7 Customer Success Software Terbaik yang Perlu Dicoba

7 Customer Success Software Terbaik yang Perlu Dicoba

Customer success software membantu tim memantau kondisi pelanggan, mempercepat onboarding, mengenali risiko churn, dan melakukan follow up secara proaktif.

Pilihan terbaik bergantung pada model dan skalabilitas bisnis Anda.

Untuk bisnis UKM yang melayani pelanggan lewat WhatsApp memerlukan kemampuan berbeda dari perusahaan SaaS enterprise yang mengolah data penggunaan produk setiap menit.

7 pilihan software CS berikut ini perlu masuk dalam shortlist, yakni: CRM.id, HubSpot Service Hub, Gainsight, ChurnZero, Custify, Vitally, dan Planhat.

Meskipun AI sekarang sudah banyak diaplikasikan ke berbagai software customer success, tapi bukan berarti cocok untuk semua kasus penggunaan.

Nilai juga apakah software tersebut mampu menyelesaikan masalah dan kebutuhan pelanggan yang ada, mengelompokkan sesuai prioritas, dan membantu tim mengambil tindakan melalui channel yang pelanggan gunakan.

Untuk itulah di artikel CRM.id akan kami bahas lebih detailnya, sebagai bagian dari pertimbangan Anda sebelum memutuskan membeli.

Apa Itu Customer Success Software atau Customer Success Management Software?

crm banner 3

Customer success software adalah aplikasi yang mengelola siklus pelanggan setelah penjualan.

Sistem ini menggabungkan data interaksi, penggunaan produk, transaksi, survei, dan layanan pelanggan untuk menjawab 3 pertanyaan, yakni:

1. Pelanggan mana yang belum memperoleh nilai?

2. Siapa yang berisiko tidak akan menggunakan lagi?

3. Tindakan apa yang perlu tim jalankan berikutnya?

Lincoln Murphy, praktisi customer success dan pendiri Sixteen Ventures, merumuskan gagasan dasarnya seperti berikut:

“Customer Success is when your customers achieve their Desired Outcome through their interactions with your company.”

CRM biasanya menyimpan data kontak, riwayat deal, pipeline, dan aktivitas relasi.

Sedangkan customer success platform memakai data tersebut saat after sales untuk mengarahkan onboarding, penggunaan, retensi, renewal/perpanjangan langganan, dan ekspansi.

Kalau kita lihat pada kasus helpdesk, dimana tugasnya untuk menangani tiket yang masuk. Kalau customer success software berusaha melihat risiko sebelum pelanggan mengirim keluhan atau berhenti membeli.

Baca Juga: 10 Skill Wajib Customer Success Specialist untuk Naik Level

Kenapa Bisnis Anda Perlu Customer Success Software?

PwC 2025 Customer Experience Survey yang melibatkan 5.511 konsumen dan 406 eksekutif.

Menemukan bahwa 52% konsumen berhenti memakai atau membeli dari suatu brand setelah pengalaman buruk dengan produk atau layanan.

Sebanyak 29% berhenti karena customer experience yang buruk, baik secara online maupun langsung.

Pendapatan dari pelanggan lama juga layak mendapat perhatian khusus.

Customer Revenue Leadership Study 2025 melaporkan bahwa 74% team leaders menyebut mayoritas pendapatan perusahaan mereka berasal dari pelanggan yang sudah ada.

Penelitian itu juga menemukan korelasi antara penggunaan CRM, customer success platform, learning management system, serta support system dengan Net Revenue Retention yang lebih tinggi.

Korelasi belum membuktikan sebab-akibat, tetapi temuannya memberi alasan kuat untuk memperbaiki operasi pasca penjualan.

Software akan memberi tim satu daftar prioritas daripada memeriksa spreadsheet, chat, invoice, dan tiket secara terpisah.

CSM atau customer service dapat melihat pelanggan yang gagal onboarding, jarang memakai fitur utama, membuka keluhan berulang, mendekati renewal, atau berpotensi membeli paket tambahan.

Baca Juga: Customer Success: Seperti Apa Dampaknya ke Bisnis UKM

7 Customer Success Software Terbaik yang Perlu Dicoba

Untuk meringkasnya, kami telah meringkas 7 software terbaik yang perlu Anda coba pada bisnis, terutama jika skalanya masih UKM (usaha Kecil dan Menengah).

Tabel Perbandingan Customer Success Software

SoftwarePaling Cocok Untuk:KelebihanHal yang Perlu Diperiksa
CRM.idUKM Indonesia yang berfokus pada WhatsAppTeam inbox, pengelolaan agen, kontak, template, broadcast, dan integrasi WhatsApp APIBelum sedalam CSP khusus untuk product usage dan health score
HubSpot Service HubBisnis yang sudah memakai HubSpot CRMCustomer Success Workspace, health score, help desk, dan data lintas fungsiFitur CS lanjutan memerlukan paket serta seat yang sesuai
GainsightEnterprise dengan CS OpsHealth score, journey orchestration, analitik, dan digital customer successPenerapan dan tata kelola membutuhkan resources khusus
ChurnZeroB2B SaaS mid marketSinyal penggunaan, alert, renewal, playbook, dan AI agentsPastikan kesiapan integrasi data produk
CustifyB2B SaaS kecil sampai menengahHealth score fleksibel, otomasi, survei, dan onboarding vendorUji batas kustomisasi untuk proses yang kompleks
VitallyTim product-led atau hybrid-touchWorkspace modern, product adoption, otomatisasi, dan kolaborasiHarga berbasis permintaan dan perlu data penggunaan yang rapi
PlanhatKebutuhan scale up dan enterprise lintas fungsiData pelanggan, workflow, portal, kolaborasi, dan governanceCakupan luas dapat menambah kompleksitas penerapan

1. CRM.id sebagai Customer Success Software WhatsApp untuk UKM

CRM.id menawarkan WhatsApp API resmi untuk bisnis Indonesia, kotak masuk bersama, pembagian chat ke agen, pengelolaan kontak, template pesan, broadcast, dan integrasi sistem.

Model ini cocok untuk UKM yang menjalankan onboarding, edukasi, layanan, follow up, serta repeat order lewat WhatsApp.

Aplikasi WhatsApp CRM Yogyakarta (CRM.id)

Bayangkan distributor bahan baku dengan 600 pelanggan aktif.

Tim dapat memberi tag pelanggan baru, mengirim panduan penyimpanan, membagi pertanyaan teknis ke agen, lalu menjadwalkan follow up sebelum jadwal pemesanan ulang.

Riwayat chat membantu sales dan CS melanjutkan konteks tanpa meminta pelanggan mengulang cerita.

CRM.id belum menggantikan CSP (customer service platform) enterprise yang menganalisis event penggunaan produk secara mendalam.

Pilih opsi ini ketika WhatsApp menjadi pusat operasi dan kebutuhan utama Anda ialah merapikan percakapan serta tindakan tim.

Tanyakan dukungan integrasi, ekspor data, pelaporan retensi pelanggan, dan cara menghubungkan transaksi sebelum mengambil keputusan.

2. HubSpot Service Hub sebagai Aplikasi CRM Customer Service

HubSpot Service Hub cocok bagi perusahaan yang sudah punya tim marketing, sales, dan data layanan yang sudah saling terintegrasi dengan ekosistem HubSpot.

Customer Success Workspace membantu CSM (Customer Success Manager) meninjau portofolio akun, tugas, aktivitas, dan risiko dalam satu area kerja.

HubSpot menjelaskan bahwa tim dapat membuat health score dari atribut dan aktivitas perilaku.

Dokumentasinya mencatat batas sampai 50 health score serta kebutuhan Service Seat.

HubSpot juga mendukung WhatsApp melalui integrasi dan API berbasis omni-channel.

Kekuatan utamanya muncul ketika data Anda sudah berada di HubSpot. Jika belum, hitung biaya migrasi, paket, seat, dan integrasi channel.

Uji apakah tim dapat mengubah penurunan skor menjadi task, ticket, atau outreach tanpa banyak pekerjaan manual.

Baca Juga: Cara menggunakan 5 fitur WhatsApp CRM untuk Customer Service

3. Gainsight untuk CS Platform Enterprise

Gainsight Customer Success menawarkan pemantauan health score, renewal dan expansion, segmentasi, analitik, serta perjalanan pelanggan otomatis.

Journey Orchestrator dapat memicu komunikasi berdasarkan perubahan skor, penggunaan produk, survei, atau tahap lifecycle.

Platform ini cocok untuk perusahaan dengan ribuan akun, beberapa segmen layanan, dan tim CS Ops yang mampu mengelola aturan.

Gainsight juga relevan ketika perusahaan perlu menyelaraskan CSM, product, support, dan leadership melalui definisi data yang seragam.

Kedalaman itu membawa konsekuensi. Tim perlu merancang model data, pemilik aturan, hak akses, dan proses evaluasi skor.

Untuk operasi WhatsApp, minta vendor menunjukkan alur integrasi secara langsung. Jangan menganggap kemampuan multi channel otomatis berarti dukungan WhatsApp sesuai kebutuhan Anda.

4. ChurnZero sebagai Customer Retention Software B2B SaaS

Customer Success Software - ChurnZero

ChurnZero berfokus pada pengurangan churn dan pertumbuhan pelanggan.

Fitur utamanya mencakup customer health, sinyal penggunaan real time, journeys, playbook, renewal management, segmentasi, serta AI agents yang membantu tim mengenali risiko dan tindakan berikutnya.

ChurnZero cocok untuk B2B SaaS mid-market yang sudah merekam login, penggunaan fitur, tiket, kontrak, dan engagement.

Contohnya, penurunan pemakaian fitur inti selama dua minggu dapat memicu task bagi CSM, materi edukasi, atau ajakan sesi konsultasi sebelum akun mendekati renewal.

Sebelum demo, pilih tiga sinyal yang paling dekat dengan nilai pelanggan. Minta vendor membangun satu alert dan satu playbook dari data contoh.

Jika konfigurasi membutuhkan proyek panjang untuk kasus sederhana, masukkan beban itu ke penilaian Anda.

5. Custify sebagai Customer Health Score Software untuk B2B SaaS

Custify menyediakan monitoring akun, dashboard, health scoring, automasi, task, alert, laporan, NPS, dan CSAT.

Platform ini menyasar tim yang menginginkan fungsi CSP khusus tanpa beban enterprise yang terlalu besar.

Health score Custify dapat menggabungkan penggunaan produk, pertumbuhan akun, keterlambatan pembayaran, tiket, dan survei.

Fleksibilitas tersebut berguna, tetapi tim tetap perlu menguji bobotnya. Pelanggan yang sering membuka tiket mungkin sangat aktif, bukan berisiko. Makna sinyal bergantung pada produk dan tahap journey.

Custify layak masuk shortlist bagi SaaS kecil hingga menengah dengan proses onboarding dan renewal yang sudah jelas.

Saat demo, cek kedalaman integrasi, jeda sinkronisasi, histori perubahan skor, serta kemampuan menelusuri alasan di balik status merah.

6. Vitally sebagai Customer Onboarding Software untuk Product Adoption

Vitally menggabungkan customer data, workspace CSM, otomatisasi, health score, project, doc, dan insight berbasis AI.

Pilihan paketnya mengikuti model tech-touch, hybrid-touch, dan high-touch sehingga tim bisa menyesuaikan cara melayani portofolio.

Vitally cocok untuk perusahaan product-led yang ingin menghubungkan event produk dengan aktivitas CSM.

Customer Success Software - Vitally

Tim dapat memantau milestone onboarding, adopsi fitur utama, stakeholder, dan risiko dalam ruang kolaborasi yang sama.

Struktur ini memudahkan CSM mengaitkan chat dengan progres pelanggan. Nilai Vitally bergantung pada kualitas event produk dan identitas akun.

Audit data sebelum membeli. Pastikan satu pengguna, workspace, dan perusahaan tidak terpecah menjadi beberapa profil yang membuat skor keliru.

7. Planhat sebagai CSM Software untuk Kolaborasi Lintas Tim

Planhat menawarkan pengelolaan data, intelligence, workflow, kolaborasi, portal pelanggan, dan governance.

Platform ini cocok untuk bisnis yang baru berkembang atau enterprise yang ingin memakai data pelanggan di customer success, sales, service, dan fungsi komersial lain.

Portal dan success plan membantu tim serta pelanggan menyepakati tujuan, milestone, pemilik tugas, dan progres.

Pendekatan ini berguna untuk layanan B2B kompleks karena status sehat tidak hanya berasal dari login.

Kemajuan proyek dan pengakuan nilai oleh stakeholder ikut menentukan peluang untuk memperpanjang langganan.

Harga Planhat berbasis penawaran dan dapat mencakup add-on. Mintalah rincian lisensi, implementasi, integrasi, support, dan layanan profesional.

Uji pula apakah pengguna non-CS dapat melihat informasi yang mereka butuhkan tanpa menaikkan biaya secara berlebihan.

Baca Juga: 10 Customer Success Metrics yang Perlu Anda Ukur di 2026

Di Mana Customer Success Software Kalau Diaplikasikan pada Customer Journey?

Customer success software mulai memberi nilai setelah deal tercatat, lalu terus bekerja sepanjang onboarding, adoption, value realization, perpanjangan langganan, expansion, dan advocacy.

Setiap tahap memerlukan sinyal dan tindakan berbeda. Untuk perbedaannya akan tersaji pada tabel berikut ini:

StageSinyal yang Perlu Anda PantauTindakan (Action)
OnboardingKelengkapan profil, kick-off, milestone pertamaKirim panduan, buat task, tawarkan bantuan
AdoptionAktivitas fitur, transaksi, pertanyaan berulangEdukasi fitur, konsultasi, segmentasi
Value realizationHasil bisnis, waktu menuju nilai, feedbackReview hasil, success plan, dokumentasi ROI
RenewalTanggal kontrak, health score, stakeholderCek risiko, susun proposal, pelimpahan akun
ExpansionPenggunaan tinggi, kebutuhan baru, pertumbuhanRekomendasi paket, cross-sell, perkenalkan sales
AdvocacyNPS, testimoni, hasil yang konsistenMinta ulasan, referral, atau studi kasus

Pada operasi WhatsApp, bisnis dapat memakai message template interaktif untuk tindak lanjut terstruktur dan webhook untuk membaca status aktivitas.

Ikuti aturan consent, kategori template, serta kebijakan terbaru di WhatsApp Help Center.

Jangan mengirim broadcast kepada semua kontak hanya karena software mampu melakukannya.

Baca Juga: Customer Success vs Customer Experience, Apa Bedanya?

Bagaimana Memilih Customer Success Software yang Tepat?

Berikut ini beberapa cara memilih software CS yang perlu Anda pertimbangkan:

  • Pertama, tulis tiga hasil pelanggan yang ingin Anda bantu capai
  • Kedua, tentukan sinyal yang menunjukkan progres atau hambatan.
  • Ketiga, buat tindakan yang harus muncul ketika sinyal berubah. Pilih software setelah alur ini jelas.

Sebagai contoh, UKM layanan B2B dapat membuat minimum viable health score 100 poin yaitu progres hasil pelanggan 40 poin, kualitas engagement 25 poin, ketepatan transaksi atau renewal 20 poin, dan kondisi keluhan 15 poin.

Beri status hijau pada skor 75 sampai 100, kuning pada 50 sampai 74, dan merah di bawah 50. Uji bobot dengan data churn dan repeat order selama beberapa bulan.

Skor tersebut merupakan hipotesis operasional. Jangan menghukum pelanggan yang jarang chat jika mereka tetap memperoleh hasil.

Baca Juga: Contoh CRM Platform yang Banyak Digunakan Bisnis UKM

Bagaimana Menjalankan Uji Coba Gratis Customer Success Software Selama 14 Hari?

Aplikasi CRM

Pilih 20 sampai 50 akun yang mewakili pelanggan sehat, berisiko, baru, dan mendekati renewal.

Masukkan data-data seperti tujuan, tahap journey, interaksi terakhir, transaksi, keluhan, penggunaan produk bila ada, serta pemilik akun.

Hindari memindahkan seluruh database sebelum konsepnya terbukti.

Pada minggu pertama, bangun satu health score, satu dashboard, dan dua playbook.

Gunakan playbook onboarding terlambat serta risiko churn. Pada minggu kedua, jalankan alur nyata melalui email atau WhatsApp.

Ukur waktu menemukan akun berisiko, waktu dari sinyal ke tindakan, jumlah follow up yang selesai, serta tanggapan pelanggan.

Tetapkan syarat lulus sebelum uji coba Anda dimulai. Contohnya, platform harus menarik 90% data sampel dengan benar, memangkas waktu pencarian akun berisiko setidaknya 30%.

Menjelaskan alasan tiap skor, dan membuat agen menuntaskan 80% task tanpa spreadsheet tambahan.

Angka ini merupakan target internal, bukan benchmark industri. Lanjutkan pembelian hanya jika hasil pilot menutup biaya serta beban penerapannya.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Customer Success vs Customer Service

Kesimpulan

Customer success software terbaik yaitu sistem yang paling cepat menghubungkan sinyal pelanggan dengan tindakan yang membantu mereka memperoleh hasil.

Software CRM seperti CRM.id layak bagi UKM Indonesia yang memusatkan layanan di WhatsApp dan bisnis UKM yang jumlah pesan dari pelanggan tidak menentu per harinya.

HubSpot untuk Anda yang fokus pada penggunaan integrasi ekosistem bagi pengguna CRM-nya. Gainsight, ChurnZero, Custify, Vitally, dan Planhat melayani tingkat pengelolaan data serta kompleksitas CS yang berbeda.

Anda bisa memulai dari satu masalah, seperti onboarding lambat atau repeat order yang menurun.

Susun sinyal, tindakan, pemilik, dan ukuran keberhasilan. Setelah itu, coba dua atau tiga platform memakai data yang sama.

Jika WhatsApp menjadi channel utama bisnis Anda, jadwalkan demo CRM.id dan minta tim memperagakan satu alur customer success dari pesan masuk sampai follow up.

Anda juga bisa menghubungi kontak tim CRM.id melalui nomor WhatsApp berikut.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

19 + sixteen =