Strategi Meta Ads untuk UMKM dan Bedanya dengan FB Ads

Strategi Meta Ads untuk UMKM dan Bedanya dengan FB Ads

Strategi Meta Ads seperti apa yang cocok untuk UMKM? Apa bedanya dengan FB (Facebook) Ads?

Semenjak pergeseran dari Facebook menjadi Meta sebagai induk perusahaan, semua aktivitas periklanan di platform tersebut juga berubah, termasuk dari Facebook Ads menjadi Meta Ads.

Facebook Ads saat ini sudah jadi bagian dari Meta Ads, bersama Instagram dan WhatsApp Ads.

Beberapa hanya saja ruang lingkupnya saja yang berubah improvement di fitur-fitur tertentu.

Untuk itu perlu tahu perbedaan konsep, fitur, dan strategi antara Meta Ads dan Facebook Ads lama.

Di artikel CRM.id ini akan membahas strategi Meta Ads, bagaimana mengkombinasikan 3 channel ads (Facebook, Instagram, dan WhatsApp).

Di sisi lain juga membahas tips menggunakan untuk UMKM dan peranan WhatsApp CRM yang memaksimalkan lead atau prospek dari Meta Ads.

Peran Strategi Meta Ads di UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)

Peran Strategi Meta Ads di UMKM

Meta Ads adalah sistem di Meta Platforms Inc. yang memfasilitasi advertiser (pengiklan) menayangkan iklan di berbagai ekosistem platformnya.

Beberapa platform tersebut seperti Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp.

Sebelum Oktober 2021, pengiklan lebih familiar melakukan campaign iklan di Facebook Ads.

Setelah Facebook melakukan rebranding tanggal 28 Oktober 2021 menjadi Meta, pendekatan iklannya juga berubah.

Misalnya:

  • Iklan tidak lagi berfokus pada Facebook, Anda bisa launching iklan ke berbagai platformnya seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
  • Mengintegrasikan semua manajemen periklanan lintas platform jadi satu sistem periklanan terpusat (Meta Business/Ads Manager).
  • Jangkauan iklan lebih luas sekaligus punya penargetan yang spesifik, berdasarkan data-data dan perilaku pengguna.
  • Adanya perpaduan data analitik iklan, pixel, dan konversinya juga terpusat.

Semua iklan di platform tersebut dikelola di satu dashboard Meta Ads Manager.

Artinya, satu campaign bisa muncul di beberapa platform sekaligus hanya dengan dilaunch dari Meta Ads.

Baca Juga: Cara Menggunakan Facebook Ads dan Panduan untuk UMKM

Strategi Meta Ads yang Perlu Anda Coba

Strategi Meta Ads

Untuk menjalankan strategi Meta Ads, kita bisa menggunakan pendekatan strategi di berbagai platformnya.

Misal strategi menggunakan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Ads.

Penyusunannya dibagi menjadi beberapa tahap, seperti pra-campaign, pembuatan campaign dan campaign, serta pasca-campaign.

Strategi Meta Ads 1: Pra-Campaign (Syarat-syarat dan Persiapan Sebelum Membuat Iklan)

Di tahapan pra-campaign, ada beberapa persyaratan yang perlu Anda penuhi.

Syarat-syaratnya:

1.1. Memiliki Akun Meta (Facebook, Instagram, dan WhatsApp)

Facebook

Untuk Facebook, Anda harus memiliki 2 akun, yaitu akun Facebook personal dan  page.

Untuk menjalankan Meta Ads Anda, akun Facebook personal berfungsi sebagai admin untuk mengelola Facebook Page.

Sedangkan Facebook Page untuk kebutuhan bisnis dan sebagai brand identity dibandingkan menggunakan akun personal (terlihat lebih profesional).

Instagram

Untuk memfasilitasi kebutuhan bisnis, Instagram menggunakan akun Instagram business atau kreator.

Jika sebelumnya sudah memiliki akun Instagram personal, ubah terlebih dahulu ke tipe business dan sambungkan ke Meta Business Manager.

Atau mendaftar akun baru sesuai brand yg mau dibangun.

WhatsApp

Sebaiknya Anda gunakan adalah WA Business. WhatsApp Business memiliki keunggulan daripada WhatsApp biasa.

Seperti adanya profil bisnis/description lengkap, jam operasional, alamat kantor, quick reply, katalog produk, dan menyediakan opsi iklan.

Untuk optimasi awal ketiga platform tersebut, coba lakukan beberapa checklist berikut:

  • Menggunakan nama brand konsisten di ketiga channel, jika nama brand Anda “MAKAN – Makaroni Teman” maka nama ketiganya juga harus mengandung keyword tersebut.
  • Begitu pula dengan foto profil atau sampul. Melengkapi foto profil dan foto sampul menumbuhkan kepercayaan awal audiens pada brand Anda.
  • Ada bio atau description brand, seperti overview tentang perusahaan, lokasi, jam operasional, tautan ke website, kontak WhatsApp, dan beberapa daftar produk (katalog).
  • Cantumkan link website dan kontak WhatsApp agar mudah menghubungi lebih lanjut.
  • Buat konten (berformat feed, story, carousel, atau reels) untuk membangun kepercayaan. Bisa dengan pengenalan brand atau penjelasan produk.

1.2. Akun Meta Business Manager

Strategi Meta Ads: Akun Meta Business Manager

Meta Business Manager mengelola semua aktivitas iklan di Facebook, Instagram, dan WhatsApp, salah satunya adalah Ads Manager.

Setelah punya 3 akun tersebut, selanjutnya bisa Anda satukan di Meta Business Manager sebagai platform integratornya.

Penggunaan Meta Business Manager lebih komplit karena menggunakan Pixel sebagai tools tracking.

Sehingga memudahkan advertiser mengelola data-data dari ketiga platform itu.

1.3. Memilih Metode Pembayaran yang Disediakan Meta Ads

Meta Ads membutuhkan metode pembayaran iklan seperti: kartu debit berlogo Visa/Mastercard, kartu kredit, dan virtual card lainnya.

Jadi Anda harus mengintegrasikan kartu kredit Anda ke akun Meta Business Manager dan pastikan punya cukup saldo.

Integrasi dan saldo berpengaruh pada alokasi biaya dan waktu tayang iklan di Facebook, Instagram, dan Ads.

1.4. Mematuhi Kebijakan Iklan Meta

Syarat berikutnya adalah mematuhi kebijakan advertising Meta yang terbilang ketat.

Konten iklan tidak boleh mengandung klaim berlebihan, tidak menyinggung isu sensitif (SARA), hate speech, dan harus sesuai dengan kategori/niche produk.

Tujuan kepatuhan ini untuk menciptakan komunitas yang lebih ramah dan peningkatan user experience audiens.

Baca Juga: Pengertian Marketing Campaign, Contoh & Cara Mengukur

Strategi Meta Ads 2: Pembuatan Ads Campaign (Isi Konten dan Setup Campaign)

Berikut ini best practice pembuatan Meta Ads untuk pemilik bisnis UMKM:

2.1. Tentukan Tujuan Campaign Ads dan Target Audiens

Pertama-tama Anda harus menentukan goal iklan dan target audiens dari masing-masing platform, dan lakukan beberapa penyesuaian.

Untuk UMKM, beberapa tujuan dari campaign di FB, IG, dan WA Ads itu meningkatkan eksposur ke brand (brand awareness).

Tujuan lainnya untuk engagement, lead, atau closing yang mengarahkan ke chat WhatsApp.

Misalnya bisnis UMKM Anda adalah makanan dan daging, maka targetnya adalah pecinta daging atau sedang butuh daging.

Menentukan target audiens sesuai minat, kebutuhan, dan permasalahannya memperbesar potensi closingan.

2.2. Mengatur Skema Budget dan Jadwal Tayang Iklan

Keunggulan menggunakan Meta Ads adalah karena setiap platform itu punya pengelolaan budget iklan di Ads Manager.

Sehingga memberikan Anda opsi mengatur biaya iklan sendiri, seperti pengaturan budget harian atau total budget selama iklan berjalan.

2.3. Pembuatan Isi Konten Iklan Menarik

Agar iklan tidak di diabaikan begitu saja oleh audiens, konten harus menarik dan menyelesaikan masalah.

Nah untuk memancing ketertarikan penyajian konten iklan menggunakan kombinasi visual (gambar atau video) dan copywriting yang tepat.

Copywritingnya sebaiknya singkat, menarik, padat, dan ada CTA ke chat WhatsApp.

2.4. Menghubungkan Iklan ke Website atau Chat WhatsApp

Tujuan mengarahkan ke chat WhatsApp adalah mempercepat sales cycle sampai ke closingan.

Orang yang mau membeli seringkali bertanya lebih dulu terkait detail produk melalui chat. Untuk itu di image ads, coba tautkan ke nomor WhatsApp Anda.

Baca Juga: klan Penawaran: Ini Cara Membuat dan Contohnya

Strategi Meta Ads 3: Pasca Campaign Iklan (Optimasi dan Pengukuran Kinerja)

Strategi Meta Ads: Pasca Campaign Iklan (Optimasi dan Pengukuran Kinerja)

Setelah campaign di platform Meta Ads sudah berjalan, Anda perlu mengukur performa dari ads tersebut.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, baik yang menggunakan Meta Ads Manager atau A/B testing, hingga menggunakan aplikasi pendukung.

Oke kita bahas satu per satu.

3.1. A/B Testing

Menguji coba 2 variasi ads (foto, copywriting, CTA) untuk melihat mana yang punya impact dan sesuai preferensi audiens.

3.2. Monitoring dan Analisis Data

Meta Ads Manager atau Meta Business sudah menyediakan fitur analisis data canggih. Anda bisa mengecek performa iklan dan analisis.

3.3. Retargeting

Dari hasil analisis, coba retargeting audience atau calon pembeli yang sudah pernah berinteraksi/tertarik tapi belum mau membeli.

3.4. Manfaatkan Advantage+ Shopping/Sales Campaigns

Jika bisnis UMKM Anda lebih banyak bergerak di sektor shopping atau sales, solusi dari Meta ini sangat membantu memaksimalkan ads campaign.

Gunanya untuk otomatisasi targeting dan penempatan iklan. Otomatisasi ini dapat mengurangi waktu setup dan peningkatan efisiensi waktu.

3.5. Menggunakan Aplikasi WhatsApp CRM (CRM.id)

Penggunaan WhatsApp CRM itu memang tidak langsung berhubungan dengan Meta Ads, tapi sebagai support system.

Menggunakan aplikasi WhatsApp CRM berfungsi mengelola data dan komunikasi pelanggan.

Misalnya Anda membuat CTA di banner ads Meta Ads (Facebook, Instagram, dan Meta Ads) lalu diarahkan ke chat WhatsApp, maka potensi chat masuk kan ada.

Jika performa iklan bagus, jangkauan audiens juga luas, peluang dapat ada yg chat juga besar.

Data-data kontak yang berasal dari banyak sumber itu jadi lebih rapi dalam satu channel terpusat.

Mulai dari pengolahan data, manajemen meeting, kontrol kualitas.

Terus kalau pakai WhatsApp CRM, seperti CRM.id memberikan kemudahan banyak admin (unlimited) menggunakan satu nomor sama.

Balasan bisa lebih cepat tidak peduli berapa pesan yg masuk.

Jika ingin mencobanya, Anda bisa bisa klik gambar dibawah ini.

crm banner 1

Baca Juga: WhatsApp CRM: Pengertian, Keuntungan, dan Fitur Kunci

Apa Bedanya Strategi Meta Ads dengan Facebook Ads?

Penjelasan sebelumnya sudah kita ketahui beberapa perbedaannya. Nah bagian ini akan membahas bedanya Meta Ads dengan Facebook Ads secara detail.

1. Dari Segi Konsep dan Ekosistem

Facebook Ads:

  • Fokus utama dan penekanannya pada Facebook, meskipun dijalankannya melalui Meta Ads
  • Bagian dari ekosistem Meta

Meta Ads:

  • Platform induk dari Facebook Ads
  • Pusat analisis data-data iklan di Facebook, Instagram, dan WhatsApp

2. Perbedaan dari Segi Ads Placement (Penempatan Iklan)

Pada Facebook Ads, banyak advertiser menempatkan iklan secara manual.

Sedangkan Di Meta Ads, advertiser bisa menggunakan:

  • Advantage+ Sales/Shopping Campaign placements untuk mengotomasi proses campaign ads dan efisiensi waktu.
  • Penempatan iklan muncul otomatis di Feed, Story, Reels, dan Explore Instagram, Facebook, dan Story/Channel WhatsApp.
  • Algoritma AI dari Meta memilih placement iklan dengan biaya termurah dan potensi konversi tinggi. Menguntungkan bukan bagi pelaku UMKM dengan budget terbatas.

3. Dari Sisi Targeting

Facebook Ads bisa menargetkan interest sangat spesifik dan mudah dihack/diakali untuk mempercepat scaling.

Tapi kalau di Meta Ads, interest lebih luas, lookalike dan custom audience juga punya porsi besar dan mendapat prioritas. Data interaksi seperti chat, klik, video view juga mendapatkan tempat.

Ditambah lagi Meta fokusnya sekarang mengaplikasikan riset-riset AI ke semua ekosistemnya, termasuk Meta Ads Manager.

Proses targeting jauh lebih relevan daripada sebelumnya saat masih Facebook Ads.

CRM.id

Baca Juga: Cara Melakukan Retargeting Melalui CRM, WA, dan FB

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang strategi Meta Ads dan perbedaannya dengan Facebook Ads.

Dari penjelasan tersebut, bisa kita ketahui kalau Meta Ads adalah perubahan dari Facebook Ads.

Dimana Meta menjadi payung utama dan Facebook Ads, Instagram, dan WhatsApp sebagai bagiannya.

Strategi Meta Ads yang perlu Anda coba ke bisnis UMKM, terbagi menjadi 3 flow dan 1 sebagai support system.

Tahap pertama pra-campaign iklan (syarat dan persiapan), tahap 2 mengeksekusi campaign (isi konten dan setup), tahap 3 evaluasi dan monitoring hasil campaign.

Sedangkan support systemnya adalah menggunakan aplikasi WhatsApp CRM.id.

Dengan menggunakan Aplikasi WhatsApp API CRM.id, Anda bisa melakukan pengelolaan kontak dan komunikasi pelanggan yang lebih rapi hasil dari Meta Ads campaign.

Yuk segera demo aplikasi di tautan berikut atau Anda bisa langsung menghubungi kontak WhatsApp kami.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

9 + 9 =