Cara Membuat Instagram Ads, Biaya & Persyaratan untuk UMKM

Cara Membuat Instagram Ads, Biaya & Persyaratan untuk UMKM

Bagaimana cara membuat Instagram Ads khusus untuk pelaku UMKM? Apa ada bedanya dengan strategi di industri lainnya, terutama dari segi biaya?

Seperti yang sudah kita ketahui, Instagram Ads saat ini menjadi salah satu strategi digital advertising yang sering digunakan selain konten organiknya.

Hal ini untuk menjangkau audiens lebih luas. Kita ketahui kalau jumlah pengguna aktif Instagram sangat besar di Indonesia 107,6 juta per Oktober 2025.

Orang-orang saat ini juga sudah punya Instagram, terutama generasi millenial dan gen z yang punya daya beli tinggi.

Selain itu kemampuan penargetan yang detail, membuat Instagram Ads memberikan pelaku bisnis kecil dan menengah menjangkau calon pelanggan lebih tepat sasaran.

Ada sejumlah masalah yang dialami pebisnis UMKM, khususnya yang masih pemula bermain di sektor ini.

Yaitu masih belum paham cara kerja dan cara membuatnya dengan baik dan benar.

Selain itu perlu menghitung biaya, persyaratan untuk UMKM, sistem pengelolaan data pelanggan setelah iklan mendatangkan banyak chat.

Nah semua itu akan dijelaskan di artikel dari CRM.ID ini.

Jika Anda pelaku UMKM pemula, admin online shop, hingga tim marketing kecil dan ingin menggunakan Instagram Ads.

Peran Instagram Ads Bagi Aktivitas UMKM

Peran Instagram Ads Bagi Aktivitas UMKM

Instagram Ads adalah fitur iklan berbayar (ads) dari Meta untuk membantu business owner dan tim marketing menampilkan konten promosi ke audiensnya di Instagram.

Iklan ini bisa muncul di berbagai tempat seperti Feeds, Stories, Reels, Explore, dll.

Bagi UMKM, Instagram Ads adalah tools yang secara umum bisa meningkatkan jangkauan awareness, sekaligus mendapatkan calon pelanggan atau lead baru.

Nah ada sejumlah peran Instagram Ads secara khusus di UMKM, penjelasannya di poin-poin berikut:

  • Menjangkau audience yang belum mengenal brand (brand awareness)
  • Meningkatkan traffic dan mengarahkan ke website atau WhatsApp
  • Menghasilkan chat dari prospek (calon pelanggan dengan potensi tinggi)
  • Membantu strategi penjualan berbasis percakapan (conversational sales)
  • Dari poin-poin sebelumnya, membuat UMKM bisa lebih cepat bersaing dengan brand lainnya

Seperti itu peran Instagram Ads untuk akselerasi (boosting) postingan Instagram yang jangkauannya lebih terbatas.

Dengan iklan ini memberikan kemudahan kontrol pada siapa yang bisa melihat iklan (segmentasi audiens) dan biaya yang dikeluarkan.

Instagram Ads dan Perilaku Konsumen UMKM

Sebagian besar konsumen UMKM di Indonesia itu punya karakteristik dan perilaku:

  • Aktif menggunakan Instagram hampir setiap harinya
  • Terbiasa melihat berbagai jenis postingan di Feed, Stories, Reels, dan Explore, baik konten edukasi, hiburan, jualan produk, atau jualan dengan gaya edukasi.
  • Lebih nyaman bertanya lebih detail dan bertransaksi menggunakan WhatsApp.

Baca Juga: Instagram Marketing: Seperti Apa Strategi Penerapannya?

Jenis-jenis Instagram Ads

Jenis-jenis Instagram Ads

Memahami format dan jenis iklan membantu Anda bisa memilih jenis Instagram Ads yang paling sesuai dengan goals.

Ada beberapa jenis Instagram Ads, seperti feed, story, reels, explore, carousel, dan collection ads. Berikut ini detail-detail penjelasannya. 

1. Instagram Feed Ads

Jenis iklan ini muncul di feed seperti postingan biasa dan cocok penggunaannya untuk branding.

Untuk menginformasikan produk dan menjangkau audiens yang masih suka scrolling.

2. Instagram Story Ads

Nah kalau ads ini muncul di sela-sela story dengan format layar penuh. Biasanya muncul jika pengguna menggunakan story secara bersambung ke story lainnya.

Apabila pengguna menutupnya (misal klik satu story, close, lalu buka story dari akun lain, close, terus lihat story lain, close, begitu seterusnya), maka tidak akan menemui ads.

Jenis iklan story ads ini cocok promo terbatas, CTA langsung ke WhatsApp, serta menawarkan diskon.

3. Instagram Reels Ads

Iklan ini muncul di konten Reels. Jadi pembuatan iklan ini cocok untuk kasus campaign konten berbasis visual (foto dan video).

Terus konten dengan narasi / storytelling secara lisan, serta menjangkau audiens baru (prioritas algoritma Instagram sekarang di Reels).

4. Instagram Explore Ads

Jenis ads ini muncul di page explore Instagram Anda.

Dimana page yang jadi tempat pengguna Instagram menemukan konten-konten baru berdasarkan topik minat dan aktivitasnya.

Iklan ini terlihat seperti postingan organik (gambar atau video) pada umumnya tapi ditandai dengan label [ sponsored ].

Biasanya explore ads cocok untuk menjangkau audiens baru yang belum mengikuti akun Anda.

Hal itu karena iklan ini ditampilkan kepada pengguna yang tertarik pada topik yang sama dengan isi konten iklan/service/produk Anda.

Kecocokan ini memperluas eksposur brand awareness lebih smooth (soft) diantara konten organik yang mereka minati.

5. Carousel Ads

Iklan jenis ini menampilkan postingan sama seperti Feeds.

Tapi dengan jumlah post/card lebih dari 1 (bisa sampai 20 gambar/video) dan bisa digeser ke kiri atau kanan.

Cocok untuk mengiklankan banyak produk dengan penjelasan lebih detail dan mendalam (1 produknya mewakili 1 foto).

6. Collection Ads

Menggabungkan video atau gambar utama dengan beberapa produk di bawahnya, sempurna untuk belanja langsung.

Collection Ads Instagram ini jenis dan format iklan yang menampilkan video atau gambar utama (hero image) serta beberapa gambar produk di bawahnya.

Sehingga memudahkan audiens langsung berbelanja produk dalam satu iklan.

Tercipta pengalaman berbelanja di mini toko online tanpa harus keluar dan berpindah-pindah aplikasi.

Penerapan ads ini sering kita lihat di bisnis-bisnis e-commerce dan marketplace. Dengan prinsip yang sama berlaku untuk online shop atau bisnis UMKM sejenis.

Baca Juga: 14 Contoh Strategi Pemasaran dan Penjelasan Lengkapnya

Cara Kerja Instagram Ads, Pemilik UMKM Wajib Tahu!

Cara Kerja Instagram Ads, Pemilik UMKM Wajib Tahu!

Sebagai pemilik UMKM, kita pahami dulu bagaimana sistem iklan di Instagram bekerja sebelum ke cara membuat Instagram Ads.

Instagram Ads adalah salah satu ekosistem Meta Ads, sebagaimana juga pada Facebook Ads dan WhatsApp Ads.

Semua pengaturan iklan standarnya melalui Meta Ads Manager.

Berikut ini workflow (alur kerja) di Instagram Ads:

  1. Pengiklan atau pemilik UMKM menentukan goals/objective iklan
  2. Kemudian mengatur target audiensnya
  3. Lalu tentukan rincian anggaran dan durasi iklannya berapa lama
  4. Setelah semua proses dan mekanisme dari Meta dipenuhi, sistem Meta mereview dan menayangkan iklan melalui sistem bidding
  5. Iklan ditampilkan pada audiens yang paling sesuai dengan goals iklan
  6. Setelah tayang, sistem Meta melacak performanya dan mengoptimalkannya. Semua ini berdasarkan pada data dan perilaku audiens, jadi tidak secara acak.

Sistem Bidding di Instagram Ads

Instagram Ads menggunakan sistem penawaran (bidding) melalui lelang (auction). Meskipun ada yang membayar lebih tinggi belum tentu menang.

Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil auction adalah besaran anggaran, kualitas dan relevansi iklan, perkiraan tingkat interaksi audiens.

Dengan sistem ini, UMKM bisa memetakan persaingan meskipun memiliki budget terbatas, asalkan konten iklannya punya kualitas tinggi dan relevan dengan audiens.

Baca Juga: Digital Advertising: Pengertian, Cara Kerja, dan Tipsnya

Persyaratan Menggunakan Instagram Ads Bagi UMKM

Sebelum menjalankan iklan, Anda sebagai pemilik UMKM harus memastikan seluruh persyaratan penggunaan Instagram Ads telah terpenuhi.

Misalnya:

Menggunakan Akun Instagram Business atau Creator

Instagram Ads hanya bisa dijalankan menggunakan akun profesional. Akun personal tidak memiliki akses ke fitur iklan.

Anda pasti sudah aware, kalau menjalankan bisnis harus menggunakan akun Instagram Business.

Punya Facebook Page dan Meta Business Manager

Persyaratan kedua adalah akun Instagram harus terhubung dengan Facebook page dan Meta Business Manager.

Meta Business Manager berfungsi sebagai pusat pengelolaan aktivitas iklan, tidak hanya Instagram, tapi Facebook dan WhatsApp.

Metode Pembayaran Aktif

Persyaratan lainnya adalah pemilik akun Instagram Business perlu menyiapkan metode pembayaran, seperti kartu debit atau kredit yang didukung oleh Meta.

Metode pembayaran ini berguna untuk melakukan dana transaksi ke Meta ketika akan campaign iklan.

Patuh Pada Kebijakan Iklan Meta

Syarat berikutnya adalah mematuhi kebijakan Meta terkait periklanan, dimana Meta memiliki kebijakan iklan yang cukup ketat.

Konten iklan tidak boleh mengandung klaim berlebihan, tidak menyinggung isu sensitif (SARA), ujaran kebencian (hate speech), dan sesuai dengan kategori/niche produk.

Baca Juga: 10 Cara Jualan Online Paling Efektif

Best Practice: Cara Menggunakan (Memasang) Instagram Ads

Best Practice: Cara Menggunakan (Memasang) IG Ads

Berikut ini best practice menggunakan Instagram Ads bagi pemilik bisnis UMKM.

Langkah Pertama: Penentuan Objective Iklan/Ads dan Target Audiens

Pertama-tama Anda harus menentukan goal iklan dan target audiens.

Untuk UMKM, beberapa tujuan dari campaign di Instagram Ads adalah meningkatkan eksposur ke brand (brand awareness).

Tujuan lainnya adalah engagement dan mengarahkan ke kontak (WhatsApp).

Sedangkan agar tujuan tersebut tercapai, pasti harus menentukan target audiensnya. Anda tidak mau kan campaign tapi ke bukan audiens yang relevan?

Misalnya bisnis UMKM Anda adalah makanan dan daging, kan tidak mungkin menarget vegetarian.

Penentuan target audiens itu harus fokus pada lokasi tempat tinggalnya (yang mencari produk/layanan terdekat).

Target audiens minatnya harus sesuai atau berkaitan dengan produk Anda, dan berpotensi membeli.

Langkah Kedua: Menentukan Budget dan Jadwal Tayang Iklan

Instagram Ads memberikan Anda untuk setting sendiri budget yang akan dikeluarkan, misalnya pengaturan budget harian atau budget total.

Untuk pebisnis UMKM pemula, disarankan mulai dari budget Rp 20.000 sampai Rp 50.000 per hari dan durasi setidaknya 3-7 hari untuk evaluasi apakah performa oke atau tidak.

Best Practice Ketiga: Membuat Konten Iklan

Agar iklan tidak di skip oleh audiens, harus ada konten yang bermanfaat dan menarik. Konten iklan terdiri dari visual (gambar atau video) dan text.

Anda perlu memperhatikan prinsip-prinsip penting seperti: penggunaaan foto atau video asli, fokus pada manfaat atau value produk.

Selain itu copywritingnya singkat, menarik, padat, dan jelas, serta ada CTA ke WhatsApp, contohnya “Chat ke WhatsApp sekarang juga”.

Best Practice Keempat: Menghubungkan Iklan Instagram ke WhatsApp (Interest dan Conversion)

Pengguna kalau mau membeli sesuatu itu lebih nyaman menanyakan terlebih dahulu detail produk melalui chat.

Nah, hal itu juga berlaku setelah launching ads coba arahkan ke nomor WhatsApp Anda.

Anda tinggal menunggu menerima pesan, hingga pada akhirnya pesan masuk satu per satu.

Tapi ketika sudah banyak pesan masuk terus tim yang handle sedikit, muncul tantangan baru yaitu lama membalas pesan (slow response).

Untuk itu, kita masuk ke best practice kelima.

Best Practice Kelima (Bonus): Menggunakan Aplikasi CRM

Menggunakan aplikasi CRM berfungsi untuk mengelola data dan komunikasi pelanggan.

Data-data kontak yang berasal dari banyak sumber itu jadi lebih rapi dalam satu channel terpusat.

Mulai dari pengolahan data, manajemen meeting, kontrol kualitas, pengaturan broadcast, manajemen tim (admin), dan lain sebagainya.

Untuk merasakan kemudahannya, Anda bisa mencoba aplikasi WhatsApp CRM Indonesia dengan klik gambar dibawah ini.

Baca Juga: Cara Promosi di Instagram untuk Meningkatkan Penjualan

Berapa Biaya Instagram Ads yang Harus Disiapkan untuk UMKM Anda?

Biaya penggunaan Instagram Ads itu bervariasi, bergantung pada beberapa faktor.

Faktor-faktor tersebut yaitu target audiens, tingkat persaingan di niche Anda, kualitas iklan dan kontennya, serta goals iklan (awareness, consideration, atau conversion).

Dan untuk estimasi biaya yang perlu Anda gunakan.

Misalnya budget hariannya sebesar Rp 20.000 – Rp 100.000, terus untuk CPC (cost per click) Rp 300 – Rp 2.500. Serta biaya per chat WhatsApp Rp 1.000 – Rp 6.000.

Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan dari Instagram dan Meta Business sendiri.

Baca Juga: Contoh Biaya Marketing, Cara dan Rumus Perhitungannya

Kelebihan dan Tantangan Penggunaan Instagram Ads untuk UMKM

Kelebihan dan Tantangan Penggunaan Ads untuk UMKM

Dari beberapa penjelasan sebelumnya, sebenarnya kita sudah dapat gambaran kelebihan Instagram Ads.

Terus Anda tiba di artikel ini juga karena merasa kalau Instagram Ads itu punya impact ke bisnis.

Selanjutnya akan membahas beberapa kelebihan yang membuatnya cocok untuk pemilik UMKM.

1. Target Audiens yang Spesifik

Instagram Ads memudahkan pemilik bisnis UMKM menargetkan audiens sesuai dengan segmentasinya.

Misalnya lokasi (kota, radius tertentu untuk menyasar audiens terdekat), usia, jenis kelamin.

Selain itu perlu menyesuaikan minat, behaviornya, dan interaksi dengan beberapa konten-konten Instagram lainnya.

Agar targeting lebih tepat, membantu pelaku UMKM menghemat biaya iklan dan peluang peningkatan konversi/transaksi.

2. Fleksibilitas Anggaran

UMKM bisa memulai Instagram Ads dengan budget kecil puluhan ribu rupiah per harinya (Rp 16.000 –  Rp 20.000).

Tidak perlu terikat kontrak jangka panjang yang memberatkan. Aktivitas iklan bisa Anda hentikan kapan saja sesuai dengan kebijakan dan prioritas.

3. Cocok untuk Penjualan via WhatsApp

Karena berada dibawah payung yang sama (Meta Ads Manager), Instagram Ads mendukung click to WhatsApp.

Yaitu mengarahkan calon pelanggan langsung ke chat WhatsApp setelah terpapar iklan.

Cara Ini mempercepat proses customer journey ke tahap bottom of funnel (penjualan).

Seperti itulah kelebihan-kelebihan yang Instagram tawarkan, khususnya untuk sektor UMKM.

Tapi semua kelebihan-kelebihan penggunaan Instagram yang kita paparkan tersebut, punya beberapa tantangan.

Terutama ketika iklan berhasil, yaitu chat masuk banyak (bisa puluhan sampai ratusan, sementara admin hanya satu orang.

Sehingga apa yang terjadi? ya, respon jadi lambat, kelupaan dan ketidakkonsistenan follow up, serta data pelanggan tidak tercatat dan terkelola rapih.

Harus ada sistem, tools, atau aplikasi untuk mengelola kontak dan chat rapi, harus bisa digunakan oleh banyak kontak secara bersamaan.

Terutama jika Anda punya lebih dari satu bisnis tapi admin yang handle sama, maka harus ada sistem terpusatnya.

Kata kuncinya adalah kemudahan pengelolaan dan komunikasi pelanggan.

Baca Juga: Pain Point: Contoh, Cara Identifikasi, dan Solusinya

Peran WhatsApp CRM di Strategi Instagram Ads

Peran WhatsApp CRM

Dari permasalahan di part sebelumnya, kita bisa menggunakan bantuan WhatsApp CRM.

WhatsApp CRM adalah hasil integrasi antara aplikasi CRM dengan WhatsApp  Business API resmi.

Sehingga membantu aktivitas campaign Instagram Ads, seperti mengelola chat dari Instagram Ads lebih terpusat, menyimpan data leads.

Terus transfer chat ke admin atau sales mudah tanpa kehilangan riwayat chat.

Fungsi lainnya adalah mengatur pesan follow up dan reminder (reminder management) juga manfaat dari WhatsApp CRM.

Terakhir, bisa menganalisis performa kontak, komunikasi, dan penjualan melalui data-data di dashboard.

Hubungan antara Instagram Ads dan WhatsApp CRM:

Instagram Ads berfungsi menjangkau audiens luas dan magnet leads.

Sedangkan, WhatsApp CRM sebagai sistem pengelolaan data, komunikasi dan konversi pelanggan.

Flow Instagram Ads yang Terintegrasi WhatsApp CRM

Agar memudahkan proses end-to-end dari Instagram Ads ke WhatsApp CRM, maka perlu ada flow-nya. Flow tersebut seperti berikut ini:

  1. Buat dan launching ads dengan format sesuai kebutuhan (FeedS, Stories, Carousel, Reels, dan lainnya) + terdapat CTA ke nomor WhatsApp
  2. Target audiens melihat ads tersebut
  3. Jika tertarik, akan mengklik CTA ke WhatsApp
  4. Ada chat masuk ke WhatsApp (sudah terintegrasi dengan CRM)
  5. Data lead atau prospek menggunakan labelling dan tagging di CRM
  6. Admin bisa membalas pesan tersebut dengan cepat dan lanjutkan komunikasi dengan calon pelanggan (bisa langsung closing, bisa juga mereka masih ragu-ragu)
  7. Untuk yang ragu perlu follow up, salah satunya menggunakan broadcast message yang sudah tersegmentasi berdasarkan tagging kontak.

Proses itu terjadi secara terus-menerus, adminnya yang merespon pun bisa berubah-ubah dengan fitur transfer chat ke satu admin dengan admin lainnya.

Flow itu membuat pelaku UMKM bisa menjalankan iklan lebih rapih, terukur, memperpendek sales cycle/customer journey.

Dan mengurangi biaya iklan/ketergantungan pada ads secara terus-menerus.

crm banner 2

Baca Juga: Cara Mengaplikasikan Flow Chatbot ke Whatsapp Anda

Kesimpulan

Seperti itu penjelasan cara membuat Instagram Ads, perhitungan biaya, persyaratannya untuk UMKM, dan menghubungkan dengan WhatsApp CRM.

Anda bisa memanfaatkan biaya Instagram Ads lebih efisien dan efektif.

Bantuan WhatsApp CRM (Aplikasi CRM dan WhatsApp Business API resmi) memudahkan semua pengelolaannya dan menjaga komunikasi pelanggan.

Untuk itu, Anda bisa menggunakan CRM.ID.

Sebagai penyedia aplikasi CRM yang terhubung dengan API dari WhatsApp, CRM.ID membantu bisnis UMKM Anda mudah mengelola komunikasi dan data pelanggan, serta mengurangi biaya iklan di Instagram Ads.

Jadi, yuk segera hubungi tim kami melalui kontak berikut untuk bertanya lebih lanjut dan detail fitur-fitur menariknya.

Atau Anda bisa langsung berkunjung ke aplikasi CRM.ID untuk melakukan demo aplikasi.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

3 + one =