Sebagai pengguna Instagram, beberapa orang sering nyari cara membuat saluran di Instagram atau biasa orang-orang kenal sebagai broadcast channel.
Sekarang Kalau Anda sudah mulai berbisnis dan masih pakai Instagram hanya untuk posting foto produk dan berharap follower organik datang sendiri, rasanya masih ada yang kurang.
Anda jadi lebih mudah saat mau menyampaikan informasi atau penawaran, langsung dikirim di channel tersebut, bisa dilihat oleh followers yang berlangganan.
CRM.id sebagai penyedia software CRM dan WhatsApp API, lewat artikel ini akan membahas cara membuat saluran/broadcast channel di Instagram.
Selain itu bagaimana perannya bisa meningkatkan engagement CRM (customer relationship management).
Apa Itu Saluran Instagram dan Kenapa Berbeda dari Broadcast Biasa?

Beberapa professional atau pebisnis masih ada yang menyamakan saluran Instagram dengan fitur broadcast WhatsApp yaitu kirim pesan massal.
Saluran Instagram dari Meta ini sebagai bagian komunikasi komunal yang bisa diikuti oleh siapa saja.
Pemilik akun bisa mengirim teks, foto, video, polling, bahkan link dan anggota bisa bereaksi serta berpartisipasi dalam polling tersebut.
Meta me-launching fitur ini secara global pada pertengahan 2023 lalu, sebagaimana yang mereka publikasikan ditulisannya bertajuk “Introducing Instagram Broadcast Channels: A New Way For Creators to Deepen Connections With Followers.”
Di laporan Meta Q4 2023, lebih dari 500 juta pengguna Instagram sudah bergabung di setidaknya satu channel hanya dalam beberapa bulan setelah launchingnya.
Hal ini tidak bisa Anda abaikan atau siapapun itu oleh siapa pun yang serius membangun database customer.
Menggunakan saluran Instagram bisa mengisi bagaimana cara berkomunikasi dengan pelanggan secara massal tapi tetap terasa personal.
Tanpa biaya per pesan dan tingkat open rate yang jauh lebih tinggi daripada email marketing biasa.
Sebuah studi dari Accetrix (2025) dengan judul ROI of Email Marketing – 2025 Predictions, mencatat bahwa rata-rata open rate email marketing global berada di kisaran 22,86%.
Sementara itu, pesan yang masuk ke DM Instagram, termasuk pemberitahuan dari saluran yang pengguna ikuti memiliki kecenderungan dibuka jauh lebih tinggi.
Sama seperti halnya WhatsApp karena sudah jadi bagian dari keseharian pengguna.
Baca Juga: Instagram Marketing: Seperti Apa Strategi Penerapannya?
Syarat dan Hal yang Perlu Anda Siapkan Sebelum Membuat Saluran Instagram (Broadcast Channel)

Ada beberapa hal yang perlu pastikan terlebih dahulu apa saja syarat dan yang perlu Anda pastikan berikut:
Pertama, Akun Instagram Harus Berstatus Akun Profesional, Baik Creator atau Business
Akun personal tidak mendapatkan akses fitur saluran secara langsung (meskipun dalam beberapa region/wilayah, Meta sedang dalam tahap pengujian akses yang lebih luas).
Kedua, Fitur Broadcast Tersedia di Aplikasi Instagram Versi Terbaru
Jika Anda tidak menemukan opsi saluran di menu, coba perbarui aplikasinya terlebih dahulu.
Fitur broadcast channel ini ada di aplikasi Instagram versi terbaru.
Ketiga, Siapkan Strategi Konten Minimal untuk 30 Hari Pertama
Saluran yang Anda buat tanpa rencana konten biasanya lebih mudah audiens tinggalkan dalam dua minggu pertama.
Justru hal ini akan merusak brand perception terhadap followers yang sudah memutuskan untuk bergabung.
Baca Juga: Panduan Centang Biru Instagram: Dari Syarat hingga Biaya
Step by Step Membuat Saluran di Instagram (Broadcast Channel)
Cara Membuat Saluran Instagram dari HP (Android dan iOS)
Berikut flow cara membuat saluran IG di device Android atau iOS:
Langkah 1, Buka Instagram dan Masuk ke Direct Message (DM)
Pencet ikon pesan di pojok kanan atas beranda Instagram Anda. Di langkah ini adalah gate/enter point untuk semua fitur pesan, termasuk channel broadcast.
Langkah 2, Pencet Ikon Edit atau Ikon Pensil di DM
Cari ikon pensil yang biasanya ada di pojok kanan atas. Ketuk ikon tersebut, untuk membuat pesan/channel baru.
Langkah 3, Pilih opsi Buat Saluran Setelah itu
Anda akan melihat beberapa opsi Pesan Baru, Buat Grup, dan Buat Saluran. Pilih Buat Saluran.
Langkah 4, Beri Nama Saluran (Channel Broadcast)
Beri nama saluran yang sesuai dengan bisnis atau konten yang akan Anda bagikan.
Nama ini akan terlihat oleh anggota, jadi pastikan deskripsinya tapi tetap ringkas.

Langkah 5, Sesuaikan Pengaturan Awal untuk Siapa Saja
Anda bisa mengatur siapa saja yang bisa menemukan saluran atau aksesnya hanya bisa lewat link undangan/invitation.
Untuk tujuan CRM, saluran yang bisa ditemukan (discoverable) biasanya lebih cocok untuk akuisisi anggota atau audiens baru.
Langkah 6, Buat Siaran Pertama, Jangan Biarkan Saluran Kosong
Kirim pesan pertama yang menyambut anggota dan menjelaskan apa yang akan mereka dapatkan dari bergabung di saluran ini.
Cara Mengelola Anggota Saluran Instagram
Setelah channel aktif, ada beberapa hal pengelolaan anggota yang perlu Anda perhatikan:
- Pemilik saluran bisa melihat jumlah total anggota dan statistik keterlibatan (berapa yang bereaksi pada pesan tertentu, berapa yang menjawab polling). Data ini sebagai bahan rujukan buat tim karena memberikan konten yang sesuai dengan minat audiens.
- Saluran Instagram saat ini bersifat one to many, hanya pemilik yang bisa mengirim pesan. Sementara anggota bisa bereaksi menggunakan emoji atau memilih jawaban di polling. Hal ini desain yang disengaja Meta agar saluran tidak berubah menjadi grup yang berisik dan tidak terkelola.
- Anda juga bisa menambahkan co-owner atau moderator untuk membantu mengelola channel/saluran. Gunanya jika Anda memiliki tim media sosial atau customer service yang butuh hak akses.
Baca Juga: Cara Promosi di Instagram untuk Meningkatkan Penjualan
Strategi Konten Saluran Instagram (Broadcast Channel) yang Menghasilkan Engagement
Berikut ini beberapa pendekatan yang bisa Anda pakai berdasarkan pola yang CRM.id amati dari saluran-saluran brand dengan member yang jumlahnya besar, antara lain:
1. Lebih Konsisten Daripada Hanya Fokus ke Frekuensi
Beberapa pebisnis melakukan kesalahan seperti panas di awal-awal, tapi meredup dan jadi sepi berminggu-minggu kemudian.
Broadcast channel yang yang mengirimkan setidaknya 2-3 pesan per minggu menunjukkan tingkat member retention sampai 40% lebih tinggi daripada yang mengirimkan yang bertubi-tubi dalam satu waktu.
Buat jadwal konten yang realistis. Kalau resources Anda terbatas, 3 kali seminggu sudah cukup asal isinya konsisten dan punya value.
2. Gunakan Polling sebagai Riset Pasar (Market Research)
Setiap polling yang Anda kirim sebenarnya adalah mini survei dari orang-orang yang sudah punya ketertarikan pada brand Anda.
Contohnya:
Brand skincare menggunakan polling di saluran Instagramnya untuk pemilihan aroma untuk produk berikutnya.
Partisipan polling merasa terlibatkan dalam keputusan produk.
Ketika produknya diluncurkan, tingkat konversi pembelian dari anggota saluran tersebut 3x lebih tinggi dari rata-rata customer biasa karena mereka merasa ikut memilikinya.
3. Mengemas Konten Exclusive Buat Mempertahankan Retensi Anggota/Member

Kalau konten di broadcast channel sama dengan yang ada di feed atau story, tidak ada alasan kuat orang join menjadi anggota, toh pada akhirnya sama saja apa yang dishare.
Prinsip di broadcast channel IG itu harus berbeda dari yang ada di Feeds atau Stories.
Bentuknya bisa berupa:
- Informasi lebih awal sebelum diumumkan ke publik
- Harga atau penawaran exclusive
- Konten behind the scenes yang lebih jujur dan personal
- Akses ke webinar atau event khusus
- Menjadi beta tester (early tester) untuk produk baru
Baca Juga: Konten Digital: Ini Tujuan, Manfaat, dan Contohnya
Bagaimana Cara Mengukur Keberhasilan Saluran Instagram?
Karena mengandalkan vanity metrics seperti seperti jumlah follower, reaction, like, atau total member di channel saja tidak cukup.
Untuk mengukur kontribusi dan dampak saluran Instagram, Anda perlu menggunakan metrik-metrik berikut:
1. Tingkat Retensi Anggota/Member
Berapa persen member yang bergabung bulan lalu dan yang masih aktif (masih mengikuti channel Anda) bulan ini?
Jika kurang dari 70%, berarti Anda harus mengevaluasi terkait relevansi konten yang dikirim selama ini.
2. Polling Participation Rate
Dari total member, berapa persen yang bisa menjawab polling? Jika di atas 10-15% sudah tergolong baik untuk saluran lebih dari 1.000 anggota.
3. Reaction Rate per Pesan
Metrik Ini sebagai indikator atau penanda pesan atau broadcast mana yang bisa menghasilkan reaction emoji yang banyak dari member
4. Konversi dari Saluran ke Action/Tindakan
Berapa banyak link yang diklik, berapa yang akhirnya membeli, mendaftar, atau melakukan tindakan tertentu yang bisa Anda tracking lewat UTM parameter?
Sesekali, kirim polling dengan pertanyaan, apakah Anda akan merekomendasikan brand/produk kami ke teman?
Dengan menanyakan pertanyaan basic dan simpel Ini, Anda bisa tahu secara cepat cara mengukur tingkat loyalitas member dan akan mempromosikan secara gratis.

Baca Juga: 16 KPI Marketing yang Harus Anda Ketahui untuk Bisnis
Kesimpulan
Demikian penjelasan cara membuat saluran di Instagram untuk engagement di Instagram.
Dari penjelasan tadi bisa kita lihat kalau membuat saluran (broadcast channel) di Instagram itu jadi salah satu strategi meluaskan cara distribusi konten dan menyampaikan promo.
Bisa juga engagementnya Anda gunakan untuk terhubung ke aplikasi CRM.
Integrasi ke CRM bisa membedakan bisnis Anda untuk serius dalam membangun hubungan dengan pelanggan yang lebih baik.
Sebagai penyedia Aplikasi CRM, CRM.id memberikan fitur-fitur seperti manajemen kontak,pengaturan dan pengiriman pesan lebih rapi, tagging dan labelling.
Tampilannya yang minimalis membuat penggunaannya lebih mudah, sekalipun untuk pengguna baru.
Anda bisa mencoba fitur tersebut melalui demo aplikasi CRM berikut atau bisa juga langsung mendaftar aplikasi lewat form berikut.
- Apa Itu Meta AI di Facebook, WhatsApp, dan IG? - 18 Juni 2026
- 9 Kelebihan WA Bisnis yang Wajib Pebisnis Ketahui - 17 Juni 2026
- 7 Peluang Bisnis Modal Kecil Menggunakan WhatsApp - 15 Juni 2026