Customer Value: Komponen, Cara Mengukur & Penerapan

Customer Value - Komponen, Cara Mengukur & Penerapan

Customer value adalah value yang customer dapatkan saat menggunakan product Anda daripada biaya yang mereka keluarkan.

Dari pengalaman CRM.id selama ini melayani berbagai skala bisnis, mulai pedagang skala UKM yang mengandalkan WhatsApp personal sampai yang menggunakan ekosistem software CRM, ternyata customer value perlu kita perhatikan.

Terlepas dari skala bisnis mereka, ada beberapa keluhan yaitu kenapa customer mereka hanya melakukan sekali transaksi, setelah itu menghilang padahal sudah memberikan harga yang affordable?

Jawabannya karena tidak memenuhi customer value.

Beberapa pebisnis masih terjebak pada pemikiran kalau customer value itu sama dengan harga murah atau diskon besar-besaran, padahal kenyataannya tidak selalu begitu.

Lalu, seperti apa menciptakan customer value yang baik itu dan apa saja komponennya?

Di artikel CRM.id ini, kita akan membahasnya beserta cara mengukur dan penerapannya.

Seperti Apa Itu Customer Value?

crm banner 3

Customer value atau nilai pelanggan adalah perbedaan atau perbandingan antara manfaat keseluruhan yang customer terima dengan effort yang mereka keluarkan untuk mendapatkan produk atau layanan Anda.

Perhatikan kata “effort”. Effort ini melibatkan uang (finansial), waktu, tenaga, dan resources lain yang customer habiskan saat mereka berinteraksi atau menggunakan product Anda, sampai rasa excited atau frustasi saat berinteraksi dengan tim CS.

Jika Anda hanya fokus menurunkan harga tapi kualitas product atau membiarkan mereka menunggu balasan chat lama, pada akhirnya customer value jadi rendah.

Dengan demikian, customer value sebenarnya berkaitan dengan persepsi, experience, dan seberapa besar masalah customer yang berhasil Anda selesaikan.

Baca Juga: Apa itu Value Proposition? Ini Manfaat dan Cara Membuatnya

4 Komponen Customer Value yang Wajib Anda Kuasai

Untuk membangun strategi yang tepat, kita harus membedah customer value ini ke dalam 4 komponen.

Keempat komponen ini menjadi pilar penting untuk menyokong customer value yang lebih baik.

Mengabaikan salah satu komponen ini sama saja Anda membiarkan celah yang bisa saja dieksploitasi oleh kompetitor.

Empat komponen tersebut antara lain:

1. Nilai Fungsional (Functional Value)

Apakah produk atau layanan Anda benar-benar berfungsi sesuai janji?

Jika Anda menyediakan jasa pembuatan website, apakah sistemnya bebas dari error? Jika menjual sepatu lari, apakah solnya benar-benar empuk dan nyaman saat digunakan untuk lari?

Customer sekarang memperhatikan keseluruhan aspek saat mengambil keputusan, baik dari keramahan pelayanan, fast response Anda di WhatsApp, sampai kualitas produk utamanya sendiri.

Untuk itulah nilai fungsional inilah yang menjadi tiket Anda untuk bisa berkompetisi di arena persaingan.

Komponen Customer Value yang Wajib Anda Kuasai

2. Nilai Financial (Monetary Value)

Komponen ini berkaitan dengan urusan efisiensi ekonomi. Customer selalu melakukan kalkulasi apakah harga yang mereka bayar sepadan dengan kualitas experiencenya?

Nilai finansial ini bukan berarti Anda harus menjadikannya dengan harga yang termurah.

Tim CRM.id pernah menangani brand kopi artisan yang harganya 3x lipat dari kopi pasaran, tapi kedainya selalu penuh.

Kenapa hal itu bisa terjadi?

Karena mereka berhasil mengkomunikasikan nilai kualitas biji kopi dan pengalaman menyeduh yang membuat harga mahal tersebut terasa masuk akal (value for money).

3. Nilai Sosial (Social Value)

Manusia adalah makhluk sosial yang sangat peduli dengan citra diri mereka.

Untuk itulah komponen nilai sosial mengacu pada bagaimana penggunaan produk Anda mempengaruhi status atau persepsi customer di lingkungan sosialnya.

Hal ini yang jadi alasan kenapa orang rela antri untuk membeli smartphone dengan rilisan terbaru, meskipun sebelumnya sudah punya HP yang tidak kalah canggih.

Dalam konteks B2B, manajer yang menggunakan aplikasi atau menggunakan jasa agensi dari Anda ingin merasa percaya diri di depan bosnya saat mempresentasikan laporan penjualan.

4. Nilai Psikologis (Psychological Value)

Komponen ini adalah yang paling sulit kompetitor tiru. Nilai psikologis mencakup rasa aman, ketenangan pikiran, dan kebanggaan.

Ketika seorang ibu membeli kursi mobil bayi dengan fitur keamanan tertinggi, itu artinya dia sedang membeli ketenangan untuk melindungi bayinya tersebut.

Ketika tim customer success Anda membalas keluhan dengan penuh empati dan sentuhan human friendly, Anda sudah menawarkan nilai psikologis dan emosional yang kuat pada mereka.

Baca Juga: Customer Centric Adalah? Ini Arti, Cara Mengukur, dan Tips

Cara Mengukur Customer Value dengan Metode yang Akurat

Cara Mengukur Customer Value dengan Metode yang Akurat

Setelah memahami komponennya, berikutnya kita akan membahas kuantifikasinya.

Bagaimana kita tahu melihat keberhasilan strategi jika kita tidak bisa mengukurnya?

Berdasarkan best practice di lapangan, berikut ini cara mengukur customer value secara lebih rapi.

Menggunakan Rumus Dasar Customer Value

Secara matematis, rumusnya sangat sederhana tapi memiliki dampak yang luas.

Berikut ini rumus yang akan kita pakai:

Customer Value = Total Manfaat – Total Biaya

Untuk menjabarkan formula ini di lapangan, tim kami biasanya melakukan beberapa survei dan meminta feedback.

Coba buat daftar semua value yang Anda berikan (kualitas, layanan after sales, kemudahan akses, experience, dan pencapaian) dengan memberi skor 1 sampai 10.

Kemudian, buat daftar semua biaya yang customer keluarkan (harga beli, biaya perawatan, waktu antri, tingkat kerumitan penggunaan atau emosi yang terlibat) dan beri skor yang sama.

Jika total skor biaya melebihi total skor manfaat, Anda harus memperbaikinya sesegera mungkin supaya mencegah ketidakpuasan customer yang membuat mereka berpindah ke kompetitor.

Menghitung Customer Lifetime Value (CLV)

Untuk kebutuhan bisnis jangka panjang, Anda tidak bisa melihat nilai transaksinya saja.

Anda harus memahami cara perhitungan customer lifetime value (CLV) yaitu total proyeksi pendapatan yang bisa Anda peroleh dari satu customer selama mereka terus berbisnis dengan Anda.

Penghitungan standar yang biasanya para data analyst gunakan:

CLV = (Rata-rata Nilai Transaksi x Frekuensi Pembelian) x Customer Lifetime

CLV ini sangat penting dengan anlagi seperti ini:

Bayangkan Anda mengeluarkan budget iklan sebesar Rp 50.000 untuk mendapatkan satu lead atau kontak WhatsApp baru.

Jika orang tersebut hanya membeli produk seharga Rp 40.000 satu kali saja, Anda akan rugi.

Tapi jika menggunakan pendekatan customer service yang tepat, orang tersebut kembali membeli setiap bulan selama dua tahun berturut-turut, maka customer value tersebut sangat penting.

Fokus pada CLV akan mengubah cara Anda mengelola marketing budget dan operasional.

Membaca Metrik Kepuasan dan Customer Effort

Selain CLV, praktisi bisnis juga wajib memonitoring beberapa metrik berikut:

Net Promoter Score (NPS)

Seberapa besar kemungkinan pelanggan merekomendasikan produk Anda ke orang lain. NPS ini metrik untuk mengukur loyalitas.

Customer Effort Score (CES)

Metrik yang mengukur seberapa mudah atau sulit bagi customer untuk berinteraksi dengan bisnis Anda.

Semakin rendah usaha yang harus pelanggan keluarkan misalnya proses checkout di website maka semakin tinggi juga persepsi pada value bisnis Anda.

Baca Juga: Customer Satisfaction Index: Cara Mengukur dan Meningkatkannya

Contoh Penerapan Customer Value di Berbagai Channel

Contoh Penerapan Customer Value di Berbagai Channel

Ada beberapa penerapan customer value yang bisa Anda terapkan di berbagai channel, antara lain:.

1. Dengan Menggunakan WhatsApp

Untuk beberapa pebisnis UKM di Indonesia, WhatsApp (baik personal atau Business) adalah bagian penting pada operasional harian mereka, bahkan banyak yang memulai dari channel ini.

Kesalahan terbesar yang sering terjadi adalah menggunakan channel ini tidak dengan sebaik-baiknya.

Untuk menciptakan customer value yang tinggi lewat WhatsApp, coba terapkan strategi berikut ini:

1.1. Personalisasi Sapaan Pesan

Personalisasi sapaan pesan artinya tidak hanya menyapa sebutan secara umum, Anda perlu menggunakan nama mereka.

Dengan mencatat riwayat pembelian mereka di notes atau menggunakan aplikasi secara khusus.

Ketika mereka menghubungi lagi, Anda sudah bisa menyampaikan pesan: “Halo Ibu Rania, bagaimana krim wajah yang ibu beli bulan lalu? Apakah cocok? Ada yang bisa kami bantu hari ini?”

1.2. Memberikan Konsultasi dan Edukasi Bukan Hanya Jualan

Untuk membangun value pada customer, posisikan diri sebagai expert di bidang bisnis/product yang Anda tawarkan.

Jika customer bingung memilih antara dua produk, tanyakan kebutuhan spesifik mereka dan rekomendasikan pilihan yang paling tepat, walaupun dengan produk yang lebih murah.

Dengan memberikan konsultasi dan edukasi secara rutin menciptakan persepsi dan kepercayaan ke mereka, kalau mereka ada masalah maka akan mengingat menggunakan product Anda.

1.3. Kecepatan dan Kejelasan

Balas pesan dengan cepat dan jelas.

Kalau misalnya Anda sudah berada di luar jam operasional, manfaatkan fitur pesan otomatis, dengan menulis bahasa yang lebih hangat.

Baca Juga: Cara Paling Praktis untuk Menerapkan Customer Delight

2. Integrasi dengan Software CRM untuk Bisnis Skala UKM

Integrasi dengan Software CRM untuk Bisnis Skala UKM

Ketika database pelanggan Anda sudah sampai ribuan, sudah tidak mungkin menggunakan cara-cara manual lagi.

Untuk itulah software CRM berperan untuk meningkatkan customer value yang sebenarnya.

Berdasarkan pengalaman tim CRM.id melayani customer selama ini, kelebihan penggunaannya terletak pada sentralisasi data yang sangat memudahkan proses follow up dan menganalisa kebiasaan customer.

Semua tim (penjualan, pemasaran, dan customer service) jadi punya satu sumber yang sama untuk kebutuhan pengolahan data customer, penjualan, campaign, sampai pengembangan produk.

Penerapannya mencakup:

2.1. Segmentasi Customer yang Lebih Baik

Anda tidak lagi mengirim pesan promo yang sama ke semua orang (mengirim blast pesan secara membabi buta).

Sistem CRM membuat Anda bisa filtering customer berdasarkan minat dan riwayat belanja.

Customer jadi merasakan treatment yang mereka terima dengan hanya menerima penawaran yang relevan dengan kebiasaannya.

2.2. Otomatisasi Pesan Apresiasi

Bisa Anda bayangkan kalau sistem secara otomatis akan mengirimkan email atau pesan yang berisi kupon diskon eksklusif tepat di hari ulang tahun customer.

Hal ini adalah salah satu sentuhan kecil dengan dampak sosial dan psikologis yang penting juga untuk Anda perhatikan, terutama pada pelanggan setia.

2.3. Mampu Melakukan Predictive Analytics

Data di CRM kalau Anda kelola dan analisis bisa memprediksi kapan customer akan kehabisan produk berlangganan mereka (misalnya vitamin atau sabun cuci).

Sehingga tim sales Anda bisa mengingatkan mereka beberapa hari sebelumnya. Bagian ini yang jadi nilai fungsional buat customer yang sibuk.

Baca Juga: Panduan Integrasi WhatsApp dengan Software CRM Berbasis Web

Cara Menghindari Jebakan Ketika Membangun Customer Value

Salah satu penyebab kegagalan saat membangun customer value adalah karena fenomena over-promising atau under-delivering.

Jangan pernah menjanjikan value yang tidak bisa Anda penuhi dalam marketing campaign Anda.

Jika di konten media sosial Anda memberikan ekspektasi layanan premium 24 jam, maka harus memastikan ada tim yang bersiaga pada jam tiga pagi.

Memberikan ekspektasi yang berlebihan dan tidak sesuai realita akan langsung menghancurkan semua customer value yang sudah susah payah Anda bangun.

Efeknya menciptakan review negatif yang sangat merusak reputasi pada brand dan awareness lainnya.

Selain itu, berhentilah berasumsi. Sebagian business owner dan supervisor merasa sudah mengetahui apa yang menjadi keinginan customer, tidak ada riset lanjutan.

Padahal, pasar selalu bergerak secara dinamis, setiap hari ada saja berubah. Apa yang hari ini relevan bisa jadi beberapa waktu kemudian sudah tidak lagi.

Untuk itu coba lakukan audit secara berkala dengan cara menghubungi pelanggan lama yang sudah berhenti bertransaksi. Anda bisa mem follow-up lagi dan berikan penawaran khusus jika membeli kembali.

Cara Menghindari Jebakan Ketika Membangun Customer Value

Baca Juga: 10 Masalah Customer Service dan Cara Mengatasinya

Kesimpulan

Membangun customer value bisa kami katakan bukan taktik marketing jangka pendek yang bisa terselesaikan hanya dalam satu weekly meeting.

Hal ini filosofi yang harus pemilik bisnis perhatikan dengan baik mulai dari cara Anda merespon chat di WhatsApp, cara merancang produk, sampai mencoba menggunakan aplikasi CRM yang sesuai dengan kebutuhan.

Anda berfokus pada keseimbangan antara value secara fungsional, finansial, sosial, dan psikologis.

Ukur kemajuan Anda melalui metrik CLV dan NPS secara berkala. Ketika Anda mampu memberikan lebih dari apa yang pelanggan harapkan, Anda tidak lagi harus bersaing secara keras di red ocean dan melakukan perang harga.

Jika Anda membutuhkan tools membantu menaikkan customer value dan memberikan pelayanan experience terbaik, bisa dengan cara menggunakan aplikasi CRM.

Aplikasi CRM.id memfasilitasi kebuthan tersebut, seperti ada manajemen kontak dan pesan, dashboard untuk kemudahan analisis, dan sebagainya.

Caranya dengan mengunjungi laman form demo CRM berikut ini.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

twenty − 3 =