Cara Order Atau Transaksi via WhatsApp, Wajib Dicoba!

Cara Order Atau Transaksi via WhatsApp, Wajib Dicoba!

Saat ini cara transaksi itu sudah jauh berbeda dari beberapa tahun lalu. Jika dulu pelanggan harus datang ke toko, sekarang bisa transaksi via WhatsApp.

Anda juga bisa menggunakan transaksi dengan pengisian form belanja (alur panjang) jadi sederhana di WhatsApp, yaitu pakai WhatsApp flows.

Saat ini WhatsApp memang sudah berkembang melebihi dari aplikasi chatting biasa. 

Ekspansinya sudah jauh ke aplikasi layanan pelanggan sampai funnel terakhir closingan.

Jadi tidak mengherankan jika semakin banyak bisnis UKM (usaha kecil dan menengah) sampai perusahaan besar menggunakan WhatsApp sebagai tempat closing (order dan transaksi).

Di artikel CRM.id ini akan bahas cara order atau transaksi via WhatsApp, seperti apa alur (flow) transaksinya dan contoh best practicenya.

Selain itu tips kemudahan closing menggunakan WhatsApp CRM adalah jika tim Anda sudah lebih dari 5 orang dan punya puluhan sampai ratusan chat masuk bersamaan.

Peran WhatsApp Jadi Tempat Transaksi Favorit Pelanggan

Peran WhatsApp Jadi Tempat Transaksi Favorit Pelanggan

Ada beberapa manfaat kita perlu paham alasan WhatsApp sangat cocok untuk berbagai transaksi dan order.

Khususnya untuk online shop dan beberapa bisnis UKM.

1. Pengguna WhatsApp di Indonesia Banyak dan Dari Berbagai Usia 

WhatsApp adalah aplikasi perpesanan instan (instant messaging) paling populer di Indonesia.

Hampir semua orang baik usia remaja, dewasa, sampai lansia menggunakan WhatsApp untuk beragam keperluan, antara lain komunikasi dan berbelanja.

Di WhatsApp batasan teknis sangat diminimalisir, penggunanya tidak perlu download aplikasi tambahan jika ingin transaksi.

Cukup menggunakan klik, kemudian lanjut chat, dan transaksi bisa di aplikasi.

2. Transaksi Terasa Lebih Dekat

WhatsApp dari awal memang sudah dikenal dengan sifat komunikasinya yang jauh lebih santai dan sifatnya lebih real time.

Di WhatsApp terdapat status online, centang dua warna abu-abu menandakan pesan tersampaikan, centang biru sudah dibaca, dan status mengetik.

Berbeda dengan website atau email yang cenderung tidak terlibat komunikasi dua arah secara langsung.

Pelanggan bisa bertanya detail produk, negosiasi harga, minta rekomendasi, dan konsultasi sebelum membeli.

Jadinya peluang untuk closingan itu cukup besar karena peningkatan kepercayaan itu.

3. Proses Order Lebih Cepat dan Fleksibilitasnya tinggi

Ketika menggunakan WhatsApp, proses order jadi lebih enak karena pelanggan bisa langsung mengetik:

“Kak, mau order produk A, apa stok masih ready?”

Jadi lebih menyederhanakan proses pengisian form panjang, berpindah-pindah halaman, atau kebingungan dengan alur checkoutnya.

Baca Juga: 13 Strategi Jitu untuk Meningkatkan Repeat Order

Contoh Bisnis yang Cocok Transaksi via WhatsApp

Hampir semua jenis bisnis itu bisa menggunakan WhatsApp sebagai tempat transaksi.

Tapi ada beberapa jenis bisnis yang sangat cocok justru transaksinya melalui WhatsApp, misalnya:

  • UMKM dan toko online (online shop)
  • Bisnis jasa (konsultan, agensi, salon, bengkel, travel, pangkas rambut)
  • Beberapa distributor dan supplier
  • Bisnis B2B, selain menggunakan email
  • Kuliner dan catering (F&B)
  • Bisnis retail

Jika bisnis Anda masuk di salah satu kategori tersebut, berarti menggunakan WhatsApp adalah langkah yang tepat untuk penjualan.

Contoh Bisnis yang Cocok Transaksi via WhatsApp

Baca Juga: 10 Peluang Usaha Belum Banyak Pesaing dan Tipsnya

Cara Order atau Transaksi via WhatsApp (Step By Step)

Agar transaksi via WhatsApp berjalan rapi dan mudah closing, Anda perlu alur yang jelas. Berikut ini flow order via WhatsApp yang biasa digunakan:

  1. Pelanggan menghubungi pemilik bisnis/admin di WhatsApp
  2. Customer service (CS) atau admin membalas pesan tersebut, menanyakan apa saja kebutuhannya, menjawab pertanyaan, atau
  3. Pelanggan menyampaikan kebutuhannya langsung saat pertama kali menghubungi
  4. CS menjelaskan produk dan harga, atau alur transaksi pembelian
  5. Jika pelanggan sudah yakin dan memutuskan untuk membeli, nanti bisa pakai dua cara, yaitu:
  • Pesan langsung menggunakan formulir di WhatsApp Flows, atau
  • Memesan menggunakan chat, mengisi beberapa data pengiriman dan pembayaran
  1. Konfirmasi order bisa menggunakan transfer via bank, e-wallet (dompet digital), agen, atau bertemu langsung
  2. Konfirmasi pembayaran
  3. Pengiriman produk atau penjadwalan konsultasi/eksekusi (jika bisnisnya jasa)
  4. Follow up pelanggan dan layanan after sales

Baca Juga: 8 Strategi Layanan After Sales Terbaik untuk Pelanggan

Proses Order dan Transaksi Produk via WhatsApp

Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan:

1. Gunakan WhatsApp Business

Langkah pertama dan paling wajib adalah menggunakan WhatsApp Business, bukan WhatsApp biasa.

Hal itu karena WhatsApp Business punya fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh WhatsApp biasa, seperti;

Selain itu, menggunakan WhatsApp Business dari segi bisnis lebih terpercaya dan legit, karena ada centang biru.

2. Coba Gunakan Pesan Otomatis (Greeting Message)

Pesan greeting otomatis sangat membantu ketika pelanggan pertama kali chat ke nomor WhatsApp Anda.

Tujuannya untuk menyambut dan memberikan informasi dasar sebelum diarahkan ke admin (manusia).

Contoh:

“Halo Bapak/Ibu [Nama]. Terima kasih sudah menghubungi [Nama Bisnis]. Kami siap membantu Anda. Silahkan tuliskan kebutuhannya ya”

atau

“Hai Kak [Nama] Terima kasih sudah menghubungi [Nama Bisnis]. Terima kasih atas [pertanyaan/keluhan/informasi] Anda. Silahkan menunggu untuk kami teruskan ke admin.”

Dengan adanya pesan otomatis seperti ini memberikan respon yang lebih cepat.

Keuntungan lainnya adalah mengurangi rasa khawatir menunggu dan tidak ditanggapi, serta peningkatan pada pengalaman pelanggan.

Proses Order dan Transaksi Produk via WhatsApp

3. Membuat Template Pesan

Agar alur chat lebih cepat, coba buatkan template pesan yang membantu mengarahkan pelanggan dengan pertanyaan yang tepat.

Misalnya Anda membuat template pertanyaan seperti ini:

  • “Produk apa yang ingin Anda beli?”
  • “Untuk kebutuhan pribadi atau bisnis?”
  • “Kebutuhan harian atau grosir?”
  • Dll

Template pertanyaan semacam itu membantu CS menggali kebutuhan pelanggan tanpa harus bertele-tele sekaligus memanik pertanyaan lainnya dari customer.

Baca Juga: Terapkan Cara Terbaik Ini untuk Melayani Pelanggan Anda!

Strategi Memoles Produk Biar Transaksi via WhatsApp

Salah satu tantangan besar transaksi via WhatsApp adalah menjelaskan produk tidak sedetail ketika menggunakan website atau email.

Untuk itu Anda perlu strategi komunikasi yang tepat meskipun hanya menggunakan WhatsApp, misalnya:

1. Coba Lebih Fokus pada Value/Solution

Sebaiknya Anda lebih fokus pada value atau solution daripada langsung spam spesifikasi atau fitur-fitur.

Pelanggan itu lebih peduli pada masalah yang bisa diselesaikan dan manfaat yang mereka dapatkan.

Contoh:

Hindari menggunakan kata-kata ini:

“Produk ini kapasitas 500 ml, bahan plastik PP (Polypropylene)”

Coba gunakan kata-kata ini:

“Produk ini praktis dibawa ke mana saja dan aman untuk penggunaan sehari-hari”

2. Gunakan Media Gambar/Video

Penggunaan media gambar atau video mempermudah ketika mengirimkan foto produk, video singkat (short video), dan pajangan di katalog WhatsApp.

Adanya media gambar membuat pelanggan lebih yakin untuk membelinya.

3. Coba Tambah Social Proof

Social proof atau biasa dikenal dengan testimoni sangat penting di WhatsApp.

Orang sebelum membeli produk/jasa, hampir pasti mengecek terlebih dahulu beberapa review.

Semakin bagus rating dan review yang ada, maka peluang untuk pembelian jauh tinggi lagi.

Bentuk review bisa berupa screenshot chat testimoni dengan pelanggan.

Contohnya:

“Produk ini sudah digunakan lebih dari 1.000 pelanggan dan banyak yang repeat order loh.”

Strategi Memoles Produk Biar Closing di WhatsApp

4. Penetapan Harga yang Tepat

Harga itu jadi komponen penting dalam transaksi. Karena bagi B2C harga sangat sensitif, jadi harus memperhatikan dengan benar.

4.1. Penetapan Harga Lebih Tepat Sasaran

Penetapan harga yang tepat menyesuaikan pada kondisi pasar, fitur-fitur yang ada, dan harga kompetitor.

4.2. Menaikkan Harga Tapi Punya Value Lebih

Jika pelanggan ada keberatan pada harga karena terlalu mahal maka coba jelaskan perbedaannya dengan kompetitor, apa yang jadi added value/kualitas brand Anda.

Contoh:

“Harga produk ini Rp 350.000, sudah termasuk garansi dan support selama 2 bulan.”

4.3. Siapkan Opsi Paket Bundling

Strategi bundling cukup berfungsi untuk mengelompokkan di beberapa paket, seperti paket basic, paket premium, dan paket bisnis.

Sehingga ada opsi pilihan lebih banyak bagi pelanggan untuk memilih.

5. Memperbanyak Opsi Metode Pembayaran

WhatsApp memang bukan tools untuk pembayaran, tapi perannya cukup penting sebagai penghubung transaksi.

Peran WhatsApp itu di funnel conversion, Nah untuk proses pemabarannya bisa menggunakan metode pembayaran lain.

Contohnya seperti transfer bank, e-wallet (OVO, GoPay, Dana), QRIS, dan payment gateway lain.

Baca Juga: Mengenal 12 Tipe Harga Psikologis dalam Bisnis

Menggunakan WhatsApp CRM (Transaksi Lebih Rapi)

Menggunakan WhatsApp Business biasa sebenarnya bisa dikatakan cukup kalau tim Anda masih sampai 5 orang atau login di 5 perangkat.

Atau banyak pesan masih bisa terhandle dengan baik.

Tapi WhatsApp Business biasa sudah tidak cukup lagi kalau Anda dan tim sudah kewalahan menangani pesan masuk dan permintaan transaksi.

Saat itulah Anda butuh aplikasi WhatsApp CRM.

Dengan WhatsApp CRM, Anda bisa melakukan tugas-tugas berikut:

  • Mengelola banyak chat dalam satu dashboard
  • Membagi chat ke beberapa CS
  • Menyimpan histori transaksi pelanggan
  • Follow up ke pelanggan jadi lebih mudah dan terarah
  • Menganalisis performa penjualan melalui riwayat chat
crm banner 1

Baca Juga: Rekomendasi 8 Aplikasi CRM Telemarketing Terbaik

Kesimpulan

Melakukan transaksi via WhatsApp saat ini sudah jadi bagian dari proses penjualan.

Sebagai channel terakhir di customer journey, WhatsApp punya peran penting menjaga proses (flow) komunikasi jelas dengan pelanggan.

Antara lain bertanya lebih dulu melalui chat, kemudian transaksi dengan metode transfer bank, virtual account, e-wallet, dan lain sebagainya.

Bukti pembayaran bisa dikirim via WhatsApp sebagai bukti konfirmasi.

Nah Anda bisa membuat proses ini lebih rapi dan tidak bercampur dengan pelanggan yang masih belum proses transaksi.

Menggunakan fitur label atau tagging. Tapi kalau WhatsApp Business biasa belum mengcover jumlah devices lebih dari 5 perangkat.

Akan kesulitan untuk bisnis yang sudah bekerja multi tim.

Untuk itu butuh WhatsApp yang terhubung Aplikasi CRM, seperti CRM.id.

Salah satu fitur unggulan di CRM.ID adalah adanya fitur tagging dan label dan multi user.

Selain itu tersedia template broadcast pesan promosi untuk mengarahkan pada transaksi via WhatsApp.

Jadi tunggu apa lagi?

Yuk segera demo aplikasi CRM.ID di tautan demo berikut.Atau Anda bisa menghubungi kami melalui kontak WhatsApp tim kami.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

6 + 17 =