Panduan Lengkap Pakai Business Model Canvas (BMC)

Panduan Lengkap Business Model Canvas (BMC)

BMC adalah metode yang paling terkenal untuk menganalisis model bisnis.

Bentuknya seperti framework pemodelan rencana bisnis yang tertulis dan bisa diadaptasi dengan cepat.

Kalau untuk banyak pengusaha, business owner, business analyst, manager sudah tidak akan asing dengan bmc ini.

Tapi masih belum banyak yang memanfaatkannya secara maksimal, terutama untuk kombinasi dengan aplikasi CRM dan WhatsApp Business.

Tapi berbeda untuk business owner pemula yang masih perlu untuk menyelami dan mengulik lebih banyak business model canvas itu sendiri.

Artikel CRM.id (Aplikasi CRM Jogja) ini akan membahas tentang BMC, cara menyusun, dan menerapkannya dan hubungan dengan strategi CRM.

Apa Itu Business Model Canvas (BMC)?

crm banner 2

BMC adalah alat manajemen strategis yang digunakan untuk mendefinisikan dan mengkomunikasikan ide atau konsep bisnis dengan cepat dan mudah.

Tools ini membuat kanvas visual yang terdiri dari 9 komponen atau bagian analisis yang saling berkaitan.

Kanvas ini membantu para pendiri startup atau perusahaan korporat untuk memetakan, mendiskusikan, merancang, dan menciptakan model bisnis baru secara terstruktur.

Mungkin Anda bertanya-tanya tentang asal usul istilah ini. Istilah BMC adalah singkatan dari Business Model Canvas.

Framework ini pertama kali dipopulerkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur di bukunya yang berjudul Business Model Generation pada tahun 2010.

Sejak saat itu, kanvas ini telah merevolusi cara perusahaan di seluruh dunia memandang strategi bisnis mereka.

Mengapa kanvas ini sangat populer? Karena metode ini mampu meringkas kompleksitas operasional bisnis ke satu halaman visual.

Anda tidak perlu lagi tenggelam dalam rencana bisnis tradisional pada umumnya.

Dengan satu lembar kanvas, seluruh tim bisa melihat gambaran besar dari mana uang berasal, siapa yang mereka layani, dan apa yang harus dilakukan perusahaan untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Mengenal Pentingnya Business Plan, Komponen, dan Jenisnya

9 Komponen Business Model Canvas (BMC)

Untuk menyusun strategi yang solid, Anda wajib memahami anatomi dari kanvas ini.

Terdapat sembilan blok kanvas yang saling terkait. Mari kita bedah satu per satu secara mendalam.

1. Customer Segment

Customer segment adalah penentuan kelompok orang atau bisnis yang ingin dilayani oleh perusahaan Anda.

Tanpa pelanggan yang jelas, tidak ada bisnis yang bisa bertahan.

Anda harus membagi pelanggan ke dalam segmen-segmen berbeda berdasarkan kesamaan kebutuhan, perilaku, atau atribut lainnya.

Beberapa jenis segmen pelanggan (customer segment) mencakup:

  • Mass Market. Tidak ada segmentasi yang spesifik, berfokus pada kelompok besar dengan kebutuhan serupa.
  • Niche Market. Segmen pasar yang sangat spesifik dan terspesialisasi.
  • Segmented. Pasar dengan masalah yang sedikit berbeda tapi masih dalam satu kategori besar.
  • Diversified. Melayani dua segmen pelanggan yang sama sekali tidak terkait.
  • Multi sided Platforms. Melayani dua atau lebih segmen customer yang saling bergantung, misalnya penjual dan pembeli di platform e-commerce.

Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut komponen BMC ini, bisa mengunjungi artikel customer segment berikut.

2. Value Proposition

Komponen Business Model Canvas (BMC)

Setelah mengetahui siapa pelanggan Anda, pertanyaan selanjutnya adalah nilai apa yang Anda tawarkan kepada mereka.

Konsep value proposition adalah serangkaian produk atau services yang menciptakan nilai bagi segmen pelanggan spesifik.

Ini adalah alasan utama mengapa pelanggan memilih perusahaan Anda daripada kompetitor.

Nilai yang Anda tawarkan bisa bersifat kuantitatif seperti harga yang lebih murah atau kecepatan pelayanan.

Di sisi lain, nilai juga bisa bersifat kualitatif seperti desain produk yang lebih elegan, status merek, atau customer experience yang terbaik.

Misalnya seperti CRM.id menawarkan software CRM, misalnya, salah satu value proposition berupa peningkatan retensi pelanggan sebesar 30% berkat kecepatan respon dan kualitas pelayanan melalui WhatsApp.

Jika Anda ingin mendalaminya, bisa mengunjungi artikel value proposition berikut.

3. Channels BMC

Bagaimana value proposition Anda sampai ke customer? Itulah inti dari komponen ini.

Definisi channels yaitu touchpoints yang perusahaan gunakan untuk berkomunikasi dengan customer segmentnya dan menyampaikan penawaran valuenya.

Channel ini punya peran penting buat customer experience secara menyeluruh.

Fase di channel-channel ini mencakup level awareness (kesadaran), evaluasi, pembelian (conversion), pengiriman, dan after sales.

CRM adalah salah satu channel yang bisa Anda gunakan di framework BMC ini.

Saat ini, WhatsApp Business API sudah berubah jadi salah satu channel komunikasi bisnis yang tepat.

Menggunakan WhatsApp mampu untuk membangun interaksi secara real time, pengiriman notifikasi yang lebih personal, dan customer support responsif.

Pada akhirnya bisa membantu meningkatkan kepuasan pelanggan secara lebih baik lagi.

Jika Anda ingin mendalaminya, bisa membaca lebih lanjut di artikel channels BMC berikut.

4. Customer Relationship

Bagian ini menjelaskan jenis hubungan yang dibangun perusahaan dengan customer segment.

Dengan paham customer relationship, Anda lebih mudah dan sebagai kunci untuk akuisisi pelanggan, customer retention (mempertahankan customer), dan peningkatan penjualan (upselling).

Dari pengalaman kami di CRM.id, beberapa perusahaan gagal karena mereka mengabaikan bagian penting ini dalam strategi bisnisnya.

Hubungan dengan  pelanggan bisa berupa:

  • Personal Assistance. Interaksi antar manusia secara langsung, misalnya agen customer service.
  • Dedicated Personal Assistance. Menugaskan perwakilan khusus untuk klien (sering terjadi di bisnis B2B).
  • Self-Service. Customer melayani diri mereka sendiri dengan fasilitas yang disediakan oleh bisnis/perusahaan Anda.
  • Automated Services. Penggunaan tools seperti chatbot AI di WhatsApp CRM untuk mengenali customer dan menawarkan layanan khusus secara otomatis.
  • Communities. Membangun komunitas online agar pelanggan bisa saling bertukar pengetahuan.

Dengan penerapan aplikasi CRM yang tepat, Anda bisa mengubah hubungan jadi relasi yang awet, memantik mereka dengan sukarela mempromosikan ke kerabatnya.

Jika Anda ingin membaca lebih lanjut, artikel customer relationship berikut akan memaparkan detailnya.

5. Revenue Streams

Komponen ini perlu dari setiap model bisnis. Hal itu karena komponen penting bagaimana revenue yang akan perusahaan atau bisnis dapatkan dari customer.

Ada beberapa cara untuk menghasilkan pendapatan (revenue):

  • Menjual aset, yaitu menjual hak kepemilikan atas suatu produk fisik.
  • Menggunakan jasa. Revenue yang dihasilkan dari penggunaan services atau jasa tertentu, biasanya sering terjadi di agency.
  • Subscription, yakni menjual akses suatu layanan, seperti model bisnis SaaS. Sistemnya berlangganan untuk bisa mendapatkan akses ke sejumlah fitur (bergantung jenis langganan)
  • License, memberikan izin untuk menggunakan kekayaan intelektual (HAKI) yang dilindungi hukum dengan imbal balik biaya lisensi.
  • Advertising. Revenue dari mengiklankan produk, services, atau brand tertentu.

6. Key Resources

Untuk menciptakan dan menawarkan value proposition, Anda membutuhkan resources tertentu.

Konsep key resources BMC adalah aset-aset terpenting yang Anda perlukan agar model bisnis bisa berfungsi.

Aset ini membuat bisnis Anda mudah menjangkau pasar, mempertahankan hubungan dengan customer, dan pada akhirnya mendapatkan revenue.

Resources dikategorikan menjadi empat jenis:

  • Fisik, seperti biaya sewa atau aset gedung, kendaraan, mesin, jaringan titik penjualan
  • Kekayaan intelektual, seperti merk, pengetahuan eksklusif, paten, hak cipta, basis data pelanggan (database CRM).
  • Manusia atau tenaga kerja. misalnya seperti tim marketing, product, engineer, finance, sales, customer support, dan lain sebagainya
  • Finansial. Uang tunai, jalur kredit, atau jaminan saham untuk merekrut karyawan kunci.

Jika Anda ingin membaca artikel lanjutannya, bisa mengunjungi bacaan key resources berikut.

7. Key Activities

Selain aset, ada tindakan-tindakan yang harus Anda lakukan.

Makna dari key activities adalah hal-hal penting yang harus perusahaan lakukan agar model bisnisnya bisa beroperasi dengan lancar.

Komponen Ini jadi bagian untuk bisa memberikan value ke customer.

Aktivitas bisa CRM.id klasifikasikan sebagai berikut:

  • Aktivitas produksi, seperti merancang, membuat, dan mengirimkan produk dalam jumlah atau kualitas tertentu.
  • Problem solving, menemukan solusi baru untuk masalah customer, biasanya dilakukan oleh konsultan atau rumah sakit.
  • Platform/Jaringan. Aktivitasnya fokus pada manajemen, penyediaan layanan, atau promosi platform. Untuk perusahaan software, seperti maintenance server, pembaruan software, dan integrasi API (seperti integrasi WhatsApp API ke sistem internal).

Jika Anda ingin mendalaminya, bisa mengunjungi artikel key activities berikut.

8. Key Partners BMC

Key Partners BMC dan Brainstorming

Di dunia bisnis saat ini sangat penting untuk membangunkerjasama dan kemitraan dengan pihak lain, baik di bidang yang berkaitan dengan brand Anda atau yang bisa melengkapi.

Keuntungannya sangat banyak, antara lain bisa akuisisi pelanggan baru dari customer mitra atau mendapatkan kemudahan akses raw material dari supplier.

Selain itu bisa memberikan akses eksklusif product mitra ke brand Anda lewat integrasi langsung di aplikasi atau product.

Terdapat empat jenis kemitraan:

  • Kemitraan kolaborasi, kerjasama ini terjadi antara perusahaan yang bukan kompetitor, tapi bisa saling melengkapi satu sama lain.
  • Coopetition, yaitu kemitraan antara perusahaan yang saling bersaing untuk memperbesar market share. Biasanya bentuk kerjasamanya dalam hal R&D, penggunaan infrastruktur, tapi bersaing di produk.
  • Joint ventures, yakni mengembangkan bisnis atau produk baru secara bersama-sama.
  • Hubungan customer-supplier. Untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan baku atau teknologi yang jauh lebih stabil.

Apabila Anda ingin membaca lebih lanjut, bisa mengunjungi artikel key partners berikut.

9. Cost Structure

Komponen terakhir berkaitan dengan cost yang akan Anda keluarkan.

Cost structure adalah semua biaya yang Anda keluarkan untuk mengoperasikan model bisnis.

Mencakup seperti penciptaaan nilai, mempertahankan hubungan dengan customer, dan menghasilkan pendapatan pokoknya yang semuanya menimbulkan biaya.

Struktur biaya biasanya mencakup 2 hal:

  • Cost-driven. Fokus pada meminimalkan biaya di setiap lini, biasanya dengan proposisi nilai harga rendah, dan memaksimalkan output. Kadangkala menggunakan tenaga outsourcing
  • Value-driven. Kurang peduli dengan faktor biaya, lebih fokus pada penciptaan nilai premium dan layanan yang sangat sesuai dengan value customer.

Karakteristik struktur biaya mencakup biaya tetap (gaji karyawan, sewa server), biaya variabel (biaya pengiriman, komisi penjualan).

Terus juga economies of scale (keuntungan biaya seiring peningkatan output), dan economies of scope (keuntungan biaya akibat ruang lingkup operasional yang lebih luas).

Baca Juga: Cara Membuat Template Business Profile (Company Profile)

Cara Membuat Business Model Canvas yang Tepat

Setelah memahami ke-9 komponen BMC tersebut, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara membuat atau menyusunnya.

Membuat kanvas bisa Anda lakukan sendirian, bisa juga kolaborasi dengan tim lain untuk mendapat insight tambahan.

1. Kumpulkan Tim Lintas Divisi (Cross-Functional Team)

Agar lebih mudah dan melihatnya secara helicopter view (360 derajat), coba untuk libatkan orang-orang dari tim lain seperti produk, pemasaran, sales, dan customer service.

Perbedaan pendapat dan perspektif akan menghasilkan kanvas yang lebih tahan banting.

2. Mulai dari Pelanggan (Customer Centric)

Selalu mulai dengan memetakan segmen customer dan value proposition brand Anda. Jika kedua hal ini tidak selaras, komponen lainnya tidak akan berjalan dengan baik.

Untuk itu Anda harus menyusunnya juga melibatkan customer centric, pastikan setiap plan yang dibuat adalah untuk menjawab kebutuhan dan permasalahan customer.

3. Gunakan Sticky Notes Biar Lebih Mudah Catat Ide dan Pengelompokan

Model bisnis bersifat dinamis. Setiap komponen harus terus Anda perbarui seiring waktu.

Anda bisa menggunakan sticky note di papan tulis agar Anda bisa dengan mudah menambah, memperbarui, menghapus, atau memindahkan ide.

4. Coba Pakai dan Eksplorasi Berbagai Channel Komunikasi

Untuk memperbarui secara terus-menerus ide dan kebutuhan pasar, jangan terjebak pada channel tradisional saja.

Coba diskusikan bagaimana software CRM terintegrasi WhatsApp bisa streamline channel dan memperkuat customer relationship.

5. Uji Coba Hipotesis yang Anda Susun di BMC

Kanvas yang baru Anda buat biasanya hanya kumpulan asumsi-asumsi saja jika masih belum mendapat validasi pasar.

Untuk itu Anda harus menguji coba langsung ke audiens, berbicara dengan calon customer, dan memvalidasi apakah asumsi tersebut benaran terjadi.

Baca Juga: Contoh Penerapan A/B Testing di Pesan Broadcast WhatsApp

Integrasi Software CRM dan WhatsApp dalam Business Model Canvas

Aplikasi WhatsApp CRM Yogyakarta (CRM.id)

Sebagai penyedia aplikasi manajemen hubungan pelanggan, CRM.id merasa perlu menekankan bagaimana teknologi mengubah cara kita mengisi business model canvas ini.

Di masa lalu, membangun customer relationship sangat bergantung pada interaksi langsung yang butuh biaya besar.

Saat ini, dengan menggunakan aplikasi CRM yang terintegrasi dengan WhatsApp Business API, operasional dapat berubah dengan cepat:

1. Peningkatan Value Proposition

Anda menawarkan layanan pelanggan 24 jam sehari 7 hari seminggu tanpa henti, respon secara langsung karena beberapa hal seperti chatbot dan rekomendasi produk.

2. Perubahan pada Hubungan Pelanggan

Dengan sistem membuat pengelolaan pelanggan jadi lebih mudah, seperti pengelolaan kontak, atau untuk manajemen kualitas pelayanan.

Sampai survei kepuasan pelanggan secara langsung menggunakan chat. Hubungan menjadi sangat personal tapi tetap efisien secara biaya.

3. Efisiensi Struktur Biaya

Dengan mengotomatisasi layanan pelanggan melalui bot WhatsApp memangkas kebutuhan merekrut ratusan agen call center atau CS.

Dampaknya pada penurunan biaya dan data dari sistem ini juga menjadi key resources yang penting.

Anda mengetahui secara akurat  jam berapa pelanggan Anda paling aktif, produk yang sering mereka tanyakan, dan keluhan paling sering muncul.

Informasi ini kemudian menjadi bahan untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan strategi di kanvas Anda.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Software CRM untuk Bisnis di Indonesia

Apa Saja Kesalahan yang Harus Anda Hindari Saat Menyusun Model Bisnis?

Berikut adalah jebakan dan kesalahan yang harus Anda hindari saat menyusun business model canvas. antara lain:

1. Mencampuradukkan Keinginan dengan Realita

BMC ini harus melihat kondisi secara objektif yang menyesuaikan dengan kebutuhan, permasalahan calon customer dan kondisi perusahaan.

Jika salah satunya masih belum jelas, maka harus komunikasikan dan kosongkan terlebih dahulu dan evaluasi.

2. Terlalu Detail yang Membuat Analysis Paralysis

Ingat, BMC adalah overview dalam satu halaman dan hindari menulis paragraf panjang lebar.

Anda bisa menggunakan poin-poin singkat yang langsung mengarah pada core problem.

3. Mengabaikan yang Kompetitor Lakukan

Meskipun kanvas ini fokus pada internal dan customer Anda, mengabaikan kondisi makro ekonomi dan manuver kompetitor adalah tindakan bunuh diri.

Apa Saja Kesalahan yang Harus Anda Hindari Saat Menyusun Model Bisnis

Baca Juga: Pengertian Competitor Analysis, Manfaat, dan Cara Melakukannya

Kesimpulan

Seperti itu penjelasan CRM.id tentang business model canvas (BMC).

Dengan memahami pemodelan bisnis berbasis BMC ini, Anda bisa menyelaraskan ide bisnis jadi strategi operasional yang sangat jelas dan terukur.

Dengan membedah 9 komponen mulai dari value proposition, cost structure, customer relationship, key partner, dll bisa memodelkan bisnis jadi lebih terukur dan rapi.

Lebih jauh lagi, dengan menggunakan tools seperti Software CRM dan strategi WhatsApp marketing di BMC, seperti saluran dan customer relationship, membuat proses eksekusi jadi lebih efisien.

Misalnya seperti menggunakan CRM.id untuk kemudahan dalam pengelolaan customer, kontak, dan kualitas pelayanan.Anda bisa mengisi form demo aplikasi CRM berikut untuk bisa mencoba beberapa fiturnya, dan tim kami akan menghubungi Anda.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

nineteen − 12 =