Personalized marketing itu cukup penting karena menyasar pada kebutuhan dasar manusia, yaitu dihargai dengan menyebut nama panggilannya.
Pernah tidak, Anda dapat pesan promo (misal di WhatsApp) yang isinya “Dear customer”, padahal Anda sudah lama jadi pelanggan setia dan rutin belanja?
Atau iklan yang sama sekali tidak relevan dengan kebutuhan?
Bayangkan mana yang lebih dekat jika ada sapaan “Dear [nama]” atau “Dear customer”?
Saat ini, customer itu tidak tertarik dengan marketing yang sifatnya seperti ngirim ke robot. Treatmentnya harus beda.
Lebih dari itu, personalized marketing ini bagaimana cara memahami perilaku, timing dan kebutuhan pelanggan.
Tujuannya untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengannya.
Nah bagaimana cara menggunakan personalized marketing (marketing terpersonalisasi) ini agar proses marketing jadi lebih dekat?
Kita akan membahasnya pada artikel CRM.id berikut serta peran aplikasi CRM (CRM.id) di personalized marketing.
Apa Itu Personalized Marketing?

Personalized marketing adalah strategi pemasaran yang menyesuaikan pesan, konten, penawaran, dan pengalaman berdasarkan data customer.
Data tersebut mulai dari nama, lokasi, history transaksi, perilaku saat browsing, sampai gaya komunikasinya.
Daripada hanya mengirim satu pesan ke semua orang, justru seringnya dicuekin. Nah personalized marketing fokus pada pertanyaan-pertanyaan:
- Apa yang dibutuhkan customer ini?
- Kapan waktu terbaik untuk menghubungi mereka?
- Channel yang sering penggunaannya?
Penerapan personalized marketing juga sering bersamaan dengan mass marketing.
Perbedaan antara keduanya tersaji di tabel berikut.
| Bagian | Mass Marketing | Personalized Marketing |
| Isi pesan | Menyamakan semua pesan untuk semua audiens/pelanggan | Menyesuaikan pada karakteristik customer |
| Target | Terlalu umum (general) | Sudah spesifik dan tersegmen |
| Kesesuaian dengan keinginan | Rendah dan kurang relevan | Tinggi dan sesuai kebutuhan |
| Keterlibatan | Tidak terlalu ada keterlibatan | Lebih tinggi keterlibatannya |
| Sistem relasi (hubungan) | Lebih ke transaksional saja | Membangun hubungan pelanggan lebih dekat |
Baca Juga: Customer Persona: Cara Membangun dan Contohnya
Peran Personalized Marketing
Ada beberapa peran penerapan personalized marketing, antara lain:
1. Merebut Perhatian Audiens/Customer
Setiap hari customer selalu mendapat banyak promosi dan informasi dari berbagai sumber, seperti dari Iklan dan postingan media sosial organik, notifikasi aplikasi.
Dan beberapa ada dari broadcast WhatsApp atau promosi di grup-grup.
Kalau pesannya sama saja dan tidak ada personalisasi, ya kemungkinan besar pesan Anda terabaikan dan jika terus-menerus mengganggu (report sebagai spam).
2. Meningkatkan Customer Engagement dan Conversion
Pesan yang seolah relate atau terhubung dengan personal audiens cenderung dibaca lebih lanjut.
Jika membaca sampai selesai, peluang closing justru jauh lebih besar.
3. Membangun Kesetiaan/Loyalitas
Membangun hubungan yang baik dengan pelanggan sampai pada tahap loyal itu ada tantangannya sendiri.
Tapi membuat customer merasa puas dengan pesan-pesan yang sesuai kebutuhannya justru makin mempercepat mereka jadi loyal.
Membangun hubungan emosional lebih kuat dan mereka jarang pindah ke kompetitor.
Pada ujungnya ya merekomendasikan brand/product Anda ke jaringan mereka.

Baca Juga: Mengenal Pentingnya Loyalitas Pelanggan Bagi Bisnis
Jenis-jenis Personalized Marketing
Personalized marketing bisa diterapkan di banyak channel marketing.
Nah berikut ini jenis-jenis personalized marketingnya:
1. Personalized WhatsApp Marketing
WhatsApp adalah channel yang cukup personal dan banyak penggunanya di Indonesia.
Salah strategi saja melakukan broadcast pesan dan tidak personalized bisa jadi spam.
Personalized WhatsApp marketing juga melibatkan nama customer, riwayat interaksi, dan tahap dari prospect, customer baru, sampai memesan berulang.
Dengan WhatsApp CRM, Anda bisa mengirim follow up tapi tetap personal, segmentasi dengan customer, dan menghindari broadcast yang tidak jelas.
Contoh:
“Halo Yanuar, produk skincare yang kamu beli bulan lalu sekarang diskon 20% loh. Yuk cobain yu, biar nggak ketinggalan diskon spesial ini”
2. Personalized Email Marketing
Email masih jadi channel dengan return on investment tinggi. Soalnya sektor bisnis yang bergeraknya di bidang SaaS atau sektor formal masih menggunakan email.
Penggunaan email juga sering jadi wadah menerima notifikasi atau subscribe artikel dari website.
Contoh personalisasi pesan di email yaitu menyebut nama customer di awal, rekomendasi produk dari aktivitas email, dan email dengan promo khusus.
3. Personalized Website Experience
Website bisa menampilkan konten berbeda untuk user berbeda.
Misalnya produk rekomendasi berdasarkan riwayat browsing (cookies) dan penyesuaian konten sesuai konten sesuai lokasi.
4. Personalized Ads (Digital Advertising)
Iklan yang lebih personalized biasanya mengandalkan retargeting, lookalike audience, dan dynamic ads.
Contohnya ketika audiens pernah melihat-lihat tentang produk sepatu, maka iklan yang muncul juga sepatu dan yang terkait.
Atau bisa menggunakan promo khusus untuk mereka yang sudah mau checkout tapi masih ragu-ragu.
5. Personalized Content Marketing
Ada banyak konten-konten yang ada, tapi kalau dibuat lebih personal, misalnya artikel rekomendasi berdasarkan minat mereka.
Atau menggunakan email newsletter sesuai topiknya, ebook atau webinar yang support pembahasan mendalam di industri bisnis mereka.
Baca Juga: Personalisasi Konten: Pengertian, Manfaat, dan Caranya
Peran Data Analytics di Personalized Marketing

Personalized marketing yang menggunakan data lebih mudah saat mengambil keputusan yang jauh lebih akurat.
Jenis data yang bisa digunakan itu seperti data demografis, data perilaku, data psikografis, dan data transaksi.
Data demografi mencakup parameter seperti nama, usia, lokasi, jenis kelamin, pekerjaan, dan riwayat pendidikan.
Kalau data Perilaku mencakup komponen riwayat pembelian, aktivitas selama berinteraksi di website, atau komunikasi menggunakan WhatsApp.
Data psikografis mencakup minatnya, gaya hidup, karakteristik kepribadian, kebiasaannya, perjalanan emosi, dan sebagainya.
Terus data transaksi seperti nilai pembelian, seberapa banyak transaksi, dan apa saja produk favorit mereka.
Baca Juga: 15 Rekomendasi Aplikasi Analisis Data Terbaik untuk UMKM
Peran Software CRM Buat Mudahkan Personalized Marketing
Software CRM digunakan untuk menyimpan data customer, tracking interaksi customer, mengelola sales pipeline, dan mengotomatiskan komunikasi
Coba bayangkan jika Anda tidak menggunakan CRM, apalagi kalau jumlah customer dan pesan sudah cukup banyak dan membuat data jadi berantakan/acak.
Keacakan itu membuat jadi sudah analisisnya.
Lalu bagaimana peran CRM di personalized marketing?
Yuk menyelam lebih dalam lagi.
1. Memusatkan Data Customer
Kalau pakai aplikasi CRM data customer tersimpan di satu tempat yang meliputi riwayat chat, history pembelian, dan status leads atau pelanggan.
2. Segmentasi Customer Otomatis
CRM melalui fitur label dan tag bisa membuat segmentasi pelanggan berdasarkan parameter perilakunya, nilai transaksi, dan tahapan funnelnya.
3. Mengontrol Kualitas Pelayanan
Di aplikasi CRM (CRM.id) itu ada menu untuk mengontrol kualitas pelayanan, antara lain kecepatan respon dan pemahaman product knowledge.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Aplikasi CRM Cloud untuk Bisnis Anda
Cara Menerapkan Personalized Marketing
1. Mulai dari Goals yang Jelas
Coba tanya beberapa hal berikut: apakah ingin meningkatkan conversion? meningkatkan repeat order atau justru untuk mengurangi churn?
Kalau tujuannya jelas, maka penerapan personalizednya juga berbeda, langsung terarah.
2. Pengumpulan Data
Untuk menciptakan pengalaman yang personalized itu butuh pengumpulan data yang cukup banyak dan melibatkan sampai ke beberapa data sensitif.
Jadi harus pastikan kalau pengumpulan data harus mendapat izin, transparan soal penggunaannya, dan memberikan opsi customer untuk menyetujui atau menolak penggunaan data.
3. Coba Buat Segmentasi dengan Label/Tag
Contoh segmentasi pelanggan yang bisa dibuat seperti customer baru, customer yang masih aktif, customer pasif/dormant, dan lainnya.
Pemberian segmentasi itu dengan menggunakan label atau tag dan itu ada di aplikasi CRM seperti CRM.id.
4. Coba Pilih Channel yang Sesuai
Kesenangan atau penggunaan channel tiap customer itu berbeda-beda. Tidak semua customer berada pada satu channel yang sama.
Ada yang fast response di WhatsApp, ada juga yang lebih nyaman ketika menggunakan email.
Nah aplikasi CRM (misalnya menggunakan WhatsApp) bantu memaksimalkan penggunaan WhatsApp dan menghilangkan hambatan yang biasa sering ada di WhatsApp biasa.

Contohnya hanya bisa menggunakan 5 devices dan tidak maksimal menangani jumlah pesan masuk ketika bisnis sudah masuk skala kecil hingga menengah.
5. Pengujian dan Optimasi Secara Terus-Menerus
Proses untuk menjalankan personalized marketing terjadi secara terus-menerus dengan menggunakan beberapa teknik seperti A/B testing.
Dari data yang sudah diperoleh Anda bisa memperbaiki pesan sesuai keinginan dan kebutuhan calon target audiens.
Baca Juga: 7 Contoh Continuous Improvement pada Customer Service
Contoh Personalized Marketing di Berbagai Industri
Berikut ini beberapa contoh personalized marketing di industri:
1. E-Commerce
Bentuk nya dalam bentuk rekomendasi produk, untuk mengingatkan saat cart abandonment, dan promo berdasarkan histori belanja.
2. Pendidikan
Kalau di sektor pendidikan bentuk personalized-nya seperti follow up leads sesuai minat jurusan siswa/mahasiswa, reminder pendaftaran ulang, dan konten edukasi sesuai minat mereka.
3. Properti
Di industri properti, ada rekomendasi properti atau perumahan sesuai budget, follow up sesuai lokasi properti itu.
Baca Juga: Aplikasi CRM Real Estate: 8 Rekomendasi Terbaiknya
Integrasi WhatsApp CRM untuk Kemudahan Personalized Marketing
Untuk skala bisnis yang sudah berkembang dan memiliki beberapa tim, integrasi WhatsApp dengan aplikasi CRM pasti sudah jadi kebutuhan.
Alasannya karena ketika menggunakan WhatsApp biasa itu hanya untuk satu orang.
Ada banyak user yang menggunakan sering logout sendiri atau terkena berpotensi terblokir saat mengirimkan broadcast massal sering terkena banned atau terblokir.
Ada beberapa manfaat ketika menggunakan WhatsApp dengan CRM, seperti:
- Riwayat chat terdokumentasi dengan rapi
- Bisa melakukan segmentasi dengan fitur labelling dan tagging
- Kemudahan dalam penjadwalan follow up
- Manajemen meeting dan menjaga quality assurance
- Menganalisis performa campaign berdasarkan data analitik

Baca Juga: Panduan Integrasi WhatsApp dengan Software CRM Berbasis Web
Kesimpulan
Demikian penjelasan tentang penjelasan personalized marketing agar lebih dekat dengan customer.
Apabila data yang dikumpulkan berkualitas, analisisnya tajam, dan pengaturan strateginya tepat, serta menggunakan aplikasi CRM.
Maka Anda bisa lebih dekat dengan customer dengan melihat semua kebutuhan, keinginan, dan minatnya. Sehingga mudah untuk membangun loyalitas pelanggan loh.
Untuk kemudahan personalized marketing, di Aplikasi CRM ada fitur labeling dan tagging untuk menandai jenis customer dan bisa mengelompokkan melalui grup.
Sehingga mudah saat broadcast pesan lebih personalized.
Jika Anda menggunakan WhatsApp Business sebagai channel utama, itu cocok disambungkan ke aplikasi CRM dengan bantuan WhatsApp Business API.
Tim CRM.id bisa membantu penyambungan tersebut.
Sebagai WhatsApp Business API platform, CRM.id memberikan manfaat melayani pelanggan tanpa khawatir terblokir dan serba unlimited (tidak ada biaya tambahan).
Selain itu di CRM.id ada fitur multi agent, kemudahan broadcast pesan massal, analitik data kontak dan pesan lebih mudah dengan dashboard visualisasi.
Jadi masih nunggu apa lagi? yuk segera lakukan demo aplikasi untuk uji coba dan penjelasan lebih lanjut atau dengan langsung menghubungi tim kami melalui kontak WhatsApp.
- Kelebihan & Kekurangan WhatsApp, WA Business, WA API - 10 Juli 2026
- 35 Contoh Kalimat Auto Reply Chat Shopee Buat Tingkatkan Sales - 9 Juli 2026
- Nilai Customer Retention Rate yang Baik Menurut CRM.id - 9 Juli 2026