Cara Mengidentifikasi Kebutuhan dan Respon Pelanggan

Cara Mengidentifikasi Kebutuhan dan Respon Pelanggan

Mengidentifikasi kebutuhan dan respon pelanggan adalah cara untuk membangun loyalitas pelanggan, peningkatan kuantitas dan kualitas penjualan, serta membuat experience pemakaian produk lebih tepat. 

Kalau kita aware, ada satu momen yang hampir pasti business owner atau customer service alami, yaitu:

Penjualan tiba-tiba melambat begitu saja, pelanggan yang biasanya terus-menerus membeli mulai jarang membeli, dan kalau ada chat biasanya mereka responsif sekarang jadi slow response.

Lalu muncul pertanyaan, apa ada masalah dengan produk kita? Apakah kebutuhan mereka juga ikut berubah? Apa keinginan dan kebutuhan pelanggan kita saat ini?

crm banner 2

Setelah penelusuran lebih lanjut, ternyata ada pada perubahan kebutuhan dan ekspektasi.

Seringkali mereka tidak bisa menyampaikan secara jelas dan runtut ke pemilik bisnis atau customer service. Seringnya tim CS yang harus bisa membaca sendiri pola ini.

Nah supaya tidak Anda lebih paham cara mengidentifikasi kebutuhan dan respon pelanggan, di artikel CRM.id ini kita akan bahas bersama.

Supaya action plan-nya nanti jelas, tidak buang-buang resources pada diskon tambahan, promo besar-besaran, atau menambah tim yang sebenarnya masih belum perlu.

Kebutuhan dan Respon Pelanggan (Pengantar)

Biar punya pemahaman yang sama, kita perlu menyamakan pemahaman terkait kebutuhan dan respon pelanggan.

Kebutuhan pelanggan itu alasan (reason) ketika mereka membeli atau menggunakan produk Anda.

Berdasarkan tulisan dari Harvard Business School yang berjudul 3 Effective Methods for Assessing Customer Needs, kebutuhan konsumen bisa dibagi menjadi beberapa macam, kita ambil yang 3 jenis.

  1. Functional needs, kebutuhan akan fitur-fitur atau fungsinya (contoh: harga lebih murah, proses cepat, fitur lengkap dan ramah untuk pemula).
  2. Emotional needs, kebutuhan untuk merasa aman, dihargai, dilayani dengan baik. Aspek ini lebih menekankan pada pelayanan pelanggan.
  3. Social needs, kebutuhan untuk bisa terlihat profesional, modern, atau mengikuti tren di lingkungan sosial (circle) mereka
Kebutuhan dan Respon Pelanggan

Sedangkan respon pelanggan adalah cara mereka bereaksi pada stimulus atau pemicu ketika berinteraksi dengan bisnis Anda.

Respon ini bisa dalam bentuk feedback langsung, komplain, rating atau review, kecepatan membalas chat (fast response), perilaku pembelian (impulsive atau rational).

Kebutuhan ini sifatnya bisa eksplisit (diucapkan langsung) atau implisit (tersirat dari perilakunya).

Contoh kasus atau ilustrasinya seperti ini:

Ada pelanggan yang memang tidak pernah komplain sama sekali. Tapi tiba-tiba berhenti berlangganan atau membeli lagi. Hal itu karena ada kebutuhan yang tidak terpenuhi dan memuaskan.

Berhenti membeli/berlanggan ini disebut respon. Sedangkan kebutuhannya adalah ekspektasi yang tidak terpenuhi.

Baca Juga: Kualitas Pelayanan Pelanggan: Indikator, Contoh, & Strategi

8 Cara Mengidentifikasi Kebutuhan Pelanggan

Berikut ini pendekatan yang bisa Anda terapkan, terutama jika menggunakan software CRM

1. Analisis History Komunikasi Pelanggan

Anda bisa melihat riwayat/history dengannya terkait pertanyaan yang biasanya sering diajukan, apa saja keluhan/komplain mereka, dan seperti apa ekspektasi dan kebutuhan mereka saat menggunakan produk.

2. Gunakan Data Perilaku Pembelian

Perilaku pembelian adalah sinyal kebutuhan terkait, seberapa sering pelanggan tersebut membeli produk Anda, produk yang mereka beli secara intens.

Terus, kapan mereka biasanya membeli (di jam-jam apa saja, buat melihat pola) dan apakah nilai transaksi meningkat atau justru menurun?

Misalnya, pelanggan Anda sering membeli produk A tiap bulan dan tidak pernah absen. Tapi di bulan ini justru tidak ada pembelian atau pembeliannya menurun.

Hal ini bisa jadi benchmark dengan berbagai kemungkinan. Bisa jadi ada kompetitor yang jauh lebih agresif, bisa juga karena ada masalah di sistem pelayanan.

Atau, mungkin juga karena kebutuhan pelanggan yang justru berubah.

Dari data-data ini kan jadi lebih mudah buat analisis nantinya.

Cara Mengidentifikasi Kebutuhan Pelanggan

Baca Juga: Perilaku Pelanggan: Jenis, Faktor, dan Contohnya

3. Anda Bisa Memberi Labeling Atau Tagging Ke Kontak Pelanggan

Tidak semua pelanggan memiliki kebutuhan yang sama. Nah untuk itu perlu ada pembeda, baik dari segi tag atau label.

Kalau di software CRM (khususnya aplikasi CRM.id) biasanya ada fitur seperti ini.

Fungsi secara umum biasanya untuk kebutuhan segmentasi, bisa dengan segmentasi berbasis demografis.

Terus juga frekuensi chatting, jumlah transaksi, kecepatan respons pada promo melalui broadcast message, atau channel yang sering digunakan.

4. Kumpulkan dan Analisis Feedback

Ada beberapa cara, salah satunya menggunakan monitoring di media sosial. 

Buat mengetahui dan mengikuti pembahasan dan opini mereka apa saja terkait brand Anda.

Atau kalau mau menggunakan data kuantitatif, bisa dengan menggunakan beberapa indikator, seperti CSAT (customer satisfaction score), dan rating pada kualitas layanan.

5. Bertanya Secara Langsung (Wawancara dan Survei)

Ada beberapa cara selain cara-cara tidak langsung, Anda bisa menggunakan cara lain, seperti:

Membuat Survei Kebutuhan, yaitu menggunakan online survey seperti Google Forms dan Survey Monkey untuk mengumpulkan data dari sampel besar.

In-depth interview, yaitu berbicara langsung satu per satu dengan pelanggan untuk memahami motivasi mereka apa saja.

Focus Groups Discussion (FGD), nah kalau metode ini buat mendiskusikan produk/layanan di kelompok kecil untuk mendapatkan rumusan pembahasan, feedback, dan hasil diskusi (notulen).

Baca Juga: Survey Kepuasan Pelanggan: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

6. Analisis Keluhan Pelanggan di Sistem Tiket

Analisis Keluhan Pelanggan di Sistem Tiket

Anda bisa menggunakan analisis pada sistem tiket dan komplain dengan mudah.

Karena di tiket ini kan pain point, kebutuhan, keinginan, ekspektasi, dan sebagainya terdokumentasi.

Customer service bisa mengelompokkan atau clustering tiket berdasarkan jenis masalah, produk terkait, waktu penyelesaian, dan tim yang menanganinya.

Jika 40% komplain berkaitan dengan pengiriman, berarti kebutuhan pelanggan bukan hanya produk bagus tapi juga distribusi yang cepat dan aman.

7. Anda Bisa Memetakan Customer Journey Mapping

Dengan mendalami atau melihat titik-titik penting (touchpoint) di customer journey mapping.

Anda bisa melihat seluruh tahapan pelanggan dari awareness, consideration, purchase, sampai menggunakan produk.

8. Gunakan Otomasi dan Predictive Analysis

Jika data-data sudah banyak, Anda seringkali melakukan aktivitas berulang dan kurang produktif, sebaiknya mulai beralih ke sistem otomasi atau penggunaan predictive analysis.

Jadi nanti prosesnya berdasarkan pada pola-pola dan berjalan lebih otomatis. Tapi tetap mengandalkan human agent untuk mensupervisi, lebih tepatnya hybrid.

Contoh kasusnya auto tag pelanggan berdasarkan perilakunya, pemberitahuan (push notifikasi) terkait follow up otomatis, prediksi pelanggan yang berhenti, dan rekomendasi produk terkait.

Baca Juga: Apa Itu Otomasi? Ini Manfaat dan Jenis-Jenisnya

Cara Melihat dan Menganalisis Respon Pelanggan

Ada beberapa cara untuk melihat dan analisis respon pelanggan, misalnya: 

1. Membuat Survei Kepuasan Pelanggan (CSAT – Customer Satisfaction Score)

Mengirimkan kuesioner atau form setelah transaksi untuk mengukur tingkat kepuasan pada pengalaman tertentu.

2. Menggunakan Review Atau Feedback

Menggunakan Review Atau Feedback

Dengan memantau review di berbagai channel seperti marketplace, Google Maps, media sosial, atau forum komunitas seperti Reddit, Quora, dan Facebook Community.

Dari review dan feedback itu bisa Anda analisis bagaimana respon secara keseluruhan atau sebagian besar, sentimennya seperti apa, apakah positif, netral, atau negatif.

3. Analisis Keluhan Atau Problem (Pain Point)

Biar lebih mudah memetakan respon pelanggan, Anda juga harus bisa mengumpulkan keluhan dan apa saja pain point mereka.

Dengan mencatat dan mengevaluasi keluhan pelanggan, Anda bisa melihat pola dan menyusun rencana perbaikan dan membuat layanan lebih excellence.

Baca Juga: Pain Point: Contoh, Cara Identifikasi, dan Solusinya

Kesimpulan

Mengidentifikasi kebutuhan dan respon pelanggan jadi sebuah kebutuhan buat Anda karena bisa menjadi cara buat melihat tren, apakah penjualan meningkat, sama saja, atau justru menurun.

Kebutuhan pelanggan itu kan pasti berubah setiap waktu, begitu pula dengan cara mereka meresponnya.

Dari pembahasan diatas, semakin banyak data yang Anda kumpulkan dan berkualitas, justru semakin menajamkan pisau analisis dan insight yang bisa didapatkan.

Aplikasi WhatsApp CRM (CRM.id)

Agar lebih mudah mengelola data kebutuhan dan respon pelanggan, Anda bisa menggunakan alat bantu seperti Software CRM.

Software CRM seperti CRM.id bisa mengelola data dan semua kebutuhannya.

Untuk itu, Anda bisa mencoba free trial terlebih dahulu di demo aplikasi CRM.id ini, baru kalau sudah yakin berlangganan, silahkan mencoba daftar CRM.id.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

one × five =