Brand marketing strategy adalah rencana tertulis yang menjelaskan brand Anda di mata pelanggan, apa yang bisnis Anda tawarkan (unique selling proposition), dan lewat channel apa penyampaian pesan brand.
Artikel CRM.ID ini menyediakan template yang bisa Anda salin langsung ke Google Docs, Word, atau Sheets, lengkap dengan cara mengisinya langkah demi langkah.
Beberapa template masih terbatas hanya berisi di misi, visi, dan value perusahaan, dan beberapa langkah-langkah marketing.
Padahal pelanggan Indonesia sering bertemu brand Anda pertama kali itu bisa di digital channel atau menuju WhatsApp.
Karena itu template ini mempunyai 3 tambahan lagi yaitu audit touchpoint WhatsApp, panduan gaya bahasa chat, dan scorecard brand yang angkanya Anda ambil dari data platform CRM.

Panduan ini cocok untuk pemilik UKM, tim customer service, sales, dan marketer yang ingin menyusun strategi marketing brand-nya.
Anda bisa menggunakan Excel/Spreadsheet saja untuk langkah awalnya, tapi kalau misalnya sudah membutuhkan analisis lebih dalam dan hanya langsung melihat dalam bentuk dashboard, Anda perlu menggunakan CRM.
Apa Itu Brand Marketing Strategy dan Apa Bedanya dengan Branding?
Brand marketing strategy adalah rencana jangka panjang untuk membentuk cara pelanggan mengenal, mempercayai, dan mengingat brand Anda, lalu mengubahnya menjadi aktivitas marketing yang konkret.
Isinya mencakup identitas brand, posisi di pasar, gaya komunikasi, channel, dan ukuran keberhasilan/success metrics.
Branding menjawab pertanyaan siapa Anda atau ingin dikenal oleh orang lain sebagai apa. Sedangkan marketing menjawab bagaimana Anda membuat orang lain mengetahui brand Anda dan mempengaruhi mereka untuk membeli.
Brand marketing strategy menyambungkan keduanya, sehingga setiap promo, konten, dan balasan chat terasa datang dari satu brand yang sama.
Marty Neumeier, penulis The Brand Gap, menjelaskan pada wawancara podcast Ebaqdesign kalau brand adalah gut feeling seseorang tentang sebuah perusahaan, produk, atau layanan.
Setiap orang punya selera dan versinya sendiri. Anda tidak bisa memaksa orang menilai brand Anda bagus, tapi Anda bisa mengatur pengalaman yang mereka rasakan. Strategi inilah alat pengaturnya.

Kevin Lane Keller (1993) di Journal of Marketing menyebut brand equity muncul saat pelanggan mengenal brand dan menyimpan asosiasi yang kuat, positif, dan unik di ingatan mereka.
Baca Juga: Brand Marketing: Pengertian, Manfaat, dan Fungsinya
Kenapa Brand Marketing Strategy Perlu Menyertakan WhatsApp Sebagai Salah Satu Channelnya?
Laporan Digital 2026: Indonesia dari We Are Social mencatat pengguna Indonesia menghabiskan sekitar 1 jam 52 menit per hari di WhatsApp, nyaris sama dengan TikTok.
Laporan yang sama menyebut 3 dari 5 orang memakai media sosial sebagai media utama untuk meneliti brand.
Calon pelanggan biasanya mengintip profil Anda dulu, lalu mengirim chat, di bagian inilah brand Anda sedang mereka nilai, apakah cukup layak mereka pilih.
Mardiana dan Latifah (2025) di Jurnal SOLMA menemukan banyak UKM di Blitar belum memaksimalkan WhatsApp Business untuk branding.
Setelah pelatihan untuk 12 pelaku usaha tentang profil bisnis, katalog, label, dan pesan otomatis, skor pemahaman mereka naik dari 3,14 ke 4,70 pada skala 5, perkembangan terbesar ada di fitur katalog dan balasan cepat.
Selain itu dari sisi pelayanan juga punya peran penting, seperti penjelasan Raba dkk. (2025) di jurnal Budimas mencatat UMKM JacRental menurunkan waktu respons dari 10-15 menit ke 2-3 menit, dan salah catat pesanan dari 20% ke 5%, setelah menggunakan pesan otomatis dan label pesanan.
Kepuasan pelanggan dan kesediaan merekomendasikan ikut naik pada UMKM Dimsum Cukikana.
Vitaloka dan Sitompul (2026) melaporkan kenaikan harian pelanggan yang memesan lewat WhatsApp Business sebesar 10% setelah profil, katalog, dan spanduk bernomor WhatsApp terpasang.
Ketiganya studi skala kecil, jadi pakai sebagai gambaran arah lalu uji sendiri di bisnis Anda.
Untuk membaca buku The Brand Gap di O’Reilly menyebut fondasi brand adalah kepercayaan yang tumbuh ketika pengalaman pelanggan konsisten memenuhi atau melampaui harapan.

Baca Juga: Strategi WhatsApp Marketing yang Jitu Meningkatkan Leads
Apa Saja Isi Template Brand Marketing Strategy yang Perlu Kita Perhatikan?
Template ini punya 8 bagian yang bisa Anda isi secara berurutan, 4 bagian pertama membentuk identitas, dan 4 sisanya mengubah identitas itu menjadi action plan.
- Fondasi brand, mencakup tujuan bisnis, brand image, dan tiga nilai utama
- Profil pelanggan, meliputi siapa yang paling sering membeli dan apa yang mereka tanyakan
- Positioning, yaitu alasan pelanggan memilih Anda
- Brand voice, mencakup gaya bahasa dan contoh balasan chat
- Audit touchpoint WhatsApp, yakni pemeriksaan 10 titik tempat pelanggan menemukan brand Anda
- Channel dan kalender konten
- Brand scorecard, 4 angka dari data CRM
- Review 90 hari
Audit WhatsApp dan scorecard adalah tambahan yang jarang Anda temukan di template brand strategy pada umumnya. File lengkapnya ada di bagian Download Template di akhir artikel.
Baca Juga: Template Analisis SWOT yang Bisa Anda Unduh dan Tipsnya
Cara Membuat Brand Marketing Strategy dalam 7 Langkah
Kerjakan 7 cara ini secara berurutan agar prosesnya jauh lebih terstruktur. Satu sesi sekitar 2 jam cukup untuk draf pertama.
Langkah 1 >> Tulis Brand Voice atau Slogan dalam Satu Kalimat
Ekspektasi brand Anda ke audiens adalah hal yang pelanggan harapkan setiap kali berkomunikasi dengan Anda.
Tulis dengan rumus berikut >> untuk siapa, apa hasilnya, dan bukti apa yang Anda punya.
Contohnya, kue ulang tahun rumahan untuk keluarga muda, tiba tepat waktu, dengan bahan yang bisa pelanggan cek langsung lewat Status WhatsApp kami. Tempel kalimat ini di deskripsi bisnis dan di halaman pertama dokumen tim.
Langkah 2 >> Kenali Pelanggan dari Chat yang Sudah Masuk

Buka 30 chat terakhir lalu catat siapa yang bertanya, apa pertanyaan pertamanya, dan apa yang membuat mereka ragu sebelum bayar. Pola dari chat nyata lebih menggambarkan kemauan dan kebutuhan mereka.
Kelompokkan menjadi 2 atau 3 tipe pelanggan, lalu beri label di WhatsApp Business atau CRM supaya polanya bisa Anda hitung bulan depan.
Tambahkan juga satu pertanyaan sambutan untuk pelanggan baru, misalnya “Kakak tahu kami dari mana? supaya sumber rekomendasi tercatat sejak chat pertama.”
Langkah 3 >> Tentukan Brand Positioning
Brand positioning untuk memposisikan brand Anda ingin dikenal sebagai apa.
Anda bisa menyusunnya sebagaimana contoh berikut:
Untuk (tipe pelanggan) yang butuh (kebutuhan), (nama brand) adalah (kategori) yang (alasan unik), karena (bukti).
Lalu uji dengan satu pertanyaan, kalau pelanggan menceritakan Anda ke teman dalam satu kalimat, apakah ia akan mengucapkan hal serupa? Kalau jawabannya ragu, sederhanakan lagi.
Langkah 4 >> Susun Brand Voice Khusus Chat
Tentukan 3 sifat suara brand, misalnya hangat, rapi, dan cepat. Untuk tiap sifat, tulis satu contoh balasan yang Anda pakai dan satu yang Anda hindari.
Tentukan juga sapaan baku, misalnya “Kak, dan kapan emoji boleh muncul”. Tim CS bisa meminjam pola dari 25 contoh template percakapan customer service lalu menyesuaikannya dengan brand voice Anda.
Langkah 5 >> Audit 10 Touchpoint WhatsApp
Periksa satu per satu seperti nama bisnis, foto profil, deskripsi, jam operasional, pesan sambutan, pesan di luar jam kerja, balasan cepat, katalog, label, dan Status.
Isi deskripsi dengan slogan brand Anda dari langkah 1 dan batasi daftar produk di katalog supaya mudah dibaca.
Beri skor 0 sampai 2 untuk setiap titik, misalnya 0 berarti belum ada, 1 berarti ada tetapi belum sesuai voice, 2 berarti sudah sesuai.
Kalau Anda memakai WhatsApp API, baca pedoman display name Meta dan samakan nama tampilan dengan nama di website Anda supaya lebih mudah lolos review.
Saat tim Anda sudah mulai kewalahan di jam sibuk, customer service automation membantu menjaga kualitas balasan konsisten tanpa harus mengandalkan customer service.
Langkah 6 >> Pilih Channel dan Jadwal Konten

Anda tidak harus memilih semua channel, cukup pilih 2 channel utama saja. Untuk banyak UKM, kombinasi yang tepat adalah Status WhatsApp dan satu platform media sosial seperti Instagram atau TikTok.
Lalu susun kalender dalam 4 minggu dengan 3 jenis konten mencakup bukti hasil, proses kerja, dan jawaban atas pertanyaan pelanggan.
Kalau Anda ingin mengirim pesan promosi ke daftar kontak, pastikan Anda memegang izin kontaknya sesuai aturan opt-in WhatsApp. Untuk mempercepat ide konten, Anda bisa belajar pemanfaatan AI marketing untuk UKM.
Langkah 7 >> Tetapkan KPI dari Data CRM
Pilih 4 parameter atau kriteria keberhasilan yang mencakup waktu balas pertama, persentase chat yang berakhir jadi order, repeat order dalam 60 hari, dan jumlah chat yang datang dari rekomendasi.
Catat kondisi sekarang sebagai titik awal, lalu tetapkan target 90 hari, untuk penjelasan lengkapnya ada di bagian scorecard setelah section ini.
Baca Juga: Marketing Plan: Jenis, Cara Membuat, dan Contohnya
Contoh Pengisian Template Brand Marketing Strategy untuk Toko Kue Rumahan
Berikut ilustrasi pengisian template dengan contoh bisnis F&B atau olahan makanan bernama Dapur Lestari, supaya Anda punya bayangan saat mengisi templatenya.
Tapi pastikan untuk tetap menyesuaikan dengan brand marketing strategi bisnis Anda.
- Slogan brand > Kue ulang tahun rumahan yang tiba tepat waktu dan bahannya bisa Anda lihat sendiri.
- Pelanggan > Ibu muda pemesan kue ulang tahun, sering menanyakan alergen dan ketepatan jam kirim.
- Positioning > Untuk keluarga muda yang tidak mau kecewa di hari ulang tahun anak, Dapur Lestari adalah toko kue rumahan yang selalu tiba tepat waktu, karena kami mengirim jadwal produksi dan foto progres sehari sebelumnya.
- Brand voice > Hangat, rapi, cepat. Sapaan Kak, emoji maksimal dua per pesan.
- Audit WhatsApp > Skor awal 9 dari 20, target 16 dalam dua minggu setelah menulis pesan sambutan, balasan cepat soal alergen, dan katalog.
- KPI > Waktu balas pertama dari 12 menit ke 3 menit, chat jadi order dari 25% ke 35%.
Baca Juga: Pengertian Marketing Campaign, Contoh & Cara Mengukur
Bagaimana Mengukur Brand Marketing Strategy dengan Brand Scorecard dari Data CRM?
Scorecard ini bekerja karena keempat nilainya sudah ada di chat Anda, kemudian tinggal merapikannya.

Waktu membalas pertama menunjukkan seberapa cepat brand Anda merespon pertanyaan atau pesan dari pelanggan.
Kalau rasio chat menjadi order menunjukkan apakah positioning dan katalog meyakinkan.
Repeat order 60 hari menunjukkan loyalitas, dan chat dari rekomendasi menunjukkan seberapa sering orang menceritakan brand Anda ke orang lain, dan itu salah satu memperluas eksposur brand awareness.
Waktu balas pertama perhitungannya yaitu: (Jam chat masuk – jam balasan pertama agen) / rata-rata per minggu.
Rasio chat jadi order = Jumlah order/ jumlah chat baru.
Sedangkan untuk, repeat order = pelanggan yang membeli lagi dalam 60 hari / total pelanggan bulan lalu.
Chat rekomendasi adalah jumlah chat baru yang pelanggannya menyebut teman atau keluarga sebagai sumber referensi.
Di spreadsheet, cukup satu baris per bulan sedangkan kalau di CRM, data itu muncul dari label, riwayat chat, dan penugasan agen.
CRM.ID menyediakan riwayat chat yang bisa Anda cari dan filter, label, serta multi agent dalam satu nomor WhatsApp, sehingga tim Anda menjawab dengan suara yang sama dari satu inbox.
Paket gratisnya mencakup satu channel WhatsApp dan 50 ribu chat per bulan, jadi Anda bisa menguji scorecard tanpa biaya.
Tinjau angkanya tiap bulan, ubah satu hal pada satu waktu, lalu lihat dampaknya. Satu perubahan per bulan membuat penyebab hasil lebih mudah Anda lacak.
Baca Juga: Strategi Data Driven Marketing dan Cara Mengukurnya
Hambatan yang Sering Membuat Strategi Brand Marketing Tidak Berjalan dengan Baik
- Template terlalu panjang. Tim tidak membukanya, jadi pangkas sampai muat dua halaman.
- Brand voice hanya berhenti di dokumen. Kalau hanya oret-oretan atau isian di dokumen, tapi tidak ada penerapan langsung ya proses brand marketing tidak akan berjalan dengan baik. Untuk itu latih tim Anda dengan contoh balasan langsung dan cek 10 chat acak tiap minggu.
- Identitas sering berganti-ganti. Mengubah nama tampilan, logo, dan tone of voice tiap bulan membuat pelanggan sulit mengenali Anda, Anda harus memegang satu versi minimal 90 hari.
- Promosi tanpa izin kontak. Pesan yang tidak pelanggan harapkan menurunkan kualitas akun, Anda bisa mempelajari kualitas template di dokumentasi Meta sebelum menjadwalkan broadcast.
- Tidak menggunakan data dalam menyusun strategi. Misalnya tanpa scorecard, Anda tidak akan bisa membaca peluang atau prioritas tugas-tugas dan strategi brand marketing.

Download Template Brand Marketing Strategy
Template lengkap tersedia sebagai file terpisah. Salin bagian 1 sampai 4 ke Google Docs atau Word untuk dokumen, lalu salin bagian 5 sampai 8 ke Google Sheets untuk audit dan scorecard.
Tabelnya sudah menggunakan format yang langsung menyatu saat Anda gunakan. Setelah semua kolom terisi, bagikan ke seluruh tim dan jadwalkan review pertama 90 hari dari hari ini.
Link Template Brand Marketing Strategy (Docs)
Template Brand Marketing Strategy
Baca Juga: 10 Contoh Template Email Marketing dan Tips Menulisnya
Kesimpulan
Demikian penjelasan terkait brand marketing strategy yang CRM.ID sampaikan.
Untuk menyusunnya dengan baik tidak perlu yang rumit-rumit, Anda mulai saja dari satu slogan brand Anda, rapikan 10 touchpoint WhatsApp, lalu ukur 4 parameter keberhasilan tiap bulan.
Dalam 90 hari Anda akan melihat sejauh mana strategi tersebut bekerja. Kalau misalnya chat pelanggan Anda sudah berantakan di berbagai device, Anda sudah perlu untuk memindahkannya ke satu tempat terpusat.
Atau ketika tim sudah merasa kelelahan dengan semua chat yang masuk, sementara tim yang handle tidak mencukupi sesuai beban kerja, Anda bisa mencoba aplikasi CRM WhatsApp dari CRM.ID.
Untuk menghindari risiko, Anda bisa mencoba secara gratis untuk merasakan beberapa fitur seperti inbox, memberi label pelanggan, dan membaca scorecard brand Anda.
Jika ingin berkonsultasi secara langsung dengan senior consultant CRM.ID, bisa langsung menghubungi kontak WhatsApp berikut.
- Download Template Brand Marketing Strategy Gratis dan Cara Buatnya - 11 Oktober 2026
- WhatsApp Desktop, Cara Pakai di Komputer & Bedanya dengan WA Web - 11 Oktober 2026
- Share Screen WhatsApp Saat Video Call di Android, iPhone, & Web - 8 Oktober 2026