

Agar tidak miss dari penjelasan cara membuat lead magnet di part sebelumnya, sekarang  kita bahas contoh lead magnet.

Ada beberapa contoh lead magnet yang bisa Anda coba dan sesuaikan dengan kebutuhan dan skalabilitas bisnis, manpower tersedia, prioritas, dan alokasi biaya.

1. E-book dan White Paper

Implementasi jenis lead magnet ini cocok untuk perusahaan B2B dengan berbagai produk kompleks.

Jadi membutuhkan edukasi secara berkelanjutan dan terus-menerus.

Agar ebook dan white paper ada yang mengunduh, kuncinya adalah berfokus pada core problem (permasalahan apa sih yang mau diselesaikan?).

Terus sebisa mungkin penjelasan di ebook dan white paper lebih bersifat praktis, karena yang akan membacanya itu praktisi dan pebisnis, bukan akademisi.

Contoh:

  • “Panduan Lengkap CRM untuk Bisnis Retail”
  • “White Paper Strategi Sales Automation 2026”

2. Checklist dan Cheat Sheet

Jenis lead magnet ini cocok karena mudah dikonsumsi, praktis, dan seperti buku saku.

Sangat sesuai untuk audiens (pebisnis dan profesional) yang sangat sibuk.

Konsep seperti buku saku yakni meringkas hampir semua topik di bidang tertentu ke dalam 1-2 lembar dokumen saja.

Contohnya:

  • Checklist onboarding customer
  • Cheat sheet funnel marketing
  • Checklist dan cheat sheet membangun bisnis dari nol

3. Proposal Produk dan Template Siap Pakai

Lead magnet jenis ini langsung bisa digunakan untuk kebutuhan tertentu, hanya mengubah dan menyesuaikan terhadap kebutuhan.

Contoh:

  • Template SOP customer service
  • Template broadcast message WhatsApp
  • Proposal produk CRM.ID, Kledo, dan GajiHub
  • Template CRM pipeline
  • Template broadcast message di aplikasi CRM

Yang paling terasa dari adanya template adalah efisiensi waktu. Anda tiidak perlu repot-repot memikirkan format dan langsung mengisinya.

Sedangkan proposal menyatukan semua informasi produk dalam satu dokumen.

Cocok untuk mengetahuinya secara end-to-end tanpa harus repot mencari kliping-kliping informasi di website.

Jadi tidak perlu membuang banyak waktu dan menyebabkan overwhelm informasi.

4. Webinar dan Workshop Online

Webinar dan workshop daring menarik lead magnet sekaligus memberikan edukasi seputar produk dan topik-topik tertentu.

Perusahaan-perusahaan B2B dan SaaS cocok menggunakan jenis ini karena Interaksi dua arah (memungkinkan bertanya secara langsung).

Selain itu webinar dan workshop sebagai sarana authority building di bidang itu, terciptalah trust dari calon leads ke brand Anda.

Free Trial, Demo Produk, dan Free Tools

5. Free Trial, Demo Produk, dan Free Tools

Demo produk, free trial dan tools sudah lazim digunakan oleh bisnis yang bergerak di bidang teknologi informasi, seperti produk SaaS, aplikasi CRM, dan sejenisnya.

Syarat utama adalah onboardingnya jelas dan memberikan value yang langsung terasa.

Misalnya Anda memberikan free tools seperti aplikasi kalkulator PPh 21 (Pajak Penghasilan Pasal 21) sederhana.

Jika mereka tertarik, akan mencoba demo produk di penyedia aplikasi, misalnya GajiHub.

Perusahaan-perusahaan teknologi informasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia sudah menerapkan taktik free tools ini dan efektif mendatangkan leads.

6. Quiz dan Assessment

Lead magnet lainnya adalah quiz dan assessment. Jenis ini terbilang interaktif karena bisa langsung mengisi assessment dan quiz sederhana.

Untuk melihat hasilnya bisa memasukkan nomor dan alamat email. Nantinya hasil dikirim ke kontak yang mereka inputkan.

Data kontak tersebut sudah jadi leads, hanya saja untuk mengubahnya jadi pelanggan butuh langkah-langkah lainnya lagi.

Contohnya seperti assessment kinerja sales atau kuis “Seberapa cocok kamu jadi customer service?”

7. Special Bundling dan Penawaran Khusus

Jenis lead magnet ini cocok ke calon klien perusahaan yang sedang mencari vendor dengan biaya terjangkau, paket layanan, dan penawaran khusus.

Langkah ini menarik perhatian mereka daripada membeli produk yang terpisah-pisah akan menambah beban cost.

Baca Juga: Contoh Variasi Email untuk Menawarkan Produk Anda

Aplikasi Lead Magnet Berdasarkan Industri dan Funnel Marketing

Secara umum penerapan atau aplikasi lead magnet itu terbagi menjadi dua, yakni berdasarkan industri dan marketing funnel.

Berikut penjelasan detailnya.

Aplikasi Lead Magnet Berdasarkan Industri

1. Lead Magnet untuk Bisnis B2B

  • White paper dengan judul: “Strategi Sales B2B tahun 2026”
  • Template proposal bisnis/business profile
  • Kalkulator ROI CRM

2. Lead Magnet untuk SaaS (Misalnya aplikasi CRM)

  • Free trial selama 7-14 hari
  • Demo produk
  • Template workflow CRM
  • Free tools seperti lead management dasar (Melacak leads dari berbagai sumber seperti form web, sosmed, atau tools customer support pipeline dasar

3. Lead Magnet untuk Konsultan dan Agency

  • Audit website gratis
  • Assessment bisnis
  • Checklist peningkatan penjualan
  • Membangun branding sebagai agency yang terpercaya dan expert

Berdasarkan Marketing Funnel

1. Top of Funnel (Awareness)

Lead magnet di funnel atas lebih ringan seperti checklist, quiz, dan ebook pendek (5-10 halaman).

Tujuannya untuk menarik perhatian audiens, memperkenalkan brand, mengumpulkan leads, dan memberikan edukasi awal.

2. Middle of Funnel (Consideration)

Di funnel ini konsepnya lebih mendalam. Contoh kontennya case study, white paper, proposal produk.

Tujuannya untuk menjabarkan lebih dalam produk dan service, menarik lebih dalam calon leads, dan membangun trust.

3. Bottom of Funnel (Decision)

Tahap ini sudah masuk dalam tahap intensi transaksional dan lebih menekankan pada konversi jadi leads.

Contoh-contohnya:

  • Demo
  • Free trial dan audit
  • Free consultation

Baca Juga: Marketing Funnel: Pengertian, Tahapan, dan Strateginya

Integrasi Lead Magnet dengan CRM

Peran Aplikasi CRM di Lead Magnet

Aplikasi CRM punya beberapa peran di konteks ini, contohnya: 

  1. Pengumpulan dan pengolahan data lead
  2. Segmentasi audiens berdasarkan jenis lead magnet, minat, dan lainnya
  3. Untuk keperluan marketing automation
  4. Pemeliharaan prospek (lead nurturing)
  5. Menilai seberapa tertarik lead untuk konversi (lead scoring)
  6. Pengukuran dan pelacakan ROI (return on investment)
  7. Kolaborasi antar tim, seperti marketing, sales, dan customer service/support

Contohnya di aplikasi CRM:

  • Lead dari ebook, Anda bisa menambahkan tag “Ebook CRM” di kontak
  • Lead dari download proposal, memberi label atau tag “Medium intent”, “Proposal”, “Kledo”
crm banner 1

Marketing Automation Setelah Lead Masuk

Untuk mempermudah aktivitas lebih efisien, Anda bisa menggunakan automation untuk WhatsApp follow up dan reminder sales.

Baca Juga: 15 Fitur yang Harus Ada dalam Software CRM

Kesimpulan

Seperti itulah penjelasan cara membuat lead magnet, contoh, dan aplikasinya.

Taktik tersebut itu sangat penting sebagai strategi mendapatkan leads. Jadi ketika ada pengunjung ke website atau blog, tidak hanya mendatangkan traffic atau views saja.

Cara membuatnya:

Pertama, tentukan target audiens secara spesifik. Kedua, riset masalah yang dialaminya. Langkah 3, menyusun audiens persona dari hasil riset.

Langkah 4, tentukan format dan buat konten lead magnet. Kelima, buat CTA dan copywriting landing page.

Sedangkan contohnya seperti ebook, white paper, checklist, proposal produk dan template siap pakai, free tools, dan simple assessment. 

Aplikasi atau penerapannya berdasarkan industri seperti SaaS, B2B, dan agensi atau konsultan.

Sedangkan berdasarkan marketing funnel ada di top, middle, dan bottom funnel.

Kunci keberhasilan lead magnet ada pada tiga pilar seperti relevansi dengan audiens, punya value yang praktis dan berdampak ke bisnis mereka, dan integrasi dengan aplikasi CRM.

Untuk itu, aplikasi CRM.ID membantu proses lead magnet, terutama dalam manajemen kontak, follow up calon leads, lead scoring, segmentasi leads.

Ada sejumlah fitur-fitur unggulannya, antara lain penyimpanan kontak otomatis, data analytics pesan dan kontak, custom template pesan, autosave riwayat chat.

Harganya hanya Rp 40/pesan dengan minimal Rp 100.000/bulan, Anda sudah bisa mendapatkan 1000 free WA conversation credit/bulan.

Dengan unlimited pesan, agen, MAU (monthly active users), dan unlimited customer.

Jadi tunggu apa lagi, yuk segera demo aplikasi di tautan berikut ini.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

three × 2 =