Community Marketing, Cara Bangun Hubungan Jangka Panjang

Community Marketing, Cara Membangun Hubungan Jangka Panjang

Beberapa tahun terakhir, strategi marketing memanfaatkan peran komunitas buat menyebarkan message dan value dari brand. Nah strategi ini disebut community marketing.

crm banner 2

Platform komunitas seperti Reddit, Quora, Discord, Facebook Groups, Kaskus, dan beberapa aplikasi komunitas lainnya sering jadi diskusi dan tempat tanya sebelum membeli.

Artinya konsumen/calon pelanggan menekankan pada hubungan, interaksi, punya kesamaan minat dan dan kebutuhan.

Selain itu mereka butuh melihat value dari sebuah brand yang bisa di breakdown bersama.

Itu artinya community marketing adalah strategi membangun hubungan dalam waktu lama, berbasis pada kepercayaan (trust), menjadikan loyal customer, dan ikut merekomendasikan ke orang lain.

Menarik bukan?

Jadi kita akan bahas di artikel CRM.id ini apa itu community marketing, manfaat, strategi penerapannya, peran aplikasi CRM untuk bisnis kecil dan menengah (UKM).

Peran Community Marketing

Peran Community Marketing

Community marketing adalah strategi marketing yang menempatkan komunitas sebagai pusat dari aktivitas brand.

Komunitas ini bisa berbentuk grup online (WhatsApp, Telegram, Reddit, Quora, Facebook Group, Discord), forum, event offline, sampai sekumpulan pengguna produk tertentu.

Berbeda dengan marketing tradisional, community marketing sifatnya dua arah dan bahkan multi arah.

Anggota komunitas bisa saling berinteraksi, sharing pengalaman mereka, memberikan feedback, dan membahas yang lagi trending (viral).

Secara detail, berikut peran community marketing:

1. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Pelanggan yang bergabung ke komunitas cenderung lebih loyal daripada pelanggan biasa.

Mereka tidak hanya membeli karena kebutuhan saja, tapi karena sudah ada keterikatan emosional dan rasa memiliki.

2. Menurunkan Biaya Marketing

Komunitas yang aktif akan menghasilkan promosi organik melalui rekomendasi, testimoni, dan user generated content.

Hal itu membantu mengurangi biaya iklan berbayar.

3. Membangun Kepercayaan (Trust)

Interaksi langsung yang terjadi antara brand dan pelanggan menciptakan keterbukaan.

Komunikasi dan keterbukaan bisa menciptakan kepercayaan.

4. Insight Produk Lebih Akurat

Komunitas adalah sumber feedback secara langsung, apalagi jika komunitasnya sangat aktif.

Di komunitas itu Anda bisa memahami kebutuhan audiens apa saja, tren pasar, pengujian dan validasi ide.

Dari sana bisa melakukan perbaikan produk berdasarkan feedback langsung.

5. Menjaga Retensi Pelanggan

Community marketing itu fokusnya sama seperti mengelola pelanggan yaitu membangun hubungan jangka panjang.

Sehingga tingkat churn pelanggan bisa dikurangi dan mempertahankan pengguna yang repeat order atau memperpanjang langganan.

Baca Juga: Loyalitas Konsumen: Pengertian dan 7 Cara Meningkatkannya

Community Marketing vs Marketing Tradisional

Ada sejumlah perbedaan antara community marketing dan marketing tradisional seperti yang dijelaskan pada tabel berikut.

Komponen / KriteriaMarketing TradisionalCommunity Marketing
Sifat komunikasiLebih bersifat satu arahDua arah atau bisa jadi multi arah
Letak fokusMendapatkan penjualan secepatnyaMembangun hubungan baik dalam waktu lama
Media atau channelIklan, promosi seperti TV atau billboardKomunitas offline atau online dan terjadi interaksi
Peran pelangganTarget promosiAnggota dan partner
Hasil yang diharapkanConversionCustomer loyalty dan advocacy

Dari tabel tersebut sudah cukup menjelaskan perbedaan keduanya.

Anda bisa memanfaatkan peran community marketing agar brand, product, dan service Anda punya keterikatan emosional dengan pelanggan/calon pelanggan.

Hubungan dengannya terjadi dalam jangka panjang sehingga memperkecil mereka pindah ke kompetitor.

Baca Juga: Marketing Adalah: Ini Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Jenis-jenis Community Marketing

Ada beberapa jenis community marketing berdasarkan berbayar atau tidak.

1. Organic Community Marketing

Jenis ini terbentuk secara alami oleh interaksi konsumen tanpa campur tangan atau inisiatif dari brand.

Interaksi itu muncul karena adanya kesamaan minat, visi, atau pengalaman pada suatu produk.

Contohnya grup diskusi penggemar brand sepatu di media sosial, komunitas pengguna sepeda, atau forum online yang dibuat oleh mereka sendiri.

Kelebihan dari jenis community marketing ini punya tingkat keotentikan dan kepercayaan yang sangat tinggi karena terbentuk dari bawah ke atas (bottom up).

2. Sponsored Community Marketing

Jenis community marketing ini dibentuk secara sengaja dan didukung langsung oleh brand. 

Karakteristiknya yaitu brand berinteraksi langsung, menyediakan tempat diskusi, atau memberikan informasi untuk membangun komunitas.

Contohnya grup Facebook resmi sebuah brand, komunitas pengguna aplikasi akuntansi di grup WhatsApp/Telegram, gamers di Discord, dan pertanyaan di Quora.

Kelebihannya adalah brand bisa mengontrol narasi/message dan menjaga hubungan baik dengan konsumen jika proses interaksinya terlihat lebih natural.

Baca Juga: Facebook Marketing: Strategi, Fungsi, dan Tantangannya

Strategi Membangun Community Marketing

Strategi Membangun Community Marketing

Best practice atau strategi saat membangun community marketing sebagai berikut:

Tentukan Tujuan dan Target Audience

Penetapan tujuan yang jelas sejak awal itu membantu mengarahkan akan dibawah kemana nanti diskusi komunitas. 

Misalnya apakah untuk brand loyalty, pembahasan terkait fitur produk, support, edukasi/penjelasan, networking, dan lain sebagainya.

Memahami audiens juga tidak kalah pentingnya. Karena Anda bisa mengenali minat, kebutuhan, dan pain point anggota komunitas.

Nah untuk memahami target audiens (terutama yang sudah jadi customer) yang bisa diambil dari data CRM.

Coba Anda Pilih Platform yang Sesuai

Gunakan platform seperti grup WhatsApp, Telegram, Facebook, atau forum-forum komunitas lainnya.

Dimana anggota dapat berdiskusi dengan mudah dan paling nyaman bagi mereka.

Aktiflah dan Bangun Interaksi

Komunitas harus memberikan manfaat seperti tempat berbagi ilmu, networking, diskusi, polling, sharing pengalaman, atau akses konten-konten eksklusif.

Anda perlu menjadikan interaksi di komunitas aman dan terbuka. Moderator harus aktif memantik diskusi, memberikan respon, dan melibatkan anggota dalam tantangan atau acara.

Menetapkan Guideline Atau Peraturan Grup

Agar lingkungan komunitas lebih kondusif dan menghindari perdebatan tidak relevan, sebaiknya Anda perlu membuat aturan grup yang wajib ditaati oleh semua.

Misalnya:

  • Saling menghargai antar anggota/member
  • Tidak boleh ada panggilan suhu/mastah/master/dll
  • Dilarang membahas isu-isu sensitif seperti SARA dan politik
  • Tidak boleh menyebarkan ujaran kebencian (hate speech)
  • Tidak melihat preferensi masing-masing anggota sebagai acuan
  • Jika tidak mematuhi aturan komunitas, maka akan untuk dikeluarkan (di kick)
  • Dll

Membuat Konten Berkualitas (Highly Quality Content)

Anda bisa berbagi informasi bermanfaat atau edukasi di grup komunitas, tujuannya untuk membangun brand authority di bidang tersebut.

Anda bisa membuat postingan langsung di forum atau memberikan tautan dari website.

Tapi harus ingat kalau memberikan tautan harus jelas konteksnya.

Misalnya ketika ada salah satu member yang bertanya tentang topik A, Anda bisa menjawab point-pointnya.

Lalu arahkan ke tautan di website biar mereka membaca detailnya sendiri.

Membuat User Generated Content (UGC)

Ajak Member untuk berbagi ulasan, tutorial, atau pengalaman berinteraksi dengan produk, yang meningkatkan keaslian dan rasa memiliki pada produk.

Saat ini pelanggan sudah bosan dengan konten-konten yang dibuat langsung oleh brand.

Solusinya ya pakai konten yang dibuat alami oleh user, entah karena mereka puas dan ingin merekomendasikan ke orang lain.

Perkuat Bonding Komunitas dan Konsisten Lakukan Evaluasi

Menciptakan hubungan emosional bisa dengan memberikan penghargaan, menyebut nama member.

Selain itu harus konsisten menjaga semua proses aktivitas di forum komunitas, memonitor perkembangannya dan perlu ada inovasi/perbaikan apa saja kedepan.

Baca Juga: 7 Contoh Continuous Improvement pada Customer Service

Tools dan Metrik (KPI) Community Marketing

Tools dan Metrik (KPI)nya

Tools bantu yang bisa Anda pakai untuk mempermudah community marketing, antara lain:

  • Aplikasi CRM (seperti CRM.id)
  • Platform komunitas (WhatsApp, Telegram, Discord, Quora, Facebook Group)
  • Tools survey dan feedback seperti surveymonkey atau google form yang bisa Anda kirimkan ke member
  • Taggbox yang berfungsi menampilkan user generated content (UGC) seperti halnya Quora.
  • Tools analytics engagement seperti Sprout Social

Sedangkan untuk metrik atau KPI yang bisa Anda gunakan di aktivitas community marketing:

  • Engagement rate
  • Active member
  • Retention rate
  • Referral dan word of mouth
  • Lifetime Value (LTV)

Baca Juga: 11 Rekomendasi Marketing Tools untuk Bisnis dan Contohnya

Permasalahan dan Tantangan Jalanin Community Marketing

Konsistensi Memanajemen Komunitas

Mempertahankan keaktifan anggota komunitas memerlukan waktu dan konsistensi.

Kadang suatu komunitas terbangun itu bisa bertahun-tahun untuk mendapatkan anggota yang konsisten aktif, terutama untuk komunitas baru.

Tapi juga tergantung seberapa punya pengaruh orang-orang di komunitas.

Jangankan komunitas baru, komunitas lama yang sebelumnya sangat aktif tiba-tiba menjadi mati suri atau tidak aktif.

Nah untuk itu Anda perlu untuk mengatur komunitas selalu aktif, misalnya dengan menggunakan aplikasi komunikasi dengan pelanggan (CRM).

Risiko Mendapat Feedback Negatif

Komunitas itu kan ruang publik, jadi semua jenis postingan baik negatif atau positif akan selalu ada.

Keluhan atau komentar negatif dari satu member bisa dengan cepat menyebar dan merusak citra brand jika tidak ada treatment yang tepat.

Selain sentimen negatif, seringkali ada saja oknum member komunitas yang memposting sesuatu yang tidak relevan.

Nah untuk ini harus tegas ikuti peraturan komunitas.

Perubahan Tren dan Perilaku

Perubahan tren tren sosial yang cepat berubah juga mempengaruhi pada aspek pengelolaan komunitas. 

Untuk itu Anda perlu memahami kebutuhan komunitas yang dinamis itu agar bisa tetap relevan mengikuti perkembangan.

Keterbatasan Sumber Daya (Resources)

Membangun dan merawat komunitas membutuhkan investasi waktu dan sumber daya manusia (community manager).

Atau kalau bisnis kecil bisa dihandle sendiri.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Marketing Tools untuk Bisnis dan Contohnya

Peran CRM Tools di Community Marketing

Aplikasi WhatsApp CRM (CRM.id)

CRM (customer relationship management) punya peran penting di community marketing, terutama dalam:

Manajemen Data Anggota (Member Komunitas)

CRM menyimpan data pelanggan dan member komunitas untuk kebutuhan segmentasi dan pemetaan pelanggan.

Semua aktivitas anggota di satu sistem terpusat, menjadikannya mudah untuk diakses dan bisa untuk analisis perilaku member komunitas.

Segmentasi Member Komunitas Lebih Personal

Segmentasi member komunitas berdasarkan minat mereka, lokasi, atau tingkat keaktifannya.

Sehingga pesan lebih bersifat personal (sesuai kesamaan minat) meskipun dalam lingkup forum.

Dengan menggunakan CRM, brand bisa membagi komunitas berdasarkan perilaku, minat, atau level loyalitas. Menggunakan fitur labeling atau tagging.

Meningkatkan Keterlibatan (Engagement)

Forum komunitas, terutama jika sangat aktif sudah pasti terjadi keterlibatan penuh.

Nah untuk menjaga keterlibatan/engagement tersebut lebih lama lagi dan berulang secara terus-menerus, Anda perlu coba aplikasi CRM.

Karena aplikasi tersebut mempermudah pelacakan interaksi secara langsung, sehingga bisa merespon kebutuhan member dengan lebih cepat..

Community Marketing Meningkatkan Loyalitas dan Retensi

Dengan memahami kebutuhan member melalui analisis data, bisa membantu membangun hubungan yang lebih kuat dan menjaga komunitas tetap aktif.

Ujung-ujungnya ya untuk meningkatkan retensi dan kesetiaan pada brand.

Menganalisis Kinerja Komunitas

CRM itu menyediakan dashboard dan laporan untuk melacak aktivitas di komunitas. 

Pemantauan aktivitas tersebut meliputi respon, kontribusi anggota komunitas, tingkat keaktifan diskusi seputar fitur atau brand Anda, dan mengikuti panduan komunitas. 

Baca Juga: Peran CRM Digital Marketing untuk Pengelolaan Customer

Kesimpulan

Demikian penjelasan dari CRM.id tentang community marketing, cara untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Membangun komunitas untuk kegiatan marketing dan loyalitas pelanggan seperti penentuan goals dan segmentasi personanya.

Lalu membuat konten berkualitas, aktif berinteraksi dan memantik anggota lain ikutan diskusi.

Terus tetapkan guidelines atau panduan komunitas, dan analisis pemantauan melalui aplikasi (CRM.id misalnya).

CRM.id adalah Aplikasi CRM yang terhubung dengan WhatsApp Business API.

Dan cocok untuk Anda sedang membangun community marketing melalui channel WhatsApp.

Yuk coba demo aplikasi CRM kami di tautan demo berikut ini.

Atau kalau Anda masih ingin bertanya lebih lanjut sebelum demo, bisa menghubungi kontak WhatsApp berikut.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

two + eleven =