Mengenal Sales Management, Jenis, dan Teknik Terbaiknya

sales management banner

Sales management atau manajemen penjualan adalah pengelolaan aktivitas dan proses yang berkaitan dengan perencanaan, koordinasi, implementasi, pengendalian, dan evaluasi kinerja penjualan suatu bisnis.

Manajemen penjualan merupakan salah satu proses terpenting dalam kebanyakan bisnis.

Biasanya, peran ini dijalankan oleh seorang sales manager, yang bertugas menginspirasi, mengedukasi, dan memandu tim untuk memaksimalkan pendapatan.

Jika sukses, maka hasilnya adalah pertumbuhan angka penjualan, komisi tambahan, dan tentu saja tim yang lebih bahagia.

Di artikel ini, kami akan membahas empat aspek utama dalam sales management, jenis peran, keterampilan, dan teknik terpentingnya.

Empat Aspek Utama dalam Sales Management

Ada empat komponen kunci dalam manajemen penjualan: manusia, proses, angka, dan penyusunan strategi penjualan.

1. Mengelola manusia

sales management 1

Sistem sales management yang solid adalah sistem yang membantu sales manager sebuah perusahaan menjalankan tugasnya dengan cara yang terorganisir, bertanggung jawab, namun tetap berpusat pada manusia.

Perlu Anda ingat bahwa sales manager adalah manusia yang mengelola manusia.

Artinya, penting untuk mempertimbangkan bagaimana proses sales management memengaruhi tim sales baik secara emosional maupun profesional.

Contoh:

Bayangkan Anda telah menyiapkan program pelatihan yang runtut untuk karyawan baru.

Namun kemudian, Anda mengetahui bahwa karyawan tersebut memiliki hambatan belajar, dan program Anda tidak dirancang untuk mengakomodasinya.

Alih-alih memaksakan program pelatihan tersebut, pendekatan sales management yang berpusat pada manusia menyarankan agar Anda meluangkan waktu dan energi untuk menyesuaikan program agar sesuai dengan gaya belajar karyawan tersebut.

2. Mengelola proses

Proses penjualan yang terstruktur dengan baik dan dioptimalkan melalui data akan dapat berjalan lancar tanpa perlu intervensi.

Sales manager tidak seharusnya mengawasi dan mengatur setiap langkah timnya secara berlebihan.

Jadi, cukup jabarkan saja langkah-langkah dalam proses penjualan dengan jelas, sehingga tim sales dapat memandu prospek melalui pipeline tanpa micromanaging.

Namun, jika muncul masalah, sales manager harus siap untuk turun tangan dan menyelesaikannya.

Tugas sales manager adalah mengenali kelemahan dalam proses atau melihat jika tim sales tidak menerapkannya dengan benar karena ada kekurangan dalam pelatihan.

3. Mengelola angka

Segala hal mulai dari kuota, pendapatan, hingga sales forecast yang melibatkan angka-angka menjadi tanggung jawab sales manager.

Mereka perlu memahami bagaimana angka-angka tersebut terbentuk, bagaimana cara mencapainya, dan apa maknanya.

Jika ada masalah serius, mereka juga harus mampu menjelaskannya kepada manajemen tingkat atas.

Seorang sales manager harus memastikan timnya mencapai target tertentu dalam jangka waktu yang ditetapkan.

Mereka juga harus mampu menganalisis keberhasilan atau kegagalan, agar departemen penjualan dapat terus mendorong profit.

4. Menyusun strategi penjualan

Sales manager berperan menyusun strategi penjualan melalui riset mendalam dan analisis kompetitor.

Strategi penjualan ini akan disesuaikan dengan jenis penjualan (inbound vs outbound) dan mengikuti jalur yang dapat diprediksi.

Beginilah tahapan sales manager dalam menyusun strategi penjualan:

  1. Menetapkan tujuan penjualan yang ambisius, tetapi realistis
  2. Menyusun bagaimana produk memenuhi kebutuhan pasar tertentu
  3. Membangun persona pelanggan (buyer persona)
  4. Mencari cara untuk meningkatkan customer journey

Saat membentuk strategi penjualan tim, Anda juga perlu mempertimbangkan faktor lain seperti:

Pastikan tim Anda memahaminya dan mampu menyampaikan USP beserta urgensi membeli produk Anda dengan jelas kepada prospek.

Di sisi lain, luangkan waktu untuk sering membahas praktik berjualan terbaik dengan anggota tim sales.

Di sini, sales representative yang sudah berpengalaman bisa membagikan cerita dan tips-tips mereka kepada sales baru.

Terakhir, ketika menyusun strategi penjualan, jangan hanya memikirkan pelanggan baru, karena pelanggan lama biasanya bersedia belanja lebih banyak dari mereka.

Selain itu, memperoleh pelanggan baru juga memerlukan lebih banyak waktu dan biaya dibandingkan mempertahankan pelanggan lama.

crm banner 3

Baca Juga: Mengenal 10 Strategi Prospecting yang Efektif Dalam Sales

Apa Saja Jenis Peran dalam Sales Management?

Sales management adalah pemimpin yang mengawasi tim sales. Namun demikian, ada lebih dari selusin jenis peran dalam sales management.

Mulai dari business development hingga sales manager atau account manager, setiap peran memiliki tanggung jawab yang unik.

Berikut adalah beberapa peran yang paling umum:

B2B Sales Management

Melibatkan penjualan produk atau layanan dari satu bisnis ke bisnis lain.

Ciri-ciri:

  • Mengelola siklus penjualan yang lebih panjang
  • Mengelola transaksi bernilai tinggi
  • Fokus membangun hubungan jangka panjang.

Contoh: Seorang direktur penjualan di perusahaan software cybersecurity yang memimpin tim sales profesional untuk menjual solusi keamanan siber kepada bisnis lain.

B2C Sales Management

Dalam transaksi bisnis bisnis ke konsumen atau B2C, banyak sales yang menerapkan teknik solution selling.

Solution selling adalah teknik yang berfokus pada kebutuhan dan permasalahan pelanggan serta memberikan rekomendasi untuk menyelesaikannya.

Proses ini sering kali mengharuskan sales bekerja sama dengan pelanggan untuk mendefinisikan masalah bisnis dan mengeksplorasi opsi yang disesuaikan untuk membantu mereka.

Kemudian, sales memberikan proposal berisi informasi tentang produk atau solusi kompetitor, alasan mengapa solusi Anda merupakan pilihan yang lebih baik, dan bagaimana produk atau layanan Anda akan menyelesaikan masalah bisnis pelanggan.

Enterprise Sales Management

Ini adalah kegiatan menjual barang atau jasa secara langsung kepada perusahaan besar.

Karena kliennya berupa perusahaan besar, maka sales manager perlu membuat strategi yang sesuai dengan proses pengambilan keputusan yang kompleks, banyak pemangku kepentingan, dan siklus penjualan yang lebih panjang.

Peran ini sering melibatkan penjualan solusi bernilai tinggi yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik perusahaan besar.

Contoh: Seorang ketua penjualan yang memimpin tim sales profesional yang berfokus pada penjualan solusi software kompleks kepada organisasi besar, seperti perusahaan multinasional.

SaaS Sales Management

Berfokus pada penjualan solusi software-as-a-service (SaaS), yang ditandai dengan model berbasis langganan dan hubungan pelanggan yang berkelanjutan.

Peran ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang teknologi, model pendapatan berulang, serta fokus pada keberhasilan dan retensi pelanggan.

Contoh: Seorang sales leader di perusahaan software manajemen proyek yang mengawasi tim yang bertanggung jawab menjual solusi software berbasis langganan kepada bisnis dengan berbagai ukuran.

Baca Juga: Salesperson adalah: Tugas dan Kemampuan yang Dibutuhkan

Apa Saja Keterampilan Terpenting dalam Sales Management?

sales management 2

Untuk memastikan sales management berjalan efektif, seorang sales manager perlu menguasai keterampilan berikut:

1. Soft Skills

Ini adalah skill yang harus dimiliki semua pemimpin agar kinerja mereka tetap maksimal.

Skill ini meliputi:

  • Sales coaching
  • Sales training
  • Penyelesaian konflik
  • Manajemen perubahan
  • Bisa memimpin tim
  • Mahir mengelola individu

Tanpa keterampilan ini, pekerjaan sales manager tidak akan berjalan dengan baik.

2. Perencanaan

Agar proses perencanaan menjadi lebih lancar, sales manager harus menguasai kemampuan ini:

  • Menetapkan target
  • Membuat perkiraan
  • Menetapkan wilayah cakupan
  • Merancang taktik untuk menghasilkan prospek penjualan.

3. Mengarahkan dan berkomunikasi

Sales manager memimpin operasi harian serta memberikan umpan balik dan arahan kepada bawahannya.

Idealnya, sales manager pelu mengadakan pertemuan dengan tim baik secara virtual maupun tatap muka secara rutin.

Jangan lupa untuk sering memantau apakah tim sales menghadapi kesulitan atau membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Sales Force Adalah: Pengertian, Peran , dan Tugasnya

4. Pemecahan masalah

Seorang sales manager harus mampu menangani kekhawatiran dan masalah yang muncul serta menemukan solusi dengan cepat.

Ini termasuk pemecahan masalah interpersonal, terutama karena banyak orang kini bekerja secara remote atau hybrid.

5. Evaluasi kinerja

Kemampuan lain yang harus dimiliki adalah menganalisis dan membandingkan strategi bisnis secara keseluruhan dengan keberhasilan strategi dan kinerja tim.

Sebab, sales manager kadang perlu menyesuaikan strategi bisnis dan melakukan diskusi terkait kinerja bisnis.

Dalam hal ini, kemampuan menggunakan tool artificial intelligence, analitik, CRM, dan sistem manajemen kinerja penjualan dapat membantu.

6. Supporting

Ini meliputi:

  • Kemampuan menjaga motivasi staf agar tetap bekerja keras dengan insentif yang tepat serta target penjualan yang realistis namun ambisius.
  • Menyediakan mentoring dan peluang peningkatan keterampilan
  • Memberikan umpan balik yang detail dan dapat ditindaklanjuti secara rutin — bukan hanya saat penilaian tahunan.

Jika semua elemen ini diterapkan, sales manager dapat membantu tim mencapai target mereka sekaligus memberikan dampak positif bagi profit perusahaan.

7. Mengarahkan jalur karier tim sales

Pemimpin terbaik memahami bahwa sebagian besar anggota tim sales sebenarnya ingin berkembang melalui promosi.

Ketika Anda menyadari hal ini dan mendorong anggota tim untuk mencapai impian mereka sendiri, hal ini akan memberikan dampak terbesar bagi karier Anda sekaligus karier mereka.

Baca Juga: Sales Counter: Tugas, Keterampilan, dan Perannya

Apa Saja Teknik Terbaik dalam Sales Management?

sales management 3

Berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda gunakan untuk memastikan tim sales tetap produktif:

1. Merekrut kandidat terbaik

Langkah pertama untuk memastikan keberhasilan penjualan adalah menemukan, merekrut, dan mempertahankan staf penjualan terbaik.

Manajer harus meluangkan waktu untuk mendapatkan orang yang paling tepat. Kandidat terbaik tidak hanya cocok secara budaya kerja, tetapi juga sejalan dengan tujuan tim.

2. Memimpin pelatihan, coaching, dan pengembangan berkelanjutan

Setelah mendapatkan orang yang tepat, berinvestasilah pada pengembangan keterampilan mereka.

Ajari mereka bagaimana membangun hak untuk mengajukan pertanyaan, pertanyaan apa yang harus ditanyakan, dan kapan waktu yang tepat untuk bertanya.

Topik pelatihan tambahan seperti produk baru dan proposisi nilai, pemahaman terhadap lanskap kompetitif, pengetahuan industri, serta cara menghasilkan prospek juga sangat krusial.

Lakukan pelatihan dan coaching secara konsisten dan sesuaikan tidak hanya untuk tim secara keseluruhan, tetapi juga untuk individu berdasarkan kesenjangan keterampilan mereka.

Baca Juga: Pre Sales Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Cara Efektifnya

3. Membuat perkiraan penjualan dan melacak metrik utama

Teknik ketiga adalah kombinasi antara perkiraan (forecasting) dan pelacakan.

Sales manager perlu memperkirakan pendapatan dari kesepakatan yang sudah hampir pasti tercapai serta dari prospek masa depan, disesuaikan dengan target pendapatan perusahaan.

Dari sini, tujuan penjualan untuk kuartal berikutnya bisa ditentukan.

Selain itu, perkiraan juga harus mengidentifikasi hambatan dalam sales pipeline, sehingga tim sales tahu apakah mereka harus fokus pada pencarian prospek, membangun hubungan, atau menutup penjualan dalam beberapa bulan mendatang.

Agar tidak bingung, sales manager sebaiknya melacak metrik yang sama di setiap kuartal dan membuat proses forecasting transparan.

Semua anggota tim harus mengetahui kinerja tim, idealnya secara real-time.

Hal ini memungkinkan tenaga penjualan dan sales manager memahami progres tim dibandingkan dengan target kuartalan, sekaligus memberikan fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian jika prioritas berubah.

4. Menerapkan sistem manajemen penjualan

Sistem manajemen penjualan (sering disebut juga software manajemen penjualan atau sales CRM) adalah program yang dirancang untuk menyederhanakan proses manajemen penjualan dan membuat data penjualan lebih mudah diakses.

Sales dapat menggunakan sistem ini untuk mengelola kontak, melacak kesepakatan, membuat laporan, memperkirakan prospek dan pendapatan masa depan, serta menyelesaikan tugas administratif dengan mudah sehingga mereka bisa lebih fokus pada aktivitas penjualan.

Baca Juga: Sales Executive: Tugas, Gaji, dan Jenjang Karir

Kesimpulan

Sales management adalah proses mengatur orang, proses, angka, strategi, dan bagaimana memberikan dukungan, arahan, serta alat yang tepat untuk membantu tim mencapai targetnya.

Memang, pekerjaan ini sangatlah melelahkan. Karena itu, Anda bisa memperringan beban kerja sales manager dan tim sales secara keseluruhan dengan tool seperti aplikasi CRM.ID.

CRM.ID memiliki fitur-fitur seperti manajemen pelanggan, integrasi RES API, hingga mengirim pesan secara blast kepada semua kontak.

Dengan begitu, tim dapat bekerja lebih cerdas dan terorganisir, serta bisa membangun hubungan pelanggan jangka panjang yang berkelanjutan.

Ingin menyederhanakan sales management Anda dengan CRM.ID? Yuk, jadwalkan demo lewat tautan ini.

Tinggalkan Komentar

seven + 2 =