11 Contoh Strategi B2C Menggunakan WhatsApp Business

11 Contoh Strategi B2C Menggunakan WhatsApp Business

Salah satu strategi B2C (business to consumer) adalah menggunakan WhatsApp Business.

Hal ini karena sektor bisnis ini berhubungan langsung dengan konsumen akhir, jadi proses penjualan/pembelian tidak selalu menggunakan website.

crm banner 1

WhatsApp Business memang jadi channel bisnis yang langsung bersentuhan dengan konsumen akhir.

Karena fleksibel dan digunakan oleh hampir semua kalangan usia dan berbagai latar belakang.

Di Indonesia sendiri, WhatsApp jadi aplikasi komunikasi yang utama, melampaui penggunaan email atau media sosial dengan total pengguna kurang lebih 112 juta.

Terus bagaimana apa saja 11 contoh strategi B2C menggunakan WhatsApp Business?

Artikel CRM.id ini membahasnya dengan contoh di berbagai industri, cara memanfaatkan aplikasi CRM dengan WhatsApp Business, dan lainnya.

Jadi, yuk kita bahas lebih dalam!

Strategi B2C Menggunakan WhatsApp Business

B2C sebagai model bisnis di mana bisnis menjual produk atau layanan langsung ke konsumen akhir (end consumer).

Misalnya pada toko online/online shop, F&B (food and beverage), klinik kecantikan, pendidikan non formal (bootcamp, kursus), properti dan real estate, travel dan hospitality.

Kenapa Strategi B2C Kebanyakan Menggunakan WhatsApp Business?

WhatsApp Business memfasilitasi brand/bisnis Anda untuk bisa:

  • Berkomunikasi langsung dengan konsumen dan prosesnya tidak butuh panjang
  • Memberikan respon cepat dan real time
  • Mengirimkan informasi produk, promo, dan update melalui broadcast
  • Membangun komunikasi dan pengelolaan pelanggan lebih simple
  • Kecepatan menjangkau kontak/audiens karena punya open rate di atas 90%

Baca Juga: Lakukan Banyak Hal dengan Pesan Marketing WhatsApp Business

Fitur WhatsApp Business yang Penting untuk Strategi B2C

Fitur WhatsApp Business yang Penting untuk Strategi B2C

Sebelum masuk ke contoh strategi yuk kita bahas dulu fitur-fitur penting di WhatsApp Business.

Mungkin beberapa sudah biasa Anda pakai, beberapa lain mungkin masih ada yang belum menggunakan. Untuk itu hal ini bisa jadi jadi inspirasi yang baru Anda sadari.

Fitur-fitur WhatsApp Business ini digunakan untuk strategi B2C, strategi itu mencakup:

1. Profil Bisnis (Business Profile)

Profil bisnis (business profile) adalah persona atau profil akun WhatsApp Business Anda yang berisi:

  • Nama bisnis
  • Alamat
  • Jam operasional
  • Deskripsi usaha
  • Website

Kalau profil WA Business Anda sangat detail, jelas, dan terverifikasi centang hijau sudah pasti akan lebih legit dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

2. Katalog Produk

Fitur katalog pada WhatsApp Business memfasilitasi Anda untuk menampilkan:

  • Foto produk
  • Harga
  • Deskripsi produk tersebut

3. Quick Reply

Balasan cepat atau quick reply berisi pertanyaan yang sering ditanyakan dan bisa dibalas dengan cepat.

Contoh beberapa pertanyaan terkait harga, cara ordernya gimana, ongkir (ongkos kirim), dan jam bukanya kapan.

4. Label Atau Tagging Chat

Fungsi dari label chat untuk mengelompokkan pelanggan (segmentasi).

Beberapa segmentasi, seperti lead baru, prospek, sudah order, repeat order, follow up, dan sejenisnya.

5. Broadcast Message

Broadcast message atau pesan saluran itu digunakan untuk beberapa hal, seperti penyebaran informasi promo.

Selain itu informasi saat mau launch produk dan beberapa pengumuman penting.

Tapi perlu Anda perhatikan saat pengiriman pesan broadcast perlu strategi yang tepat agar tidak dianggap spam.

Baca Juga: Fitur Pesan Marketing WhatsApp Business, Ini Kata Meta!

Contoh Strategi B2C Menggunakan WhatsApp Business

Contoh Strategi B2C Menggunakan WhatsApp Business

Beberapa contoh strategi B2C dengan menggunakan WhatsApp Business. Strategi ini bisa Anda gunakan pada bisnis B2C Anda.

Strategi B2C 1: Gunakan WhatsApp Sebagai Channel Customer Service B2C

Misalnya bisnis Anda bergerak di fashion online menggunakan WhatsApp sebagai pusat layanan pelanggannya.

Nah untuk itu penerapan semua link dari media sosial, website, dan iklan mengarah ke WhatsApp.

Anda bisa menggunakan quick reply untuk pertanyaan yang butuh respon cepat. Dengan demikian konsumen lebih nyaman dan peningkatan kepuasan mereka.

Penggunaan WhatsApp Business sesuai digunakan oleh customer service yang masih bisa handle sendirian dan jumlah chat tidak terlalu banyak.

Tapi jika tim sudah lebih dari 5 customer service dan jumlah pesan sudah mulai meningkat, maka Anda perlu mempertimbangkan penggunaan aplikasi CRM.

Atau menggunakan auto reply ketika berada di luar jam kerja.

Strategi B2C: Follow Up Prospek

Masalah yang sering terjadi adalah banyak calon pembeli yang nge chat, entah itu nanya informasi, terkait harga, komplain, atau lainnya.

Tapi seiring waktu tiba-tiba menghilang saja, tidak ada kabar pokoknya.

Nah untuk itu coba gunakan WhatsApp untuk follow up dengan pendekatan personal dan tidak memaksa.

Misalnya, contoh pesan follow up yang bisa Anda sampaikan:

“Halo Kak, kemarin sempat tanya produk A ya. Kalau masih butuh info atau mau order, kami siap bantu menyelesaikannya.”

Kunci keberhasilannya yaitu jangan terlalu cepat follow up, coba gunakan nama pelanggan, dan sesuaikan bahasanya.

Strategi B2C 3: Broadcast Promosi Sesuai Segmentasi (Broadcast List)

Kesalahan yang ada di fase broadcast promo ini adalah mengirimkan semua promosi itu ke kontak yang sama.

Strategi yang tepat adalah coba gunakan segmentasi pelanggan dengan beberapa kategori seperti pelanggan baru, lama, pasif, dan pelanggan loyal (broadcast list).

Contohnya:

  • Untuk pelanggan baru, coba kirimi diskon untuk orderan pertama
  • Kalau pelanggan lama, coba untuk kirimkan promo bundling
  • Sedangkan bagi pelanggan yang loyal, maka coba berikan early access promo, jika ada produk atau fitur baru

Strategi B2C 4: Gunakan WhatsApp Business untuk Soft Selling

Selain sebagai tempat untuk jualan, konsumen B2C itu sering butuh penjelasan detail tentang manfaat, cara penggunaan produknya, dan perbandingan produk.

Misalnya jika pada klinik kecantikan dengan mengirimkan tips perawatan kecantikan yang kurang umum terjadi.

Contohnya brand skincare mengirim penjelasan tentang detail-detail ingridientnya (material atau bahan penyusun) apa saja, kurang cocok dengan tipe kulit seperti apa, dan apa alasannya.

Jika industri properti atau real estate bisa mengirimkan beberapa tips singkat KPR (kredit pemilikan rumah) sekalian promosi.

Membangun konten atau broadcast promosi secara konsisten itu menciptakan kepercayaan (trust).

Jika trust sudah terbentuk maka proses closing jadi lebih mudah.

Strategi - Gunakan Katalog Produk Biar Konsumen Mudah Ngecek Detail

Strategi 5: Gunakan Katalog Produk Biar Konsumen Mudah Ngecek Detail

UMKM di bidang F&B (food and beverage) misalnya menggunakan katalog WhatsApp untuk menampilkan daftar menu apa saja yang tersedia.

Dari katalog itu kemudian ada konsumen yang chat, terus mereka mengecek katalog. Nah jika ada yang tertarik maka akan order langsung via WhatsApp.

Hal ini menguntungkan karena prosesnya cepat, tidak perlu bertanya karena sudah ada di katalog, sehingga flow atau user experience nya jadi lebih baik.

Strategi 6: Pakai WhatsApp Business untuk Repeat Order

Biaya mendapatkan pelanggan baru itu jauh lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan lama.

Jadi Anda perlu reminder buat repeat order, promo khusus pelanggan lama, follow up after sales (menanyakan bagaimana kesannya setelah menggunakan).

Contoh reminder atau follow up nya:

“Halo Kak, biasanya produk ini cepat habis dalam 2 minggu saja. Mau kami bantu reorder biar kakaknya tidak ketinggalan?”

Strategi B2C 7: WhatsApp Buat After Sales Service

Bentuk after sales itu seperti konfirmasi pesanan, tracking pengiriman, adanya garansi, dan feedback pelanggan.

Dampaknya pada peningkatan kepercayaan dari pelanggan baru itu setelah mencoba produk Anda, mengurangi komplain, dan peningkatan loyalitas.

Strategi 8: Layanan Dukungan Pelanggan (Customer Support)

Dengan adanya customer support ini Anda bisa menangani keluhan atau pertanyaan produk dengan cepat.

Penggunaan voice note atau melalui telepon langsung bisa memberikan sentuhan personal dan efisien saat menjelaskan produk yang kompleks.

Hal ini karena memberikan pengalaman yang mirip seperti saat menelpon.

Strategi 9: Coba Pakai WhatsApp Flows

Menggunakan fitur WhatsApp Flows memberikan experience pelanggan memilih opsi, mengisi formulir, atau membuat janji temu langsung di dalam chat, tanpa berpindah ke website.

Flows ini menyederhanakan proses chat panjang menjadi satu proses saja.

Strategi 10: Penggunaan WhatsApp Ads (Click to WhatsApp Ads)

Memasang iklan di Facebook atau Instagram yang saat diklik langsung bisa langsung ke chat di WhatsApp Business.

Hal ini terbilang efektif untuk konversi langsung dan lead generation.

Strategi 11: Integrasi WhatsApp Business dengan Aplikasi CRM

Jika bisnis B2C sudah berkembang dari mikro ke kecil atau menuju menengah.

Dimana Anda sudah harus menghandle ratusan pesan masuk setiap hari dan jumlah karyawan sudah lebih dari 5 orang.

Maka perlu adanya penyatuan atau integrasi antara WhatsApp Business dengan aplikasi CRM, atau biasa dikenal dengan WhatsApp CRM.

Aplikasi WhatsApp CRM (CRM.id)

Manfaat penggunaan WhatsApp CRM adalah:

  • Satu nomor bisa diakses bersamaan oleh banyak pengguna (multi agent/admin)
  • Riwayat chat tersimpan rapi
  • Distribusi chat terjadi secara otomatis
  • Reporting performa customer service
  • Kemudahan follow up otomatis

Karena kelebihan fitur-fitur ini lah membuatnya cocok digunakan di beberapa industri seperti:

E-commerce, franchise, klinik, lembaga pendidikan atau edukasi, properti, dan beragam jenis usaha lainnya.

Baca Juga: Cara Memasarkan Produk Baru di WhatsApp

Contoh Penerapan Strategi B2C Pakai WhatsApp Business di Industri

1. Fashion dan Retail

Biasanya di industri ini menggunakan promo flash sale via WhatsApp, reminder setelah dapat pesan promosi produk fashion tapi tidak ada respon.

Selain itu biasanya menggunakan katalog koleksi produk terbaru.

2. F&B (Food and Beverage)

Di industri F&B biasanya jadi industri laris yang menggunakan WhatsApp selain fashion dan kecantikan.

Biasanya digunakan untuk order langsung via WhatsApp, mengirimkan promo harian atau makanan varian baru, dan reminder lagi via broadcast atau story agar repeat order.

3. Klinik dan Kesehatan

Untuk klinik dan kesehatan berupa reminder jadwal, memberikan tips dan edukasi seputar layanan, dan adanya pesan follow up setelah proses treatment.

4. Properti dan Real Estate

Di industri ini biasanya untuk pengiriman poster atau brosur katalog harga-harga rumah, apartemen, dan sejenisnya.

Bisa juga untuk follow up leads atau memberikan edukasi tentang KPR (kredit pemilikan rumah).

5. Lembaga Pendidikan dan Kursus

Salah satu penerapan strategi penggunaan WhatsApp Business adalah di bidang pendidikan dan kursus/bootcamp.

Antara siswa/pelajar sebagai pelanggannya bisa berkonsultasi dengan penyedia kursus.

Selain itu kemudahan dalam hal reminder jadwal kelas dan beberapa promo pendaftaran.

Contoh Penerapan Strategi B2C Pakai WhatsApp Business di Industri

Baca Juga: 7 Aplikasi CRM untuk Tingkatkan Layanan Lembaga Pendidikan

Kesimpulan

Demikian penjelasan 10 strategi B2C menggunakan WhatsApp Business.

Dari penjelasan tersebut bisa kita simpulkan kalau penyusunan strategi B2C bukan hanya tentang chat atau komunikasi biasa dengan pelanggan.

Tapi lebih ke membangun pengalaman yang lebih baik dan sesuai kebutuhan mereka selama komunikasi.

Dengan strategi seperti:

Gunakan WhatsApp sebagai channel customer service B2C, 

Follow up prospek,

Broadcast promosi sesuai segmentasi (broadcast list),

Gunakan WhatsApp Business untuk soft selling,

Gunakan katalog produk,

Pakai WhatsApp Business buat repeat order

WhatsApp buat after sales service, 

Layanan dukungan pelanggan (customer support),

Coba pakai WhatsApp Flows,

Penggunaan WhatsApp Ads (click to WhatsApp Ads), dan

Integrasi WhatsApp Business dengan Aplikasi CRM.

Penggunaan WhatsApp Business bisa membuat Anda mudah meningkatkan conversion rate, mempercepat closingan, loyalitas pelanggan, dan membangun channel yang mendukung business growth.

Apalagi jika dikombinasikan dengan Aplikasi CRM.

Jika profil WhatsApp Business Anda jelas dan terverifikasi centang hijau sudah pasti akan lebih legit dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Informasi yang tampil tidak lagi nomor telepon, tapi langsung nama brand Anda atau tempat perusahaan Anda bekerja.

Nah CRM.id menyediakan layanan CRM berbasis WhatsApp.

Dengan fitur-fitur seperti penyimpanan kontak, follow up untuk kebutuhan sales dan customer service, pengaturan jadwal meeting, dan akses cepat dengan template.

Kemudahan melakukan broadcast tanpa khawatir terblokir sesuai yang menjadi concern pembahasan di tulisan ini.

Jika Anda sudah membutuhkannya dengan tim yang sudah beragam dan chat masuk banyak tiap hari, segera lakukan demo aplikasi di CRM.id.

Untuk itu segera lakukan demo aplikasi Anda bisa klik tautan demo berikut ini atau langsung menghubungi kontak WhatsApp tim kami.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

14 − four =