Cara Memasarkan Produk Baru di WhatsApp

Cara Memasarkan Produk Baru di WhatsApp

Selain sebagai aplikasi chatting pribadi, WhatsApp sudah sangat bisa untuk memasarkan produk baru.

Tapi memasarkan produk baru di WhatsApp itu tidak selalu berjalan mudah dan tidak bisa dicapai secara sembarangan.

Anda memerlukan perencanaan matang, pemahaman perilaku konsumen, pengelolaan database pelanggan yang rapi, sertai komunikasi yang baik.

Lalu bagaimana cara memasarkan produk baru di WhatsApp yang terencana?

Artikel crm.id ini mengulas cara memasarkan produk baru di WhatsApp, mulai dari persiapan, strategi konten, teknik komunikasi, sampai pengukuran performa.

Jadi cocok untuk business owner, admin, customer service dengan bisnis skala UMKM sampai enterprise.

Alasan WhatsApp Cocok untuk Memasarkan Produk Baru

Ada beberapa alasan kenapa WhatsApp cocok untuk memasarkan produk baru, misalnya:

crm banner 3

Tingkat Open Rate yang Sangat Tinggi

Daripada email marketing atau push notification aplikasi, pesan WhatsApp memiliki open rate di atas 90%.

Artinya, hampir semua pesan yang dikirim akan dibaca oleh penerima. Ilustrasinya, kalau misal Anda mengirimkan 10 pesan, setidaknya 9 pesannya akan dibaca.

Tingkat open rate ini sangat penting, terutama jika Anda ingin memperkenalkan produk baru dan mempercepat level awareness audiens atau pelanggan.

Komunikasi Personal dan Bersifat Dua Arah

WhatsApp memberikan kemudahan interaksi langsung (real time) dua arah.

Contohnya, bisa mengetahui mereka sedang online, sudah membaca pesan, dan mengetahui kalau sedang mengetik.

Konsumen dapat bertanya, memberikan feedback, atau bahkan melakukan komplain langsung via personal chat.

Hal ini membuat pengalaman menerima pemasaran produk dari Anda lebih interaktif daripada iklan atau email.

Sudah Terintegrasi dengan Keseharian Konsumen

WhatsApp sudah menjadi bagian dari keseharian pengguna.

Hampir semua membuka WA dalam rentang waktu 24 jam, entah itu beberapa menit sampai berjam-jam.

Dan penggunaan WhatsApp di Indonesia juga masuk dalam 5 besar dengan rata-rata pengguna aktif harian.

Cocok untuk Berbagai Tahapan Funnel (Khususnya Tahap Closing)

Penggunaan WhatsApp bisa untuk:

  • Awareness (pengenalan produk, bisa melalui stories, pesan broadcast, mengirimkan ke komunitas atau grup).
  • Consideration (Berkontribusi di diskusi grup atau komunitas tentang suatu topik kemudian arahkan pada produk Anda).
  • Conversion (closing penjualan, nah ini yang jadi fungsi WhatsApp untuk memasarkan produk).
  • Retention (follow up ke konsumen yang sempat tertarik menghubungi tapi tidak ada kelanjutannya lagi. Selain itu untuk pengelolaan repeat order).

Baca Juga: Iklan Penawaran: Ini Cara Membuat dan Contohnya

Persiapan Sebelum Memasarkan Produk Baru di WhatsApp

Persiapan Sebelum Memasarkan Produk Baru di WhatsApp

Kesalahan paling umum dalam pemasaran WhatsApp adalah langsung mengirim pesan promosi tanpa ada persiapan.

Untuk produk baru, tahap persiapan dan treatment-nya berbeda dari memasarkan produk lama.

Jadi, berikut ini persiapan sebelum memasarkan produk baru lewat WhatsApp yang justru bisa menentukan keberhasilan campaign:

1. Tentukan Tujuan Pemasaran Produknya

Tujuan yang benar akan mempengaruhi gaya komunikasi (tone of voice), jenis konten, dan metrik kinerja pemasaran produk baru.

Beberapa tujuan pemasaran produk baru di WhatsApp seperti:

  • Meningkatkan level awareness audiens pada produk
  • Mengumpulkan feedback secara langsung di WA
  • Mencapai penjualan perdana lebih cepat
  • Memberikan edukasi customer lama tentang produk baru

2. Menentukan Target Audiens

Tidak semua kontak WhatsApp cocok untuk menerima promosi produk baru. Maka perlu ada segmentasi pelanggan yang jelas, misalnya:

  • Pelanggan lama vs leads
  • Pelanggan aktif vs pasif
  • Berdasarkan riwayat pembelian
  • Berdasarkan minat atau kebutuhannya
  • Berdasarkan wilayah tempat tinggal (unsur demografis)

Semakin spesifik segmentasi, maka relevansi pesan jauh lebih tepat sasaran.

Tapi kalau menggunakan WhatsApp biasa biasanya sering jadi problem untuk memberikan label dan jumlah klaster segmentasi.

Misalnya klaster menurut posisi sama, klaster menurut leads atau customer, dan lain sebagainya.

Nah kalau aplikasi CRM seperti crm.id memudahkan membuat banyak jenis segmentasi ini.

Ketika Anda akan mengirimkan pemasaran produk lebih tepat sasaran dan memperbesar peluang pembelian, mengurangi peluang pesan diabaikan.

3. Mempersiapkan Product Knowledge yang Kuat dan Memperhatikan Etika Komunikasi

Agar lebih mudah menjawab pertanyaan, keluhan, dan permasalahan audiens dan pelanggan maka wajib menguasai product knowledge.

Selain itu memasarkan produk melalui WhatsApp harus memperhatikan beberapa aspek berikut:

  • Persetujuan (consent) dari penerima promosi
  • Tidak mengirim spam dan berpotensi mengganggu mereka

Baca Juga: 10 Cara Mempromosikan Produk Anda di Tahun 2025

Memaksimalkan WhatsApp Business untuk Produk Baru

Memaksimalkan WhatsApp Business untuk Produk Baru

Lalu bagaimana caranya memaksimalkan WhatsApp Business untuk memasarkan produk pada konsumen atau pelanggan?

Berikut ini kami berikan cara-caranya.

1. Melengkapi Profil Bisnis

Profil yang lengkap dan jelas meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan bisnis Anda di depan konsumen.

Untuk melengkapi profil WhatsApp Business setidaknya terdapat entitas berikut ini:

  • Nama bisnis jelas
  • Terdapat deskripsi bisnis, bergerak di sektor apa, dan lain sebagainya
  • Alamat dan jam operasional
  • Website atau katalog produk secara online
  • Logo brand sebagai foto profil

2. Memanfaatkan Fitur Katalog Produk

Untuk produk baru, katalog WhatsApp sangat membantu karena menyajikan visual produk.

Selain itu untuk menampilkan harga dan deskripsi produk, mempermudah customer memahami value proposition produk.

Untuk bisa memanfaatkan katalog produk yang baik harus memberikan foto berkualitas tinggi dan deskripsi fokus menampilkan manfaat dari produk tersebut.

3. Menggunakan Quick Reply dan Labelling/Tagging

Penggunaan quick reply atau label pesan atau kontak sama-sama berguna dalam hal meningkatkan kepercayaan pada produk yang Anda pasarkan.

Quick reply membantu mempercepat respon pada pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ) dan pertanyaan yang sifatnya berulang atau terkait: harga, cara pemesanan, dan keunggulan produk baru.

Sedangkan label atau tagging membantu dalam hal menandai pesan atau kontak. Hal ini mempermudah ketika akan melihat siapa saja yang tergolong:

  • Leads
  • Sudah di follow up
  • Pelanggan yang membeli (melakukan purchasing)
  • Perlu di edukasi lebih lanjut terkait fitur-fitur baru dari sebuah produk

Baca Juga: Fitur Pesan Marketing WhatsApp Business, Ini Kata Meta!

Strategi Konten WhatsApp untuk Memasarkan Produk Baru

Di WhatsApp konten harus lebih ringkas, memberikan value, dan lebih banyak bersifat promo atau transaksional.

Sebagaimana fungsi WhatsApp untuk bisnis yaitu sebagai channel untuk conversion.

Tapi untuk deliver atau memasarkan produk baru berbasis konten di WhatsApp harus menggunakan strategi berikut:

1. Jangan Langsung Jualan, Fokus Pada Value dari Produk Itu

Tidak semua orang suka dengan strategi hard selling, terutama jika masih belum mengenal produk dan brand Anda.

Untuk itu, sekalipun WhatsApp memang ladangnya hard selling, tapi memberikan added value dari produk itu.

Strategi Konten WhatsApp untuk Memasarkan Produk Baru

Misalnya Anda memberikan value berikut:

  • Menjelaskan informasi berbasis fitur-fitur produk dan cara penggunaannya
  • Manfaat menggunakan produk untuk memenuhi kebutuhan
  • Penggunaan storytelling untuk membangun keterikatan emosional dengan produk
  • Problem solving-solution oriented (produk Anda memberikan solusi dari sebuah permasalahan, akan menjawab masalah seperti apa)

Contoh pendekatannya seperti ini:

Mengangkat masalah yang sering dialami target market, kemudian menunjukkan insight dan fakta menarik, lalu memperkenalkan produk Anda sebagai solusi.

2. Menggunakan Format Konten yang Bervariasi

Beragamnya format konten memberikan alternatif konsumen dalam mengkonsumsi informasi seputar produk.

Variasi seperti ini membantu menghindari kebosanan dan menjaga tingkat engagement.

Beberapa format konten yang bisa Anda manfaatkan di WhatsApp:

  • Penggunaan teks singkat dan copywriting menarik
  • Menggunakan gambar atau infografis yang lebih informatif
  • Video sebagai bantuan untuk demo, teaser, atau tutorial menggunakan produk
  • Voice note untuk penjelasan berbasis suara secara langsung
  • Dokumen berformat pdf atau dokumen lainnya (berupa brosur atau katalog) untuk penjelasan produk lebih detail

3. Menggunakan Gaya Storytelling (Narasi) Saat Memasarkan Produk Baru

Sebagaimana penjelasan sebelumnya kalau storytelling itu membantu membangun koneksi emosional dengan audiens.

Untuk membuat penceritaan produk jadi lebih menarik, sebaiknya masukkan unsur-unsur berikut:

  • Latar belakang atau alasan kuat kenapa produk tersebut dibuat
  • Masalah apa yang mau diselesaikan
  • Value proposition apa yang membedakan dari produk lain

Baca Juga: Lakukan Banyak Hal dengan Pesan Marketing WhatsApp Business

Strategi Broadcast WhatsApp untuk Memasarkan Produk Baru

Selain grup, story, dan komunitas, broadcast adalah salah satu cara paling sering memasarkan produk baru.

Untuk itu ada strategi memanfaatkan broadcast di WhatsApp untuk memasarkan produk.

1. Segmentasi Kontak atau Grup Sebagai Target Broadcast

Pembuatan broadcast usahakan berbeda-beda dan menyesuaikan pada segmentasi kontak atau audiens.

misalnya berdasarkan kesamaan minat, riwayat interaksi, atau status pelanggan.

Kategori lainnya bisa menggunakan data demografis, psikografis, dan berdasarkan kesamaan problem/paint point.

Relevansi broadcast message produk akan meningkatkan respon dari audiens dan menurunkan risiko diblokir oleh mereka (apalagi jika spam dan mengganggu).

2. Membuat Struktur Pesan Broadcast

Struktur pesan broadcast yang baik bisa memberikan kerangka penyampaian pesan pemasaran produk yang tepat.

Ada beberapa yang disarankan:

  1. Memberikan pembuka (introduction) yang hangat dan memancing rasa penasaran atau menjelaskan sedikit masalah
  2. Pemberian konteks atau insight dan penjabaran detail masalah
  3. Mengenalkan produk baru Anda dan alasannya sebagai solusi
  4. Penjelasan detail seputar value, manfaat, dan detail solus produk Anda seperti apa dalam menyelesaikan masalah audiens
  5. Terakhir harus ada call to action (CTA) yang jelas ke produk Anda. Perlu Anda perhatikan, kalau CTA tidak harus selalu beli sekarang atau klik disini, bisa juga menggunakan “Balas ya untuk info lengkap ya!” atau “Apa mau saya kirimkan detailnya?
Strategi Broadcast WhatsApp untuk Memasarkan Produk Baru

3. Waktu Pengiriman yang Tepat

Waktu ideal broadcast pesan produk di WhatsApp biasanya menyesuaikan dengan karakteristik audiens nya.

Ada yang bekerja di waktu siang atau bekerja waktu malam sampai dini hari, begitu juga dengan waktu santainya.

Baca Juga: 10 Contoh Template Broadcast Whatsapp Untuk Bisnis Anda

WhatsApp Status (Story) untuk Memasarkan Produk Baru (Khusus Kontak)

Selama ini saat memasarkan produk di WA biasanya sering menggunakan WhatsApp status/story.

Jenis media promosi di WA ini terjadi ketika sama-sama menyimpan kontak atau menyebut (mention) semua member di grup pada stories Anda.

Jadi meskipun tidak menyimpan kontak, akan muncul di story Anda. Tapi beberapa hanya terlihat di WhatsApp Web.

Nah ada beberapa yang perlu Anda perhatikan untuk memasarkan produk via WhatsApp story ini yaitu jenis konten, format dan frekuensi atau konsisten posting.

Beberapa ide konten di story seperti:

  • Teaser produk baru
  • Behind the scene pembuatan produk
  • Testimoni dari beberapa pelanggan terpilih
  • Beberapa FAQ (frequently asked question)
  • Countdown launching produk

Stories ini berguna terutama kontak yang sudah mengenal sebuah brand.

Sedangkan frekuensi postingnya bisa Anda lakukan 3-5 stories per hari saat launching (menyesuaikan).

Terus menggunakan gambar atau foto sesuai dengan brand, dan coba hindari terlalu banyak teks panjang.

Baca Juga: Promosi Produk Digital: Contoh Kata-kata, Cara dan Strategi

Strategi Follow Up yang Natural

Follow up harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat supaya tidak mengganggu.

Selain itu untuk menarik kembali perhatian audiens yang lama tidak ada interaksi.

Untuk itu Anda harus memperhatikan timing dan bahasa yang digunakan ketika follow up.

1. Timing Follow Up

Beberapa skenario follow up:

  • 1-3 hari setelah broadcast pemasaran
  • Setelah calon pelanggan membuka katalog
  • Setelah bertanya (ada ketertarikan) tapi masih belum membeli

2. Bahasa Follow Up yang Tepat

Contoh pendekatan follow up adalah dengan menawarkan bantuan menyelesaikan permasalahan, menginformasikan manfaat dari produk, dan memberikan tambahan insight.

Saat follow up sebaiknya hindari statement yang terkesan memaksa atau menekan konsumen untuk harus membeli.

Kalau Anda menawarkan solusi yang tepat di produk dan menyentuh kebutuhannya, mereka pasti akan membeli tanpa ada paksaan.

Baca Juga: Follow Up Customer: Definisi, Contoh, dan Waktu Pemakaian

Integrasi WhatsApp dengan CRM untuk Kemudahan Pengelolaan Komunikasi

Website crm.id

Untuk skala bisnis yang sudah berkembang dan memiliki beberapa tim, integrasi WhatsApp dengan CRM sudah jadi hal wajib.

Alasannya karena ketika menggunakan WhatsApp biasa itu hanya untuk satu orang, ada banyak user yang menggunakan sering logout sendiri atau terkena berpotensi terblokir.

Selain itu saat mengirimkan broadcast massal sering terkena banned atau terblokir.

Untuk itu solusinya adalah mengintegrasikan WhatsApp dengan aplikasi CRM.

Manfaat Integrasi WhatsApp dengan CRM

Ada beberapa manfaat ketika melakukan integrasi WhatsApp dengan CRM, seperti:

  • Riwayat chat terdokumentasi dengan rapi
  • Bisa melakukan segmentasi dengan fitur labelling dan tagging
  • Kemudahan dalam penjadwalan follow up
  • Manajemen meeting dan menjaga quality assurance
  • Menganalisis performa campaign berdasarkan data analitik

Baca Juga: Panduan Integrasi WhatsApp dengan Software CRM Berbasis Web

Mengukur Keberhasilan Memasarkan Produk Baru di WhatsApp

Ada beberapa indikator atau metrik yang jadi tolok ukur keberhasilan memasarkan produk dan produk baru di WhatsApp, yaitu:

  1. Delivery rate
  2. Response rate
  3. Conversion rate
  4. Jumlah kontak yang memblokir, report, atau berhenti mengikuti (opt-out)
  5. Feedback pelanggan

Agar bisa mengukur metrik-metrik tersebut, maka strateginya adalah menggunakan analisis data.

Dengan cara menentukan konten yang diminati, menyesuaikan segmentasi, dan memperbaiki gaya komunikasi sesuai konteks dan karakteristik audiens.

Baca Juga: 9 Indikator KPI Customer Support dan Cara Menghitungnya

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang cara memasarkan produk baru di WhatsApp. Jadi selalu ingat bahwa memasarkan produk itu tidak sebatas mengirim pesan promosi.

Aktivitas harus ke holistik seperti memberikan manfaat (added value) ke audiens seperti promo atau lainnya, memanfaatkan semua fitur WA, dan pakai aplikasi CRM. Untuk menjalankan semua itu, Anda butuh strategi seperti pemahaman audiens, serta pendekatan komunikasi.

Terus juga menyusun konten yang bermanfaat dan relevan untuk audiens melalui broadcast, mention di story WA kontak atau grup.

Bisa juga dengan menggunakan WhatsApp Business sebagai baseline integrasi dengan CRM.

Jika Anda berkeinginan untuk mengintegrasikan akun WhatsApp Business Anda dengan crm.id, kami menyediakan fasilitas ini.

Sebagai WhatsApp Business API Platform, crm.id memberikan manfaat melayani pelanggan tanpa khawatir terblokir dan serba unlimited (tidak ada biaya tambahan).

Selain itu di crm.id ada fitur multi agent, kemudahan broadcast pesan massal, analitik data kontak dan pesan lebih mudah dengan dashboard visualisasi.

Jadi memudahkan saat memasarkan produk baik melalui pesan broadcast.

Jadi masih menunggu apa lagi? yuk segera lakukan demo aplikasi untuk uji coba dan penjelasan lebih lanjut atau dengan langsung daftar di tautan berikut.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

nineteen + 16 =