Cara Menghitung Cost Per Lead dan Menurunkan Biayanya

Cara Menghitung Cost Per Lead dan Menurunkan Biayanya

Untuk mendapatkan lead baru itu butuh biaya, kita kenal cost per lead. Nah terus bagaimana cara menghitung cost per lead dan cara menurunkan biayanya?

Menghitung cost per lead (CPL) itu penting, karena cara mendapatkan lead baru ada bermacam-macam, berasal dari iklan, dari traffic, dan channel lainnya.

Terkadang beberapa lead masuk tidak ditindaklanjuti dengan cepat atau kualitasnya rendah (tidak tertarik lagi menggunakan produk).

Sehingga membuat CPL tinggi dan ROI marketing-nya menurun, bisa-bisa rugi nanti bisnis Anda.

Jadi karena itu artikel CRM.id ini, kita akan menuturkan cara menghitung cost per lead dengan benar dan strategi menurunkan biayanya.

Selain itu kita akan lihat juga bagaimana peran aplikasi WhatsApp CRM bisa meningkatkan konversi dan menekan biaya mendapatkan satu lead baru.

Jika Anda sebagai pemilik bisnis (business owner), marketer, sales manager, atau supervisor yang ingin mengelola lead lebih terukur cocok membaca artikel ini.

Konsep Dasar Cara Menghitung Cost Per Lead (CPL)

Cost per lead (CPL) adalah metrik atau indikator untuk mengukur biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu lead baru.

Lead disini merujuk pada data calon pelanggan yang tertarik pada produk atau layanan Anda.

Tanda kalau berhasil mendapatkan lead adalah ketika mereka bersedia memberikan data-data atau aktivitas seperti:

  • Nomor WhatsApp
  • Alamat email
  • Mendownload proposal
  • Mengisi form pendaftaran di website
  • Permintaan konsultasi atau demo (seperti melalui gambar berikut)
crm banner 3

Cost per lead banyak digunakan di berbagai aktivitas marketing, misalnya melalui:

Cost per lead lebih berfokus pada hasil seperti mendapatkan prospek atau lead baru.

Berbeda dengan cost per click (CPC) yang hanya menghitung biaya per klik.

Baca Juga: 8 Cara Mengoptimalkan Customer Acquisition Cost (CAC)

Manfaat Tahu Cara Menghitung Cost Per Lead

Mengabaikan cara menghitung cost per lead (CPL) yang tepat dan cara mengurangi biayanya membuat bisnis Anda tidak terukur, menghabiskan biaya marketing.

Berikut ini beberapa alasan kenapa Anda harus bisa memaksimalkan cara menghitung CPL:

1. Mengukur Efisiensi Marketing

CPL bisa tracking apakah biaya iklan dan promosi yang Anda habiskan sudah sebanding dengan jumlah lead yang masuk.

2. Membantu dalam Pengalokasian Biaya

Dengan data CPL, Anda bisa menentukan channel yang mendapatkan prioritas.

Terus channel mana yang masih perlu peningkatan (perbaikan strategi) dan masih perlu dihentikan.

3. Menjaga Keuntungan (Profit) Bisnis Lebih Stabil

Jika CPL terlalu tinggi dan tidak diimbangi dengan konversi penjualan, margin keuntungan semakin menipis.

Jika semakin menipis maka potensi untung pun kecil, apalagi jika masih memikirkan biaya operasional.

4. Perencanaan Skalabilitas Bisnis

Data cost per lead membantu Anda memprediksi biaya yang dibutuhkan untuk mencapai target pelanggan baru dalam volume tertentu di masa depan.

Sehingga penyusunan timeline jadi terukur.

5. Mempermudah Komunikasi Tim Marketing dan Sales

CPL menjadi jembatan penghubung antara tim marketing dan sales.

Untuk itu perhitungan harus jelas, supaya saat dikomunikasikan tidak menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman mekanisme penggunaan biaya di kedua tim ini.

Selain itu perhitungan biaya untuk pengambilan keputusan apakah nanti butuh sistem follow up dan komunikasi lebih baik dengan lead, seperti penggunaan WhatsApp CRM.

Manfaat Tahu Cara Menghitung Cost Per Lead

Baca Juga: Perbedaan Sales dan Marketing yang Harus Anda Ketahui

Cara Menghitung Cost Per Lead yang Benar, Seperti Apa?

Kunci untuk menghitung cost per lead adalah bagaimana formula atau rumusnya.

Anda harus memperhatikan aspek perhitungan CPL yang akurat ini sebelum mengambil keputusan.

Soalnya dampaknya pada optimasi biaya marketing dan operasional bisnis Anda.

Rumus Cost Per Lead

Cost Per Lead (CPL) = Total Biaya Marketing ÷ Jumlah Lead

Contoh Perhitungan:

Misalnya bisnis Anda menjalankan campaign iklan dengan rincian biaya:

  • Iklan di Facebook dan Instagram: Rp 4.000.000
  • Google Ads: Rp 3.000.000

Total biaya marketing campaign: Rp 4.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 7.000.000

Jika jumlah lead yang diperoleh dari campaign itu sebanyak 140 lead, maka cost per lead = Rp7.000.000 ÷ 140 = Rp 50.000 per lead.

Kesalahan Saat Menghitung CPL

Beberapa kesalahan yang perlu Anda hindari saat menghitung biaya CPL, misalnya:

  • Tidak memasukkan semua variabel biaya marketing.
  • Menghitung dan menyamakan klik sebagai lead.
  • Tidak memisahkan CPL per channel.
Cara Menghitung Cost Per Lead yang Benar, Seperti Apa?

Baca Juga: Contoh Biaya Marketing, Cara dan Rumus Perhitungannya

Contoh Cost Per Lead Berdasarkan Channel Digital Marketing

Ada beberapa contoh/cara menghitung cost per lead berdasarkan channel campaign digital marketing, antara lain:

1. Cost Per Lead dari Google Ads

Google Ads cenderung memiliki CPL lebih tinggi karena user intent (lead) sudah ada di tahap ketertarikan membeli (commercial ke transactional intent) sudah kuat.

Apalagi jika memiliki volume pencarian tinggi, otomatis biaya marketing meningkat. Jika biaya marketing meningkat, biaya per lead juga ikut meningkat.

Kecuali jika jumlah lead masuk meningkat drastis.

2. Cost Per Lead dari LinkedIn Ads

Sangat efektif untuk B2B, tetapi cenderung memiliki CPL tertinggi daripada iklan di  platform sosial lainnya, seperti Facebook atau Instagram.

3. Cost Per Lead dari Facebook, Instagram, TikTok Ads

Facebook, Instagram atau TikTok Ads sering menghasilkan CPL lebih murah. Tapi kualitas lead sangat bergantung pada targeting dan follow up yang tepat.

4. Cost Per Lead dari SEO

SEO diawal mungkin terlihat cukup besar, apalagi tidak bisa melihat hasilnya secara instan.

Tapi dalam jangka panjang CPL bisa jauh lebih rendah karena lead datang secara organik, baik melalui artikel blog atau melalui kunjungan langsung ke landing page.

5. Cost Per Lead dari Email Marketing

CPL cenderung lebih rendah jika menggunakan basis data yang sudah ada (nurturing), namun bisa mahal jika membeli daftar prospek.

6. Cost Per Lead dari Event

Saluran dengan biaya tertinggi, namun memberikan kualitas prospek tertinggi.

Biasanya bagian ini masih sering digunakan oleh beberapa perusahaan dengan sistem tradisional dan korporat.

7. Cost Per Lead dari WhatsApp

Landing page atau iklan di beberapa channel (media sosial (Meta dan TikTok) atau Google) dengan CTA langsung ke WhatsApp menghasilkan conversion rate tinggi.

Terutama jika terintegrasi dengan WhatsApp CRM.

Pemilik bisnis yang fokus jualannya memang di WhatsApp itu sangat cocok menggunakan skema ini.

Baca Juga: Channel Digital Marketing: Pengertian, Jenis, dan Tips Memilihnya

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Cost Per Lead Mahal

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Cost Per Lead Mahal

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perhitungan cost per lead, yakni:

1. Target Audiens

Semakin khusus/spesifik target audiens, cost per lead juga akan semakin tinggi.

2. Channel Marketing

Setiap channel memiliki karakteristik dan biaya yang berbeda. Beberapa ada yang lebih mahal dan murah.

Selain itu juga biaya berdasarkan pada seberapa luas jangkauan dan search volumenya.

Makin besar jangkauan dan volume pencariannya, makin besar biaya yang dikeluarkan.

3. Kualitas Landing Page

Landing page yang lambat, tidak jelas, atau terlalu banyak form akan menaikkan biaya per lead.

4. Offering dan Call to Action

Offering yang menarik dengan CTA jelas bisa meningkatkan konversi lead, dan juga berpengaruh pada cost per lead.

5. Kecepatan Follow Up Lead

Faktor lainnya lead yang tidak dihubungi dengan cepat memiliki peluang konversi yang jauh lebih rendah. Meskipun secara harga memang berkurang.

Baca Juga: 5 Tips Meningkatkan Customer Service Response Time

Cara Menurunkan Cost Per Lead (CPL)

Peran WhatsApp CRM dalam Menurunkan Cost Per Lead

WhatsApp CRM adalah sistem yang mengintegrasikan WhatsApp Business API dengan aplikasi CRM.

Aplikasi CRM yang didalamnya terdapat fitur manajemen kontak lead serta support kegiatan tim marketing, sales (untuk urusan sales), dan customer service.

Untuk itu ada kita coba cari tahu dulu apa saja peran WhatsApp CRM itu.

Fungsi WhatsApp CRM:

  • Menerima dan mengelola lead dari berbagai channel digital marketing (ads, SEO, media sosial, event, partnership).
  • Multi agent (admin) untuk mempercepat respon ke pelanggan.
  • Kemudahan workflow distribusi lead antara tim marketing – tim sales – tim customer service.
  • Penyimpanan histori percakapan lebih rapi dan bisa ditransfer ke agen lain tanpa kehilangan konteks percakapan.
  • Label dan segmentasi lead mempermudah pengiriman broadcast message atau follow up.
  • Supervisor, manajer, atau business owner sendiri bisa memonitoring performa tim.

Cara Menurunkan Cost Per Lead dengan WhatsApp CRM

1. Mengimplementasi Retargeting dan Broadcast

Untuk mengurangi dan menurunkan biaya cost per lead, Anda perlu melakukan retargeting secara tepat ke calon lead atau pelanggan.

Anda bisa menggunakan data dari CRM untuk mengirimkan pesan follow up kepada calon pembeli yang belum ada keinginan closing.

Bisa dengan broadcast dengan copywriting dan design yang lebih menarik.

2. Optimasi Landing Page Website Pakai SEO

Anda perlu pastikan kalau landing page sudah sesuai dengan ads, proses loading cepat, dan responsif di berbagai device (terutama untuk mobile phone).

Agar lebih hemat, coba sederhanakan formulir pendaftaran (kurangi jumlah kolom yang tidak prioritas) untuk meningkatkan konversi atau conversion rate optimization.

Menggunakan teknik SEO dan turunannya ini bisa mengurangi cost per lead.

Cara Menurunkan Cost Per Lead (CPL)

3. Menerapkan A/B Testing

Untuk mengetahui bagian campaign ads yang paling disukai audiens, coba Anda terapkan A/B testing seperti pengujian variasi iklan (visual, teks, CTA).

Dari versi yang paling banyak dipilih audiens nanti jadikan untuk campaign.

Penggunaan A/B testing ini mencegah biaya campaign yang tidak tepat sasaran dan juga ikut menambah cost per lead.

4. Coba Gunakan Negative Keywords (Khusus SEM atau Google Ads)

Coba tambahkan kata kunci negatif (negative keyword) untuk mencegah traffic yang tidak berkualitas, sehingga menghemat anggaran iklan.

Mengurangi anggaran iklan dan banyaknya lead masuk sangat berpengaruh pada besaran cost per lead juga.

Soalnya parameter-parameter biaya per leads adalah anggaran marketing dan jumlah leads yang masuk.

5. Pilih Campaign Marketing Goals yang Tepat

Di Meta Ads, coba gunakan kategori campaign [ Conversion ] atau [ Lead Generation ] daripada menggunakan [ Traffic ].

Traffic cocok ketika tujuannya adalah untuk peningkatan brand awareness, bukan lead.

Baca Juga: Pengertian Marketing Campaign, Contoh & Cara Mengukur

[Contoh Skenario] Cara Menghitung Cost Per Lead dan Menurunkan Biayanya

Sebelum Membangun Hubungan Baik dengan Pelanggan

Misalnya sebuah bisnis jasa digital marketing menjalankan iklan dengan biaya marketing:

Meta Ads (Facebook dan Instagram Ads): Rp 4.500.000

Google Ads: Rp 5.500.000

Biaya ikut event (sewa booth/space dan biaya lainnya): Rp 10.000.000

Berarti biaya marketing total:

Rp 4.500.000 + Rp 5.500.000 + Rp 10.000.000 = Rp 20.000.000

Dari biaya itu ternyata mendapatkan lead sampai 200 lead.

Maka cost per lead (CPL) = Rp 20.000.000 ÷ 200 = Rp 100.000 per lead.

Nah setelah menggunakan WhatsApp CRM, Anda coba membangun hubungan baik dengan leads, prospek, pelanggan dan meningkatkan kepuasan mereka, caranya:

  • Persingkat waktu respon menjadi kurang dari 2 atau 5 menit (apalagi jika timnya banyak dan WhatsApp nya bisa digunakan oleh multiple agent (unlimited)).
  • Kecakapan menangani komplain.
  • Punya product knowledge mendalam.
  • Proses follow up lebih soft selling dan tidak mengganggu leads.
  • Tidak mengirim pesan broadcast secara berulang kali (spam) dalam waktu 24 jam.

Sehingga pelanggan atau lead merasa lebih puas dan nyaman berinteraksi dengan Anda.

Terlebih jika mereka sangat membutuhkan solusi Anda dan dalam keadaan good mood, pasti meningkat kepuasannya itu.

Setelah Membangun Hubungan Baik dengan Pelanggan

[Contoh Skenario] Cara Menghitung Cost Per Lead dan Menurunkan Biayanya

Pelanggan yang puas cenderung tingkat retention tinggi.

Atau mereka mempromosikan secara sukarela ke kerabat dan jaringannya, hal itu potensial mendatangkan leads baru secara gratis.

Anda bisa mengurangi biaya campaign/iklan, anggap sampai 10%.

10% dari Rp 20.000.000 itu Rp 2.000.000. Artinya dengan membuat pelanggan puas, Anda bisa menurunkan biaya CPL sampai Rp 2.000.000.

dan biaya marketing yang sebelumnya Rp 20.000.000 menjadi Rp 18.000.000.

Sehingga conversion rate bisa naik 2x lipat dan menurunkan cost per lead (CPL) sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 90.000.

Disclaimer: 

Angka-angka yang sudah kami paparkan sebelumnya bisa lebih atau kurang, tergantung kondisi di lapangan.

Angka ini hanya contoh untuk mempermudah ilustrasi perhitungan saja.

Dengan logika dan flow perhitungan diatas, Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi bisnis Anda sendiri.

Baca Juga: Cara Memasarkan Produk Baru di WhatsApp

Kesimpulan

Demikian penjelasan bagaimana cara menghitung biaya cost per lead dan cara mengurangi biayanya.

Dari skenario-skenario perhitungan cost per lead, kita tahu kalau membuat pelanggan puas salah satu strategi menurunkan biaya mendapatkan lead.

Nah untuk membuat pelanggan puas itu ada beberapa faktor, seperti:

1. Persingkat waktu respon menjadi kurang dari 2 atau kurang dari 5 menit.

2. Kecakapan menangani komplain.

3. Punya product knowledge mendalam.

4. Proses follow up lebih soft selling dan tidak mengganggu leads.

5. Tidak mengirim pesan broadcast secara berulang kali (spam) dalam waktu 24 jam.

Faktor-faktor itu bisa terselesaikan dengan menggunakan Aplikasi WhatsApp CRM, seperti CRM.id.

Jika Anda tertarik untuk eksplorasi lebih lanjut terkait fitur-fiturnya, silahkan kunjungi halaman website di CRM.id atau Anda bisa klik tautan yang ada gambar dibawah ini.

Setelah itu Anda bisa menjadwalkan demo aplikasi bersama tim kami.

Jadi tunggu apa lagi? Yuk segera lakukan demo dan rasakan manfaatnya.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

12 + nineteen =