Apa Itu ERP Sistem dan Apa Saja Modulnya untuk Bisnis?

Apa Itu ERP Sistem dan Apa Saja Modulnya untuk Bisnis

Pemahaman terhadap apa itu ERP sistem sangat penting untuk berbagai operasional bisnis.

Adakalanya jika tools CRM saja tidak cukup ketika gudang kehabisan stok tanpa sepengetahuan tim sales atau ketika laporan keuangan selalu terlambat setiap akhir bulan.

Fase itu terjadi ketika jumlah pesanan membludak, tapi sistem operasional di back office masih sangat tradisional.

Banyak pemilik bisnis memulai langkah mereka dengan bermodalkan smartphone dan aplikasi perpesanan. Ada juga yang masih menggunakan ingatan dan catatan di buku.

Tapi sejauh mana ERP sistem bisa berdampak, apa saja modul-modulnya, dan bagaimana bisa salah satu pecahan modulnya seperti CRM bisa membantu operasional bisnis?

Di artikel CRM.id ini akan membahas apa itu ERP sistem dan modul apa saja untuk kebutuhan bisnis, serta apakah bisa integrasi dengan WhatsApp.

Apa Itu ERP Sistem?

crm banner 1

Enterprise Resource Planning atau ERP pada dasarnya adalah sistem terpusat untuk mengelola semua hal workflow bisnis.

Jika kita meminjam analogi anatomi tubuh manusia, aplikasi CRM adalah wajah dan indra peraba yang berinteraksi langsung dengan dunia luar (pelanggan), disebut sebagai front office.

Sementara itu, sistem ERP adalah otak dan organ dalam yang memastikan aliran darah, nutrisi, dan respon motorik berjalan selaras, dalam hal ini kita kenal sebagai back office.

Sistem ini adalah software manajemen bisnis yang terintegrasi untuk membuat sebuah bisnis bisa memakai satu basis data terpusat untuk mengelola dan mengotomatiskan berbagai proses operasional.

Dari pelacakan raw material, manajemen inventaris, pembukuan akuntansi, sampai penggajian karyawan (payroll).

Salah satu bagiannya adalah CRM, CRM bisa juga berdiri sendiri (stand alone) bisa juga sebagai bagian dari modul yang berfungsi sebagai layanan front office yang mana akan terhubung secara langsung ke divisi akuntansi dan gudang.

Baca Juga: CRM Tools: Pengertian dan Rekomendasi Terbaiknya

Kalau tidak terhubung, beberapa data tidak saling terhubung dan kadang terjadi miscommunication. 

Tim marketing mungkin sudah campaign diskon besar-besaran, mendatangkan ribuan lead ke WhatsApp bisnis Anda.

Tapi, karena tim marketing tidak memiliki akses real time ke sistem gudang, mereka tidak tahu bahwa stok produk tersebut sedang kosong.

Kapan Bisnis Anda Membutuhkan Transisi?

Buat Anda yang saat ini masih nyaman mengelola pesanan lewat chat personal atau WhatsApp Business, transisi ke software skala enterprise mungkin terasa berat.

Tapi, ada indikator yang bisa menandai kapan Anda perlu mengadopsinya, yaitu:

  • Sinkronisasi data memakan waktu berhari-hari, seperti penyelarasan data gudang dengan mutasi bank
  • Sering terjadi kesalahan pengiriman pesanan akibat miskomunikasi antara admin chat dan staf packing.
  • Anda tidak bisa mengetahui posisi arus kas (cash flow) secara seketika pada hari ini juga.

Modul ERP untuk Bisnis yang Paling Pebisnis Butuhkan

Modul ERP untuk Bisnis yang Paling Pebisnis Butuhkan

Kelebihan dari ERP adalah sifatnya yang modular. Anda tidak harus membeli dan mengimplementasikan semuanya secara bersamaan.

Anda bisa memilih modul sesuai dengan prioritas permasalahan yang ingin Anda selesaikan terlebih dahulu.

Berikut adalah modul ERP untuk bisnis yang biasanya pebisnis butuhkan:

1. Modul Manajemen Keuangan dan Akuntansi (Finance dan Accounting)

Setiap transaksi yang terjadi di modul lain (pembelian barang, penjualan ke pelanggan, pembayaran gaji) akan bermuara ke sini secara otomatis.

Modul ini untuk mengelola buku besar, utang usaha, piutang usaha, manajemen aset tetap, dan pelaporan keuangan.

Anda bisa mencetak laporan laba rugi kuartalan hanya dengan beberapa memanfaatkan modul ini.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Software CRM untuk Industri Keuangan

2. Modul Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management)

Untuk bisnis ritel, manufaktur, atau distributor, modul ini terbilang penting penggunaannya.

Fitur yang ada di dalamnya melacak pergerakan barang mulai dari vendor, masuk ke gudang, sampai ke tangan konsumen akhir.

Kemampuan prediksi (forecasting) di dalam modul ini juga sangat penting.

Sistem bisa menganalisis data historis penjualan untuk memberikan reminder kapan harus melakukan pemesanan ulang (re-order) bahan baku sebelum stok benar-benar habis.

Modul Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management)

3. Modul Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management)

Mengelola karyawan itu tidak terbatas pada pengelolaan administrasi kehadiran saja.

Modul HR mengotomatiskan proses penggajian (payroll) yang terintegrasi langsung dengan modul keuangan, menghitung potongan pajak, mengelola jatah cuti, sampai melacak indikator kinerja (KPI) masing-masing staf.

4. Modul Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM)

Banyak yang bingung mengenai perbedaan ERP dan CRM, bahkan menganggap keduanya saling menggantikan.

Faktanya, software tingkat enterprise yang lengkap selalu menyertakan CRM sebagai salah satu modulnya.

Jika sistem secara keseluruhan berfokus pada efisiensi operasional dan pemotongan biaya di internal perusahaan, modul CRM berfokus pada pengelolaan interaksi eksternal, seperti hubungan dengan customer.

Modul ini mencatat semua riwayat chat customer, keluhan, preferensi produk, dan melacak lead dalam sales funnel.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Aplikasi CRM Untuk Sales

Perbandingan Antara Apa Itu ERP Sistem dan CRM

Untuk lebih jelasnya perbedaan antara keduanya, CRM.id akan memaparkannya pada tabel berikut.

IndikatorCustomer Relationship Management (CRM)Enterprise Resource Planning (ERP)
FokusMemantik penjualan, retensi pelanggan, dan hubungan dengan customerMengurangi biaya operasional dan efisiensi alur kerja internal perusahaan
Target PenggunaTim sales, marketing, dan customer serviceTim keuangan, gudang, produksi, HR, dan tim manajemen (BOD / C-level)
Metrik KeberhasilanPertumbuhan pendapatan, kepuasan pelanggan, conversion rateAkurasi stok, ketepatan waktu produksi, kesehatan arus kas terpusat
Sifat Data FlowBersifat asimetris, banyak interaksi kualitatif dengan pihak luar.Bersifat sangat presisi, kuantitatif, dan terstruktur

Menjalankan CRM tanpa dukungan operasional internal akan memberikan ekspektasi yang tidak realistis buat pelanggan yang tidak bisa ditepati oleh tim production.

Sebaliknya, menjalankan sistem operasional internal tanpa pakai CRM akan menghasilkan efisiensi tinggi yang tidak membangun hubungan dan sumber pendapatan baru dari customer.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan CRM dan ERP yang Tepat untuk Anda

Cara Menghubungkan ERP Sistem dengan WhatsApp

Berdasarkan pengalaman CRM.id merancang aplikasi CRM untuk berbagai UMKM sampai korporasi, integrasi ERP dengan WhatsApp melalui bisa menggunakan API (Application Programming Interface) resmi.

Bagaimana bentuk penerapannya?

Bayangkan jika ada customer yang mengirimkan pesan untuk menanyakan status pesanannya.

Apabila tidak ada integrasi, admin harus membaca pesan tersebut, membuka tab baru di komputer, terus masuk (login) ke sistem gudang, mencari nomor resi, menyalinnya, lalu kembali ke aplikasi pesan untuk membalas.

Cara Menghubungkan ERP Sistem dengan WhatsApp

Proses ini memakan waktu rata-rata 3-5 menit per pelanggan.

Dengan integrasi yang terpusat, ada sejumlah proses yang terjadi:

  1. Customer mengirimkan nomor pesanan di chat
  2. Admin yang mengoperasikan akan mengirimkan permintaan (request) data secara langsung ke modul ERP supply chain atau inventory
  3. Di modul tersebut ada pengecekan stock barang dan merespon kembali ke sistem CRM. Kemudian customer menerima balasan otomatis yang akurat.

Skenario lain yang sangat berdampak adalah tagihan otomatis (automated invoicing).

Saat tagihan akan jatuh tempo, sistem keuangan akan memberikan notifikasi atau reminder, lalu meneruskan pesannya ke customer yang bersangkutan dengan tautan pembayaran langsung.

Adopsi teknologi bisnis itu seberapa seamless penggunaan software yang terhubung dengan channel yang paling konsumen gunakan.

Baca Juga: Aplikasi CRM Manufaktur: Manfaat dan Rekomendasinya

Kesimpulan

Memahami apa itu ERP sistem adalah langkah awal untuk membawa bisnis Anda keluar dari kegiatan operasional manual.

Aplikasi perpesanan dan profil bisnis mungkin sangat memadai untuk fase rintisan dan membangun keakraban dengan customer Anda.

Saat pesanan menumpuk, mulai terjadi ketidaksinkronan pada inventaris, dan laporan arus kas yang jadi kurang akurat.

Hal itu jadi sinyal kalau bisnis Anda sudah berevolusi melebihi kapasitas pencatatan sederhana.

Dengan mengintegrasikan semua operasional mulai dari supply chain, keuangan, human resource, sampai manajemen channel komunikasi berada dalam satu aplikasi yang terpusat.

Jika Anda berfokus pada penggunaan aplikasi customer relationship saja, ada software CRM yang bisa Anda coba.

Aplikasi CRM

Dengan berbagai fitur, salah satunya pengelolaan data pelanggan dan dashboard grafik performa pelayanan dan isi keluhan pelanggan.

Anda bisa mencoba demo aplikasi CRM.id dengan mengisi form demo aplikasi CRM berikut.

Atau untuk bertanya-tanya terlebih dahulu, menghubungi kontak WhatsApp tim kami di kontak berikut.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

thirteen − eleven =