Knowledge Base: Jenis, Benefits & Download Templatenya

Knowledge Base; Jenis, Benefits & Download Templatenya

Knowledge base adalah pusat informasi yang menyimpan jawaban, panduan, dan aturan bisnis Anda di satu tempat terpusat.

Baik tim internal sendiri (customer service, sales, dan marketing, tim manajemen) atau eksternal (mitra, customer) bisa mencari jawaban tanpa harus bertanya ulang ke tim lain atau customer service perusahaan tersebut (bagi mitra/pelanggan).

Di artikel CRM.ID ini kita akan membahas terkait knowledge base, jenisnya, manfaat berdasarkan data terbaru, contoh simulasi untuk bisnis UKM, dan cara membuatnya dari riwayat chat.

Anda bisa mengunduh template knowledge base gratis dalam format Word dan Sheets.

Anda juga akan menemukan 3 hal yang bisa jadi belum pernah Anda temui sebelumnya, yaitu format jawaban yang loading di layar WhatsApp, cara memilih 20 artikel pertama dari chat, dan sistem skoring.

Apa Itu Knowledge Base dan Kenapa Tim yang Pakai WhatsApp Membutuhkannya?

crm banner 2

Knowledge base adalah basis pengetahuan atau semacam database yang mengumpulkan, mengatur, dan menyajikan informasi sebuah bisnis supaya mudah orang-orang cari.

Isinya bisa berupa FAQ (frequently asked question), SOP (standar operasional prosedur), panduan produk, daftar harga, sampai contoh text saat menangani keluhan.

AI Magazine menjelaskan dengan judul Information Self-Service with a Knowledge Base That Learns, knowledge base yang belajar melaporkan kalau pengguna sistem seperti ini mengalami penurunan biaya dukungan dan kenaikan kepuasan pelanggan.

Pada bisnis UKM, knowledge terkait produk dan beberapa dokumen penting biasanya lebih banyak ada di pemilik bisnis itu sendiri, di catatan HP-nya sendiri, dan grup WhatsApp internal.

Admin baru harus ada panduan yang bisa mereka baca sendiri sebelum menanyakan lebih detail, selain itu juga memudahkan customer mencari informasi penting sebelum bertanya ke customer servicenya.

Survei CX Network menemukan setidaknya terdapat 87% UKM belum punya sistem layanan multi channel yang lengkap.

Sedangkan studi YouGov di dalamnya mencatat 54% pengguna WhatsApp yang berkomunikasi dengan suatu bisnis memakainya untuk layanan pelanggan.

Apa Bedanya Knowledge Base, FAQ, dan Riwayat Chat?

FAQ menjawab pertanyaan yang sering orang-orang tanyakan, biasanya ini bisa kita cari di people also asked (salah satu fitur di search engine result page).

Kalau riwayat chat menyimpan semua yang pernah terjadi tanpa urutan, sedangkan knowledge base menengahi keduanya dan ditulis di artikel atau page khusus, ada tanggal verifikasi, dan sumbernya.

Untuk ringkasannya, CRM.ID menyajikannya dalam bentuk tabel berikut ini.

Komponen / BagianFAQRiwayat ChatKnowledge Base
IsiPertanyaan umum/generalSemua chat atau interaksiJawaban, langkah, kebijakan
Mudah dicariCukupSulitYa, lewat kode dan tag
Punya penanggung jawab atau ownerJarangTidakYa
Cocok untukHalaman webBukti transaksiTim dan AI agent

Baca Juga: Apa Itu Helpdesk dan Fungsinya bagi Bisnis

Jenis Knowledge Base yang Perlu Anda Ketahui

Anda bisa mengelompokkan knowledge base dengan 2 cara, yaitu berdasarkan pembaca dan berdasarkan fungsi isi.

Kombinasi keduanya membantu Anda menentukan artikel mana yang layak Anda tulis lebih dulu.

Jenis Knowledge Base yang Perlu Anda Ketahui

1. Knowledge Base Internal dan Eksternal

Knowledge base internal melayani tim. Contohnya SOP, materi onboarding, aturan retur, dan prosedur eskalasi penanganan saat keluhan melampaui wewenang admin.

Knowledge base eksternal melayani pelanggan lewat pusat bantuan, halaman FAQ, atau menu panduan di WhatsApp.

Banyak bisnis menggunakan model hybrid, yaitu Anda menulis artikel sekali, lalu versi internal memuat catatan tambahan untuk tim.

2. Lima Jenis Knowledge Base Berdasarkan Fungsi Isi

  1. FAQ produk dan layanan > jawaban singkat untuk pertanyaan harian.
  2. Panduan langkah > cara pesan, cara bayar, cara klaim garansi.
  3. Troubleshooting > urutan pengecekan saat pelanggan melaporkan masalah.
  4. Elemen produk yang cepat berubah > harga, stok, promo, ongkir, jam operasional.
  5. Playbook sales > jawaban atas keberatan harga, pertanyaan kualifikasi lead, dan pesan tindak lanjut.

Jenis keempat dan kelima beberapa masih jarang masuk pembahasan knowledge base, padahal keduanya paling sering memicu selisih jawaban antar admin.

3. Knowledge Base AI

Knowledge base AI adalah kumpulan dokumen yang AI agent baca untuk menjawab pelanggan.

Kualitas jawaban mengikuti kualitas isi, jadi artikel yang sudah jarang terpakai membuat AI ikutan salah.

Rakesh Konda, peneliti di International Journal on Science and Technology, mengutip studi yang menunjukkan 72% pelanggan memilih swalayan, tapi hanya 28% yang berhasil menyelesaikan masalah lewat swalayan tradisional.

Risiko jawaban keliru dari AI Anda bisa pelajari di panduan halusinasi AI di customer service.

Baca Juga: 15 Aplikasi Helpdesk yang Bisa Customer Service Gunakan

Manfaat Knowledge Base untuk Customer Service, Sales, dan Marketer

Survei Gartner tahun 2024 menunjukkan 73% pelanggan menggunakan swalayan di suatu titik perjalanan mereka, tapi hanya 14% masalah yang selesai tuntas di sana.

Eric Keller, Senior Director Research di Gartner, menilai angka ini mengkhawatirkan dan menyarankan pemimpin layanan melibatkan agen menulis pengetahuan langsung saat menyelesaikan kasus.

Manfaat Knowledge Base untuk Customer Service, Sales, dan Marketer

Artinya, manfaat knowledge base muncul ketika isinya hidup dan penulisnya adalah orang yang menjawab pelanggan.

1. Manfaat untuk Customer Service

Balasan menjadi lebih jelas dan terarah (punya satu pattern yang sama), admin baru cepat mandiri, dan pelanggan tidak menunggu admin mencari jawaban.

Anda bisa mengubah artikel menjadi quick reply WhatsApp yang muncul dengan satu shortcut.

Makalah Konda juga melaporkan bahwa organisasi yang memakai dukungan berbasis AI mencapai waktu penyelesaian 41% lebih cepat.

2. Manfaat untuk Sales

Tim sales punya database jawaban perihal keberatan harga, perbandingan paket, dan syarat promo, sehingga calon pembeli menerima informasi yang sama dari siapapun.

Penelitian Mustafa dan rekan di IEEE SNAMS 2023 menemukan indikasi awal bahwa WhatsApp Business API meningkatkan keterlibatan pelanggan dan konversi penjualan pada usaha kecil.

Knowledge base membantu Anda menjaga kualitas percakapan itu saat tim bertambah.

3. Manfaat untuk Marketer dan Pemilik Bisnis

Pertanyaan yang berulang menjadi bahan konten dan materi broadcast WhatsApp yang paling relevan.

Pemilik bisnis juga tidak lagi bergantung pada satu admin senior karena pengetahuan tersimpan di sistem.

Patrick Meutzner, CEO Trengo, menyebut aplikasi pesan memperkuat kedekatan personal UKM dengan pelanggan dan knowledge base menjaga kedekatan itu tetap selaras saat jumlah chat naik.

Baca Juga: 10 Tips Memberikan Customer Support yang Luar Biasa

Contoh Knowledge Base untuk Bisnis yang Berjualan Lewat WhatsApp

Ada toko skincare dengan jumlah 120 chat masuk per hari atau 840 chat per minggu.

Setelah menandai chat selama 7 hari, mereka menemukan kalau 62% pertanyaan berasal dari 10 topik, yaitu ongkir, estimasi tiba, cara pakai serum, kandungan, kebijakan pengembalian barang, status pesanan, metode bayar, stok, promo, dan beberapa keluhan.

Contoh Knowledge Base untuk Bisnis yang Berjualan Lewat WhatsApp

Kalau kita hitung, setidaknya terdapat 840 x 62% = 521 pertanyaan berulang per minggu.

Jika waktu balas rata-rata turun dari 90 detik jadi 25 detik berkat quick reply, Anda menghemat 65 detik x 521 = 33.865 detik, atau sekitar 9,4 jam kerja per minggu. Waktu itu cukup untuk satu admin menindaklanjuti calon pembeli yang tertunda.

10 topik tadi menjadi 10 artikel. Artikel Status Pesanan, misalnya, berisi jawaban inti, langkah cek resi, dan syarat meneruskan ke admin senior. Contoh penerapan lain ada di panduan fitur WhatsApp CRM untuk customer service.

Baca Juga: 7 Contoh Continuous Improvement pada Customer Service

Cara Membuat Knowledge Base dari Riwayat Chat WhatsApp

Terdapat 7 langkah berikut yang menggunakan chat sebagai bahan baku, jadi isinya langsung sesuai, berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Kumpulkan chat selama 7 hari. Beri label topik pada tiap chat. Aplikasi CRM mempermudah langkah ini lewat fitur labelnya.
  2. Hitung 20 topik teratas dan prioritaskan. Gunakan prinsip Pareto yaitu sedikit topik biasanya menyumbang sebagian besar chat.
  3. Tentukan pemilik atau penanggung jawabnya. Harga milik tim finance, retur milik operasional, dan seterusnya. Satu topik punya satu PIC.
  4. Tulis jawaban dengan format 4 layer. Bagian berikutnya menjelaskan formatnya.
  5. Beri kode dan tag. Contohnya RET-01 untuk retur. Kode-kode ini memudahkan admin saat mencari atau menelusuri secara cepat.
  6. Gunakan ke quick reply dan CRM. Salin jawaban inti ke quick reply, lalu hubungkan dengan label pelanggan.
  7. Uji dengan 3 admin. Minta mereka menjawab 5 chat asli menggunakan artikel saja, lalu perbaiki bagian yang membuat mereka ragu.

Baca Juga: Pengelolaan Komunikasi Pelanggan: Contoh, Aplikasi, Caranya

Format Artikel Knowledge Base yang Pas di Screen WhatsApp

Keterbatasan ukuran layar HP memaksa Anda menulis knowledge base secara ringkas. Anda bisa menggunakan 4 layer ini untuk setiap artikel:

  • Layer 1, jawaban inti > maksimal dua kalimat yang langsung menjawab
  • 2). detail 3 > sampai 5 baris tentang syarat dan pengecualian
  • 3). langkah > urutan tindakan, 5 langkah paling banyak
  • 4). lanjutannya > tombol atau instruksi kapan admin harus mengambil alih
Format yang Pas di Screen WhatsApp

Tambahkan tanggal verifikasi dan nama pemilik di bagian bawah artikel. Tulis judul dengan kalimat pelanggan, misalnya Kapan pesanan saya sampai, supaya pencarian cepat menemukannya.

Kalau Anda menggunakan WhatsApp Business Platform, Meta menyediakan pesan interaktif seperti tombol balasan dan daftar pilihan.

Keduanya cocok untuk menu knowledge base yaitu pelanggan memilih topik, lalu menerima layer 1 dan 2.

Download Template Knowledge Base (Word dan Sheets)

CRM.ID menyiapkan 2 template yang saling melengkapi, Anda bisa menyalin isinya ke Word, Google Docs, atau Google Sheets, atau download file siap pakai.

Template Artikel Knowledge Base (Word/Docs)

Berisi 14 kolom isian, yaitu kode, judul, kategori, jenis, pembaca, pemilik, tanggal verifikasi, pertanyaan pelanggan, jawaban inti, detail, langkah, kondisi eskalasi, artikel terkait, dan teks quick reply WhatsApp.

Template Register dan Tracker (Sheets)

Register mencatat semua artikel dalam satu tabel dan menghitung skor prioritas otomatis.

Kolomnya meliputi frekuensi tanya per minggu, detik hemat per balasan, jam hemat, umur artikel, dan status warna. Rumus jam hemat sama dengan simulasi di atas.

Baca Juga: 10 Buku Layanan Pelanggan Terbaik untuk Bisnis Anda

Cara Menghubungkan Knowledge Base ke WhatsApp dan Software CRM

5 tingkat kematangan ini membantu Anda menilai posisi bisnis saat ini:

  1. Level 0: jawaban tersebar di chat dan kepala admin
  2. Level 1: quick reply di WhatsApp Business
  3. Di level 2: artikel di dokumen atau sheet dengan pemilik jelas
  4. Level 3: artikel terhubung ke WhatsApp CRM sehingga riwayat pelanggan tampil berdampingan dengan jawaban
  5. Level 4: AI agent atau chatbot membaca artikel terverifikasi

Bagi UKM, level 2 dan 3 memberi hasil terbesar dengan usaha paling kecil. Untuk tim lebih dari satu admin, WhatsApp multi agent memungkinkan beberapa orang menjawab dari satu nomor menggunakan artikel yang sama.

Perbedaan bot WA dan chatbot menentukan level 4. Bot berbasis kata kunci cukup untuk menu sederhana, sedangkan chatbot AI memerlukan artikel yang rapi.

Bisnis yang ingin mengirim pesan lebih dulu menggunakan template pesan yang Meta setujui, seperti Meta jelaskan di dokumentasi template WhatsApp Business Platform.

Baca Juga: 7 Aplikasi CRM untuk Tingkatkan Kinerja Customer Service

Cara Mengukur dan Maintenance Knowledge Base

Knowledge base yang tidak Anda perbarui pasti akan kurang relevan dengan perkembangan fitur product terbaru Anda.

Anda bisa memantaunya melalui 4 parameter berikut ini setiap minggu:

  • Rasio balasan yang menggunakan knowledge base dari total chat berulang
  • Waktu respons pertama
  • Penyelesaian di kontak pertama
  • Lama artikel sejak verifikasi terakhir, Anda bisa memberikan warna hijau sampai 60 hari, kuning 61 sampai 90 hari, merah di atas 90 hari

Sisihkan 15 menit tiap minggu untuk audit beberapa hal berikut:

Baca chat yang artikel Anda belum jawab, tulis satu artikel baru, dan perbarui satu artikel merah.

Ikuti saran Gartner tadi dengan meminta agen menulis artikel segera setelah menyelesaikan kasus baru.

Kalau Anda sedang memilih alat pendukung, lihat daftar aplikasi CRM untuk bisnis kecil.

Baca Juga: Analytical CRM untuk Memahami Pola Keluhan Pelanggan

Kesimpulan

Dari penjelasan CRM.ID tersebut, bisa kita lihat kalau knowledge base mengumpulkan jawaban, panduan, dan aturan bisnis Anda ke satu sumber yang tim customer service, sales, dan marketing gunakan bersama.

Anda sudah melihat dua cara membagi jenisnya, yaitu internal atau eksternal dan 5 fungsi yaitu isi, serta knowledge base AI yang bergantung pada kualitas knowledge base.

Data Gartner menunjukkan hanya sekitar 14% masalah selesai tuntas lewat swalayan, jadi isi yang rapi dan segar jauh lebih menentukan daripada jumlah halaman bantuan yang Anda punya.

Anda bisa membuatnya dari riwayat chat yaitu berikan label chat 7 hari, hitung topik teratas, tulis dengan format 4 layer, lalu pasang ke quick reply dan CRM.

Simulasi toko skincare memperlihatkan kalau 10 artikel pertama bisa menghemat sekitar 9,4 jam kerja per minggu.

Templatenya dan register mengubah teori itu menjadi kebiasaan mingguan lewat skor umur, pemilik, dan status warna.

Setelah template siap, langkah berikutnya adalah meletakkan tulisan knowledge base di tempat tim Anda bekerja. Anda bisa mencoba aplikasi CRM WhatsApp dari CRM.ID.

Paket free berharga Rp 0 per bulan dengan 1 channel WhatsApp dan 50 ribu chat per bulan.

Anda sudah perlu mencoba jika bisnis Anda mulai kewalahan menangani chat WhatsApp setiap hari, mulai dari jumlah chat harian sampai chat mana saja yang perlu penyatuan data.

CRM.ID menyediakan fitur melayani customer, manajemen lead pipeline, memberikan label atau tag untuk tiap lead, ada template untuk broadcast dan follow up lead.

Anda bisa mendaftar untuk menguji cobanya, dengan klik tautan demo aplikasi CRM atau menghubungi kontak WhatsApp ini.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

twenty + 7 =