Di tahun ini, sebagian besar orang sepakat bahwa bisnis digital sudah jadi next point dari cara-cara lama agar bisa bertahan.
Bertahan di beberapa aspek seperti marketing, penjualan, pelayanan pelanggan, pengembangan produk, operasional, dan lainnya.
Bisa dikatakan bisnis digital adalah sektor penting dan berpotensi dalam pengembangan bisnis saat ini. Untuk itu Anda perlu mencoba menerapkannya.
Ada sejumlah contoh bisnis digital di tahun ini yang bisa Anda coba rintis dan kembangkan.
Baik yang berbasis website, media sosial, aplikasi chatting dan sebagainya.
Untuk itu CRM.ID melalui artikel ini akan memaparkan contoh bisnis digital yang cocok Anda gunakan di tahun ini.
Selain itu bagaimana juga caranya dalam aspek pengelolaan pelanggan.
Memahami Bisnis Digital di Tahun 2026 Ini (Sudah Banyak Berubah!)

Jika kita membandingkan bisnis digital beberapa tahun lalu dengan tahun sekarang, sudah terjadi banyak perbedaan.
Jika dulu memiliki toko online saja sudah dianggap sebagai inovasi. Saat ini, toko online yang tidak ada sistem pengelolaan pelanggan bisa dikatakan ada yang kurang.
Bisnis digital di tahun ini memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut.
Pertama, Sangat Bergantung pada Data
Setiap interaksi dan pembelian, termasuk juga komplain pelanggan sudah menghasilkan data yang bisa jadi bahan untuk pengambilan keputusan.
Kedua, Bisnis Digital Sudah Sangat Ketat Kompetisinya
Pelanggan hanya butuh beberapa detik untuk berpindah ke kompetitor, jika merasa pengalaman yang mereka dapatkan di suatu brand kurang menyenangkan.
Ketiga, Ekspektasi Pelanggan Semakin Tinggi
Pelanggan saat ini sudah sangat menginginkan respon cepat, komunikasi lebih ke arah humanis dan ngobrol alami dengan manusia, serta layanan after sales harus ada.
Keempat, Berbasis Platform Digital
Jenis ini memanfaatkan website, marketplace, aplikasi, atau media sosial sebagai channel-nya.
Kelima, Otomatisasi dan Personalisasi
Bisnis saat ini sudah menggunakan alat bantu untuk otomatisasi sebagian besar proses dan aktivitas marketing, follow up pelanggan, dan pelayanannya.
Bcaa Juga: Terapkan Cara Terbaik Ini untuk Melayani Pelanggan Anda!
Contoh Bisnis Digital yang Berkembang di Tahun Ini (2025-2026)

1. Bisnis Produk Berbasis Langganan (Subscription)
Salah satu model bisnis digital yang populer dan stabil dari tahun ke tahun, termasuk selama tahun 2025 ini adalah produk berbasis subscription.
Contohnya bisa berupa software (SaaS), tools untuk tracking produktivitas, sampai platform e-learning.
Kelebihan jenis ini adalah pendapatan berulang dalam jangka waktu tertentu (misalnya bulanan).
Selama pelanggan merasa mendapatkan kenyamanan dan values, mereka akan terus berlangganan setiap bulan, per tiga bulanan, tahunan, atau selama periode waktu tertentu.
Tapi pada jenis ini tantangan terbesarnya adalah cara mempertahankan retensi pelanggan dan bagaimana caranya mengurangi tingkat churn (churn rate).
Banyak bisnis subscription gagal karena tidak memiliki sistem onboarding pelanggan yang baik dan membingungkan pelanggannya dalam menggunakan produk.
Akhirnya, mereka berhenti berlangganan dan malas mengulik lebih dalam lagi.
Fokus utama kita adalah bagaimana memberikan contoh di konteks pengelolaan pelanggan.
Maka Anda perlu mulai menyusun tutorial penggunaan yang tepat sampai follow up, untuk memastikan pelanggan benar-benar merasakan value-nya.
2. Bisnis E-Commerce
E-commerce masih menjadi contoh bisnis digital yang populer saat ini, tapi pendekatannya dengan cara yang berubah dan menyesuaikan dengan beberapa kondisi.
Bisnis e-commerce yang bertahan di tahun ini biasanya tidak hanya mengandalkan satu channel saja.
Biasanya menggabungkan beberapa channel seperti marketplace, website sendiri, media sosial, dan WhatsApp untuk transaksi dan komunikasi pelanggan.
Tapi ada masalah yang sering muncul adalah data pelanggan yang masih tidak teratur.
Misalnya pelanggan yang membeli barang di marketplace tidak tercatat di database internal perusahaan, pelanggan dari direct message di Instagram sulit di follow up, dan lainnya.
Bisnis e-commerce yang matang biasanya sudah mulai membangun sistem CRM untuk mendata dan mengelola pelanggan mereka, riwayat transaksi, dan perilaku belanjanya.
3. Bisnis Kursus dan Pembelajaran Online
Bisnis kursus atau pembelajaran online terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Mulai dari short course, bootcamp dalam beberapa bulan, sampai program membership pembelajaran atau akses ke modul tertentu.
Tantangan menjalankan bisnis ini adalah menjaga agar peserta tetap aktif mempelajari materi, menyelesaikan modul pembelajaran, sampai pada merasa puas.
Untuk itu Anda juga perlu memperhatikan aspek pengelolaan pelanggan yang baik, agar angka penjualan modul dan pembelajarannya terus meningkat.
Misalnya komunikasi baik dengan pelanggan yaitu reminder kelas, follow up progress belajar mereka, sampai survei tingkat kepuasan.
4. Bisnis Berbasis Jasa Seperti Agensi, Freelancer, dan Konsultan
Bisnis jasa digital sering punya tantangan yang berbeda dari yang menjual produk fisik, terutama dari segi tantangannya di pengelolaan pelanggan.
Misalnya di suatu agensi digital marketing, harus mengelola banyak klien dengan kebutuhan yang berbeda.
Nah untuk itu sistem pencatatan yang jelas, komunikasi terstruktur, ekspektasi klien harus terkelola.
Bisnis jasa juga harus memisahkan proses lead, MQL (marketing qualified lead), SQL (sales qualified lead), klien baru, klien aktif, dan lain sebagainya.
Pengelolaan pelanggan perlu dengan mencatat histori komunikasi, kontrak, dan progresnya juga.
5. Bisnis Content Creator
Content creator saat ini sudah menjadi profesi atau bisnis yang menggiurkan.
Dengan penetrasi berbagai platform konten seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan sebagainya, pelaku bisnis bisa membuat berbagai format konten dan memonetisasinya.
Untuk skala kecil mungkin masih tidak terlalu terasa, tapi seiring pertumbuhannya, pasti akan ada interaksi dengan audiens, followers, atau subscriber.
Content creator bisa dengan mulai mengumpulkan data audiens mereka melalui email list, nomor telepon, grup komunitas, membership, atau lainnya.
Dengan begitu, hubungan dengan audiens atau pelanggan bisa terus berjalan dengan baik.
Sehingga suatu saat ketika ada potensi kerja sama seperti affiliate, KOL dan influencer marketing, Anda akan dihubungi oleh mereka.
Baca Juga: Video Marketing: Manfaat, Contoh, Trend, dan Strateginya
Pentingnya Pengelolaan Pelanggan di Beberapa Contoh Bisnis Digital

Dari pemaparan sebelumnya, satu kesamaan dari semua contoh bisnis digital tersebut yaitu melibatkan pengelolaan pelanggan.
Pengelolaan pelanggan yang baik memungkinkan bisnis Anda bisa:
- Mengurangi biaya marketing dalam jangka panjang
- Meningkatkan repeat order dan lifetime value pengguna
- Mendapatkan insight langsung dari pelanggan
- Membangun kepercayaan dan reputasi brand
Baca Juga: Cara Termudah Menerapkan Strategi Konten Marketing
Cara Mengelola Pelanggan dalam Bisnis Digital
Ketika mau menerapkan pengelolaan pelanggan, tidak harus langsung menggunakan sistem mahal loh.
Anda bisa menggunakan spreadsheet sebagai langkah awal juga bisa. Yang terpenting adalah adanya improvement secara terus-menerus.
Pengelolaan pelanggan sebaiknya dimulai sejak awal ketika Anda menjalankan bisnis.
Satu hal yang harus selalu dipastikan yaitu setiap interaksi dengan pelanggan harus ada bukti catatannya, seperti persona mereka, berasal dari channel mana, tertarik pada produk apa, sudah sejauh mana prosesnya, dan sebagainya.
Data ini menjadi acuan ketika akan melakukan follow up dan pengambilan keputusan.
Seiring perkembangan bisnis digital Anda, penggunaan CRM akan terasa manfaatnya sebagai pusat data pelanggan yang menghubungkan data-data marketing, penjualan, layanan pelanggan, dan terkait.
Contoh: Ada beberapa alur pengelolaan pelanggan seperti bisnis kursus online.

Pelanggan pertama kali datang dari iklan Instagram, lalu mengisi melalui form pendaftaran atau bisa langsung diarahkan ke nomor WhatsApp.
Data mereka otomatis masuk ke sistem, Anda bisa menggunakan data tersebut untuk beberapa kebutuhan seperti mengelola hubungan dengannya.
Calon pelanggan tersebut kan akan bertanya-tanya dulu sebelum membeli, kalau oke maka langsung purchasing dan dengan proses pendaftaran dan pemberian hak akses, mereka bisa mengakses materi.
Setelah pembelian itu tidak bisa langsung berhenti. Pelanggan itu perlu di follow up lagi untuk memastikan mereka memahami materi.
Di akhir kelas, mereka diminta memberikan feedback. Untuk pelanggan yang puas, bisa dengan ditawarkan kelas lanjutan atau program membership.
Contoh Alur Pengelolaan Pelanggan pada Bisnis Digital
Atau Anda bisa mengikuti alur atau workflow berikut dalam menggunakan contoh bisnis digital dan bersamaan dengan menerapkan pengelolaan pelanggan, skenarionya seperti ini:
- Prospek baru mendaftar melalui website atau marketplace
- Follow up otomatis dikirim via email atau WhatsApp
- Mendapatkan konversi pelanggan setelah melakukan pembelian
- Onboarding pelanggan dengan menggunakan tutorial, guide, atau pesan selamat datang.
- Mengandalkan retention dan engagement seperti pembaruan email, promo, dan survei feedback.
- Menggunakan upselling dan cross-selling untuk menawarkan produk atau layanan tambahan berdasarkan data pelanggan.

Baca Juga: Pengelolaan Komunikasi Pelanggan: Contoh, Aplikasi, Caranya
Kesimpulan
Demikian pemaparan artikel ini terkait contoh bisnis digital di tahun ini (2025), tahun 2026 dan keterkaitannya dengan pengelolaan pelanggan.
Dari pemaparan tersebut menunjukkan contoh-contoh bisnis yang bisa Anda coba dan jadikan inspirasi.
Tapi juga Anda harus memperhatikan aspek pengelolaan pelanggan ketika sudah bersungguh-sungguh ingin membangun bisnis tersebut bahkan dari sejak awal pendiriannya.
Jika ingin serius membangun bisnis digital dan sudah menemukan inspirasi dari contoh-contoh bisnis digital tersebut, coba mulai dari sistem pengelolaan pelanggan yang baik.
Aplikasi CRM.ID adalah aplikasi pengelolaan pelanggan dengan fitur minimalis tapi bisa menangani komunikasi yang jelas dan cepat, khususnya menggunakan WhatsApp.
Jadi tunggu apa lagi? yuk segera demo aplikasi CRM.ID dan hubungi tim hebat kami untuk konsultasi lebih lanjut di tautan berikut ini.
- Cari Tahu Apa Itu WhatsApp Call & Fungsinya untuk Bisnis - 17 Juli 2026
- Mengulik Meta Business Suite: Fitur & Aplikasinya untuk Bisnis - 17 Juli 2026
- Voice of Customer: Cara Ubah Feedback Jadi Loyalitas Pelanggan - 16 Juli 2026