Dari tahun ke tahun tren digital marketing terus-menerus berubah. Dari eranya kemunculan internet, meledaknya media sosial, sampai kini eranya AI (artificial intelligence).
Selama itu juga digital marketing yang membangun strategi bisnis melalui brand awareness, menjangkau pelanggan, peningkatan leads hingga penjualan.
Karena manfaat ini dan perubahan tren maka business owner atau digital marketing specialist, perlu mengikuti perkembangan zaman. Kenapa begitu?
Tujuannya biar tetap relevan dan pengambilan keputusan berdasarkan kebutuhan pengguna dan pasar.
Di artikel ini kita akan bahas bersama berbagai tren digital marketing yang perlu Anda ketahui sebagai business owner, digital marketing specialist, atau yang berkaitan lainnya.
Mulai dari perubahan perilaku konsumen, peran data-driven, konten marketing, media sosial, hingga penerapan AI di digital marketing.
Perubahan Perilaku Konsumen

Salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan tren digital marketing adalah pergeseran perilaku konsumen.
Jika di masa lalu, konsumen cenderung menerima informasi dari iklan secara satu arah, saat ini jauh lebih kritis, mandiri, dan terhubung dengan berbagai sumber informasi.
Sebelum membeli suatu produk atau menggunakan jasa bisnis, konsumen ini akan mencari review terlebih dahulu, komparasi harga dan fitur, membaca testimoni, bertanya di forum-forum komunitas.
Hingga sering melihat aktivitas brand di media sosial (istilah populernya “kepoin”).
Banyak bisnis yang gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena tidak bisa beradaptasi dengan cara konsumen mencari, menilai, dan membeli produk (customer journey).
Proses pembelian (customer journey) menjadi lebih panjang dan kompleks, terutama B2B (business to business) atau B2G (business to government).
Tren video pendek, viral, kecepatan akses internet di smartphone membuat konsumen menginginkan pengalaman penggunaan lebih cepat dan praktis.
Mereka terbiasa mendapatkan puluhan informasi dalam hitungan menit melalui smartphone-nya.
Jika sebuah website lambat (loadingnya lebih 5 detik saja), akun media sosial sudah tidak aktif selama beberapa bulan, atau respon terlalu lama ketika mereka menanyakan sesuatu, konsumen akan mencari alternatif lain, yaitu ke kompetitor.
Oleh karena itu, perubahan ini membuat strategi digital marketing lebih berfokus pada customer journey. Anda harus menerapkannya di berbagai touchpoint yang dilalui calon pelanggan.
Baca Juga: Mengenal 12 Tipe Harga Psikologis dalam Bisnis
Tren Digital Marketing yang Wajib Business Owner Ketahui

Jadi, ada beberapa tren digital marketing yang perlu business owner dan digital marketing specialist ketahui, kaji, dan terapkan strateginya supaya proses product marketing berjalan sesuai roadmap.
Tren Digital Marketing 1: Berfokus pada Mobile First Content/Platform
Tren mobile first platform saat ini sudah menjadi prioritas tinggi. Setiap informasi seperti browsing, belanja, hingga berinteraksi dengan brand lebih banyak menggunakan smartphone.
Sehingga semua pemilik bisnis harus mengubah dari aplikasi berbasis desktop atau web, lebih ke aplikasi berbasis mobile.
Perusahaan dari skala startup, menengah, korporat saat ini sudah punya tim yang mengembangkan konten dan aplikasi lebih mobile-friendly, itu semua ya karena adanya tren mobile-first ini.
Website juga harus mobile-friendly, tulisan panjang harus dipecah-pecah menjadi blok paragraf yang panjangnya sekitar 1-2 paragraf saja, konten media sosial harus mudah dibaca di layar smartphone, copywriting harus singkat, padat, dan jelas.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Aplikasi CRM Cloud untuk Bisnis Anda
Tren Digital Marketing 2: Penggunaan Data Driven Marketing
Saat ini penggunaan data itu sudah jadi keharusan ketika menjalankan strategi digital marketing.
Hampir semua kegiatan consumer saat ini (surfing di internet) menghasilkan data, mulai dari kunjungan ke website, perilaku di media sosial, hingga transaksi penjualan.
Data ini menjadi aset yang tak ternilai jika Anda bisa memanfaatkan dengan benar.
Misalnya, business owner lebih memahami siapa target audiens mereka, konten apa yang paling diminati, serta tracking channel digital marketing yang menghasilkan konversi.
Dengan demikian setiap keputusan marketing dan penyusunan strategi berdasar pada fakta dan data, bukan hanya pada asumsi atau insting.
Alasan ini yang mendasari banyak yang beralih dari marketing tradisional ke digital marketing. Semua aktivitas terukur dan bisa di cek secara real time.
Baca Juga: 15 Rekomendasi Aplikasi Analisis Data Terbaik untuk UMKM
Tren Digital Marketing 3. Personalized Marketing

Ketika Amazon menerapkan recommender system dan diikuti oleh Netflix, Spotify, dan TikTok, algoritma e-commerce dan media sosial berubah drastis.
Digital marketing atau product marketing juga ikut berubah trennya ke arah personalisasi atau personalized marketing.
Konsumen saat ini tertarik dengan rekomendasi konten yang sesuai dengan minat, preferensinya tanpa harus effort mencari.
Personalized marketing bisa berjalan efektif kalau memiliki akses ke sumber data dan menggunakan analisis data.
Memanfaatkan data pelanggan, business owner atau digital marketer bisa membuat marketing campaign lebih personalized dan merekomendasikan konten sesuai minat masing-masing.
Tapi Anda harus bijak menggunakan tren ini. Personalisasi itu membuka keran ke eksploitasi data secara berlebihan.
Jadi pastikan Anda menggunakannya sesuai dengan kebijakan privasi data dan penggunaan data pribadi.
Baca Juga: Personalisasi Konten: Pengertian, Manfaat, dan Caranya
Tren No. 4: Memanfaatkan Konten Marketing untuk Meningkatkan Leads dan Conversion Rate Optimization
Konten marketing yang dulu hanya untuk mengejar jumlah likes, engagement, traffic, ranking, saat ini fokusnya bergeser ke kontribusi peningkatan leads dan conversion.
Untuk mencapai itu tentu isi konten juga menyesuaikan dengan kebutuhan pada kualitas dan relevansi ke permasalahan consumer.
Ketika konten sudah relevan dengan kebutuhan, maka mereka tertarik dan percaya menggunakan brand Anda, lahirlah leads dan conversion.
Selain itu teknik konten marketing yang sering digunakan adalah storytelling, yaitu menyampaikan pesan brand dengan cerita (narasi), untuk membangun kedekatan emosional dengan audiens.
Karena keterlibatan emosi itu tinggi, kecenderungan mengingat brand jauh lebih kuat daripada yang hanya mengandalkan pesan promosi hard selling.
Konten-konten bersifat edukasi semakin diminati. Misalnya konten seperti artikel dengan kajian mendalam, video berdurasi panjang >30 menit, atau webinar meningkatkan kredibilitas brand dan membangun trust pelanggan.
Baca Juga: Lead Generation: Pengertian, Cara Kerja, dan Tren Terkini
Tren Digital Marketing 5: Penggunaan Video Marketing
Video marketing menjadi salah satu tren digital marketing yang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir.
Konten video dianggap lebih menarik, mudah dicerna, dan mampu menyampaikan pesan dengan lebih efektif daripada teks atau gambar.
Platform seperti YouTube (Shorts), Instagram (Reels), TikTok (FYP), dan Facebook (Reels) sekarang memprioritaskan konten-konten video yang cepat naik, terutama video pendek (short video).
Video pendek, live streaming, hingga video berdurasi panjang menjadi format yang banyak diminati audiens, menyesuaikan dengan kebutuhannya.
Bagi business owner atau digital marketing specialist, video marketing tidak harus selalu sinematik dan menggunakan perencanaan panjang.
Cukup dengan video sederhana pun sudah terbilang cukup, yang terpenting adalah pesan yang jelas, autentik, dan relevan dengan audiens.
Video juga memungkinkan brand Anda menunjukkan proses produksi, testimoni pelanggan, atau cerita di balik layar (behind the scene) yang bisa membangun kepercayaan dan kedekatan dengan audiens.
Baca Juga: Video Marketing: Manfaat, Contoh, Trend, dan Strateginya

Tren Digital Marketing 6: Penggunaan Media Sosial untuk Awareness dan Exposure
Media sosial berkembang dari platform saling berkoneksi dan hiburan menjadi salah satu channel untuk kebutuhan bisnis dan mencari informasi.
Saat ini, perubahan perilaku audiens ketika membuka sosial media adalah mencari informasi dan brand Anda menyediakan solusi dari kebutuhan informasi mereka.
Sehingga bisa juga membangun interaksi langsung dengan brand.
Keberhasilan media sosial sekarang sebagai channel digital marketing sudah terlalu memusingkan jumlah followers.
Lebih berfokus pada engagement dan kualitas interaksi, dan ada yang langsung menuju ke leads atau conversion.
Jadi sebaiknya juga membalas komentar, DM, dan membagikan komentar yang lucu via stories untuk meningkatkan engagement rate ini.
Baca Juga: Social Media Marketing: Panduan Lengkap dan Strateginya
Tren No. 7: Social Commerce dan Perubahan Perilaku Belanja
Tren lain digital marketing adalah semakin menguatnya social commerce, yaitu aktivitas jual beli yang terjadi langsung di platform media sosial.
Pada awalnya tren ini digunakan oleh Instagram, Tiktok, dan Facebook dengan menyediakan fitur-fitur seperti katalog produk, live shopping, dan transaksi langsung tanpa harus berpindah platform.
Anda bisa menggunakan live shopping, misalnya. Sehingga menjual atau menawarkan produk sambil berinteraksi langsung dengan audiens, dan menjawab pertanyaan.
Baca Juga: Cara Promosi di Instagram untuk Meningkatkan Penjualan
Tren No. 8: Search Engine Marketing (SEO Marketing)

Meskipun tren konsumsi berformat video dan penggunaan chatbot AI sekarang sudah sangat populer, tapi search engine masih menguasai di sektor pencarian informasi.
Dari search engine nanti output-nya mendatangkan traffic ke website dan dikutip oleh AI Overviews/AI Mode.
Jika dulu SEO lebih banyak pada keyword stuffing, saat ini dengan penyempurnaan (pembaruan) algoritma search engine sudah mengutamakan artikel yang relevan dan memberikan pengalaman pengguna terbaik.
Website yang memenuhi semua kriteria SEO, salah satunya konten berkualitas akan lebih disukai oleh mesin pencari dan berpeluang berada di ranking atas dan dikutip AI Overviews.
Jadi investasinya pada pembuatan konten yang berkualitas dan relevan sekaligus jumlah dan banyak artikel.
Baca Juga: SEO Marketing: Pengertian, Cara Kerja, dan Strategi Memulainya
Tren No. 9: Influencer Marketing Memberikan Review Lebih Otentik
Influencer marketing sudah lama menjadi salah satu strategi digital marketing. Namun seiring perjalanannya pendekatannya mengalami perubahan.
Konsumen sudah lebih melihat keaslian (orisinalitas atau otentik) dan relevansi daripada popularitas dan isi review-nya itu sendiri.
Tidak perlu sampai mega influencer untuk mempromosikan produk Anda, micro influencer dengan audiens yang lebih kecil tapi niche spesifik bisa punya impact jauh lebih besar, karena followersnya lebih loyal.
Walaupun mega influencer tidak masalah asal yang mereka merekomendasikan atau review itu otentik. Jujur apa adanya, kalau bagus review bagus kalau jelek ya review jelek.
Contohnya seperti channel YouTube Gadgetin yang me-review produk smartphone, laptop, dan sejenisnya dengan otentik dan jujur. Influencer marketing yang otentik seperti ini selalu jadi rujukan dalam mengambil keputusan pembelian.
Dalam pemilihan influencer harus menyesuaikan dengan relevansi niche dan target pasar/audiens.
Baca Juga: Influencer Marketing: Pengertian, Jenis, dan Tips Melakukannya
Tren No. 10: Community Marketing (Marketing Berbasis Komunitas)
Membangun komunitas sudah menjadi tren di strategi digital marketing. Komunitas memungkinkan Anda membangun audiens yang loyal dan terlibat secara aktif dalam sebuah diskusi (sharing session).
Melalui komunitas, Anda bisa langsung berinteraksi dengan pelanggan, mendapatkan feedback, dan memberikan jawaban atau pertanyaan mengenai topik tertentu.
Mengacu hal ini, komunitas menjadi sumber konten dan promosi secara organik, karena komunitas identik juga dengan user generated content (UGC). Promosi terlihat lebih soft dan natural.
Contoh platform komunitas yang bisa Anda gunakan seperti Reddit, Quora, Facebook, grup Telegram, grup dan komunitas di WhatsApp, dan Discord.

Baca Juga: Facebook Marketing: Strategi, Fungsi, dan Tantangannya
Tren No. 11: Otomatisasi Marketing Agar Lebih Efisien
Marketing automation atau otomatisasi marketing membantu pekerjaan Anda yang sifatnya berulang (repetitif) menjadi otomatis sehingga menghemat biaya, tenaga, dan waktu.
Misalnya email marketing, follow up pelanggan, hingga pengelolaan leads bisa diotomatisasi.
Hal ini membuat business owner atau tim marketing berfokus pada strategi.
Baca Juga: Apa Itu Otomasi? Ini Manfaat dan Jenis-Jenisnya
Tren No. 12: Keamanan Data dan Privasi Konsumen
Di tengah maraknya isu kebocoran data, jual beli data, hingga isu keamanan dan privasi, beberapa konsumen makin sadar pentingnya melindungi data pribadi mereka.
Jadi Anda sebagai business owner atau digital marketer harus menjamin jika pengumpulan data (khususnya lewat website dan media sosial) harus mematuhi regulasi dan etika penggunaan data.
Transparansi pengumpulan dan penggunaan data sangat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membangun reputasi brand Anda melindungi hak-hak dan privasi konsumen.
Keamanan data bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga soal reputasi bisnis. Satu kesalahan dapat berdampak besar pada kepercayaan konsumen.
Baca Juga: 5 Cara Mengetahui WA Disadap dan Mengatasinya
Tren No. 13: Adaptasi dan Eksperimen Cepat (Growth Hacking)
Tren digital marketing yang berfokus pada eksperimen, iterasi cepat, dan beradaptasi sesuai tren pasar, hingga menggunakan data sebagai basis perancangan strateginya disebut growth hacking.
Strategi dan tren ini mengacu pada perubahan perilaku konsumen yang sangat cepat sehingga butuh juga metode yang juga cepat/lincah untuk meresponnya.
Jika bisnis Anda masih kecil seperti startup, setidaknya Anda perlu terbuka terhadap perubahan dan tidak takut mencoba strategi baru (bereksperimen), kemudian lakukan iterasi cepat.
Baca Juga: 9 Langkah Membuat Social Media Strategy dan Penerapannya
Tren Digital Marketing 14: Integrasi CRM dengan Aplikasi WhatsApp

Customer relationship management (CRM) sekarang sudah menjadi salah satu tren digital marketing masa kini.
CRM berperan mengelola data pelanggan, seperti melacak interaksi, data kontak, riwayat pesan, dan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam.
Dengan CRM, business owner atau CRM specialist bisa menyusun strategi marketing yang lebih rapi (terorganisir).
Penggunaan data pelanggan bisa untuk segmentasi, personalisasi pengiriman broadcast message, sampai peningkatan layanan pelanggan.
Integrasi CRM dengan aplikasi WhatsApp Anda membuat penggunaan WhatsApp lebih mudah digunakan oleh banyak agen tanpa khawatir nomor terblokir atau kena banned.
Baca Juga: WhatsApp CRM: Pengertian, Keuntungan, dan Fitur Kunci
Kesimpulan
Demikian artikel penjelasan tentang tren digital marketing yang harus business owner ketahui.
Karena dengan mengetahui tren ini Anda bisa memetakan perubahan pasar dan perilaku pengguna, serta bisa menerapkan dalam pengambilan keputusan lebih tepat.
Tren seperti data driven marketing, personalized marketing, growth hacking, content marketing untuk peningkatan leads dan CRO, berfokus pada mobile first platform/konten, video marketing, penggunaan AI, hingga aplikasi CRM.
Penggunaan tren AI tersebut bisa memperkaya cara Anda menyampaikan brand message yang disesuaikan dengan karakteristik platform atau penggunanya.
Jika menggunakan aplikasi CRM yang berbasis WhatsApp, CRM.ID salah satu alternatif pilihan yang bisa Anda coba.
Aplikasi CRM.ID selalu berinovasi untuk mengikuti tren perkembangan terbaru. Kami membantu business owner dan praktisi digital marketing mengelola data dan komunikasi dengan pelanggannya.
Untuk itu segera uji coba aplikasi CRM.ID di tautan berikut ini.
- Mengobrol dengan Meta AI WhatsApp, Lakukan Hal Ini! - 3 Juli 2026
- Customer Value: Komponen, Cara Mengukur & Penerapan - 3 Juli 2026
- Apa Itu Email Blast dan Gimana Cara Membuatnya? - 2 Juli 2026