Cara Pakai WhatsApp Business Banyak Admin (Multi Admin), Kerja Lebih Efisien!

Menjalankan bisnis yang sudah bertumbuh dengan penggunaan WhatsApp Business banyak admin (multi admin) tentu ada keuntungan dan tantangannya tersendiri.

Keuntungannya beban kerja membalas pesan lebih cepat bisa teratasi, apabila satu admin tasknya menumpuk pun bisa ditransfer ke admin lain.

Sedangkan tantangannya adalah bagaimana bisa mengorganisir banyak admin ini tetap punya satu pipeline yang jelas dan semua bisa mengakses informasi dan progress tugas bersama.

Ada banyak cara untuk mengatasi hal ini, salah satunya dengan penggunaan tools.

Tapi di artikel CRM.id ini kita akan membahas dalam konteks yang lebih luas dari langkah-langkah teknis dan strategi dalam mengatur komunikasi pelanggan menggunakan banyak agen, sampai penetapan SOP yang rapi.

Permasalahan Balas Chat Pelanggan (Satu HP Giliran, Banyak Kepala)

crm banner 1

Setiap bisnis skala kecil menengah (UKM) pasti melewati fase peralihan yang membingungkan.

Awalnya, pemilik usaha sendiri yang membalas pesan pelanggan. Seiring bertambahnya pesanan, pemilik mulai merekrut satu atau dua staf khusus admin.

Mereka secara bergantian merespon pesan pelanggan yang bertanya detail produk atau mengajukan komplain.

Praktik melempar tanggung jawab dari satu device ini melahirkan rentetan permasalahan operasional.

Staf A melakukan follow up, tapi staf B yang menggunakan pesan baru, owner yang tiba-tiba follow-up lagi. Terjadi ketidaksinkronan kerja disini yang mempengaruhi aktivitas lainnya.

Lebih jauh lagi, tracking kinerja jadi agak sulit terlaksana.

Saat pelanggan memprotes sikap staf yang kurang ramah, supervisor tidak punya cara dalam tracking kinerja staf.

Semuanya bercampur dalam satu riwayat chat tanpa identitas penanggung jawab yang jelas dan berantakan.

Baca Juga: Pengelolaan Komunikasi Pelanggan: Contoh, Aplikasi, Caranya

Kita Pahami Dulu Fitur WhatsApp Business Banyak Admin Gratisan

Penyedia layanan untuk chat atau aplikasi chat menyadari permasalahan para pelaku usaha kecil yang sudah sering terjadi dari dulu.

Lalu muncul pembaruan fitur multi device bawaan yang mengizinkan pengguna menautkan satu akun ke maksimal 4 device pendamping, seperti aplikasi WhatsApp Web atau aplikasi desktop, plus satu HP utama.

Proses penautannya sangat praktis, dimana pengguna cukup membuka menu pengaturan, memilih opsi linked device, lalu memindai kode QR yang muncul di monitor komputer/laptop menggunakan kamera HP.

Seketika, riwayat chat langsung tersinkronisasi, beberapa staf bisa mulai membalas pesan dari komputer/laptop mereka masing-masing tanpa harus pakai HP.

Batasan Menggunakan WA Business Biasa untuk Skala Menengah Sampai Besar

Solusi multi device gratisan memang melegakan untuk tim berskala sangat kecil.

Apabila anggota tim bertambah menjadi lima, tujuh, atau 10 orang, celah kelemahan sistem dasar ini mulai terbuka lebar.

Batas maksimal 4 device/perangkat pendamping membuat sisa staf terpaksa mengantri atau bergantian menggunakan komputer yang terhubung.

Masalah sinkronisasi juga sering muncul ketika jumlah pesan masuk semakin banyak.

Kita Pahami Dulu Fitur WhatsApp Business Banyak Admin Gratisan

Perangkat web kadang mengalami bug atau lag, membuat pesan lama baru muncul beberapa menit kemudian.

Permasalahan lainnya adalah karena tidak adanya sistem aplikasi untuk melakukan monitoring aktivitas dan pesan.

Fitur bawaan ini tidak menyediakan nama atau label siapa admin yang sedang menangani chat tertentu.

Semua pesan yang dikirimkan tetap mengatasnamakan profil bisnis.

Staf sangat rawan membalas pesan yang sama secara bersamaan, sehingga pelanggan menerima dua jawaban berbeda dalam rentang waktu hitungan detik.

Baca Juga: Cara Memaksimalkan Fungsi WhatsApp untuk Bisnis

Coba Pertimbangkan untuk Beralih ke WhatsApp Business API, Bisa Banyak Admin

Jika Anda sudah mulai mengalami kerepotan dengan masalah-0masalah yang sudah CRM.id sebutakan di pembahasan sebelumnya, Anda perlu mempertimbangkan untuk menggunakan WhatsApp Business API.

Sistem ini sengaja dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan perusahaan menengah hingga besar yang memiliki jumlah interaksi yang banyak setiap harinya.

Berbeda dengan aplikasi biasa yang bisa Anda download langsung dari play store, sedangkan penggunaan WhatsApp API tidak ada aplikasi bawaan atau tampilan tertentu, memang fokusnya integrasi dengan aplikasi pihak ketiga/mitra.

Salah satu penyedia penyambungan WhatsApp API dengan aplikasi CRM yaitu CRM.id (fokusnya memang kuat di WhatsApp CRM)

Lewat perpaduan ini, keajaiban pengelolaan komunikasi pelanggan dengan skala menengah sampai besar jadi lebih mudah.

Keuntungan Menggunakan WhatsApp API untuk Tim Sales dan Customer Service (CS)

Perubahan ke sistem terintegrasi memberikan sejumlah keuntungan operasional yang berdampak pada kepuasan pelanggan dan percepatan konversi penjualan.

Pertama, Verifikasi Akun Resmi

Untuk bisnis yang menggunakan sistem ini berpeluang mendapatkan lencana centang biru (verified) di samping nama kontak.

Tanda ini menumbuhkan rasa kepercayaan dari calon pembeli. Mereka tahu persis sedang berinteraksi dengan bisnis yang sah dan terverifikasi.

Kedua, Penggunaan Otomasi Seperti Chatbot

Coba Pertimbangkan untuk Beralih ke WhatsApp Business API, Bisa Multi Admin

Anda juga bisa menggunakan chatbot yang mampu menyapa pelanggan, menanyakan keluhan simple, sampai memberikan katalog produk sebelum akhirnya mengarahkan percakapan tersebut ke human agent yang paling tepat.

Chatbot mengambil alih tugas menyapa customer, memenuhi ekspektasi kecepatan respons tersebut secara sempurna.

Tapi selalu ingat, untuk beberapa customer ada yang kurang suka dibalas dengan chatbot, bahkan sampai anti.

Alasannya karena chatbot seringkali tidak menyelesaikan masalah kalau sifatnya mendesak dan butuh respon langsung dari agen admin langsung.

Ketiga, Kemampuan Integrasi Silang (Cross Integration)

Data chat pelanggan tidak lagi terpisah di dalam aplikasi pesan. Anda bisa menghubungkan riwayat chat dengan platform manajemen inventaris atau software akuntansi misalnya.

Saat pelanggan lama menghubungi kembali, agen yang bertugas bisa langsung melihat riwayat pembelian sebelumnya di layar sebelah kanan.

Cara seperti ini membuat pendekatan penawaran yang jauh lebih personal dan tepat sasaran.

Baca Juga: WA Business: Apa Fitur dan Perbedaan dengan WA Biasa?

Cara Praktis Menggunakan WhatsApp Business Banyak Admin

Mengatur infrastruktur baru ini memerlukan beberapa tahapan berurutan. Anda tidak bisa langsung mendaftarkan nomor sendirian langsung ke perusahaan induk Meta.

Ada protokol resmi yang mengatur alur pendaftaran untuk menjaga kualitas ekosistem pesan singkat tersebut.

Berikut ini cara praktisnya saat Anda menggunakan WhatsApp Business banyak admin.

1. Bermitra dengan Business Solution Provider (BSP) Resmi

Langkah yang biasanya terletak di awal-awal sebelum menggunakan WhatsApp API yaitu pemilihan mitra penyedia solusi resmi, setelah menyadari adanya permasalahan.

Meta telah menunjuk sejumlah perusahaan teknologi global dan lokal sebagai distributor resmi layanan API WhatsApp mereka.

Anda perlu menyeleksi mitra yang menawarkan dashboard CRM paling sesuai dengan alur kerja tim Anda.

Beberapa mitra unggul di fitur pelaporan analitik, sementara yang lain menawarkan keandalan server, ada juga yang menawarkan harga paket berlangganan yang lebih bersahabat untuk skala usaha kecil sampai menengah.

Atau opsi lain juga menerapkan pembayaran per penggunaan pesan, hal ini cukup fleksibel jika jumlah pesan Anda masih mengalami fluktuasi setiap harinya.

Anda juga harus memperhatikan ketersediaan tim customer successnya seperti konsultasi online secara gratis atau tidak, bagaimana saat sesi demo produk sebelum Anda memutuskan menggunakannya.

2. Melewati Proses Verifikasi Facebook Business Manager

Setelah sepakat dengan satu mitra penyedia solusi, berikutnya Anda akan masuk ke tahap administrasi.

Anda wajib memiliki akun pengelola bisnis di platform Facebook.

Meta akan meminta dokumen legalitas perusahaan untuk membuktikan keabsahan bisnis Anda.

Coba siapkan dokumen seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan, atau tagihan utilitas yang mencantumkan nama dan alamat resmi perusahaan.

Proses peninjauan dokumen biasanya memakan waktu beberapa hari kerja.

Konsistensi data antara dokumen legal, informasi di website resmi, dan formulir pendaftaran sangat menentukan kecepatan persetujuan.

Cara Praktis Menggunakan WhatsApp Business Banyak Admin

3. Melakukan Integrasi Nomor dan Pengaturan Dashboard CRM

Begitu nomor Anda sudah mendapatkan verifikasi, Anda sudah bisa menghubungkan nomor telepon operasional ke dalam sistem.

Nomor yang Anda daftarkan sebaiknya nomor baru atau nomor lama yang sudah Anda hapus dari aplikasi WhatsApp versi biasa (Messenger atau Business). Satu nomor tidak bisa aktif di dua versi sistem secara bersamaan.

Mitra BSP akan memandu Anda masuk ke dalam dashboard CRM untuk pertama kalinya setelah mendaftar di aplikasi.

Di tahap ini, admin CS mulai mengatur jam kerja otomatis, merancang template pesan balasan cepat, dan menyusun kerangka chatbot dasar.

4. Menentukan Peran dan Akses Masing-Masing Agen (Di CRM.id Ada Fitur Ini)

Administrator yang sudah mendapat pelatihan atau proses pendaftaran WhatsApp API dan software CRM, kemudian mulai membuat akun pengguna untuk setiap staf yang bertugas.

Admin tersebut menetapkan peran khusus, misalnya staf junior hanya bisa membaca dan membalas pesan yang masuk ke kotak masuknya sendiri.

Sedangkan manajer atau team leader punya hak akses untuk memantau semua alur chat semua agen.

Setiap staf kini cukup membuka aplikasi web di komputer masing-masing, dengan memasukkan kredensial masuk, dan mulai bekerja di area kerjanya sendiri tapi tetap bisa melihat aktivitas tim lain dalam satu dashboard.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menggunakan WhatsApp Multi Device?

Best Practice (SOP) Membagi Tugas Banyak Admin di WhatsApp Business agar Tidak Bentrok

Software secanggih apapun akan gagal memberikan hasil maksimal jika perusahaan tidak menerapkan aturan main yang jelas.

Sistem terpadu mengumpulkan semua pesan di satu tempat. Jika tidak ada flow distribusi yang disepakati bersama, agen bisa kebingungan memilih pesan mana yang harus mereka tangani lebih dulu.

Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) jadi hal penting untuk mencapai keberhasilan ini.

1. Rotasi Berdasarkan Shift Kerja Waktu

Bagi bisnis atau perusahaan yang beroperasi dari pagi sampai larut malam pasti akan membagi waktu kerja karyawan berdasarkan shift.

Buat administrator CRM yang menghandle jam tugas banyak agen CS, perlu mengatur jadwal aktivasi dan menonaktifkan agen di software CRM, seperti CRM.id ada yang seperti ini.

Ketika jadwal berakhir, agen bisa menetapkan di luar aktivitas, sehingga pesan pelanggan yang masuk setelah jam tersebut akan otomatis mencari agen lain yang sedang aktif.

Jika seluruh tim sudah pulang, sistem mengambil alih dengan mengirimkan pesan balasan di luar jam kerja, menginformasikan kapan tim akan kembali beroperasi esok harinya. Hal ini menjaga ekspektasi pelanggan juga.

Best Practice (SOP) Membagi Tugas Admin di WhatsApp agar Tidak Bentrok

2. Routing Pesan Otomatis ke Agen Sesuai Keahlian (Support vs Sales)

Misalnya kita bahas di sektor bisnis elektronik, ada Pelanggan A mengirim pesan menanyakan spesifikasi laptop terbaru.

Pelanggan B mengirim pesan dengan emosional karena kulkas yang dia beli kemarin mengeluarkan suara bising yang tidak enak, tidak sesuai dengan klaim yang dikeluarkan oleh admin yang katanya paket perfect.

Nah dengan penggunaan transfer atau routing pesan ini bisa mengarahkan kedua pelanggan tersebut ke agen yang sama justru akan merusak efisiensi. Kecuali jika sebelumnya keduanya memang ditangani satu agen.

Untuk itu Anda perlu mengatur menu chatbot interaktif di awal percakapan: Tekan 1 untuk Info Produk, Tekan 2 untuk Kendala Teknis.

Saat pelanggan A memilih angka 1, sistem langsung meneruskan obrolan ke admin yang memang menguasai spesifikasi dan teknik negosiasi harga.

Ketika pelanggan B memilih angka 2, obrolan meluncur ke layar tim layanan after sales yang terlatih menghadapi komplain dan menguasai prosedur klaim garansi.

Distribusi ini menghemat waktu penyelesaian masalah karena pelanggan langsung bertemu dengan orang yang tepat.

Paul Greenberg, pakar manajemen relasi pelanggan internasional, dalam publikasi pemikirannya menyebutkan bahwa pengalaman pelanggan merangkum seluruh interaksi fisik maupun emosional antara konsumen dengan perusahaan.

Setiap touchpoint, termasuk seberapa cepat mereka mendapat balasan dari tim yang tepat, akan menentukan loyalitas mereka nantinya.

Pendapat ini sejalan dengan prinsip dasar distribusi tugas agen, yaitu:

“Semakin cepat pelanggan terhubung dengan admin yang tepat, semakin tinggi pula nilai kepuasan yang mereka rasakan.”

Baca Juga: Seperti Apa Round Robin di Bisnis dan Manajemen?

Kesimpulan

Mengelola interaksi dengan pelanggan dalam jumlah pesan yang terus meningkat tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama dalam berbagi satu device saja atau masih menggunakan WA Business biasa.

Keterbatasan sistem bawaan gratisan membuat koordinasi jadi tidak rapi yang berujung pada hilangnya potensi revenue dari bisnis Anda.

Dengan perubahan menggunakan API justru mampu membuat kolaborasi yang jauh lebih rapi.

Ribuan agen bisa bekerja secara bersamaan dalam satu nomor kontak resmi menggunakan distribusi pesan yang terarah dan dukungan pelaporan kinerja.

Anda bisa mencari mitra penyedia BSP resmi, menjadwalkan konsultasi, dan persiapkan tim Anda untuk menggunakan tools yang meringankan beban kerja.

Aplikasi CRM

Di CRM.id, Anda bisa menggunakan Aplikasi CRM (Customer Relationship Management) berbasis WhatsApp API.

Terdapat fitur yang memfasilitasi penggunaan multi admin atau multi agent.

Jika Anda ingin mencoba fitur tersebut dan beberapa fitur lainnya, tidak ada salahnya untuk demo aplikasi CRM dengan mengisi form tersebut, atau dengan menghubungi nomor WhatsApp ini.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

twelve − 1 =