Mendapatkan leads membutuhkan strategi yang tepat agar bisnis menjangkau audiens yang berpotensi menjadi pelanggan.
Setelah leads masuk, bisnis juga perlu mengelolanya dengan cepat agar peluang tidak terlewat. Karena itu, leads generation dan leads management perlu berjalan sebagai satu proses yang saling terhubung.
Apa Saja 6 Cara Mendapatkan Leads Secara Efektif?

Cara mendapatkan leads yang efektif dimulai dari memahami target audiens, menawarkan solusi yang relevan, lalu memilih channel yang tepat.
Website, SEO, media sosial, dan iklan digital dapat membantu bisnis menjangkau calon pelanggan. Namun, hasilnya tetap bergantung pada kualitas targeting dan relevansi penawaran.
Berikut enam cara yang dapat Anda terapkan untuk mendapatkan leads:
1. Tentukan Profil Target Leads yang Ingin Dijangkau
Tentukan siapa calon pelanggan yang paling sesuai dengan produk atau layanan Anda. Gunakan karakteristik seperti industri, jabatan, kebutuhan, lokasi, hingga masalah yang mereka hadapi.
Dengan begitu, strategi lead generation menjadi lebih terarah dan peluang mendapatkan leads berkualitas meningkat.
2. Buat Penawaran yang Relevan dengan Kebutuhan Audiens
Penawaran perlu menjawab kebutuhan atau masalah calon pelanggan. Anda dapat menawarkan konsultasi, demo, e-book, webinar, atau promo sesuai tahap perjalanan audiens.
Semakin relevan penawarannya, semakin besar alasan audiens untuk memberikan data kontak mereka.
Baca Juga: Cara Penawaran Produk Biar Bisnis Selangkah Lebih Maju
3. Optimalkan Website dan Landing Page untuk Konversi
Website dan landing page perlu memiliki informasi yang jelas serta CTA yang mudah ditemukan.
Jelaskan manfaat produk, masalah yang diselesaikan, dan tindakan yang perlu dilakukan pengunjung. Kurangi elemen yang tidak diperlukan agar pengunjung lebih mudah mengambil keputusan.
4. Gunakan Konten SEO untuk Mendatangkan Leads Organik
Konten SEO membantu bisnis menjangkau orang yang sedang mencari informasi terkait produk atau masalah tertentu.
Buat artikel berdasarkan kebutuhan pencarian audiens dan arahkan mereka ke halaman yang relevan. Strategi ini dapat membangun traffic organik sekaligus membuka peluang mendapatkan leads baru.
5. Manfaatkan Media Sosial untuk Menjangkau Audiens
Media sosial dapat membantu bisnis membangun awareness dan berinteraksi langsung dengan audiens.
Gunakan konten edukasi, studi kasus, video, atau penawaran yang sesuai dengan karakteristik platform. Sertakan CTA yang jelas agar audiens tahu langkah berikutnya.
6. Jalankan Iklan Digital dengan Target yang Tepat
Iklan digital memungkinkan bisnis menjangkau audiens berdasarkan karakteristik dan minat tertentu.
Gunakan targeting yang sesuai serta pesan iklan yang relevan dengan kebutuhan audiens. Selanjutnya, arahkan calon pelanggan ke landing page atau channel komunikasi yang mendukung proses konversi.
Dengan enam strategi tersebut, bisnis dapat membangun sumber leads dari berbagai channel. Namun, semakin banyak leads yang masuk, semakin penting pula sistem untuk mengelolanya secara terstruktur.
Baca Juga: Strategi Pemasaran Online: Manfaat dan Cara Menyusunnya
Bagaimana Cara Mendapatkan Leads Secara Otomatis dengan CRM, WhatsApp, dan AI Agent?

Bisnis dapat mengotomatisasi proses mendapatkan dan mengelola leads dengan menghubungkan CRM, WhatsApp, dan AI Agent.
Alurnya dapat dimulai dari CTA iklan atau konten, dilanjutkan dengan respons dan kualifikasi otomatis, lalu diteruskan ke tim sales. Dengan alur ini, proses dari leads masuk hingga follow-up menjadi lebih terstruktur.
Berikut tahapan yang dapat Anda terapkan:
1. Arahkan CTA Iklan dan Konten Organik ke WhatsApp
Arahkan calon pelanggan dari iklan, website, atau konten organik ke WhatsApp bisnis.
Channel ini memudahkan calon pelanggan memulai percakapan tanpa harus mengisi formulir yang panjang. Tim juga dapat melanjutkan komunikasi dari percakapan tersebut.
2. Gunakan AI Agent untuk Mengualifikasi Leads Secara Otomatis
AI Agent dapat membantu memberikan respons otomatis dan melakukan kualifikasi leads. Sistem dapat menangani pertanyaan awal sehingga tim tidak harus merespons setiap percakapan secara manual.
Leads yang memenuhi kriteria kemudian dapat diteruskan untuk tindak lanjut berikutnya.
Baca Juga: Apa Itu AI WhatsApp? Manfaat, Jenis, & Cara Menggunakan
3. Simpan Data Leads secara Terpusat di CRM
Data leads perlu tersimpan dalam satu sistem agar mudah diakses tim. CRM membantu mencatat informasi leads dan aktivitas yang berkaitan dengan proses penjualan.
Dengan data terpusat, tim dapat mengurangi ketergantungan pada catatan atau spreadsheet yang terpisah.
4. Distribusikan Leads kepada Tim Sales secara Merata
Leads yang masuk perlu diteruskan kepada agent yang tepat. Fitur Round Robin dapat membantu mendistribusikan chat atau leads secara merata kepada agent. Dengan pembagian yang lebih teratur, tim dapat mengurangi risiko leads tidak tertangani.
5. Pantau Progress Follow-up dan Funnel Leads melalui CRM
Setelah leads diteruskan, tim perlu memantau perkembangan setiap leads. CRM membantu tim melihat aktivitas dan tahapan leads dalam proses penjualan.
Dengan begitu, sales dapat mengetahui leads yang membutuhkan follow-up dan peluang yang perlu diprioritaskan.
Otomatisasi dapat mempercepat proses, tetapi volume leads yang tinggi juga membawa tantangan baru. Tanpa sistem pengelolaan yang baik, data dan aktivitas leads dapat menjadi sulit dikendalikan.
Baca Juga: Fungsi Lead Management System, Manfaat, & Rekomendasi
Apa Saja Tantangan dalam Mengelola Banyak Leads dari Berbagai Sumber?
Mengelola banyak leads menjadi sulit ketika data berasal dari berbagai channel dan tidak tersimpan dalam sistem yang terpusat. Tim dapat menghadapi data ganda, respons terlambat, hingga kesulitan memantau status setiap leads. Kondisi ini dapat membuat peluang follow-up terlewat.

Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:
1. Data Leads Tersebar di Berbagai Channel
Leads dapat masuk melalui WhatsApp, website, media sosial, iklan, atau channel lainnya. Jika data tersimpan secara terpisah, tim membutuhkan lebih banyak waktu untuk menggabungkannya. Akibatnya, informasi leads tidak selalu mudah ditemukan saat dibutuhkan.
2. Data Leads Ganda atau Tidak Lengkap
Leads yang datang dari beberapa sumber dapat menghasilkan data ganda. Informasi yang masuk juga belum tentu lengkap atau konsisten. Tanpa pengelolaan data yang baik, tim dapat kesulitan menentukan informasi leads yang paling relevan.
3. Respons dan Follow-up Terlambat Dilakukan
Leads membutuhkan respons yang cepat agar percakapan dapat berlanjut. Ketika jumlah leads meningkat, tim dapat kesulitan merespons semuanya secara manual. Leads yang tidak segera ditindaklanjuti juga lebih mudah kehilangan momentum.
4. Prioritas dan Pembagian Leads Tidak Jelas
Tidak semua leads memiliki kebutuhan dan tingkat potensi yang sama. Tanpa aturan pembagian yang jelas, sebagian agent dapat menerima terlalu banyak leads sementara agent lain memiliki kapasitas yang lebih longgar. Kondisi ini dapat menghambat proses follow-up.
5. Riwayat serta Progress Leads Sulit Dipantau
Tim perlu mengetahui interaksi terakhir, aktivitas yang sudah dilakukan, dan status setiap leads. Jika informasi tersebar, sales harus mencari data dari berbagai tempat. Proses ini membuat monitoring funnel menjadi kurang efisien.
Karena itu, bisnis membutuhkan sistem yang dapat menyatukan data, komunikasi, distribusi leads, dan monitoring dalam satu alur kerja.
Baca Juga: 15 Lead Management Software Terbaik untuk Bisnis UKM
Bagaimana CRM Membantu Mengelola Banyak Leads Secara Efektif?
CRM membantu bisnis mengelola leads dengan memusatkan data, interaksi, distribusi, dan progress dalam satu sistem.
Tim dapat melacak sumber leads, mengelola komunikasi dari berbagai channel, serta memantau proses penjualan. Dengan sistem yang terintegrasi, proses leads management menjadi lebih terstruktur dan mudah dipantau.
Berikut beberapa cara CRM membantu pengelolaan leads:
1. Pelacakan Sumber dan Lead Scoring secara Otomatis
CRM dapat membantu mencatat sumber leads sehingga tim mengetahui dari mana leads berasal. Informasi tersebut dapat membantu bisnis mengevaluasi channel yang menghasilkan leads.
Tim juga dapat menggunakan informasi tersebut sebagai dasar untuk menentukan prioritas follow-up.
2. Omnichannel Menyatukan Semua Interaksi Pelanggan
Omnichannel Chat menyatukan percakapan dari WhatsApp, Instagram, Facebook, Telegram, Email, dan Web dalam satu inbox.
Tim tidak perlu berpindah-pindah platform untuk menangani setiap percakapan. Riwayat interaksi juga lebih mudah dipantau dari satu tempat.
Baca Juga: Pengertian Omnichannel, Manfaat, Jenis, dan Starteginya
3. AI Agent untuk Respons dan Kualifikasi Leads Otomatis
AI Agent dapat membantu memberikan respons otomatis sekaligus melakukan kualifikasi leads selama 24/7. Dengan begitu, pertanyaan awal tidak selalu harus menunggu agent tersedia.
Tim sales dapat lebih fokus pada leads yang membutuhkan interaksi lebih lanjut.
4. Distribusi Leads Otomatis kepada Tim Sales
CRM dapat membantu mendistribusikan chat atau leads kepada agent secara lebih teratur. Fitur Round Robin, misalnya, dapat membagi leads secara merata kepada agent. Alur ini membantu tim menjaga pembagian leads agar lebih konsisten.
5. Pantau Sales Pipeline dan Forecast Penjualan secara Real-Time
Sales Pipeline membantu tim melihat tahapan deal dan status prospek dalam proses penjualan. Dashboard Laporan & Analitik juga dapat membantu memantau performa melalui laporan real-time.
Dengan data tersebut, bisnis dapat melihat perkembangan funnel dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi terbaru.
Pada akhirnya, mendapatkan leads tidak cukup jika bisnis belum memiliki sistem untuk mengelolanya. Barantum dapat menjadi salah satu solusi untuk mengintegrasikan CRM, Omnichannel Chat, dan AI Agent dalam satu platform.
Dengan integrasi tersebut, bisnis dapat membangun proses leads generation sekaligus leads management yang lebih terstruktur, mulai dari menarik leads, merespons, mengkualifikasi, menyimpan data, hingga memantau proses penjualannya.
* Artikel ini hasil kerjasama CRM.id dengan Barantum
- Cara Mendapatkan Leads & Cara Mengelolanya Secara Efektif - 3 September 2026
- Cara Menggunakan Aplikasi AI untuk Pelaku UKM - 3 September 2026
- Apa Itu WhatsApp Business Platform: Fitur & Cara Menggunakannya untuk Bisnis UKM - 3 September 2026