Pengertian Marketing Campaign, Contoh & Cara Mengukur

Pengertian Marketing Campaign, Contoh, & Cara Mengukur

Seperti apa itu pengertian marketing campaign, contoh dan cara mengukur tingkat keberhasilannya?

Untuk menjangkau audiens tepat sasaran dan punya tingkat keberhasilan tinggi, bisnis atau perusahaan Anda perlu menjalankan aktivitas campaign terstruktur dan memiliki goals jelas.

Untuk itu Anda perlu menerapkan marketing campaign atau kampanye marketing

Kampanye marketing adalah serangkaian strategi yang dirancang untuk mencapai marketing dan business goals dalam periode waktu tertentu.

Jadi Anda harus mengetahui bagaimana cara memanfaatkan strategi ini, cara mengukur, dan contoh-contoh penerapannya di industri tertentu.

Artikel CRM.ID ini akan membahas semua hal itu.

Jadi cocok untuk business owner, marketer, sales, sampai CRM specialist dan customer service atau support.

Pengertian Marketing Campaign

Pengertian Marketing Campaign

Marketing campaign adalah serangkaian aktivitas marketing dan dijalankan dalam waktu tertentu untuk mencapai tujuan marketing dan bisnis.

Contoh goalsnya adalah meningkatkan brand awareness, menghasilkan leads, mengubah menjadi transaksi penjualan, atau menjaga customer retention.

Marketing campaign berfokus pada satu pesan (core message) melalui berbagai channel, baik online (media digital) atau offline (media konvensional dan event).

Perbedaan Marketing Campaign dan Aktivitas Marketing pada Umumnya

Aktivitas marketing campaign punya perbedaan dengan aktivitas marketing pada umumnya.

Perbedaan ini mencakup aspek tujuan, durasi/periode, fokus, dan waktu evaluasi.

AspekMarketing CampaignAktivitas Marketing Harian
TujuanSpesifik untuk satu tujuanLebih general dan berkelanjutan
DurasiSesuai kebutuhan atau ada momentum atau tren apa (mingguan/bulanan)Berjalan secara terus-menerus
FokusPenyampaian satu core messageMessage bisa berbeda-beda dari waktu ke waktu
EvaluasiDiukur dengan KPI khusus untuk campaignPengukurannya menggunakan KPI marketing secara general berdasarkan channel-nya
Contoh PenerapanCampaign di momen tahun baru melalui iklan 2 minggu sebelum tahun baru sampai 3-5 hari setelah tahun baruPosting konten secara berkala, mengirimkan email newsletter, dan pesan broadcast promosi di WhatsApp

Alasan Pentingnya Marketing Campaign

Ada beberapa alasannya:

  1. Membantu fokus pada tujuan tertentu (misalnya campaign terkait “Tahun Baru, Semangat Baru”)
  2. Mengoptimalkan atau mengurangi penggunaan budget marketing
  3. Memperbesar peluang tingkat keterjangkauan message ke audiens lebih luas
  4. Membentuk brand message yang konsisten di persepsi audiens
  5. Membantu pencapaian target bisnis

Baca Juga: 14 Contoh Strategi Pemasaran dan Penjelasan Lengkapnya

Tujuan dari Aktivitas Marketing Campaign

Tujuan dari Aktivitas Marketing Campaign

Setiap campaign harus memiliki tujuan yang jelas. Nah untuk itu ada beberapa tujuan dari aktivitas ini, kategorisasinya sebagai berikut:

1. Brand Awareness

Campaign yang bertujuan untuk brand awareness biasanya berfokus pada reach, impression, click, traffic dan eksposur brand ke audiens yang lebih luas.

Contoh penentuan campaign goals:

  • Meningkatkan brand awareness sebesar 25% dalam waktu 3 bulan (1 kuartal).
  • Menjangkau 500 ribu pengguna media sosial.
  • Mendapatkan klik sebanyak 5000 klik dari search engine marketing (ads).

2. Lead Generation

Tujuan campaign ini untuk mengumpulkan data calon pelanggan (leads), seperti email, nomor telepon, atau akun media sosial mereka.

Contoh penentuan campaign goals:

  • Mendapatkan 500 leads baru dari campaign SEM, sosmed ads, dan video ads.
  • Meningkatkan conversion rate dari landing page, website, atau artikel blog.

3. Conversion

Campaign ini berfokus agar adanya transaksi pembelian.

Jadi harus menggunakan tujuan dan strategi campaign transaksional atau menarik minat leads atau audiens untuk membeli.

Contoh penentuan campaign goals-nya:

  • Meningkatkan konversi / penjualan produk XYZ sebesar 25%.
  • Mengurangi cart abandonment atau tidak ada tindak lanjut setelah masuk keranjang belanja atau wishlist.

4. Customer Retention

Campaign ini memang bertujuan untuk menjaga pelanggan agar tidak churn atau berhenti berlangganan/membeli produk Anda.

Ketika menjaga customer retention, prosesnya juga membentuk pelanggan menjadi loyal.

Contoh penentuan campaign goals-nya:

  • Meningkatkan repeat order dan memperpanjang langganan (khusus perusahaan SaaS).
  • Mengurangi churn rate dan beralih pada kompetitor.

5. Customer Loyalty dan Advocacy

Bertujuan semakin meningkatkan interaksi pelanggan dengan brand dan menjadikan sebagai loyal customer sampai advocacy.

Contoh penentuan campaign goals:

  • Mengubah pelanggan menjadi loyal customer sebesar 10% month-over-month (MoM).
  • Peningkatan customer advocacy dengan merekomendasikan ke temannya sebesar 5% dari total loyal customer.

Baca Juga: Marketing Funnel: Pengertian, Tahapan, dan Strateginya

Jenis-jenis Marketing Campaign

Jenis-jenis Marketing Campaign

Marketing campaign bisa dikelompokkan berdasarkan objective, channel, dan pendekatan strateginya.

Jadi berikut ini jenis-jenisnya:

1. Brand Campaign

Brand campaign berfokus pada membangun citra, nilai, dan persepsi merek (brand perception) konsumen.

Ciri-cirinya: lebih fokus pada penyampaian pesan (message) dan pengenalan brand, tidak berfokus pada penjualan.

Selain itu menggunakan narasi (storytelling) dalam men-deliver pesan, dan menciptakan keterikatan emosional dengan brand value.

Contohnya, ada perusahaan PT Kledo Berhati Nyaman sedang melakukan brand campaign dengan menyampaikan pesan menjunjung tinggi corporate social responsibility (CSR).

Maka hashtag yang bisa digunakan #UMKMnaikkelas atau ada perusahaan logistik akan melakukan rebranding, maka tagline campaign-nya #menjangkaupelosok.

2. Campaign Sebelum atau Saat Launching Product

Penggunaan jenis kampanye ini saat akan atau saat launching produk atau layanan baru.

Ada beberapa hal yang harus jadi perhatian di campaign ini, yaitu pengemasannya dalam bentuk teaser untuk memancing rasa penasaran.

Juga perlu ada edukasi produk dan beberapa fiturnya, dan menggunakan penawaran early access, pre-order, dsb.

3. Digital Marketing Campaign atau Digital Campaign

Untuk jenis ini menggunakan channel digital marketing seperti:

  • Media sosial
  • Email marketing
  • Search engine marketing (SEM)
  • Content marketing
  • Dll

Kelebihan digital campaign adalah lebih terukur dan mudah saat monitoring karena ada data analytics, targeting, dan elemen-elemen persona.

4. Campaign yang Mengandung Unsur Promosi

Jenis campaign ini berfokus pada promosi harga atau penawaran tertentu.

Misalnya seperti diskon di musim tertentu (lebaran), flash sale, bundling produk dengan cross selling atau up selling.

5. Integrated Marketing Campaign

Untuk bisa menjangkau audiens di berbagai channel, baik online atau offline maka perlu menggunakan campaign strategy secara terintegrasi.

Misalnya Anda akan campaign promo besar-besaran di hari lebaran, maka bisa menyebarkan campaign iklan TV, media sosial, email newsletter, broadcast pesan melalui WhatsApp di CRM, search engine ads, billboard, event, dan sebagainya.

Tapi integrated marketing ini lebih cocok untuk perusahaan yang levelnya sudah enterprise, perusahan skala besar, atau perusahaan yang revenue growth-nya sudah sangat besar.

Baca Juga: Marketing Plan: Jenis, Cara Membuat, dan Contohnya

Komponen Marketing Campaign

Komponen Marketing Campaign

Agar marketing campaign terlaksana dengan baik dan jelas implementasinya, maka Anda harus menyusun campaign planning yang baik.

campaign planning yang baik itu harus memperhatikan beberapa komponen-komponen berikut:

1. Objective dan KPI Jelas

Campaign harus ada tujuan (objective) dan KPI yang spesifik dan bisa diukur.

Secara umum penentuannya bisa menggunakan konsep SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound).

Kita berikan contoh penentuan objective-nya, yaitu: “meningkatkan traffic kunjungan ke website sebesar 20% dari campaign ads dalam waktu 1 bulan.”

2. Menentukan Target Audience yang Spesifik

Penentuan target audience bisa menggunakan segmentasi audiens berdasarkan demografi, psikografi, dan perilakunya.

Segmentasi yang lebih spesifik mempermudah men-deliver pesan dan lebih tepat sasaran. Maka potensi mendapatkan leads atau pelanggan jauh lebih tinggi.

3. Penyusunan Strategi Campaign

Agar goals dan target audiens bisa terlaksana dengan baik implementasinya, maka Anda perlu menyusun strategi.

Penyusunan strategi mengacu pada break down (penjabaran) dari goals yang sudah ada sebelumnya.

4. Pesan yang Mau Disampaikan (Key Message)

Setelah penentuan tujuan dan target audience, penyusunan pesan campaign jadi lebih mudah dengan menyesuaikan pada ketentuan berikut.

Yaitu relevan dengan audiens, harus berkesinambungan di semua channel dan pesannya harus mudah dipahami.

5. Marketing Channel

Pemilihan channel untuk menyesuaikan dengan karakteristik dari bisnis atau customer base-nya, misalnya:

Kalau untuk sektor B2B cocok menggunakan email, LinkedIn, webinar

Tapi kalau untuk sektor B2C lebih cocok menggunakan Instagram, TikTok, marketplace.

6. Budget (Anggaran) dan Timeline

Karena campaign berbasis waktu, maka prinsipnya sama dengan project management.

Campaign harus punya alokasi budget (berapa banyak pengeluaran biaya) dan timeline (harus selesai dalam periode waktu berapa lama).

7. Penggunaan Tools

Peran tools itu lebih ke eksekusi tugas-tugas marketing campaign lebih cepat, efisien, dan pengurangan pekerjaan berulang.

Ada beberapa tools yang bisa Anda manfaatkan untuk menjalankan campaign, baik yang berbasis pesan, postingan konten, atau analisis data:

  • CRM tools (seperti crm.id) untuk kemudahan campaign via broadcast message massal ke kontak pelanggan.
  • Marketing automation untuk menyederhanakan pipeline dan mengurangi pekerjaan repetitif.
  • Penggunaan analytics tools untuk memantau efektivitas campaign.
CRM ID

Baca Juga: Aspek Pemasaran: Ini Tujuan dan Komponennya

Contoh Marketing Campaign di Berbagai Industri

Contoh 1: Campaign Brand Awareness Bisnis UMKM (Sektor Kuliner)

Objective:

  • Meningkatkan brand awareness untuk area lokal (lokasi bisnis UMKM tersebut) sebesar 50% dari keseluruhan area dalam waktu satu bulan.

Target Audience:

  • Untuk semua usia, pelajar/mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga, dan sebagainya
  • Penikmat kuliner
  • Orang-orang yang butuh makanan, minuman, dan kuliner lainnya tanpa harus repot memasak sendiri

Strategi:

  • Menggunakan media sosial yang punya algoritma dan tingkat keterjangkauan tinggi seperti Instagram dan TikTok.
  • Menggunakan SEO lokal di Google Business Profile untuk mempermudah pencarian lokasi terdekat.
  • Promo diskon khusus atau gratis minuman untuk sekian orang pertama (15 orang pertama) atau di hari-hari tertentu.

KPI:

  • Reach
  • Engagement
  • Follower growth
  • ROAS (return on ads spend)

Key Message:

  • Menyediakan beragam kuliner terbaik untuk orang yang tidak perlu repot memasak sendiri.

Marketing Channel:

  • Konten Instagram seperti Feeds, Reels, dan Stories
  • Konten TikTok dan live streaming
  • Menggunakan salah satu konten Instagram dan TikTok untuk ads
  • Google Business Profile

Budgeting dan Timeline:

  • Budget untuk Instagram dan TikTok ads misalnya Rp 500.000 – Rp 1.000.000
  • Periode waktunya setidaknya 1 bulan

Tools:

  • Menggunakan CRM, analitik data, dan manajemen media sosial

Contoh 2: Campaign Lead Generation Perusahaan SaaS (Software as a Service)

Objective:

  • Mendapatkan leads berkualitas sebanyak 100 dalam waktu 2 bulan

Target Audience:

  • Perusahaan B2B
  • Pengambil keputusan seperti manajer, team lead, top management (C-level), dan business owner

Strategi:

  • Menggunakan ebook, template, atau artikel thought leadership
  • Pembuatan landing page yang mudah saat navigasi
  • Content marketing untuk memperkuat topical authority
  • Form di website sederhana dan punya flow jelas agar target audiens mau mengisi form demo
  • Menggunakan CTA email, demo produk, atau WhatsApp via CRM untuk mendapatkan data kontak audiens (leads)

KPI:

  • Jumlah leads
  • Conversion rate
  • Cost per lead (CPL)
  • Fast response saat follow up di aplikasi CRM
  • Aplikasi CRM untuk mempermudah pengelolaan data pelanggan

Key Message:

  • Segera demo aplikasi dan uji coba gratis bersama tim kami di tautan berikut untuk mencoba manfaat fiturnya.

Marketing Channel:

  • Content marketing
  • Landing page dan website
  • Google Ads dan arahkan ke landing page atau website
  • Event

Budgeting dan Timeline:

  • Budget untuk cost per leads misalnya Rp 100.000 per leads dengan budget total Rp 10.000.000.
  • Periode waktunya setidaknya 1 bulan.

Tools:

  • Website
  • Google Search Console
  • Keyword Planner
  • Menggunakan CRM untuk follow up dan pengelolaan komunikasi pelanggan

Baca Juga: Definisi Operational Excellence dan Penerapan di Industri

Cara Mengukur Keberhasilan Marketing Campaign

Cara Mengukur Keberhasilan Marketing Campaign

Ada beberapa cara mengukur keberhasilannya:

1. Menentukan KPI yang Relevan

Setiap campaign memiliki KPI yang berbeda, tergantung tujuan:

KPI brand awareness: reach, impression, followers growth, click, share of voice, engagement rate, CTR.

Lead generation: jumlah leads, CPL, marketing qualified leads, customer acquisition cost.

KPI conversion: conversion rate, revenue, dll

Customer retention: churn rate, CLV (customer lifetime value), dan retention rate

2. Menggunakan Marketing Analytics

Untuk mempermudah dan efisiensi pengukuran dan monitoring, sebaiknya menggunakan tools berikut ini:

  • Google Analytics dan Google Keyword Planner
  • Social media management
  • Ads Platform
  • Aplikasi CRM (customer relationship management)

3. Mengukur ROI Marketing Campaign

Rumus untuk mengukur ROI marketing campaign sebagai berikut:

ROI = (Pendapatan – Biaya Campaign) ÷ Biaya Campaign x 100%

Perhitungan ROI membantu Anda untuk melihat apakah campaign-nya perlu lanjut, perlu optimalisasi, atau dihentikan.

4. Menganalisis Funnel Marketing

Untuk mempermudah analisis lebih detail, Anda bisa menggunakannya di setiap funnelnya seperti awareness, consideration, conversion, dan retention.

Jika Anda menemukan bottleneck di salah satu tahapnya itu artinya harus ada perbaikan strategi.

Perbaikan strategi jadi lebih mudah karena Anda perlu menyesuaikan karakteristik strategi di setiap funnelnya itu.

Pendekatan strategi di tahap awareness tentu berbeda dengan tahap retention.

5. Menggunakan Evaluasi Secara Kualitatif

Selain analisis data-data kuantitatif, Anda perlu juga menggunakan data kualitatif.

Kenapa hal ini harus Anda lakukan?

Data kualitatif itu untuk memperjelas atau menggali alasan semua keputusan dan perilaku audiens.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti:

  • Feedback pelanggan
  • Komentar di media sosial
  • Tingkat kecepatan response customer service

Baca Juga: Strategi Data Driven Marketing dan Cara Mengukurnya

Peran CRM di Aktivitas Marketing Campaign

Jika Anda bertanya, lalu apa peran aplikasi CRM di marketing campaign?

Seperti yang Anda ketahui, fungsi CRM itu untuk mempermudah pengelolaan data pelanggan dan komunikasi.

Untuk itu ada beberapa peran CRM di marketing campaign:

  • Segmentasi audiens berdasarkan tag atau labelling menggunakan data kontak.
  • Dari segmentasi audiens, pesan campaign (broadcast message) untuk menawarkan produk baru atau sejenis.
  • Memudahkan proses follow up leads dan pelanggan.
  • Menetapkan standar quality assurance seperti kecepatan respon.
  • Kemudahan pemantauan dan integrasi data marketing dan sales.
crm banner 3

Baca Juga: Aplikasi CRM Real Estate: 8 Rekomendasi Terbaiknya

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang marketing campaign, contoh, dan cara mengukurnya.

Anda bisa menggunakannya untuk memperbesar peluang brand awareness, mendapatkan leads, mengubah menjadi customer, hingga menjadikan pelanggan setia.

Jika Anda melakukan perencanaan yang tepat, pemilihan channel yang tepat, serta pengukuran data kuantitatif dan kualitatif secara akurat, marketing campaign bisa memberikan impact pada business growth dan pemborosan anggaran.

Contoh penerapannya di beberapa industri sudah kami sampaikan juga dengan berbagai skenario dan memasukkan komponen-komponen penyusunnya

Penggunaan berbagai tools seperti aplikasi CRM juga bisa membantu proses campaign.

Aplikasi seperti crm.id memberikan semua kemudahan ini, karena terdapat fitur-fitur manajemen kontak pelanggan.

Terus fitur lainnya adalah broadcast pesan massal tanpa takut terblokir, fitur label dan tagging untuk segmentasi audiens dan pesan.

Anda juga akan mendapatkan fitur-fitur pada WhatsApp Business jika sudah melakukan mengikuti prosedur dari Meta Business.

Untuk menggunakan crm.id dan panduan integrasinya, Anda bisa menghubungi tim kami di kontak berikut untuk daftar, demo aplikasi, dan jika ada pertanyaan lainnya.

Yuk tunhggu apa lagi, segera lakukan uji coba aplikasi crm.id dan jadikan proses marketing campaign sebagai experience terbaik.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

eighteen − nine =