Cara Membuat Template Business Profile (Company Profile)

Cara Membuat Template Business Profile (Company Profile)

Business profile atau company profile adalah dokumen yang berfungsi sebagai representasi perusahaan ke pihak eksternal atau untuk kepentingan internal.

Seperti kepentingan marketing, penjualan, kerjasama bisnis, pitching ke klien atau investor, dan kebutuhan administrasi perusahaan/usaha itu sendiri.

Business profile menentukan apakah calon klien, investor, atau mitra akan melanjutkan komunikasi ke tahap berikutnya atau tidak.

Untuk calon business owner seringkali masih kebingungan bagaimana cara membuat business profile yang tepat.

Nah untuk itu di artikel dari CRM.ID ini akan membahas perihal cara membuat template business profile dan struktur penyusunan yang harus Anda perhatikan.

Fungsi dan Manfaat Membuat Business Profile (Company Profile)

Business profile atau company profile adalah dokumen resmi yang berisi gambaran keseluruhan tentang sebuah perusahaan/usaha.

Isinya berupa informasi-informasi seperti nama perusahaan, bidang usaha, produk atau layanan, visi dan misi, sampai kontak perusahaan.

Business profile bisa dalam berbagai format seperti dokumen (pdf atau booklet) dan file presentasi (PowerPoint atau Google Slides).

Bisa juga page khusus about us di website dan profil singkat di proposal atau pitch deck.

Untuk menyusun business profile, harus memperhatikan profil produk Anda juga, fokus pada detail spesifik dari produk atau layanan tertentu.

Template business profile yang baik harus menyertakan produk atau layanan sebagai bagian dari narasi kuat bidang usaha.

crm banner 1

Sedangkan fungsi dan manfaat yang bisa Anda rasakan ketika membuat business profile adalah:

Membangun Business Profile Menciptakan Kredibilitas Perusahaan (Trust)

Company profile menunjukkan kalau pengelolaan perusahaan dikelola secara serius dan terstruktur.

Hal ini untuk menciptakan kesan profesional, kredibilitas, dan trust pada klien, investor, mitra, atau calon pelanggan.

Business Profile Sebagai Media Presentasi Bisnis

Penggunaan business profile sering digunakan dalam proses pitching, tender, dan penawaran kerjasama dengan mitra.

Template yang rapi memudahkan tim business development atau business owner/founder (jika bisnis masih baru) dalam pitching.

Tujuannya tidak lain adalah menarik minat audiens untuk bekerja sama dengan bisnis Anda.

Business Profile Sebagai Tools Branding Perusahaan

Isi dan desain business profile harus mencerminkan identitas brand perusahaan itu sendiri.

Mulai dari tone of voice, visual, sampai cara menyampaikan value ke bisnis bisa membentuk persepsi ke calon mitra.

Profil bisnis yang tersusun secara lengkap dan profesional memperkuat citra/branding perusahaan (bisnis) Anda, baik untuk pihak eksternal atau tim internal.

Business Profile Memudahkan dan Efisiensi

Dengan memiliki template business profile, perusahaan tidak perlu membuat dokumen dari nol setiap kali ada kebutuhan baru.

Template bisa diperbarui dan disesuaikan sesuai konteks pihak yang akan diajak kerja sama.

Anda bisa mengubahnya di bagian tertentu saja, misalnya bagian nama mitra, bentuk kerja sama, atau tujuan pitching.

Baca Juga: 15 Ide Bisnis Digital yang Cocok untuk Budget Terbatas

Prinsip Membuat Template Business Profile

Prinsip Membuat Template Business Profile

Sebelum masuk ke struktur dan isi, ada beberapa prinsip yang perlu Anda perhatikan ketika menyusun template business profile. Prinsip tersebut yakni:

1. Fleksibel dan Modular (Mudah Dikustomisasi)

Template harus bisa menyesuaikan pada isi konten dan konteks penggunaan, tanpa harus mengubah isi keseluruhan strukturnya.

Misalnya, bagian produk dan layanan bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan. Selain itu menyesuaikan gaya bahasanya sesuai target pitching.

2. Konsisten dengan Brand Identity

Agar lebih mudah dikenali (brand recognition), sebaiknya Anda harus konsisten dengan brand identity bisnis.

Contohnya dengan menggunakan warna, font, dan gaya visual yang mencerminkan identitas brand perusahaan.

3. Berorientasi pada Audiens/Target Pitching

Template business profile itu harus bersifat fleksibel dan mudah untuk disesuaikan.

Anda harus mempertimbangkan siapa yang akan membaca business profile tersebut seperti klien, investor, mitra, atau penyusun kebijakan.

4. Ringkas, Padat dan Informatif

Business profile selain harus lengkap, isi konten tetap harus padat dan informatif.

Sebaiknya hindari penggunaan paragraf terlalu panjang dan bertele-tele.

Jika memungkinkan gunakan subjudul dan bullet points untuk memecah teks jadi bagian-bagian kecil, supaya memudahkan pembaca melakukan scanning cepat.

5. Menyertakan Informasi Kontak yang Mudah Ditemukan

Business profile itu harus jelas mencantumkan informasi spesifik perusahaan atau bisnis, seperti nomor telepon, alamat email, dan lokasi.

Informasi spesifik ini memudahkan calon pelanggan ketika akan menghubungi Anda.

Baca Juga: 10 Contoh Template Email Marketing dan Tips Menulisnya

Struktur Template Business Profile

Berikut struktur template business profile yang biasanya banyak digunakan oleh perusahaan dari berbagai industri.

1. Sampul (Cover Page)

Halaman sampul berfungsi sebagai pembuka (intro) dan kesan pertama.

Biasanya cover dalam satu halaman, desain dan informasinya sangat menentukan persepsi awal pembaca.

Elemen dan Komponennya

  • Logo perusahaan
  • Nama perusahaan
  • Tagline (jika ada, opsional)
  • Judul dokumen: “Business Profile” atau lainnya (sesuaikan pada kebutuhan)
  • Tanggal/tahun pembuatan atau versi dokumen
Struktur Template Business Profile

2. Kata Pengantar atau Company Overview

Bagian pengantar atau company overview ini memberikan gambaran tentang perusahaan secara singkat, biasanya bagian ini ditulis sepanjang 1-2 halaman.

Contoh Isi dan Komponennya

  • Gambaran umum bisnis atau perusahaan, bergerak di sektor apa dan produk/jasa yang ditawarkan
  • Komitmen perusahaan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan mitra

Tips Penulisan Pengantar (Overview)

  • Gunakan bahasa profesional (Wajib!)
  • Fokus pada nilai dan positioning perusahaan
  • Hindari klaim berlebihan (Contohnya produk kami terbaik dalam menyediakan software SaaS untuk HRD) tanpa adanya bukti konkret
  • Menjelaskan secara singkat seputar perusahaan dan produknya

3. Profil Perusahaan (Company/Business Profile)

Informasi-informasi yang harus ada di segmen Ini yaitu:

  • Nama resmi perusahaan
  • Tahun berdiri
  • Bentuk badan usaha (PT, CV, dan sebagainya)
  • Bidang usaha
  • Lokasi kantor pusat
  • Kontak perusahaan
  • Cost structure, revenue stream
  • Channel pemasarannya
  • Dll seperti elemen-elemen di business model canvas (BMC)

Misalnya contoh informasi yang harus ada di company/business profile, tersaji di tabel berikut.

Tabel elemen informasi profil bisnis/perusahaan

Elemen-elemen Profil BisnisKeterangan
Nama PerusahaanPT Contoh Business Profile Indonesia
Tahun Berdiri2025
Bidang UsahaTeknologi Informasi
Lokasi KantorYogyakarta
Kontakwebsite: www.bisprove.com
Kontak: 083-845-678-0xx
Cost StructureBiaya server dan hosting, gaji karyawan, sewa lokasi/kantor, biaya operasional seperti tools (tim marketing, product, sales), dll
Revenue StreamBiaya langganan pelanggan, penjualan langsung (direct sales), dll

Anda bisa juga dengan membuat tabelnya menggunakannya konsep business model canvas.

Baca Juga: 10 Peluang Usaha Belum Banyak Pesaing dan Tipsnya

4. Sejarah Perusahaan

Sejarah perusahaan memperlihatkan perjalanan perusahaan serta pertumbuhan bisnisnya dari waktu ke waktu.

Bagian sejarah ini untuk membangun narasi yang kuat ke calon investor, mitra, calon pelanggan agar mereka merasakan dan menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.

Cara Menyusun Sejarah Perusahaan di Template Business Profile

  • Awal pendirian perusahaan
  • Masalah yang ingin diselesaikan
  • Milestone perjalanan perusahaan
  • Siapa saja founder (pendiri), CEO, dan jajaran direksi
  • Siapa saja investor yang terlibat di skema pendanaannya
  • Menggunakan skema pendanaan seperti apa? investor, bootstrapping, atau skema pendanaan lainnya?

Tips Menyusun Sejarah Perusahaan

  • Menyusunnya secara kronologis (milestone-milestone nya)
  • Fokus pada perkembangan bisnis dari pendirian sampai perkembangannya
  • Jangan terlalu panjang, cukup 1-2 halaman saja

5. Visi, Misi, dan Value Perusahaan

Visi perusahaan menjelaskan tujuan jangka panjang perusahaan. Misi menjelaskan cara perusahaan mencapai visi tersebut.

Sedangkan nilai-nilai perusahaan (core values) menjelaskan nilai-nilai atau kultur yang jadi dasar bersikap, bertindak dan pengambilan keputusan.

Contoh templatenya yang bisa Anda coba:

Visi

Menjadi perusahaan solusi aplikasi customer relationship management (CRM) terpercaya di Asia Tenggara.

Misi

  • Memberikan solusi CRM berbasis teknologi yang lebih fleksibel, stabil, dan menyediakan skalabilitas sesuai pertumbuhan bisnis pelanggan
  • Mengembangkan talenta-talenta di bidang pembuatan aplikasi CRM
  • Punya market share dan kekuatan brand kuat di Indonesia
  • Punya hubungan yang baik dengan pelanggan

Core Values:

“Beyond Ordinary and Continuous Improvement”

6. Produk dan/atau Layanan (Services)

Produk dan/atau Layanan (Services)

Produk atau services jadi komponen penting ketika menyusun template business profile.

Karena ini adalah core dalam transaksi bisnis. Calon pelanggan melihat apa yang bisa mereka dapatkan dari perusahaan atau bisnis Anda.

Investor atau mitra juga akan melihat produk atau service untuk meyakinkan mereka untuk berinvestasi atau bekerja sama dengan brand Anda.

Bagian yang harus ada dalam section produk/service:

  • Nama produk/layanan
  • Deskripsi produk
  • Manfaat penggunaan produk atau jasa
  • Target pengguna

Tips Pembuatan Template-nya

  • Gunakan dalam bentuk poin-poin untuk memudahkan scanning
  • Menggunakan visualisasi atau ikon untuk kemudahan penjelasan
  • Tidak menggunakan deskripsi teknis berlebihan dan membuat bingung calon investor, mitra, dan pelanggan

Baca Juga: Apa itu Brand Value? Contoh dan Cara Mengembangkannya

7. Unique Selling Proposition (USP) / Unique Value

Bagian USP ini menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti, mengapa harus memilih perusahaan Anda? Apa kelebihan produk dan brand Anda daripada kompetitor?

Contoh Poin-poin USP

  • Punya pengalaman di industri apa saja sebelumnya
  • Teknologi yang digunakan
  • Tim profesional yang berada di balik perusahaan
  • Seberapa baik dan fast response layanan pelanggannya
  • Visi misi dan persona para pendirinya
  • Fitur-fitur dalam produknya atau layanan tambahan ke klien (jika basisnya jasa)

8. Struktur Organisasi dan Tim Manajemen

Penyusunan struktur organisasi dan manajemen menunjukkan kalau perusahaan dikelola oleh tim yang kompeten dan profesional.

Adanya struktur organisasi yang jelas membuat calon mitra jadi percaya dan struktur ini mempermudah proses kerja, pembagian tanggung jawab, dan delegasi tugas.

Elemen yang bisa Anda cantumkan seperti:

  • Struktur organisasi (diagram)
  • Profil singkat manajemen inti (seperti CEO, CMO, CPO, dan jajaran direksi lain)
  • Ada keterangan alur diagramnya, alur komando dan jalur untuk posisi sejajar

9. Legalitas Perusahaan/Bisnis dan Sertifikasi

Beberapa informasi legalitas perusahaan atau bisnis yang bisa Anda susun sebagai berikut:

  • Nomor izin usaha
  • Sertifikasi (ISO, IEC, SNI, dan sertifikasi lainnya)
  • Penghargaan dan pencapaian (jika ada)

Adanya legalitas, sertifikasi, dan penghargaan meningkatkan kepercayaan jika bisnis Anda sudah terpercaya dan punya kualitas produk/layanan yang baik.

Lebih penting lagi terutama untuk kebutuhan tender atau kerja sama bisnis B2B.

Baca Juga: Key Partners Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Memilihnya

10. Klien dan Mitra (Jika Ada)

Jika sudah sudah dipercaya atau memiliki klien, pelanggan, atau mitra Anda bisa menyajikannya pada template business profile.

Cara menyajikannya di template, Anda bisa perhatikan komponen berikut:

  • Logo klien/mitra
  • Kategori industri
  • Pernyataan kerja sama
  • Testimoni atau kepuasan penggunaan (pelanggan)

Untuk menghindari cognitive load, coba hindari menampilkan terlalu banyak logo dalam satu halaman.

Kalau pun dalam satu halaman, sebaiknya dibuat dalam ukuran small to medium.

Portofolio atau Studi Kasus

11. Portofolio atau Studi Kasus (Opsional)

Bagian portofolio atau studi kasus sangat penting untuk perusahaan jasa, agensi, atau konsultan.

Karena calon klien akan melihat hasil kerja dan dampaknya di berbagai klien dan industri lainnya.

Semakin meyakinkan portofolio dan studi kasusnya, semakin meningkat juga level kepercayaan mereka. Sehingga punya peluang besar untuk deal dengan calon klien.

Isi yang perlu Anda jabarkan di dalam portofolio dan studi kasus, yakni:

  • Nama klien (jika diizinkan)
  • Deskripsi proyek
  • Proses pengerjaan proyek
  • Penggunaan tools-nya
  • Hasil atau dampak

12. Kontak Bisnis/Perusahaan

Untuk memudahkan ketika akan berkunjung ke tempat bisnis Anda, sebaiknya mencantumkan kontak yang detail dan lengkap.

Informasi-informasi tersebut mencakup:

  • Alamat kantor
  • Nomor telepon
  • Email resmi
  • Website
  • Media sosial (opsional)

Baca Juga: Pitching adalah: Pengertian, Jenis, dan Tipsnya dalam Bisnis

Tips Membuat dan Mendesain Template Business Profile

Tips Membuat dan Mendesain Template Business Profile

Gunakan Grid dan White Space

Penggunaan white space membantu memudahkan keterbacaan dan menghindari cognitive load.

Batasi Penggunaan Berbagai Jenis Font

Penyusunan dokumen business profile sebaiknya menggunakan maksimal dua jenis font saja, satu untuk judul dan satu untuk isi.

Penggunaan jenis font yang beragam membuat pembacanya jadi tidak bingung dan menciptakan kesan tidak profesional.

Konsisten Warna dan Tone of Voice

Menggunakan warna dan tone of voice sesuai brand sebagai membangun konsistensi dan tidak membingungkan pembaca dokumennya.

Selain itu konsistensi ini bisa mempercepat brand atau business Anda jadi top of mind dan mudah dikenali.

Secara psikologi desain, orang cenderung lebih mengingat pola. Nah konsistensi penyusunan warna dan tone of voice adalah mengikuti aturan pola tersebut.

Gunakan Format yang Mudah dan Familiar

Template business profile sebaiknya tersedia dalam beberapa format, seperti

  • PowerPoint / Google Slides untuk presentasi atau pitching ke calon klien, investor, partner (mitra)
  • Pdf untuk distribusi dan mudah dibaca oleh berbagai perangkat dan mempertahankan format jika dibuka dengan berbagai versi aplikasi
  • Word / Docs untuk penyesuaian template

Baca Juga: 10 Tips Agar Bisnis Anda Fast Respon

Kesimpulan

Membuat template business profile (company profile) sangat penting untuk menjelaskan profil bisnis Anda secara detail dan sebagai komunikasi bisnis.

Artikel diatas sudah menjelaskan secara detail cara membuat template business profile, bagian-bagian yang harus diperhatikan, dan beberapa tipsnya.

Saat menyusunnya, Anda harus memperhatikan struktur template yang mencakup sampul/cover page, company overview, business profile, sejarah perusahaan.

Visi, misi, dan core values perusahaan, produk atau service, USP, struktur organisasi tim, legalitas dan pencapaian Anda masukkan di dokumen business profile.

Sedangkan untuk klien atau mitra dan portfolio atau studi kasus bisa bersifat opsional jika ada. Terakhir sertakan kontak bisnis untuk kemudahan komunikasi.

Template yang disusun dengan struktur jelas, profesional, punya konsistensi, menarik, dan punya kedalaman informasi memudahkan bisnis Anda ketika pitching

Misalnya menjelaskan business profile ke investor, calon mitra, klien, pelanggan, dan kemudahan membangun kerjasama dalam jangka jangka panjang.

Nah konsep membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan/klien ini lebih mudah jika menggunakan customer relationship management (CRM).

Sedangkan software atau aplikasi CRM semakin meningkatkan efisiensi dan skalabilitas.

CRM.ID adalah contoh dari aplikasi CRM yang berfokus memberikan pelayanan pelanggan yang prima, cepat, terstruktur, simple, dan berbasis data.

Jika Anda menggunakannya, akan mendapatkan fitur-fitur pentingnya seperti manajemen kontak dan pesan, unlimited pesan seharga Rp 40/pesan.

Selain itu tersedia template broadcast pesan promosi via WhatsApp.

Jadi tunggu apa lagi?

Jika Anda ingin membangun hubungan baik dengan pelanggan dan meningkatkan kualitas komunikasi bisnis, segera demo aplikasi CRM.ID di tautan berikut.

Atau Anda bisa menghubungi kami melalui kontak WhatsApp berikut ini.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

fourteen − 4 =