7 Aplikasi Knowledge Base & Fungsinya untuk Layanan Pelanggan

7 Aplikasi Knowledge Base & Fungsinya untuk Layanan Pelanggan

Aplikasi knowledge base adalah software yang menyimpan jawaban, panduan, dan prosedur bisnis di satu panduan atau dokumen terpusat, sehingga tim customer service dan pelanggan menemukan jawaban tanpa harus bertanya ulang.

Kalau tim Anda sering membalas pertanyaan yang sama di WhatsApp atau customer perlu membaca panduan tanpa harus bertanya ke admin customer service, aplikasi ini menyediakan aset yang siap pakai kapan saja.

Beberapa contoh aplikasi knowledge base ini antara lain CRM.ID, platform WhatsApp API dan CRM yang lahir dari ekosistem Kledo, penyedia software akuntansi yang berlokasi di Yogyakarta.

Selain itu ada aplikasi lainnya seperti Zendesk, Freshdesk, Document360, Helpjuice, Notion, dan Guru.

Pilihan cepat yang bisa Anda lakukan:

Jika pelanggan Anda lebih sering menghubungi lewat WhatsApp, pilih aplikasi yang meletakkan knowledge di dalam inbox WhatsApp.

Kalau pelanggan lebih sering mencari jawaban lewat website, pilih aplikasi help center.

Selain itu, di artikel ini kita juga akan membahas beberapa data riset, kerangka penilaian, hitungan biaya setahun, dan cara membangun knowledge base dari 30 chat terakhir.

Apa Itu Aplikasi Knowledge Base dan Kenapa Tim CS Membutuhkannya?

crm banner 2

Knowledge base adalah pusat informasi terstruktur yang berisi panduan produk, kebijakan, prosedur, dan solusi masalah. FAQ hanya menjawab pertanyaan yang sudah Anda tebak.

Aplikasi knowledge base menampung FAQ, tutorial langkah demi langkah, template balasan, sampai catatan kasus yang pernah selesai.

Ada 2 jenis yang perlu Anda bedakan, yaitu knowledge base internal melayani agen CS dan sales yang butuh jawaban cepat saat chat berjalan.

Kalau knowledge base eksternal melayani pelanggan yang ingin mencari jawaban sendiri lewat website, aplikasi, atau menu di WhatsApp.

Fungsi Knowledge Base untuk Layanan Pelanggan

  • Menyamakan jawaban. 3 agen yang menjawab pertanyaan garansi dengan 3 versi berbeda akan membuat pelanggan bingung dan membuka peluang komplain.
  • Mempercepat pekerjaan dan onboarding agen baru. Mereka membaca jawaban secara langsung bukan menebak.
  • Mengurangi tiket berulang, karena pelanggan menyelesaikan masalah sederhana sendiri.
  • Membuka celah konten. Pertanyaan yang tidak ketemu jawabannya menunjukkan artikel apa yang harus Anda tulis berikutnya.

Baca Juga: Knowledge Base: Jenis, Benefits & Download Templatenya

Seberapa Besar Dampak Penggunaan Aplikasi Knowledge Base (Based on Data)?

Gartner mensurvei 5.728 pelanggan pada Desember 2023. Hasilnya, hanya 14% masalah layanan yang selesai tuntas lewat self-service dan untuk masalah yang pelanggan sebut sangat sederhana pun angkanya baru 36%.

Padahal 73% pelanggan memakai self-service di salah satu titik perjalanan mereka.

Eric Keller, Senior Director Research di Gartner Customer Service & Support Practice, menyebut pelanggan frustasi karena jalur self-service terasa terlalu kaku untuk masalah yang rumit.

Artinya, punya knowledge base saja belum cukup. Isinya harus menjawab niat pelanggan, bukan hanya menumpuk artikel.

Sisi agen punya bukti yang kuat juga sebagaimana Brynjolfsson, Li, dan Raymond yang meneliti 5.179 agen customer support.

Seberapa Besar Dampak Penggunaan Aplikasi Knowledge Base (Based on Data)

Asisten AI yang menyebarkan pola jawaban agen terbaik menaikkan jumlah kasus selesai per jam sebesar 14% dan agen pemula merasakan peningkatan terbesar. 

Knowledge base yang rapi menyediakan bahan jawaban semacam itu untuk semua tim.

LinkedIn membuktikan hal serupa, yang mana tim peneliti mereka memadukan RAG dengan knowledge graph dan memangkas median waktu penyelesaian kasus sebesar 28,6%, dari sekitar 7 jam menjadi 5 jam.

Konsep RAG sendiri berakar dari makalah Lewis dan kolega pada 2020 yang mana model bahasa menjawab dengan mengambil dokumen relevan terlebih dahulu. Jadi kualitas jawaban AI Anda mengikuti kualitas knowledge base di belakangnya.

Baca Juga: 5 Aplikasi AI Terbaik Dan Populer untuk Pelaku Bisnis UKM

Cara Memilih Aplikasi Knowledge Base untuk Tim yang Melayani Melalui WhatsApp

Kebanyakan artikel perbandingan menilai fitur editor dan tampilan help center. Untuk bisnis yang hidup di WhatsApp, gunakan 5 kriteria berikut.

  1. Kedekatan dengan chat. Agen tidak perlu pindah tab untuk mencari jawaban.
  2. Aturan WhatsApp. Meta menetapkan customer service window 24 jam. Di dalam jendela itu Anda bebas membalas dengan teks, gambar, tombol, dan pesan daftar. Di luarnya Anda hanya boleh mengirim template yang sudah lolos persetujuan Meta.
  3. Model harga. Harga per agen membengkak seiring tim bertambah.
  4. Pencarian dan analitik. Anda perlu tahu pertanyaan mana yang tidak ketemu jawabannya.
  5. Bahasa dan dukungan lokal. Onboarding dalam bahasa Indonesia menghemat minggu pertama Anda.

Pesan daftar dan tombol balasan dari Meta punya fungsi untuk menjadi menu knowledge base mini di dalam chat. Pelanggan memilih topik, lalu bot atau agen mengirim jawabannya.

Baca Juga: 15 Aplikasi Helpdesk yang Bisa Customer Service Gunakan

7 Aplikasi Knowledge Base Terbaik untuk Layanan Pelanggan

1. CRM.ID (Knowledge Base yang Bekerja Langsung di Aplikasi WhatsApp CRM)

CRM.ID ini bukan aplikasi editor artikel help center, lebih ke memposisikan pengetahuan tim di chat yang terjadi.

Satu nomor WhatsApp API resmi bisa banyak agen layani sekaligus, Anda bisa mencari dan memfilter riwayat chat, dan Anda dapat mengelompokkan template ke kategori pesan serta memberi tag pada percakapan. Riwayat chat lama itu menjadi referensi jawaban untuk artikel baru.

Fungsi lainnya adalah untuk distribusi chat ke agen sesuai divisi, serta REST API untuk menyambungkan knowledge base buatan sendiri. Untuk pelanggan, Anda bisa membuat menu otomatis lewat flow chatbot WhatsApp.

Harga paling affordable untuk mencoba adalah paket FREE berisi 1 channel WhatsApp dan 50 ribu chat per bulan.

Sedangkan untuk paket Pro Rp 199.900 per bulan berisi 2 channel dan 100 ribu chat, tanpa batas agen, pengguna, kontak, dan penggunaan bulanan.

Itu artinya aplikasi CRM.ID ini cocok untuk bisnis UKM, tim CS kecil, dan sales yang menjual lewat chat.

Karena berada di ekosistem Kledo, data pelanggan Anda bisa berdampingan dengan alat bisnis lain seperti akuntansi dan absensi.

2. Zendesk Guide (Knowledge Base Dalam Helpdesk)

Zendesk Guide menyatu dengan sistem tiket Zendesk. Saat pelanggan mengetik subjek tiket, sistem menyarankan artikel yang cocok, dan tiket yang batal terkirim terhitung sebagai deflection.

Aplikasi ini cocok untuk tim dengan jumlah agen lebih dari 10 orang dengan banyak channel. Harga referensi sekitar USD 55 per agen per bulan, jadi hitung total biayanya dulu.

3. Freshdesk (Tiket, Otomasi, dan Artikel Solusi)

Freshdesk unggul di workflow tiket dan otomasi dengan basis pengetahuan / knowledge base yang menyatu di helpdesk-nya. Agen mengirim artikel ke pelanggan langsung dari balasan tiket.

Penggunaannya tepat untuk tim support yang sudah menggunakan email dan tiket sebagai jalur utamanya.

Baca Juga: Apa Ticketing Adalah Solusi Mengelola Keluhan Pelanggan?

4. Document360 (Help Center Khusus Dokumentasi)

Document360 berdiri sendiri sebagai knowledge base dengan kategori bertingkat, pencarian kuat, control version, dan fitur rollback artikel.

Tersedia uji coba selama 14 hari dan cocok untuk bisnis SaaS atau produk yang butuh dokumentasi publik yang rapi.

5. Helpjuice (Content Analytics yang Lebih Detail)

Helpjuice fokus pada aplikasi knowledge base dengan kustomisasi dan analitik, sehingga Anda tahu artikel mana yang pembaca buka dan pencarian yang gagal.

Referensi harganya mulai dari sekitar USD 249 per bulan untuk 30 pengguna. Cocok untuk perusahaan menengah yang ingin mengelola konten secara berkala.

6. Notion (Wiki Internal yang Fleksibel)

Notion (Wiki Internal yang Fleksibel)

Notion bekerja seperti kanvas kosong. Anda menyusun SOP, katalog produk, dan template jawaban dalam satu workspace.

Harga referensi sekitar USD 10 per pengguna per bulan. Cocok untuk tim kecil yang mau mulai murah, dengan catatan Anda sendiri yang merapikan struktur dan menjaga disiplin update-nya.

7. Guru (Pengetahuan atau Knowledge yang Muncul Saat Agen Bekerja)

Guru menggunakan browser extension dan integrasi chat agar knowledge card muncul di samping layar kerja agen (mini screen).

Fitur verifikasi konten mengingatkan untuk mengecek knowledge dengan pengetahuan lama yang sudah out of date.

Harga referensi sekitar USD 25 per pengguna per bulan sehingga cocok untuk tim sales dan CS yang bekerja di banyak aplikasi sekaligus.

Baca Juga: 10 Aplikasi Ticketing System, Fitur Penting, dan Tips Memilihnya

Tabel Perbandingan Aplikasi Knowledge Base, Mana yang Cocok untuk Anda?

Untuk memudahkan proses pembacaan sepintas, tabel berikut menjelaskan secara ringkas penyedia aplikasi yang bisa Anda pertimbangkan.

Penyedia AplikasiTipePaling Cocok untukKelebihan atau Keunggulannya
CRM.IDCRM + WhatsApp APIBisnis UKM yang mengandalkan channel WhatsAppPengetahuan di dalam inbox tanpa batasan agen
Zendesk GuideHelpdesk + KB (knowledge base)Tim besar yang menggunakan multi channelSaran artikel di formulir tiket
FreshdeskHelpdesk + KBTim berbasis tiketOtomasi workflow
Document360Knowledge base secara mandiriDokumentasi produkControl version
HelpjuiceKnowledge base secara mandiriPerusahaan menengahContent analytics
NotionWiki internalTim kecil, anggaran terbatasFleksibel
GuruKnowledge base internalSales dan CS multi appKnowledge base di browser

Baca Juga: 10 Aplikasi untuk Customer Service Indonesia yang Wajib Dicoba

Cara Membuat Knowledge Base dari Chat WhatsApp dalam 5 Langkah

Anda tidak perlu menulis dari nol karena riwayat chat Anda sudah berisi pertanyaan dengan mengacu pada alurnya lengkap dengan template knowledge base siap Anda salin.

  1. Ambil 30 chat terakhir. Tandai pertanyaan yang muncul lebih dari 3 kali.
  2. Kelompokkan jadi 5 sampai 8 topik. Contohnya harga, pengiriman, garansi, pembayaran, komplain.
  3. Tulis jawaban yang jelas. Maksimal 5 kalimat, satu pertanyaan per artikel, dan tulis judul dengan kalimat tanya persis seperti pelanggan bertanya.
  4. Pasang di dua agen (manual atau otomatis). Simpan sebagai template balasan untuk agen, lalu jadikan menu daftar atau bot untuk pelanggan.
  5. Lakukan peninjauan setiap minggu. Catat pertanyaan yang tidak ada jawabannya, lalu tulis artikel baru. Gartner juga menyarankan suatu perusahaan bisa memprediksi niat pelanggan dan pencatatan mingguan ini adalah versi sederhananya.

Sebagai simulasi hitungan, ada online shop dengan 3 agen customer service yang menerima 200 chat per hari.

Kalau 30% pertanyaannya soal ongkir, stok, dan status pesanan, berarti sekitar 60 chat per hari berpotensi pindah ke jawaban yang sudah ditentukan atau menu otomatis.

Cara Membuat Knowledge Base dari Chat WhatsApp dalam Beberapa Langkah

Dengan waktu balas rata-rata 2 menit, tim Anda berpotensi menghemat sekitar 2 jam kerja setiap hari. Anda bisa menyesuaikan perhitungan dengan data inbox Anda sendiri, dan tentukan sendiri berpotensi akan menghemat berapa lama.

Praktik ini sejalan dengan panduan di CRM.ID tentang customer service automation dan chatbot customer service. Jika keluhan sudah menumpuk, Anda bisa membaca juga cara mengurangi backlog tiket.

Baca Juga: Cara Chat Whatsapp Tanpa Save Nomor

Kesimpulan

Demikian penjelasan CRM.ID, dari penjelasan tersebut bisa kita lihat kalau aplikasi knowledge base membantu tim CS menjawab lebih cepat, lebih seragam, dan lebih mudah membantu pelanggan mencari informasi lebih dulu sebelum nanya ke CS.

Data Gartner mengingatkan bahwa self-service baru berhasil kalau konten sesuai niat pelanggan, sementara riset di LinkedIn dan studi pada 5.179 agen menunjukkan bahwa pengetahuan yang tertata mengurangi waktu penyelesaian dan mengangkat agen pemula.

Dari 7 aplikasi tersebut pilihannya bergantung pada tempat pelanggan Anda berada. Zendesk, Freshdesk, Document360, dan Helpjuice kuat untuk help center dan sistem tiket. Notion dan Guru cocok untuk pengetahuan internal.

Kalau CRM.ID sendiri menempati urutan pertama untuk bisnis yang melayani pelanggan di WhatsApp, karena pengetahuan tim langsung ada di dalam chat/komunikasi.

Selain itu supportnya jelas dalam bahasa Indonesia dan harganya jauh affordable, dan tim Hebat CRM.ID mendampingi onboarding tanpa biaya tambahan.

Anda bisa mengambil 30 chat terakhir, tulis 5 artikel knowledge base pertama, lalu tinjau hasilnya minggu depan.

Kalau Anda ingin tempat kerja yang sudah siap, daftar gratis di CRM.ID, sambungkan nomor WhatsApp bisnis Anda dan mulai ubah chat berulang jadi knowledge base hari ini.

Anda juga bisa melihat paket harga CRM.ID untuk membandingkan kebutuhan tim.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

7 + 6 =