15 Tips dan Cara Menjaga Keamanan Data Pelanggan Anda

15 Tips dan Cara Menjaga Keamanan Data Pelanggan Anda

Menjaga keamanan data pelanggan sudah sangat penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Data pelanggan itu tidak terbatas hanya pada daftar nama dan nomor telepon saja, data-data seperti jejak aktivitas di internet, riwayat transaksi, rekam jejak komunikasi adalah masuk diantaranya.

Semua itu data yang harus terjaga dan aman dari kebocoran data, dan sangat bernilai untuk keberlangsungan bisnis Anda.

Tapi semakin bernilai maka tanggung jawab dan risikonya juga semakin besar, bisa mendapat sanksi hukum atau hilangnya kepercayaan pelanggan.

Sekali kepercayaan rusak, effort dan biaya untuk memulihkannya itu jauh lebih mahal daripada biaya investasi sistem keamanan sejak awal.

crm banner 1

Jadi ada urgensi kebutuhan untuk mengkombinasikan teknologi, kebijakan, sistem, dan budaya kerja.

Untuk itu CRM.id akan menjelaskan hal itu di artikel ini dan 15 tips dan cara menggunakannya yang bisa Anda terapkan.

Alasan Keamanan Data Pelanggan Itu Penting

Saat ini, data adalah bagian paling penting dalam strategi bisnis. Kalau kata Clive Humby, “Data is the new oil”

Dari berharganya sampai disebut sebuah ladang minyak baru.

Jika kita kontekskan pada software CRM juga menyimpan data-data dari semua flow komunikasi dan hubungan pelanggan

Dari saat manajemen leads, prospek sampai manage loyal customer.

Apabila data-data tersebut bocor, maka dampaknya pada hancurnya reputasi bisnis Anda, pelanggan merasa tidak aman menggunakan sistem tersebut.

Bisnis Anda bisa berpotensi terkena sanksi regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi.

Dan jika persaingan cukup ketat, kompetitor bisa memanfaatkan celah tersebut untuk semakin mendowngrade brand Anda.

Artinya, keamanan data adalah tanggung jawab manajemen dan seluruh organisasi untuk memastikan kalau sudah terjamin bukan urusan tim IT saja.

Untuk menjamin keamanan data itu harus ada sertifikasi internasional dana mengikuti standar/panduan keamanan dan perlindungan data pribadi, misalnya ISO/IEC 27001.

Alasan Keamanan Data Pelanggan Itu Penting

Baca Juga: Cara Mengatasi Spam WA dan Tips Mengenalinya

Tips dan Cara Menjaga Keamanan Data Pelanggan

1. Gunakan Sistem CRM dengan Standar Keamanan Data Pelanggan Tinggi

Langkah pertama yang paling penting adalah menggunakan platform CRM yang memang dirancang dengan arsitektur keamanan yang kuat.

Jika Anda sedang menggunakan CRM, sebaiknya pastikan sistem tersebut memiliki: Pertama, Data atau pesan terenkripsi saat dikirim dan disimpan.

Kedua, punya infrastruktur cloud yang andal (misal provider hosting yang mereka pilih, seperti AWS).

Ketiga, terdapat sertifikasi keamanan seperti ISO/IEC 27001 atau standar sejenis.

Menggunakan spreadsheet atau sistem yang tidak ada jaminan proteksi sangat berisiko, terlebih jika data-data yang disimpan sangat sensitif.

2. Menerapkan Akses Kontrol Pengguna Berdasarkan Role-Based

Karena tidak semua orang di perusahaan perlu tahu data-data pelanggan, jadi Anda harus mengatur sistem pembagian role, yaitu siapa saja yang berhak untuk akses.

Tim sales mungkin hanya perlu melihat data-data leads yang berasal dari tim marketing dan proses pengelolaan prospek.

Tim finance hanya butuh akses data-data transaksi, sedangkan tim manajemen bisa melihat seluruh aktivitas data pelanggan untuk kebutuhan monitoring dan melihat report.

Dengan pembatasan akses ini bisa mengurangi risiko penyalahgunaan data, kebocoran data di internal bisa diminimalisir, dan kemudahan saat melakukan audit.

Di beberapa aplikasi CRM, seperti CRM.id sudah ada kontrol hak akses berbasis peran seperti ini.

Tips dan Cara Menjaga Keamanan Data Pelanggan

Kami pikir fitur ini adalah langkah yang bagus dan penting untuk membatasi hak akses ke data-data pelanggan jika tidak berkepentingan.

Baca Juga: Ketahui Algoritma WhatsApp Biar Aman Saat Broadcast Pesan

3. Menerapkan Two-Step Authentication (2FA) Atau Multi-Factor Authentication (MFA)

Karena perkembangan di dunia cyber sudah sangat berkembang dan adanya human error (keteledoran), sehingga password yang kuat belum cukup aman.

2FA atau MFA menambahkan lapisan keamanan tambahan, misalnya melalui kode OTP (one time password), autentikasi aplikasi, atau sistem keamanan biometrik di device Anda.

Jadi meskipun password Anda tersebar dan bocor, akun tetap tidak mudah diakses oleh pihak lain, selama mereka tidak mengetahui kode OTP.

Prosesnya memang sedikit lebih ribet, tapi sangat Ini langkah sederhana tapi sangat efektif.

4. Terapkan Kebijakan Password yang Ketat

Masih banyak kasus kebocoran data salah satunya karena pembuatan password yang lemah seperti “123456” atau “admin12345”.

> Coba buat kebijakan seperti: minimal menggunakan password 8-12 karakter

> Kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol untuk memperkuat password

> Jika memungkinkan ganti secara berkala, misalnya setiap 3 atau 6 bulan

Sistem CRM yang baik juga sudah mendukung pengaturan kebijakan password otomatis, baik yang dibuat oleh perusahaan saat demo atau bisa Anda custom sendiri.

Baca Juga: 5 Cara Mengetahui WA Disadap dan Mengatasinya

5. Lakukan Backup Data Pelanggan Secara Berkala

Keamanan tidak terbatas pada mencegah peretasan saja. Tapi juga memastikan kalau data tetap tersedia offline jika terjadi kegagalan sistem.

Harus ada mekanisme untuk membackup otomatis harian atau mingguan untuk sinkronisasi data dan mencegah kehilangan data saat sistem sedang crash.

Beberapa provider aplikasi membuatnya dengan sistem auto backup, jadi walaupun Anda lupa untuk membackupnya, sistem akan melakukan backup secara otomatis.

Di platform seperti CRM.id, kami melihat sudah tersedia fitur untuk auto backup, jadi data pelanggan dan riwayat komunikasi pun tidak akan hilang jika terjadi error.

Tips dan Cara Menjaga Keamanan Data Pelanggan - Lakukan Backup Data Secara Berkala

6. Penggunaan Enkripsi Data Sensitif Pelanggan

Data-data sensitif seperti nomor telepon, email, alamat lengkap, dan informasi pembayaran harus dienkripsi.

Biasanya tim developer akan menggunakan tools buat enkripsi data ini ke dalam bentuk base64 atau sebuah token yang terdiri dari huruf, karakter, dan angka secara acak.

Karena dengan enkripsi, sistem menjamin kalaupun data berhasil diakses pihak tidak berwenang, isinya tetap tidak dapat dibaca tanpa kunci/kredensial khusus.

Hampir semua standar keamanan modern menggunakan penggunaan enkripsi ini, termasuk yang kami lihat di CRM.id.

Baca Juga: Waspada! 10 Ciri Penipuan Promo Hadiah Langsung di WA

7. Gunakan Monitoring dan Audit Log Aktivitas

Tips ini berguna untuk melihat semua aktivitas di sistem.

Dengan log aktivitas Anda bisa melihat siapa yang mengakses data, kapan data diakses dan terjadi perubahan, dan file apa yang terdownload.

Anda bisa mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih cepat dan mencegah terjadi aktivitas mencurigakan dan kerusakan lainnya.

Jika tidak ada sistem monitoring ini, Anda baru sadar ada masalah setelah data tersebar.

8. Coba Berikan Pelatihan Tentang Keamanan Data Pelanggan untuk Tim Anda

Sebagus dan secanggih apapun sistemnya, kalau penggunanya melakukan kesalahan (human error) ya juga berisiko kebocoran dan ketidakamanan juga.

Banyak kebocoran data terjadi karena pengguna mengklik link berisi phishing, memberikan akses tanpa verifikasi, dan mengirim file data pelanggan ke email yang salah (orang di luar perusahaan/tim).

Jadi jika perlu investasi pada pelatihan karyawan, perlu juga memasukkan edukasi tentang privasi dan keamanan data.

Baca Juga: Cara Mudah Tautkan Perangkat dengan Linked Device Whatsapp

9. Coba Gunakan Koneksi Jaringan dan Perangkat yang Aman

Coba Gunakan Koneksi Jaringan dan Perangkat yang Aman

Untuk mencegah peretasan melalui jaringan internet, hindari mengakses aplikasi (misalnya aplikasi CRM) menggunakan wifi publik tanpa perlindungan VPN.

Menggunakannya punya risiko besar, misalnya terinjeksi virus, phising, dan akses dari orang yang tidak berwenang.

Aspek penggunaan devices juga jadi perhatian, jangan sembarangan menggunakan devices. Bisa jadi terdapat virus yang berbahaya.

Untuk itu, coba Anda pastikan menggunakan jaringan aman (seperti jaringan internet perusahaan seperti VPN), ada firewall aktif, terpasang antivirus resmi.

Serta kebijakan penggunaan perangkat pribadi (BYOD) yang diatur jelas, artinya tidak boleh menggunakan devices pribadi untuk kebutuhan bisnis/pekerjaan.

10. Batasi Fitur Ekspor dan Pengunduhan Data

Fitur export database sering menjadi masalah kebocoran data ini.

Buat memastikan hal itu terjadi, coba pastikan kalau hanya role tertentu yang bisa mendownload data secara massal.

Ada approval dari administrator untuk ekspor dalam jumlah besar dan aktivitas ekspor dan pengunduhan ini bisa tercatat di log.

Baca Juga: Wajib Tahu! 10 Cara Admin CRM Mengelola Pelanggan

11. Gunakan Otomasi untuk Mengurangi Human Error

Seperti yang kami sempat singgung di tips sebelumnya, salah satu yang buat keamanan dan kebocoran data itu adalah human error.

Nah untuk itu coba pakai atau bangun sistem dengan kerja otomatis, misalnya CRM app yang terintegrasi dan data secara otomatis tidak perlu dipindah manual.

Tidak perlu copy paste manual satu-satu ke spreadsheet, cukup export saja dan bisa dengan follow up pelanggan tercatat otomatis.

Semakin sedikit proses manual yang bisa Anda lakukan, semakin memperkecil risiko human error.

12. Lakukan Audit dan Penilaian Risiko (Risk Assessment) Berkala

Untuk melakukan risk assessment, Anda perlu melakukan audit sistem baik bulanan, kuartal, per semester atau tahunan (menyesuaikan kebijakan dan urgensi kebutuhan).

Bekerja sama atau meminta bantuan tim developer buat melakukan uji kerentanan keamanan yaitu penetration testing (pentest), evaluasi, dan rekomendasi perbaikan celah keamanan.

Baca Juga: Action Plan: Komponen, Cara Membuat, dan Contohnya

13. Patuhi Regulasi Perlindungan Data dan Standar Kualitas

Patuhi Regulasi Perlindungan Data dan Standar Kualitas

Di Indonesia, perlindungan data diatur dalam UU Perlindungan Data Pribadi. Secara global ada berbagai regulasi serupa, seperti GDPR, HIPAA.

Dan untuk standar kualitas bisa menggunakan standar seperti ISO.

Coba pastikan kalau kebijakan privasi harus jelas, ada persetujuan pelanggan terlebih dahulu saat pengumpulan data, dan ada mekanisme penghapusan data sesuai permintaan.

Karena biar bagaimanapun kepatuhan pada regulasi bukan perkara menyangkut hukum saja, tapi buat membangun kepercayaan.

Membangun kepercayaan ini yang harganya mahal, dan kalau sudah hilang kepercayaan justru punya risiko dan dampak besar ke bisnis Anda.

14. Selalu Siapkan Incident Response Plan menghadapi Skenario Terburuk

Jika semua tips sebelumnya sudah Anda persiapkan dengan baik, terus masih terjadi kebocoran data, maka Anda tidak boleh panik.

Hal yang harus Anda lakukan terlebih dahulu dengan prosedur yang jelas, yakni:

> Siapa yang bertanggung jawab kalau skenario buruk ini terjadi

> Apa saja langkah-langkah dan prosedur isolasi pemisahan sistem aman dan tidak

> Cara berkomunikasi kepada pelanggan, dan lain sebagainya.

Respon yang tanggap dan komunikasi yang tepat ke pelanggan bisa membuat pelanggan tidak terlalu merasa risau, sehingga bisa mengurangi reputasi buruk pada brand Anda.

Baca Juga: Kualitas Pelayanan Pelanggan: Indikator, Contoh, & Strategi

15. Pilih Vendor yang Terpercaya dan Handal Dalam Hal Keamanan Data Pelanggan

Keamanan Anda juga bergantung pada mitra atau vendor pembuat aplikasi itu sendiri, bagaimana review pelanggannya dan reputasi vendor tersebut.

Sebelum memilih aplikasi (misalnya software CRM) atau vendor pembuatnya, Anda perlu membuat kepastiaan terkait kebijakan dan perjanjian pengolahan data.

Cek juga standar keamanan dan kualitasnya bagaimana, apakah mendapatkan sertifikasi internasional ISO/IEC 27001 dan lainnya?

Dimana standar ISO/IEC 27001 adalah standar internasional yang menetapkan spesifikasi untuk sistem manajemen keamanan informasi.

Pemilihan tidak boleh hanya bergantung pada harga dan fiturnya, keamanan juga punya pertimbangan penting.

Jika tidak risikonya tidak main-main, bisa kehilangan kepercayaan pada brand Anda. Anda tidak mau hal demikian terjadi, bukan?

Baca Juga: Jadi UMKM Naik Kelas, Coba 5 Rekomendasi CRM App Ini!

Memilih Software CRM dengan Sistem Keamanan Informasi Internasional

Sama seperti halnya aplikasi lainnya, software CRM tidak hanya sebagai tools untuk mencatat data dan manajemen komunikasi dengan pelanggan.

CRM juga harus bisa mengontrol keamanan data yaitu sebagai satu sumber data terpusat (single source of truth), ada pengaturan hak akses pada pengguna lain.

Terus juga harus perhatikan ada sistem buat ekspor otomatis data ke spreadsheet dan pembuatan report dalam bentuk pdf.

Ada sistem backup otomatis (auto backup) dan recovery data, dan terintegrasi sistem yang aman.

Supaya lebih meyakinkan lagi, pilih software CRM yang sudah mendapatkan sertifikasi internasional di bidang keamanan informasi, seperti ISO/IEC 27001.

Aplikasi WhatsApp CRM (CRM.id)

Salah satu software CRM yang penulis pernah coba adalah CRM.id, di sistem ini sudah menerapkan semua tips yang sudah dipaparkan sebelumnya.

Di halaman khusus terkait keamanan informasi aplikasi ini, dengan mengutip dari CEO CRM.id langsung, seperti:

“Demi menjaga keamanan data dan uang Anda, kami tidak pernah beristirahat. Kami telah membangun langkah-langkah keamanan setara bank ke dalam sistem kami untuk memastikan Anda dapat menggunakan CRM.id dengan penuh percaya diri.”

Baca Juga: 6 Aplikasi CRM Untuk Kelola Customer Database

Kesimpulan

Menjaga keamanan data pelanggan adalah hal wajib Anda perhatikan jika prinsip kepercayaan adalah yang paling prioritas.

Itu artinya, Anda punya komitmen untuk memberikan layanan pelanggan secara menyeluruh (end-to-end) / holistik.

Software CRM seperti CRM.id menyediakan sistem keamanan informasi/data yang Anda butuhkan itu, dengan berbekal sertifikasi dari ISO/IEC 27001 yang menandakan telah lolos uji keamanan sistem informasi.

Selain itu, harus ada mekanisme kebijakan yang jelas, tim yang terampil dan aware pada keamanan dan privasi data.

Sehingga reputasi brand Anda bisa terjaga dari kerusakan dan eksploitasi dari pihak yang tidak berwenang.

Anda bisa mencoba aplikasi CRM.id dengan demo terlebih dahulu melalui tautan demo berikut.

Atau jika Anda masih ada pertanyaan, bisa menghubungi kontak tim CRM.id.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

two × one =