Aplikasi AI yang bisa diajak ngobrol membuat pengguna bisa berinteraksi atau lewat mode suara, menyela jawaban, meminta penjelasan ulang, lalu meneruskan topik tanpa mengetik dari awal, terjadi secara real time seperti ngobrol dengan orang.
Pilihan yang layak Anda coba antara lain ChatGPT Voice, Gemini Live, Microsoft Copilot, Claude Voice Mode, Pi, dan Replika.
Untuk kebutuhan kerja, ChatGPT atau Gemini cocok sebagai baseline. Pi dan Replika lebih condong pada chat santai serta pendamping virtual.
Fitur live terasa berguna saat tangan sedang sibuk, ketika Anda ingin melatih presentasi, atau saat tim sales perlu menjalankan simulasi keberatan calon pembeli.
Meski begitu, jangan memasukkan data pelanggan ke akun AI pribadi.
Tim yang melayani customer lewat WhatsApp tetap membutuhkan sistem bisnis resmi agar chat, persetujuan, pembagian agen, dan tindak lanjut dapat terkelola dengan rapi.
Untuk perihal ini Anda bisa menggunakan software CRM seperti CRM.ID.
Untuk lebih detail pembahasan kedua segmen ini, kita akan membahas lebih detail di artikel berikut ini.
Apa Itu Aplikasi AI yang Bisa Diajak Ngobrol Langsung?

Aplikasi percakapan AI live juga menggunakan suara sebagai masukan dan membalas dengan suara yang terasa seperti berdialog/ngobrol langsung.
Sistem tersebut mengubah ucapan menjadi informasi yang bisa mereka proses, menyusun respon, lalu menghasilkan suara.
Produk yang lebih matang mampu menangani jeda, perubahan topik, dan interupsi saat AI masih berbicara.
Periksa istilah live dengan teliti, karena sebagian aplikasi hanya merekam pesan suara, mengubahnya menjadi teks, lalu membacakan jawaban.
Pengguna harus menunggu satu sesi chat selesai dulu, hal itu karena mode komunikasi langsung ini memberi ruang untuk menanggapi langsung, mengoreksi nama produk, atau meminta jawaban yang lebih singkat selama dialog.
AI tetap dapat salah memahami konteks atau menyampaikan fakta yang keliru, untuk itulah Anda harus pintar-pintarnya mengelola dan mengarahkan chat ke fakta atau melakukan follow up agar mereka mengecek ulang fakta.
Saat menyangkut harga, kebijakan perusahaan, hukum, kesehatan, atau janji kepada pelanggan, cek kembali sumber resmi sebelum bertindak.
Baca Juga: 5 Aplikasi AI Terbaik Dan Populer untuk Pelaku Bisnis UKM
Rekomendasi Aplikasi AI yang Bisa Diajak Ngobrol Pakai Bahasa Indonesia
6 pilihan berikut melayani kebutuhan yang berbeda, mulai dari ketersediaan bahasa, kuota, video, dan share screen bisa berubah menurut device, paket, wilayah, serta versi aplikasi.
Anda perlu memeriksa website resmi masing-masing penyedia ini sebelum memutuskan berlangganan.
1. ChatGPT Voice untuk Diskusi dan Simulasi
ChatGPT Voice mendukung percakapan suara di aplikasi mobile (HP) dan web. Pengguna bisa langsung memberikan feedback jawaban, mengganti arah pembicaraan, dan meminta rangkuman setelah sesi ngobrol.
Pada device dan paket yang memenuhi syarat, fitur kamera atau share screen bantu AI membahas objek serta tampilan yang pengguna tunjukkan.
Untuk tim sales, minta AI berperan sebagai calon pembeli yang menilai harga terlalu mahal.
Anda perlu menjalankan simulasi uji coba selama 5 menit, lalu minta 3 catatan tentang kejelasan jawaban, bukti yang kurang, dan pertanyaan lanjutan.
Jangan mengupload rekaman pelanggan asli tanpa dasar izin dan kebijakan perusahaan.
2. Gemini Live untuk Pengguna Ekosistem Google

Gemini Live menawarkan dialog suara yang mengalir pada device yang mendukung fitur kamera dan share screen membantu pengguna membahas benda, landing page, atau tampilan HP.
Hal ini cocok untuk tim marketer yang ingin membedah brief sambil membuka bahan untuk kerja.
Bahasa Indonesia tersedia pada layanan Gemini, tetapi kualitas chat bisa berbeda menurut aksen dan kondisi suara.
Anda perlu menguji nama brand, istilah industri, serta campuran bahasa yang sering tim Anda gunakan. Koreksi juga sejak awal agar sisa chat tidak mengikuti pemahaman yang salah.
3. Copilot untuk Asisten Kerja di Ekosistem Microsoft 365
Microsoft Copilot menyediakan interaksi suara untuk bertanya, mencari ide, atau menyiapkan beberapa framework.
Produk ini masuk akal untuk pengguna yang telah akrab dengan layanan Microsoft dan ingin asisten chat lintas device.
Contoh pemakaiannya adalah saat ada briefing pagi, Anda bisa menyampaikan 3 prioritas, dua hambatan, dan batas waktu.
Minta Copilot menyusun urutan kerja dan alasannya dengan memindahkan hasil yang sudah Anda cek ke tools kerja resmi tim, agar tim lain melihat versi yang sama.
Baca Juga: Aplikasi Claude AI, Asisten Kerja untuk Bisnis dari Anthropic
4. Claude Voice Mode Kalau Ingin Eksplorasi Ide Lebih Dalam (Terutama Coding dan Creative)
Claude Voice Mode membuat percakapan suara melalui aplikasi mobile. Gaya jawabannya cocok untuk mengembangkan argumen, merapikan alur presentasi, atau menguji pertanyaan wawancara, selain itu dukungan fitur serta batas pemakaian mengikuti paket dan wilayah.
Tim marketer mampu membacakan konsep campaign selama 2 menit, lalu meminta Claude mencari asumsi yang lemah.
Setelah itu, minta ringkasan berupa target, pesan, bukti, channel, dan ukuran hasil. Cara ini mempercepat berpikir tanpa menjadikan output AI sebagai keputusan akhir.
5. Pi AI untuk Chat Lebih Personal dan Reflektif
Pi menempatkan chat yang ramah dan personal sebagai daya tarik utama.
Aplikasi ini cocok untuk memikirkan pilihan, berlatih menyampaikan topik-topik yang bisa Anda rasakan, atau menyusun pertanyaan sebelum rapat.
Pi kurang tepat ketika tugas menuntut data perusahaan, integrasi workflow, atau jawaban yang harus punya sumber kuat.

Pakai Pi sebagai lawan bicara untuk mengurai pikiran Anda dan hindari memperlakukannya sebagai terapis, penasihat hukum, atau pemegang keputusan.
Untuk masalah yang berisiko, hubungi tenaga profesional atau orang yang memiliki keahlian dan kewenangan khusus.
6. Replika untuk Pendamping Virtual
Replika berfokus pada karakter pendamping dan chat personal, yang mana pengguna bisa mencari teman virtual mungkin menyukai pendekatan ini.
Untuk pelaku UKM, manfaat kerjanya lebih terbatas daripada aplikasi yang mendukung riset, dokumen, atau pembahasan tertentu.
Perhatikan juga pola langganan, kontrol privasi, dan dampak emosional sebelum menggunakan aplikasi pendamping secara rutin.
Anda perlu menentukan batas waktu penggunaan, AI bisa meniru empati melalui bahasa, tapi tidak memiliki tanggung jawab dan penilaian seperti manusia.
Baca Juga: 9 Alternatif Aplikasi Mirip Grok AI yang Underrated
Apakah Ada Aplikasi AI Gratis yang Bisa Diajak Ngobrol?
Ada. Beberapa penyedia memberi akses suara tanpa biaya dengan kuota, model, durasi, atau fitur yang lebih terbatas
ChatGPT, Gemini, Copilot, dan Claude menyediakan akses gratis pada kondisi tertentu.
Untuk detailnya bisa cepat berubah, sehingga Anda perlu mengecek harga dan pusat bantuan resmi untuk mengecek perubahan dan kebijakan terkait.
Tapi sebaiknya mulai dulu dengan versi gratis untuk menguji satu pekerjaan tertentu dan rasakan manfaatnya bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan.
Bisa dari hasil respon, kecepatan interaksi, dan seberapa natural suara yang mereka hasilkan.
Selain itu apakah respon jawabannya membantu Anda menyelesaikan tugas, apakah AI memahami bahasa Indonesia, serta apakah batas pemakaian akan mengganggu ritme kerja.
Paket berbayar baru layak saat penghematan waktu dan fitur tambahannya terasa jelas.
Baca Juga: Aplikasi AI Gratis untuk Customer Service, Sales, & Marketer
Bagaimana Cara Memilih Aplikasi AI yang Bisa Diajak Ngobrol untuk Produktivitas Kerja?
Gunakan tes 15 menit yang sama pada dua atau 3 aplikasi. Siapkan satu skenario tanpa memasukkan data pribadi atau rahasia, misalnya latihan menawarkan paket catering kantor.

Lalu berikan prompt pada objective atau tujuan tersebut, kemudian catat hasil pada 5 hal berikut ini.
- Respon dan interupsi. Apakah Anda bisa langsung merespon tanpa kehilangan arah pembicaraan?
- Bahasa dan suara. Apakah AI memahami istilah Indonesia, angka, nama brand, dan campuran bahasa?
- Konteks. Apakah jawaban ketiga masih mengikuti tujuan awal?
- Output kerja. Apakah aplikasi mampu membuat rangkuman, daftar tindakan, atau draf tindak lanjut?
- Kontrol data. Apakah pengaturan riwayat, penghapusan, pelatihan model, dan akun tim cukup terang?
Beri skor 1-5 pada setiap aspek kemudian pilih aplikasi dengan nilai tertinggi untuk pekerjaan Anda.
Panduan NIST AI 600-1 tentang risiko AI generatif juga mengingatkan sebuah bisnis agar mengelola risiko privasi, informasi keliru, keamanan, dan ketergantungan manusia secara terencana.
Baca Juga: Generative AI Gratis untuk Tingkatkan 35% Produktivitas Pelaku UKM
Simulasi Penerapan Aplikasi AI yang Bisa Diajak Ngobrol untuk Latihan Bahasa Inggris dan Kerja
Percakapan melalui suara memberi feedback cepat untuk latihan bahasa Inggris.
Anda bisa meminta AI menggunakan tingkat kemampuan tertentu, berbicara lebih pelan, lalu mengoreksi maksimal 3 kesalahan setelah Anda selesai.
Aturan ini menjaga alur chat dan mencegah koreksi memotong setiap kalimat.
Tim UKM juga dapat menjalankan role play sebelum melayani customer. Contohnya, seorang agen CS berlatih menghadapi pembeli yang menerima barang terlambat.
Beri AI kebijakan retur versi contoh, minta tingkat emosi sedang, lalu jalankan dialog selama 6 sesi. Setelah itu, nilai seberapa baik AI tersebut saat memulai chat, level pemahaman pada emosi Anda, pertanyaan klarifikasi, solusi, dan penutupnya.
Karim Lakhani, profesor Harvard Business School, merangkum hubungan manusia dan AI dengan kutipan berikut di Harvard Business School Working Knowledge:
“AI will not replace humans, but humans with AI will replace humans without AI.”
Kutipan itu sesuai untuk pelatihan kerja, yang mana AI akan memperbanyak kesempatan berlatih, sedangkan supervisor tetap menetapkan standar, memeriksa feedback, dan menilai kesiapan team member.
Baca Juga: Cara Menggunakan Aplikasi AI untuk Pelaku UKM
Apakah Chatbot AI WhatsApp Sama dengan AI Live?
Tidak selalu. Meta AI di WhatsApp melayani pengguna sebagai asisten dalam aplikasi.
Sementara itu, suatu bisnis yang ingin menjawab pelanggan pakai WhatsApp Business Platform dan mengikuti aturan, izin, template, serta fitur resmi yang Meta sediakan.
Untuk layanan pelanggan, chatbot perlu mengenali intent, mengambil jawaban dari knowledge base yang terawat, mencatat riwayat, dan mengalihkan kasus ke agen manusia.

Developer Hub WhatsApp Business menyediakan rujukan awal bagi pengembang. Integrasi dengan aplikasi CRM membantu tim membagi chat, melihat status lead, memasang reminder, dan mengukur respon tanpa bertukar akun pribadi.
Gunakan AI live pribadi untuk latihan agen, menyusun skenario, atau mengevaluasi naskah yang sudah bebas data pelanggan.
Gunakan akun bisnis resmi dan lakukan pemisahan ini mengurangi risiko data yang berantakan serta mencegah tim lain mengira asisten yang sudah setara dengan sistem pelayanan pelanggan.
Baca Juga: Chatbot CRM, Manfaat dan Cara Kerjanya untuk Bisnis & Tim CS
Cara Aman Menggunakan AI Voice Assistant untuk Bisnis UKM
Anda bisa memulai dari aturan satu langkah awal dan larang tim menyebut data pribadi seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat, kata sandi, data pembayaran, kondisi kesehatan, serta isi komplain yang dapat mengungkap identitas.
Ganti contoh dengan Pelanggan A, Produk B, dan tanggal rekaan. Tentukan pula tugas yang selalu memerlukan persetujuan human agent, seperti pemberian diskon, refund, perubahan kontrak, dan jawaban hukum.
Berikut ini flow yang dengan mudah bisa Anda terapkan:
- Pilih satu tugas dengan risiko rendah, misalnya role play penjualan
- Coba susun kriteria hasil/objective seperti apa yang Anda dan tim inginkan
- Uji dua aplikasi selama satu minggu tanpa menggunakan data pelanggan
- Catat waktu yang hemat, kesalahan fakta, dan koreksi supervisor
- Pertahankan alat yang memberi hasil konsisten, lalu evaluasi setiap bulan
Jika tim Anda mengelola WhatsApp bersama, tetapkan aturan delegasi atau pelimpahan tugasnya seperti apa.
Chatbot atau AI dapat menjawab pertanyaan rutin, sedangkan manusia mengambil alih saat pelanggan sedang butuh penanganan segera, AI tidak yakin, atau chat berulang tanpa solusi.
CRM seperti CRM.ID bisa membantu menata pembagian agen, riwayat interaksi, dan follow up dalam satu workflow.
Baca Juga: Aplikasi Gemini AI: Chatbot AI dari Ekosistem Google untuk Bantu Produktivitas UKM
Kesimpulan
Aplikasi AI yang bisa diajak ngobrol bisa mempercepat brainstorming, latihan bahasa, persiapan rapat, dan simulasi layanan.
ChatGPT serta Gemini cocok untuk pemakaian serbaguna, sedangkan Copilot dan Claude jika sesuai ekosistem kerja, sedangkan Pi dan Replika lebih cocok untuk percakapan yang lebih personal.
Anda bisa memulai dari satu tugas dan jalankan pengujian selama 15 menit. Periksa kemampuan menerima interupsi, pemahaman bahasa, daya ingat konteks, output atau responnya, serta kontrol data.
Kalau misalnya Anda banyak menggunakan chat pelanggan di WhatsApp, gunakan sistem resmi yang terhubung dengan aplikasi CRM yang memfasilitasi adanya transfer antar agen, kemudahan pengelolaan komunikasi, dan sebagainya.
Jika banyak chat mulai membuat follow up tidak rapi, Anda bisa mempertimbangkan untuk daftar gratis CRM.ID atau menghubungi melalui kontak WhatsApp tim CRM.ID untuk melihat alur yang sesuai dengan tim Anda.
Dengan mendaftar, Anda akan mendapatkan 50 ribu pesan/bulan dan 1 channel WhatsApp.
- Aplikasi AI yang Bisa Diajak Ngobrol Langsung (Live) - 2 Oktober 2026
- 11 Tugas Customer Service Bank untuk Kepuasan Nasabah - 2 Oktober 2026
- Perbandingan Gemini AI vs ChatGPT untuk Produktivitas Kerja - 2 Oktober 2026