5 Cara Menghitung Diskon untuk Business Owner & Sales

Cara Menghitung Diskon untuk Business Owner & Sales

Bagaimana cara menghitung diskon untuk business owner atau sales?

Seperti apa 5 cara menghitung diskon itu?

Bagi business owner dan tim sales, menghitung diskon tidak terbatas hanya potongan harga.

Potongan diskon itu mencakup strategi yang lebih luas lagi seperti menarik pelanggan baru, cara untuk meningkatkan penjualan, cara menghabiskan stok menumpuk.

Selain itu untuk menjaga hubungan baik dengan customer, sampai bagian dari program loyalitas (loyalty program).

Sehingga jika diskon tidak dihitung dengan benar, dampaknya terasa ke peran-peran itu.

Menghitung diskon sebenarnya terbilang sederhana, Anda bisa menggunakan beberapa gabungan operasi dasar matematika.

Tapi kadangkala menghitung diskon bagi beberapa orang itu butuh waktu agak lama karena perbedaan jenis-jenis dan cara menghitung diskon.

Untuk itu di artikel CRM.id kita akan bahas 5 cara menghitung diskon yang wajib dikuasai oleh business owner dan sales dan bisa langsung dipraktikkan.

Manfaat Cara Menghitung Diskon bagi Business Owner dan Sales

Manfaat Cara Menghitung Diskon bagi Business Owner dan Sales

Sebelum masuk ke jenis dan cara menghitung diskon, kita perlu bahas sedikit manfaat cara menghitung diskon.

Manfaat Untuk Business Owner

1. Menjaga Margin Keuntungan Tetap Aman

Pemilik bisnis harus memastikan kalau harga diskon itu tidak lebih rendah dari harga pokok penjualan (HPP) atau biaya produksi.

Sehingga bisnis tetap menghasilkan keuntungan (cuan) meskipun sedang promo.

Jika tidak memperhatikan ini, margin keuntungan bisa tipis dan bisa juga rugi (boncos).

2. Perencanaan Promosi Lebih Tepat

Menghitung diskon membantu merencanakan flash sale atau potongan dalam bentuk persenan agar sesuai dengan margin keuntungan.

3. Pengosongan Stok Inventaris dengan Cepat

Dengan adanya diskon mempermudah untuk menghabiskan stok barang lama atau barang yang kurang laku.

Sehingga ada space di gudang dan bisa digunakan kembali, arus kas (cash flow) pun terus berputar.

4. Meningkatkan Jumlah Penjualan dan Peningkatan Loyalitas

Adanya diskon itu berguna untuk menarik pelanggan baru, memancing pembelian, dan membangun kesetiaan pelanggan, terutama dengan loyalty programnya.

Anda bisa menggunakan diskon untuk pelanggan yang sudah berulang kali transaksi.

Berbeda dengan pelanggan baru, dimana tujuan diskonnya agar mencoba produk Anda.

5. Memudahkan dalam Data-driven Decision Making

Perhitungan diskon membuat pemilik bisnis atau tim sales punya opsi membuat keputusan promosi berdasarkan data internal perusahaan dan data pelanggan.

Sedangkan manfaat untuk sales, penjabarannya sebagai berikut:

Manfaat Untuk Sales

1. Meningkatkan Konversi Penjualan

Dengan perhitungan diskon ini, tim sales menghitung harga diskon dan meyakinkan calon pembeli dengan informasi harga lebih lebih akurat.

Hal itu mempermudah untuk proses closingan lebih cepat.

2. Kepercayaan Diri Saat Negosiasi

Memahami perhitungan diskon (termasuk dalam mata uang langsung atau persentase).

Sehingga membuat sales terlihat lebih percaya diri saat melakukan negosiasi dan tidak mudah terpengaruh harga yang ditawar calon pelanggan.

Tim sales tahu batas aman perhitungan diskon tanpa merugikan perusahaan tapi tetap membuat pelanggan tetap nyaman.

3. Memaksimalkan Insentif

Sales dapat merencanakan penjualan dengan lebih baik misalnya, dengan menggunakan strategi bundling untuk meningkatkan total penjualan dan mendapatkan bonus atau komisi yang lebih tinggi.

4. Memberikan Pengalaman Pelanggan yang Lebih Baik

Pelanggan merasa dihargai dan senang ketika sales dapat menjelaskan keuntungan dari diskon yang diberikan (misalnya, diskon bertingkat atau compound discount), yang meningkatkan kepuasan pelanggan.

5. Mencegah Kesalahan Harga

Sales dapat menghindari kesalahan manusia (human error) dalam memberikan diskon yang mungkin merugikan perusahaan atau membuat konsumen bingung.

Baca Juga: Apa Itu Flash Sale: Ini Pengertian dan Tips Suksesnya

Jenis-jenis Diskon yang Digunakan Business Owner dan Sales

Jenis-jenis Diskon yang Digunakan Business Owner dan Sales

Ada beberapa jenis diskon yang sering digunakan oleh business owner dan sales:

  1. Diskon persentase (%) / diskon tunggal
  2. Diskon nominal (potongan harga tetap atau nominal langsung)
  3. Diskon bertingkat (compound discount)
  4. Diskon berdasarkan kuantitas (quantity discount)
  5. Diskon khusus (member, reseller, atau event khusus)

Kelima jenis diskon ini akan kita bahas secara detail dan cara menghitungnya.

5 Cara Menghitung Diskon Bagi Business Owner dan Sales

Berikut ini 5 cara menghitung yang bisa dicoba pemilik bisnis dan tim sales, misalnya:

Cara 1: Menghitung Diskon Tunggal (Diskon %) 

Diskon persentase atau tunggal adalah potongan harga yang dihitung berdasarkan persentase dari harga awal produk atau jasa.

Jenis diskon ini digunakan karena mudah dipahami oleh customer dan dipahami oleh semua kalangan.

Hampir semua orang pasti paham dengan mekanisme perhitungan diskon ini.

Rumus Diskon Persentase

Harga diskon = harga awal x persentase diskon

Harga setelah diskon = harga awal – harga diskon

Contoh Kasusnya

Sales menjual produk dengan harga Rp 5.000.000 dan memberikan diskon sebesar 20%.

Harga diskon = Rp 5.000.000 x  20% = Rp 1.000.000

Harga setelah diskon = Rp 5.000.000 – Rp 1.000.000 = Rp 4.000.000

Kesalahan di Jenis Diskon Persentase dan Tips Amannya

Ada beberapa kesalahan atau keterbatasan di jenis diskon persentase ini, misalnya:

  • Tidak menghitung ulang margin keuntungan setelah diskon.
  • Memberikan diskon persen besar tapi tidak mempertimbangkan biaya operasional.

Agar merasakan manfaat dari diskon jenis ini, ada beberapa tips yang harus Anda perhatikan:

  • Tentukan batas maksimal diskon berdasarkan margin keuntungan
  • Buat panduan diskon untuk tim sales
  • Coba gunakan diskon persen untuk promo jangka pendek
Menghitung Diskon Tunggal (Diskon %) 

Baca Juga: Apa Itu Closing Rate dan Cara Menghitungnya (+Rumus)

Cara 2: Menghitung Diskon Nominal (Potongan Harga Tetap)

Diskon nominal adalah potongan harga dengan jumlah tetap, misalnya Rp 50.000 atau Rp 100.000, tanpa memperhatikan komponen persenan (persentase).

Rumus Diskon Nominal

Harga setelah diskon = harga awal – diskon nominal

Contoh Kasusnya

Harga produk misalnya Rp 1.250.000 dengan diskon Rp 500.000, maka:

Harga setelah diskon = Rp 1.250.000 − Rp 500.000 = Rp 750.000

Kelebihan diskon nominal yakni lebih mudah dipahami customer, lebih cocok untuk produk dengan harga tinggi, dan terlihat lebih pas di mata pembeli.

Tapi kekurangan diskon nominal ini adalah bisa terasa kecil untuk produk mahal dan berisiko menggerus margin jika tidak dihitung dengan baik.

Tips Menggunakan Diskon Nominal

  • Pastikan diskon nominal masih di atas HPP
  • Penggunaannya untuk campaign terbatas

Cara 3: Menghitung Diskon Bertingkat (Compound Discount)

Diskon compound adalah diskon yang diberikan lebih dari satu kali, misalnya diskon 10% + 5%.

Cara Menghitung Diskon Bertingkat yang Benar

Diskon bertingkat tidak menggunakan sistem penjumlahan diskon secara langsung, tapi perhitungannya secara berurutan. Contoh kasusnya seperti: 

Ada harga produk Rp 2.500.000 dengan diskon 10% + 5%, maka perhitungannya:

diskon pertama = 10% × Rp 2.500.000 = Rp 250.000, harga setelah diskon pertama = Rp 2.500.000 – Rp 250.000 = Rp 2.250.000.

Diskon kedua = 5% × Rp 2.250.000 = Rp 112.500, harga akhir = Rp 2.250.000 – Rp 112.500 = Rp 2.137.500.

Kesalahan yang sering pemilik bisnis dan tim sales alami menggunakan diskon ini adalah banyak orang mengira 10% + 5% = 15%.

Jika perhitungannya 15% langsung, 15% dari Rp 2.500.000 yaitu Rp 375.000, bayarnya jadi Rp 2.500.000 – Rp 375.000 = Rp 2.125.000.

Tips Mengelola Diskon Bertingkat/Compound

  • Jelaskan skema diskon dengan transparan ke customer, agar mereka paham mekanisme perhitungannya
  • Agar perhitungan lebih cepat, coba gunakan tools untuk menghindari salah hitung juga
Menghitung Diskon Bertingkat (Compound Discount)

Baca Juga: Contoh Biaya Marketing, Cara dan Rumus Perhitungannya

Cara 4: Menghitung Diskon Berdasarkan Kuantitas (Quantity)

Diskon kuantitas adalah diskon yang mengacu pada jumlah pembelian. Semakin banyak Anda membeli, semakin besar juga diskon yang Anda peroleh.

Contoh Skema Diskon Berbasis Kuantitas

Beli 1-5 unit: diskon 5%

Beli 6-10 unit: diskon 10%

Beli >10 unit: diskon 15%

Contoh Perhitungannya

Anggap saja harga per unit Rp 300.000. Customer membeli 10 unit:

Total harga awal = 10 × Rp 300.000 = Rp 3.000.000

Jika diskonnya sebesar 10%, maka harga diskonnya 10% x Rp 3.000.000 = Rp 300.000

Berarti, harga setelah diskon = Rp 3.000.000 – Rp 300.000 = Rp 2.700.000

Manfaat diskon kuantitas itu mencakup, peningkatan volume penjualan, menghabiskan stok di gudang lebih cepat, dan trigger repeat order.

Agar jenis quantity diskon tetap menguntungkan sebaiknya Anda harus:

  • Menghitung biaya logistik dan operasional
  • Menentukan minimum pembelian yang bisa Anda jangkau
  • Pastikan margin masih aman

Cara 5: Menghitung Diskon Berdasarkan Margin

Diskon berbasis margin adalah cara menghitung diskon dengan mempertimbangkan HPP (harga pokok penjualan) dan target keuntungan.

Rumus Diskon Based on Margin

Margin = harga penjualan – HPP
Diskon maksimal = margin – keuntungan minimum

Contoh Kasus

Misalnya, Harga jual produk = Rp 1.350.000, HPP = Rp 1.250.000

Maka margin keuntungannya = Rp 100.000

Jika bisnisnya ingin tetap untung setidaknya Rp 50.000, maka diskon maksimal = Rp 100.000 – Rp 50.000 = Rp 50.000

Artinya, diskonnya tidak boleh lebih dari Rp 50.000.

Diskon ini terbilang menguntungkan karena paling aman untuk bisnis dalam jangka panjang, membantu sales tahu batas diskon, menghindari perang harga.

Tips untuk menerapkannya, yakni coba catat HPP dengan detail, buat tabel diskon maksimal, dan coba edukasi tim sales secara rutin.

crm banner 2

Baca Juga: Cara Menghitung Target Penjualan dan Contohnya

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang 5 cara menghitung diskon yang bisa business owner dan tim sales gunakan.

Dari penjelasan sebelumnya kita tahu kalau perhitungan diskon itu bukan cuma mengurangi harga, tapi butuh planning dengan sangat detail dan matang.

5 cara menghitung diskon bagi business owner dan tim sales itu antara lain diskon persentase, nominal, bertingkat, berbasis kuantitas, sampai berbasis margin bisnis.

Dengan perhitungan yang benar, diskon bisa membuat business owner dan tim sales meningkatkan penjualan, menarik pelanggan loyal, dan membangun hubungan baik.

Untuk mempermudah pengelolaan pelanggan dan membangun hubungan baik, Anda memerlukan Aplikasi CRM, contohnya CRM.id.

CRM.id menyediakan fitur-fitur manajemen kontak dan chat pelanggan, fitur label dan tagging untuk segmentasi audiens/pesan.

Jika WhatsApp menjadi channel di CRM, Anda mendapatkan centang hijau dari WhatsApp jika sudah mengikuti kebijakan dari Meta.

Aplikasi WhatsApp CRM (CRM.id)

Yuk, segera coba menggunakan CRM.id dengan mencoba demo aplikasi. Anda bisa bertanya lebih detail pada sesi konsultasi bersama tim expert kami.

Atau langsung menghubungi tim kami di kontak berikut.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

eleven − 1 =