Cara membuat iklan yang tepat saat ini tantangannya itu harus bisa merebut atensi audiens bagi setiap business owner dan marketer.
Anda mungkin sudah menghabiskan budget untuk marketing campaign, tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan.
Mengapa hal ini terjadi? Jawabannya biasanya terletak pada relevansi dan personalisasi ke kehidupan customer.
Di artikel CRM.id ini akan membahas strategi, taktik copywriting, user behaviors, sampai pemanfaatan Software CRM dengan aplikasi WhatsApp.
Agar promosi atau pembuatan iklan yang Anda susun bisa memberikan ROI yang maksimal.
Kenapa Data dari CRM Bisa Jadi Referensi Cara Membuat Iklan?

Pendekatan marketing pada umumnya melakukan broadcast satu pesan ke semua orang (mass marketing), yang mana aktivitas ini sudah terbilang ketinggalan zaman.
Customer saat ini itu biasanya lebih ingin ke personalisasi dan adanya hubungan yang lebih baik dengan brand.
Software CRM saat ini jadi tools untuk membangun hubungan yang baik dengan customer.
Dengan adanya history chat, komunikasi layanan pelanggan, sampai preferensi terhadap sebuah produk, CRM menyediakan data dan insight buat decision making.
Data inilah yang berguna buat menyusun pesan promosi, target segmentasi customer, dan sebagainya.
Ketika Anda menggabungkan data CRM dengan strategi komunikasi lewat WhatsApp CRM, Anda bisa membuat ekosistem periklanan yang lebih tertarget.
Pesan tidak lagi terasa seperti spam, lebih ke rekomendasi dari seorang teman yang mengerti kebutuhan pelanggannya.
Baca Juga: Strategi Pemasaran Online: Manfaat dan Cara Menyusunnya
Pahami Kebutuhan Pencarian (Search Intent)

Untuk mendominasi pasar, kita harus mengelompokkan dan memahami apa yang sebenarnya audiens/customer cari atau tim marketing Anda sendiri saat sedang riset strategi.
Berikut adalah beberapa komponen turunan yang wajib Anda kuasai:
1. Cara Membuat Iklan Produk yang Sesuai dengan Target Audiens
Membuat promosi produk harus memperhatikan yang lebih dari fitur. Anda harus menonjolkan solusi atau value buat audiens apa.
Mereka tidak butuh fitur-fitur tanpa adanya kejelasan, value apa yang bisa diperoleh dari penggunaan fitur atau spesifikasi itu.
Kesesuaian atau relevansi ini bisa tercapai jika Anda tahu persis siapa target pasar Anda melalui segmentasi audiens atau dari database customer / lead yang tersedia.
2. Cara Membuat Copywriting Iklan yang Menjual
Copywriting itu gunanya mempengaruhi emosi dan pengambilan keputusan pembelian melalui seni merangkai kata-kata.
Kata-kata tersebut harus mampu memetakan masalah, menyentuh emosi mereka, dan menawarkan produk Anda sebagai solusi yang bisa menyelesaikan masalah tersebut.
3. Cara Membuat Iklan di WhatsApp yang Tidak Mengganggu
Bagi sebagian besar orang, WhatsApp hanya untuk berkomunikasi urusan pribadi.
Kalau Anda melakukan promosi di platform ini membutuhkan kehati-hatian tingkat tinggi supaya pesan tidak mereka anggap spam dan mengganggu.
Menggunakan WhatsApp CRM membuat Anda mampu mengirimkan pesan broadcast yang lebih personal seperti dengan menyapa nama mereka.
Baca Juga: Mengapa Bisnis Tidak Boleh Mengirim Spam WhatsApp?
7 Cara Praktis Membuat Iklan untuk Customer

Berikut 7 cara simple dan praktis untuk menciptakan campaign promosi yang menarik dan mendatangkan konversi tinggi.
1. Menambang Data dari CRM dengan Segmentasi Audiens yang Akurat
Langkah pertama dalam cara membuat iklan yang sukses adalah mengetahui kepada siapa Anda berbicara (karakteristik audiens).
Jangan pernah memulai pesan tanpa adanya data di dashboard aplikasi CRM Anda, karena sama saja menembak tanpa sasaran yang jelas.
Anda bisa melakukan segmentasi customer berdasarkan parameter-parameter berikut:
- Demografi dan geografis seperti usia, lokasi, dan profesi.
- Perilaku pembelian, seperti produk apa yang sering mereka beli? Kapan terakhir kali mereka bertransaksi?
- Meningkatkan loyalitas dengan memisahkan antara customer baru, loyal customer, dan customer yang sudah lama tidak aktif (churned customers). Dengan membagi pelanggan ke dalam kelompok kecil ini, Anda bisa membuat pesan lebih spesifik.
Misalnya, promosi untuk pelanggan loyal harus ada apresiasi dan penawaran tertentu.
Sedangkan untuk pelanggan pasif, Anda membutuhkan pesan yang sifatnya menarik mereka kembali dengan diskon khusus.
2. Terapkan Formula Copywriting Iklan yang Emosional
Setelah target audiens sudah Anda tentukan, selanjutnya adalah gimana membuat copywriting yang tepat.
Cara membuat copywriting iklan yang efektif mengacu pada formula yang sudah teruji oleh waktu.
Bisa menggunakan teknik AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) atau PAS (Problem, Agitate, Solution).
Misalnya CRM.id akan mengambil contoh formula PAS untuk audiens B2B yang ingin mencari software:
Problem
Anda perlu menyoroti problem mereka. Contohnya, kehilangan data prospek/lead karena pencatatannya secara manual.
Agitate
Agitasi bertujuan untuk memperkuat masalah yang sudah Anda bahas sebelumnya, buat agar mereka merasakan urgensinya.
Bayangkan berapa banyak omset yang hilang bulan ini hanya karena tim sales lupa follow up prospek (potensial lead).
Solution
Nah bagian solusi adalah jawaban dari masalah-masalah sebelumnya. Seberapa bisa berperan product/service Anda.
Contohnya, gunakan aplikasi CRM.idi yang secara otomatis akan memberikan reminder jadwal follow up, pastikan tidak ada prospek/lead yang hilang begitu saja tanpa follow up.
Gunakan bahasa yang natural dan hindari jargon-jargon teknis yang membingungkan calon customer (lead) atau customer.
Semakin mudah mereka mencerna pesan Anda, semakin cepat juga audiens mengambil keputusan.
Baca Juga: Cara Menghitung Cost Per Lead dan Menurunkan Biayanya
3. Bisa Memaksimalkan WhatsApp CRM untuk Iklan Lewat WA

Saat orang mencari cara membuat iklan di whatsapp, mereka sering kali hanya berpikir tentang fitur status WA atau broadcast biasa.
Padahal, potensinya jauh lebih besar jika Anda integrasikan dengan aplikasi CRM.
WhatsApp CRM yang menggunakan API resmi membuat Anda bisa mengirimkan pesan dengan CTA (call to action), katalog produk, dan balasan otomatis (quick reply).
Strategi yang bisa Anda terapkan:
Ada Pesan Ulang Tahun Otomatis
Sistem membaca tanggal lahir dari database dan otomatis mengirimkan ucapan serta voucher diskon khusus di hari ulang tahun pelanggan.
Pengingat Keranjang Belanja
Jika ada customer yang batal checkout, kirimkan pesan sapaan ramah di WhatsApp beberapa jam kemudian.
Coba tawarkan bantuan atau berikan sedikit diskon kecil agar mereka bisa lebih cepat buat melakukan konversi/closingan.
Pemberitahuan buat Restock
Kirimkan pemberitahuan langsung kepada pelanggan yang sebelumnya pernah menanyakan produk yang sedang habis.
Pendekatan ini membuat promosi Anda terasa sangat khusus dan jauh dari kesan spamming.
4. Membuat Gambar atau Format Lain yang Menarik Perhatian
Pesan yang persuasif dan memancing rasa penasaran buat klik harus ada dukungan gambar yang menarik perhatian.
Dalam mencari contoh iklan yang menarik, Anda akan menyadari bahwa otak manusia memproses gambar jauh lebih cepat daripada teks.
Beberapa orang sering menyebutkan kalau satu gambar mewakili 1000 kata.
Untuk itu, Anda perlu menerapkan prinsip desain visual dengan aturan berikut:
Aturan 3 (Tiga) Detik
Dengan adanya gambar harus membuat aktivitas customer jadi freeze untuk sementara waktu setidaknya dalam waktu tiga detik pertama.
Kesesuaian Platform
Format untuk Instagram Stories misalnya tentu berbeda dengan format brosur digital di WhatsApp.
Untuk itu coba sesuaikan aspect ratio dan ukuran font-nya agar nyaman dan mudah terbaca di mobile device.
Terlihat Lebih Menarik dan Human Interest
Gunakan foto wajah manusia yang sedang menggunakan produk Anda untuk menciptakan unsur human interest.
Audiens lebih mudah terhubung secara emosional dengan wajah manusia daripada hanya pakai gambar produk biasa.
Baca Juga: 10 Contoh Media Promosi dan Fungsinya
5. Menyusun Penawaran dan Call to Action (CTA) yang Memikat

Sebuah promosi tanpa adanya pengarahan yang jelas jelas jadi sia-sia.
Untuk itu Anda harus memberitahu customer apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.
Apakah dengan mengklik tautan, membalas pesan, atau mendownload brosur?
CTA harus bersifat urgent dan punya impact pada closingan.
Daripada menggunakan kalimat standar seperti Beli Sekarang atau Klik di Sini, cobalah menggunakan wording yang lebih persuasif seperti:
- Klaim diskon 50% sekarang dan kesempatan terbatas!
- Mulai konsultasi gratis via kontak WhatsApp berikut
- Dapatkan ebook panduan CRM Ini
Padukan CTA ini dengan teknik urgensi (waktu terbatas) atau kelangkaan/scarcity (stok terbatas) untuk mempercepat proses pengambilan keputusan customer.
6. Lakukan A/B Testing Rutin
Sekalipun expert di bidang marketing, tidak ada yang bisa secara pasti menebak 100% campaign mana yang akan viral atau berhasil.
Itulah mengapa A/B Testing atau split testing sangat diperlukan di strategi pembuatan iklan.
Coba Anda buat dua versi promosi yang berbeda. Misalnya, Versi A menggunakan gambar ilustrasi animasi, sedangkan Versi B menggunakan foto manusia asli.
Kirimkan kedua versi ini ke sebagian kecil audiens Anda. Analisis versi mana yang mendapatkan rasio klik (CTR) lebih tinggi.
Setelah menemukan pemenangnya, alokasikan seluruh anggaran atau kirimkan versi pemenang tersebut ke sisa daftar kontak Anda.
Perangkat lunak CRM masa kini biasanya sudah dilengkapi dengan fitur analitik untuk mempermudah proses evaluasi ini.
7. Evaluasi ROI (Return on Investment) dan Terapkan Strategi Retargeting
Langkah terakhir yang tidak kalah penting cara membuat iklan adalah dengan mengukur hasilnya (impact).
Jangan hanya puas dengan vanity metrics seperti jumlah tayangan (impressions) atau jumlah suka (likes).
Lebih fokuslah pada metrik bisnis yang sebenarnya, yaitu leads atau conversion
Perhatikan juga biaya per akuisisi customer baru (cost per acquisition) dan memaksimalkan ROI.
Gunakan data dari campaign yang sudah berjalan untuk melakukan retargeting (penargetan ulang).
Sering kali, customer itu butuh 5-7 kali interaksi dengan sebuah brand sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membeli.
Mereka yang mengklik tautan dari WhatsApp Anda tapi belum melakukan pembelian berarti tergolong hot prospect.
Untuk itu buat campaign khusus untuk kelompok ini. Bisa dengan menawarkan garansi kepuasan atau testimoni dari customer lain untuk menghilangkan keraguan mereka.

Baca Juga: Digital Advertising: Pengertian, Cara Kerja, dan Tipsnya
Kesimpulan
Seperti itulah cara membuat iklan yang bisa CRM.id paparkan.
Dengan menguasainya, Anda jadi bisa mengeksekusi pembuatan iklan ke customer jadi lebih baik lagi.
Hal ini dengan melibatkan unsur emosi atau story yang mengikat secara emosional dan ada value yang bisa Anda tawarkan untuk solve masalah orang-orang.
Dengan 7 langkah sebelumnya, mulai dari mengumpulkan dan analisis data di Aplikasi CRM, penulisan copywriting dengan storytelling kuat, pemanfaatan ekosistem WhatsApp secara maksimal.
Sampai pengujian dan evaluasi menggunakan A/B testing, bisa memperbesar peluang untuk meningkatkan konversi.
Selain itu membangun hubungan awet dalam jangka panjang dan tercipta hubungan saling menguntungkan dengan pelanggan (win-win solution).
Berhenti membuang budget marketing atau iklan secara cuma-cuma, coba gunakan salah satunya Software CRM, untuk menganalisis data lead dan customer.
Jadi tidak mengirim pesan broadcast iklan secara sembarangan, jadi lebih tersegmentasi.
Anda bisa mencoba menggunakan CRM.id untuk bisa merasakan fitur-fiturnya tersebut dengan cara mengisi form daftar aplikasi CRM berikut atau bisa request demo aplikasi bersama tim hebat CRM.id.
- Apa Itu ERP Sistem dan Apa Saja Modulnya untuk Bisnis? - 25 Juni 2026
- Cara Memaksimalkan Fungsi WhatsApp untuk Bisnis - 23 Juni 2026
- Cara Mengatasi WhatsApp Tidak Bisa Dibuka & Sebabnya - 19 Juni 2026