Terapkan Cara Terbaik Ini untuk Melayani Pelanggan Anda!

Cara Terbaik Melayani Pelanggan Anda

Bagaimana cara terbaik untuk melayani pelanggan? Jika pertanyaan ini relevan dengan pertanyaan dan masalah Anda, berarti Anda berada di artikel yang tepat.

Pelayanan pelanggan itu (khususnya pelayanan yang baik) bisa menciptakan kesan positif, meningkatkan kepuasan dan pengalaman penggunaan, serta pengelolaan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Sebaliknya, pelayanan tidak baik pasti merusak reputasi brand dan pelanggan beralih ke kompetitor.

Jadi bagaimana cara terbaiknya untuk melayani pelanggan?

Artikel CRM.id ini membahas penerapan cara terbaik untuk melayani pelanggan, mulai dari prinsip, strategi terbaik, hingga pemanfaatan teknologi untuk memberikan pelayanan pelanggan terbaik.

Seperti Apa Itu Melayani Pelanggan?

Seperti Apa Itu Melayani Pelanggan

Melayani pelanggan adalah aktivitas yang membangun interaksi antara Anda sebagai bagian dari tim bisnis dan pelanggan dari transaksi, sebelum dan sesudahnya.

Cakupannya adalah menjawab pertanyaan, menangani keluhan, memberikan informasi, sampai membantu pelanggan menemukan solusi dari permasalahan mereka.

Channel pelayanan pelanggan yang digunakan mencakup tatap muka langsung, telepon, email, live chat, media sosial, dan aplikasi instant messaging.

Karena keberagaman inilah kualitas pelayanan harus konsisten dan menyesuaikan tempat pelanggan berinteraksi dengan bisnis Anda.

Pelayanan pelanggan yang baik ciri-cirinya adalah agen melayaninya dengan sikap ramah, respon cepat, solusi tepat, dan komunikasi jelas.

Sementara pelayanan yang buruk adalah responnya lambat, sikap tidak peduli dengan permasalahan pelanggan, dan kurangnya empati pada kebutuhan pelanggan.

Baca Juga: Apa Itu Pelanggan: Ini Pengertian, Jenis, dan Karakteristiknya

Manfaat Melayani Pelanggan Secara Baik

Ada beberapa manfaat ketika melayani pelanggan dengan baik, antara lain:

  • Pelayanan yang baik membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan rasa aman dan nyaman berinteraksi dengan bisnis Anda.
  • Melayani pelanggan secara baik dapat membangun kepercayaan. Kepercayaan ini sangat penting karena menjadi jalan untuk menjalin hubungan kerja sama dalam jangka panjang antara pelanggan dan brand Anda.
  • Meningkatnya loyalitas pelanggan. Pelanggan yang puas cenderung melakukan repeat order dan ikhlas merekomendasikan pada orang lain. Promosi word of mouth ini biayanya relatif rendah dan sedikit effort.
  • Mengurangi jumlah komplain dan mengurangi potensi konflik. Pelanggan lebih toleran terhadap kesalahan kecil dan lebih terbuka untuk berdiskusi ketika puas pada pelayanan Anda.

Baca Juga: Pengelolaan Komunikasi Pelanggan: Contoh, Aplikasi, Caranya

Prinsip-prinsip dalam Melayani Pelanggan

Sebelum menerapkan berbagai strategi dan cara terbaik melayani pelanggan, Anda perlu memahami prinsip dasar pelayanan dan interaksi pelanggan.

Ada beberapa prinsip-prinsip dalam melayani pelanggan, misalnya:

  • Sikap ramah dan empati
  • Kecepatan dan ketepatan respon
  • Keakuratan penyampaian pesan (menciptakan kepercayaan pelanggan)
  • Kemauan menerima dan mendengarkan kritik
  • Integritas dan kejujuran
  • Memberikan konsistensi pelayanan di semua channel
  • Berfokus pada solusi (solution-oriented).

Baca Juga: Customer Base: Ini Jenis dan Cara Membangunnya

Jadi Begini Cara Terbaik Melayani Pelanggan Itu

Cara Terbaik Melayani Pelanggan

1. Memahami Kebutuhan dan Ekspektasi Pelanggan

Cara pertama melayani pelanggan Anda dengan baik adalah memahami kebutuhan, permasalahan, keinginan dan ekspektasi mereka.

Setiap pelanggan memiliki background, tujuan, dan masalah yang berbeda-beda. 

Pemahaman perbedaan karakteristik ini membuat Anda bisa memetakan cara dan solusi yang tepat sasaran.

Kesalahan saat melayani pelanggan adalah terlalu fokus pada produk, fitur, atau harga.

Pelanggan itu tidak hanya membeli barang, mereka membeli experience penggunaan, seperti:

  • Rasa aman
  • Kenyamanan
  • Kemudahan
  • Dll

Contohnya:

  • Dua toko menjual produk yang sama dengan harga hampir sama
  • Toko A jawab chat lama dan kurang memberikan pengalaman pelayanan yang memuaskan.
  • Toko B jawab cepat, ramah, dan menyelesaikan masalah

Seiring waktu, pelanggan akan kembali ke Toko B, meskipun selisih harga sedikit lebih mahal.

Pelanggan itu masih bisa sedikit menoleransi produk yang kurang, tapi jarang menoleransi pelayanan yang buruk.

2. Mendengarkan Keluhan Pelanggan Secara Aktif

Mendengarkan keluhan pelanggan secara aktif berarti benar-benar memperhatikan apa yang disampaikan pelanggan Anda.

Kesalahan yang sering customer service lakukan adalah terlalu cepat menjelaskan dan memotong pembicaraan, padahal pelanggan belum selesai berbicara.

Pelanggan merasa tidak nyaman pastinya ketika masih menjelaskan tapi tiba-tiba disela.

Jadi Anda perlu mendengarkan keluhan, pertanyaan, dan masukan pelanggan dengan seksama kemudian baru meresponnya.

Baca Juga: 5 Cara dan 7 Tips Mengatasi Keluhan Pelanggan dengan Baik

3. Memberikan Respon yang Cepat dan Jelas

Memberikan Respon yang Cepat dan Jelas

Respon cepat menunjukkan jika bisnis Anda menghargai waktu pelanggan. Selain cepat, responnya juga harus jelas dan mudah dipahami.

Sebaiknya Anda menghindari penggunaan istilah teknis yang membingungkan pelanggan.

Terus kenapa harus memberikan respon cepat?

Karena pelanggan selain membandingkan dengan kompetitor Anda, tapi juga dengan online shop, marketplace, dan brand-brand lainnya.

Beberapa standar respon cepat pada pelanggan:

  • Lama waktu merespon setelah chat masuk sekitar 1-5 menit (saat jam kerja), intinya kurang dari 10 menit berdasarkan beberapa penelitian.
  • Jika ada komplain segera tanggapi, meskipun hanya memberikan informasi. Misalnya jika butuh koordinasi dengan tim teknis atau engineer, nanti hubungi kembali pelanggan ketika memberikan solusi. Yang penting responsif.

Misalnya Anda bisa mengirimkan pesan atau chat berikut jika masih harus perlu berkoordinasi atau meminta bantuan tim lain:

“Terima kasih sudah menghubungi kami, mohon menunggu sebentar ya. Kami akan meneruskan ke tim terkait.”

3. Menyampaikan Pesan dengan Bahasa Sederhana dan Luwes

Agar pesan tersampaikan dengan baik, sebaiknya menggunakan bahasa yang ramah dan mudah dimengerti pelanggan.

Menggunakan template jawaban sebenarnya bisa mempercepat cara kerja. Tapi Anda harus pastikan jika menggunakan template itu harus ada penyesuaian agar tidak kaku.

Misalkan ada contoh yang sebaiknya dihindari dan yang perlu Anda lakukan.

Hindari pernyataan seperti ini:

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.”

Coba Anda gunakan kata-kata ini:

“Kami benar-benar minta maaf ya kak/bapak/ibu, kami paham ini pasti membuat tidak nyaman. Tapi kami akan segera menyelesaikannya. Jadi kakak/bapak/ibu bisa menunggu dalam [X] menit lagi ya. Sekali lagi kami minta maaf, terima kasih.”

Anda harus menyesuaikan dengan gaya bahasa sesuai platform, misalnya penyampaian pesan gaya bahasa di WhatsApp tidak sama dengan email.

Baca Juga: Apa itu Marketing Communication? Langkah dan Tantangannya

4. Tidak Defensif saat Menghadapi Komplain

Komplain itu berarti menandakan bahwa ada masukan pada produk Anda, hanya saja kadang penyampaiannya yang berbeda-beda sesuai karakteristik pelanggan.

Adanya komplain menunjukkan bahwa masih ada pelanggan yang peduli dan itu harus ada manajemen yang bagus.

Yang berbahaya itu sebenarnya saat pelanggan merasa tidak puas, tidak komplain (diam saja), lalu tiba-tiba beralih dan tidak menggunakan produk Anda lagi.

Lalu ada beberapa kesalahan yang sebaiknya Anda hindari ketika menerima komplain:

  • Membela diri dan tidak mau evaluasi (defensif)
  • Secara terang-terangan menyalahkan pelanggan
  • Terlalu fokus pada SOP (standar operasional prosedur) dan template, sampai-sampai melupakan fleksibilitas di lapangan yang seringkali sifatnya dinamis.

Urutan menangani komplain best practice yang bisa Anda lakukan:

  1. Mendengarkan keluhan, pertanyaan, curhatan pelanggan sampai selesai dengan penuh empati.
  2. Mengakui ketidaknyamanan pelanggan tanpa harus defensif dan coba respon secara terstruktur.
  3. Minta maaf (tanpa banyak alasan) jika belum memberikan pelayanan yang memuaskan dan,
  4. Anda harus menawarkan solusi dari permasalahan yang terjadi.
  5. Melakukan tindak lanjut (follow up) setelah penanganan komplain.

Baca Juga: Komplain Adalah: Pengertian dan Cara Menghadapinya

5. Memberikan Solusi yang Tepat dan Sesuai Kebutuhan Pelanggan

Solusi harus menyesuaikan dengan masalah pelanggan. Jangan memberikan jawaban yang tidak relevan menyelesaikan masalah mereka.

Jika perlu, sesuaikan solusi berdasarkan kondisi atau kebutuhan masing-masing pelanggan, memberikan respon yang jelas, spesifik, terukur, realistis, dan ada batas waktunya.

Misalnya respon yang sebaiknya hindari:

 “Nanti kami akan cek ya.”

Coba ganti dengan kata-kata berikut ini:

“Kami akan mengeceknya hari ini, maksimal jam 4 sore. Nanti akan segera kami kabari, terima kasih [nama pelanggan].”

Solusi yang baik harus sesuai dengan konteks relevansi pelanggan.

Misalnya memang butuh waktu lama, coba saja katakan yang sebenarnya dan memberikan alternatif.

6. Menjaga Etika dan Sikap Profesional Saat Melayani Pelanggan

Seperti yang sudah sering disampaikan sebelumnya, dalam kondisi apapun, Anda harus tetap menjaga etika dan sikap profesional.

Saat melayani pelanggan hindari emosi berlebihan, kata-kata kasar, atau sikap defensif.

Menjaga etika baik mencerminkan bahwa pelayanan bisnis Anda itu ramah pengguna. Hal ini juga bagian menciptakan customer experience.

Baca Juga: Pelayanan Prima: Konsep dan Cara Memberikannya

7. Konsisten Melayani Pelanggan di Semua Channel

Konsisten Melayani Pelanggan di Semua Channel

Agar menciptakan pelayanan yang konsisten dan berkesinambungan di semua channel, Anda harus menetapkan SOP dan aturan khusus, mencakup gaya bahasa dan tone of voice yang konsisten.

Selain itu informasi harga dan kebijakan sama, serta keselarasan setiap standar dan cara meresponnya.

Untuk menyatukan ini Anda membutuhkan template pelayanan dan nanti harus menyesuaikan dengan karakteristik channel atau platform (WhatsApp, media sosial, marketplace, email, dan lain sebagainya).

8. Menindaklanjuti (Follow Up) Setelah Pelayanan Diberikan

Menindaklanjuti pelanggan (follow up) setelah pelayanan diberikan itu bisa jadi sebuah kebutuhan.

Anda bisa melihat apakah mereka puas, biasa saja, atau tidak dengan pelayanan. 

Langkah follow up itu bisa mengukur apa yang masih perlu perbaikan dan yang harus dipertahankan.

Selain itu juga untuk menyusun strategi selanjutnya.

Misalnya, kami akan memberikan contoh follow up yang bisa Anda jadikan referensi:

“Halo Kak, perkenalkan kami dari [Perusahaan X[. Berdasarkan dari percakapan kita sebelumnya, kakak tertarik untuk mencoba demo aplikasi. Apakah ada kendala yang bisa kami bantu atasi?”

Follow up juga memberikan ruang untuk mengubah pelanggan yang sebelumnya kecewa jadi lebih puas.

9. Melayani Pelanggan Terbaik sebagai Culture Perusahaan atau Bisnis

Pelayanan pelanggan itu bisa juga untuk tugas bersama selain tanggung jawab customer service, mulai dari admin, sales, kurir, hingga business owner.

Kebiasaan melayani pelanggan terbaik itu harus jadi sebuah culture dan bukan hanya sebagai tugas biasa.

Jika suatu tugas sudah jadi culture, maka secara otomatis menjadi bagian keseharian (bare minimum pelayanan) semua tim di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Optimasi Layanan Pelanggan: Ini 7 Cara Melakukannya

Melayani Pelanggan dengan Baik Berkat Peran Teknologi

Teknologi memiliki peran besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan. 

Misalnya penggunaan aplikasi CRM (customer relationship management) untuk menyimpan dan mengelola data pelanggan secara terpusat dan terorganisir.

Pesan quick reply dan chatbot mempercepat respon atau memberitahukan ke pelanggan ketika berada di luar jam operasional kerja.

Aplikasi WhatsApp CRM memberikan fleksibilitas penggunaan tanpa harus kehilangan riwayat pesan. Jadi ketika menghubungi kembali hanya tinggal melanjutkan saja.

Sedangkan aplikasi analisis data pelanggan penggunaannya untuk memahami perilaku pelanggan, membaca tren dan pola data, dan bahan dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas layanan.

crm banner 1

Baca Juga: 7 Aplikasi CRM untuk Tingkatkan Kinerja Customer Service

Tips Membangun Culture Tim Melayani Pelanggan dan Indikator Keberhasilannya (Bonus)

Melayani pelanggan yang baik harus menjadi culture di perusahaan manapun jika menginginkan bisnisnya terus bertumbuh dan pelanggan jadi loyal.

Namanya culture pasti berkaitan dengan kebiasaan orang-orang (tim) yang ada di perusahaan tersebut.

Misalnya cara kerjanya sangat cepat dalam melayani pelanggan, ketepatan dan akurasi juga selalu menjadi prioritas.

Untuk menyamakan culture dan tidak ada gesekan, pastikan Anda selalu mengadakan acara team bonding (kecil-kecilan tidak masalah), agar tercipta ikatan yang lebih kompak.

Juga memberikan pelatihan rutin kepada tim agar mereka memiliki skill komunikasi dan empati baik kemudian lakukan evaluasi untuk memastikan kualitas pelayanan selalu terbaik.

Untuk tolok ukur keberhasilan melayani pelanggan itu seperti tingkat kepuasan pelanggan, feedback yang diterima (buruk atau baik), tingkat loyalitas, penurunan jumlah komplain.

Selain itu peningkatan repeat order dan rekomendasi dari pelanggan menunjukkan kalau pelayanan sudah berjalan dengan baik.

CRM ID

Baca Juga: 10 Tips Agar Bisnis Anda Fast Respon

Kesimpulan

Begitulan penjelasan menerapkan cara terbaik untuk melayani pelanggan Anda.

Melayani pelanggan itu tidak terbatas pada menjawab pertanyaan ketika ada pesan atau telepon masuk.

Lebih dari itu, untuk menyelesaikan masalah mereka dan mengelola hubungan kuat dalam jangka panjang.

Dengan menerapkan cara terbaik melayani pelanggan, Anda bisa memperoleh banyak keuntungan seperti mendapatkan pelanggan yang puas sekaligus menjadi loyal.

Penerapan strategi tersebut, membangun culture tim yang baik dan solid, serta memanfaatkan teknologi, maka akan terjadi peningkatan efisiensi workflow kerja dalam melayani pelanggan.

Menggunakan aplikasi crm.id memudahkan semua proses ini. Jadi sebaiknya Anda mencoba demo aplikasi atau bertanya pada tim kami di tautan berikut terkait detail-detail keistimewaannya. Yuk segera ambil keputusan!

Jika ingin bisnis Anda bertahan lama, jangan hanya bertanya:

“Bagaimana cara menjual produk kita ke lebih banyak pelanggan dan konsumen lainnya?”

Tapi coba ubah pertanyaannya menjadi:

“Bagaimana cara saya melayani pelanggan dengan lebih baik lagi hari ini? Cara agar saya bisa solve the problem gimana caranya ya?”

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

eight − three =