Aplikasi Perplexity AI, Tools Bagus untuk Riset Pasar

Aplikasi Perplexity AI, Tools Bagus untuk Riset Pasar

Aplikasi Perplexity AI membantu pemilik bisnis, marketer, sales, dan tim customer service menganalisis dan merangkum informasi pasar dari web beserta link sumbernya.

Kemampuan ini cocok untuk memetakan kompetitor, membaca perubahan tren, mencari data pendukung, dan menyusun hipotesis pelanggan sebelum tim mengeluarkan biaya untuk survei atau campaign.

Walaupun praktis, Perplexity belum bisa menggantikan customer interview, data penjualan, atau chat WhatsApp yang tersimpan di aplikasi CRM.

Anda bisa menggunakan hasilnya sebagai pemetaan awal. Setelah itu, cek sumber asli, bandingkan dengan data internal bisnis Anda, lalu uji temuan pada customer sungguhan.

Artikel CRM.ID ini akan membahas cara kerja, fitur, contoh prompt, alur market research, batasan, dan cara menghubungkan temuan Perplexity dengan CRM dan WhatsApp.

Apa Itu Aplikasi Perplexity AI?

crm banner 1

Perplexity adalah search engine berbasis AI yang menelusuri web, menyusun jawaban ringkas, dan menampilkan daftar kutipan sumber tulisan tersebut.

Pengguna bisa mengajukan pertanyaan lanjutan di sesi yang sama sehingga pembahasan bergerak dari gambaran industri menuju pertanyaan yang jauh lebih terarah.

Karakter tersebut membedakannya dari daftar hasil pencarian biasa. Google membantu pengguna menemukan halaman, sedangkan Perplexity membaca sejumlah halaman dan merangkumnya.

Perplexity juga berbeda dari chatbot yang hanya menggunakan hasil dari  pengetahuan model hasil dari pelatihan, karena fitur pencariannya menghubungkan dengan sumber web terkini (sifatnya dinamis).

Untuk pelaku UKM, manfaatnya ada pada kecepatan dalam melakukan research, dan beberapa sumber memang menyebutkan kalau chatbot AI ini memang unggul dalam hal riset.

Tim Anda bisa mencari informasi terkait regulasi, laporan industri, harga pesaing, review publik, atau perubahan fitur tanpa membuka puluhan tab sejak awal, cukup pakai satu aplikasi saja.

Meskipun begitu, kutipan hanya memudahkan pemeriksaan, keberadaan link belum menjamin sumbernya kuat atau klaimnya tepat.

Baca Juga: 5 Aplikasi AI Terbaik Dan Populer untuk Pelaku Bisnis UKM

Kenapa Perplexity AI untuk Riset Pasar Perlu Saya Coba?

Kenapa Perplexity AI untuk Riset Pasar Perlu Saya Coba?

Penggunaan AI untuk kebutuhan riset pasar sekarang sudah semakin meluas. Qualtrics Market Research Trends 2026 menganalisa 3.000 peneliti di 17 negara dan menemukan 95% responden telah menggunakan atau eksperimen dengan AI.

Laporan ini juga mencatat penurunan penggunaan chatbot dari 75% menjadi 67%, sementara pemakaian AI yang tertanam dalam platform riset naik dari 62% menjadi 66%.

Data tersebut memberi satu hal pada kita, yaitu kecepatan saja masih kurang. Tim Anda membutuhkan proses yang menjaga kualitas sumber, konteks, dan bukti pelanggan.

Perplexity kuat untuk secondary research atau riset sekunder, terutama saat bisnis Anda ingin menemukan pola pasar dan menyusun pertanyaan.

Riset primer tetap diperlukan ketika bisnis perlu mengetahui alasan pelanggan membeli, menolak, pindah brand, atau berhenti membalas pesan sales.

McKinsey Global Survey 2025 juga melaporkan 78% organisasi memakai AI dalam setidaknya satu fungsi. Marketing dan sales termasuk area penggunaan yang paling sering muncul.

Jadi, kelebihannya tidak datang dari menggunakan AI saja, tapi dari kemampuan mengubah hasil riset menjadi keputusan dalam pengembangan produk, pesan campaign, dan chat penjualan.

Baca Juga: Aplikasi AI Selain Gemini AI Apa Saja? Ini Rekomendasinya!

Fitur Perplexity AI yang Berguna untuk Analisis Pasar

Beberapa fitur Perplexity AI yang bisa kita gunakan untuk kebutuhan analisis pasar, antara lain:

1. Pencarian Web dengan Kutipan

Setiap jawaban menyertakan link ke halaman yang Perplexity pakai. Fitur ini membantu marketer menelusuri asal pernyataan atau ringkasan yang dikutip.

Saat meneliti ukuran pasar, prioritaskan laporan pemerintah, publikasi perusahaan, lembaga riset, atau dokumen-dokumen terkait. Hindari menjadikan blog agregator sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

2. Pro Search dan Research Mode

Fitur Perplexity AI yang Berguna untuk Analisis Pasar

Pro Search cocok untuk pertanyaan yang memerlukan beberapa langkah. Sementara itu, Research Mode menjalankan puluhan pencarian, membaca ratusan sumber, lalu menyusun reporting.

Perplexity menyebut proses ini biasanya membutuhkan sekitar 4 sampai 5 menit, tergantung tugasnya.

Pengguna gratis akan mendapat akses terbatas, sedangkan pelanggan Pro memperoleh jatah lebih luas.

3. Upload File dan Projects

Pengguna bisa mengupload PDF, teks, gambar, audio, atau video. Menurut pusat bantuan Perplexity, ukuran setiap file maksimal 40 MB.

Fitur ini berguna untuk membandingkan laporan eksternal dengan katalog produk, transkrip wawancara, atau rekap survei yang telah tim anonimisasi (menyamarkan identitas).

Projects membantu mengelompokkan sesi, file, sumber, dan instruksi untuk satu topik. Anda bisa membuat satu project bagi setiap pasar atau lini produk.

Cara ini mengurangi risiko tim mencampur temuan bisnis B2B, B2C, wilayah, dan periode yang berbeda.

Baca Juga: Berkenalan dengan Sora AI, Membuat Video dari Text

Cara Menggunakan Perplexity AI untuk Riset Pasar

Bagaimana cara menggunakannya? Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda coba:

1. Mulai dari Keputusan, Bukan Topik yang Cakupannya Luas

Prompt seperti analisis pasar skincare menghasilkan jawaban yang terlalu lebar. Anda bisa mengubah menjadi keputusan yang perlu tim ambil.

Misalnya memilih segmen awal, menentukan rentang harga, atau mencari keberatan pembeli. Tambahkan juga lokasi, periode data, jenis pelanggan, dan bentuk output.

2. Pisahkan Fakta, Inferensi, dan Data yang Hilang

Minta Perplexity membuat 3 kelompok temuan, dimana fakta harus memiliki sumber langsung.

Inferensi menjelaskan dugaan yang lahir dari beberapa fakta, dan data yang hilang berisi pertanyaan yang belum bisa terjawab lewat web.

Pemisahan ini mencegah tim memperlakukan asumsi AI sebagai fakta yang ada di pasar.

Cara Menggunakan Perplexity AI untuk Riset Pasar

3. Buka Sumber Utama dan Cari Bukti yang Membantah

Anda bisa memeriksa tanggal, metodologi, lokasi, sampel, dan pihak yang menerbitkan setiap sumber, lalu minta Perplexity mencari data yang bertentangan.

Jika semua sumber menyampaikan kesimpulan serupa dengan bahasa hampir sama, ada kemungkinan beberapa halaman mengutip laporan yang sama.

4. Validasi dengan Aplikasi CRM dan Chat WhatsApp

Desk research menunjukkan apa yang tersedia di publik. CRM memperlihatkan apa yang benar-benar customer tanyakan, sedangkan chat WhatsApp mengungkap pilihan kata mereka.

Cocokkan hipotesis Perplexity dengan alasan lost deal, tag percakapan, pertanyaan sebelum membeli, keluhan, dan waktu responnya.

WhatsApp Business Platform dapat terhubung dengan aplikasi bisnis untuk mendukung pengalaman chat dalam skala besar.

Jika tim menggunakan platform tersebut bersama dengan CRM, analisislah data yang memang perlu Anda proses.

Hapus nama, nomor telepon, alamat, dan informasi sensitif sebelum mengupload ke layanan AI.

Baca Juga: Cara Menggunakan Aplikasi AI untuk Pelaku UKM

Contoh Prompt Aplikasi Perplexity AI untuk Market Research

Gunakan struktur keputusan, scope, bukti, pembanding, dan keluaran. Berikut prompt awal untuk UKM yang ingin menjual software kasir kepada kedai kopi di Surabaya.

Kami perlu menentukan segmen awal untuk software kasir kedai kopi di Surabaya. 

Petakan perubahan pasar selama 2024 sampai 2026, 5 kelompok pesaing, rentang harga yang tercantum secara publik, kebutuhan pelanggan yang berulang, serta risiko saat akan masuk pasar. Utamakan sumber primer dan sumber Indonesia.

Kita perlu memisahkan fakta, inferensi, dan data yang masih perlu saya validasi, tampilkan juga tanggal serta link sumber untuk setiap penyampaian.

Lanjutkan dengan prompt yang menguji jawaban pertama, kemudian audit hasil riset sebelumnya, dan cari minimal 3 bukti yang membantah kesimpulan awal.

Tandai sumber yang lebih lama dari 2 tahun, sumber yang mengutip sumber lain dan klaim yang tidak ada dukungan data. Buat 5 pertanyaan wawancara customer untuk menguji asumsi dengan risiko tertinggi.

Untuk analisis kompetitor, selain meminta daftar fitur, Anda juga perlu menanyakan pekerjaan apa yang ingin pelanggan selesaikan, segmen yang menjadi sasaran, model harga, bukti reputasi, perubahan terbaru, serta celah layanan, yang berguna dalam hal positioning.

Baca Juga: Apa Itu Prompt AI & Manfaatnya untuk Pelaku Bisnis UKM?

Studi Kasus untuk Menguji Peluang WhatsApp CRM untuk Distributor di Aplikasi Perplexity AI

Studi Kasus untuk Menguji Peluang WhatsApp CRM untuk Distributor

Misalnya untuk distributor bahan bangunan yang menerima sebanyak 1.200 chat setiap bulan. Pemilik menduga masalah utama pelanggan adalah harga, lalu ingin menawarkan diskon.

Kemudian tim marketing menggunakan Perplexity untuk memetakan keluhan pembeli B2B, pola pemesanan ulang, layanan kompetitor, dan tren penggunaan WhatsApp untuk pemesanan.

Hasil awal menunjukkan 3 hipotesis, antara lain: pelanggan kesulitan mengetahui stok, sales lambat mengirim status pesanan, dan riwayat chat berantakan di beberapa device/HP.

Kemudian tim dari distributor tersebut memeriksa 100 chat yang telah mereka samarkan di CRM.

Mereka menemukan 42 chat terkait status stok atau pesanan, 18 tentang harga, dan sisanya tersebar pada pertanyaan produk serta pengiriman. Data ini hanya sebagai skenario ilustrasi, bukan benchmark industri.

Temuan itu mengubah prioritas, yang mana daripada langsung memberi diskon, distributor menguji pemberitahuan status pesanan, katalog yang lebih rapi, dan pembagian chat otomatis.

Perplexity mempercepat pencarian pola eksternal, sedangkan software CRM dan WhatsApp menguji apakah pola tersebut benar-benar muncul pada customer mereka.

Prinsipnya sejalan dengan pernyataan pakar customer development Steve Blank dalam tulisannya tentang memasuki pasar baru:

“There are no facts inside your building, so get outside.”

Perplexity membantu tim mempersiapkan pertanyaan dengan chat customer tetap menentukan apakah hipotesis itu layak Anda percayai.

Baca Juga: Begini Cara Menggunakan WhatsApp CRM untuk Cabang Usaha Baru

Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Perplexity AI untuk Riset Pasar

Perplexity unggul saat tim perlu memperoleh orientasi cepat, mengikuti isu terbaru, merangkum banyak sumber, dan melacak asal klaim.

Studi kasus Bessemer Venture Partners menyebut Perplexity Enterprise mengurangi 50% atau lebih pekerjaan manual pada riset, pemrosesan dokumen, dan analisis data di spreadsheet.

Hasil satu jenis perusahaan tentu tidak otomatis berlaku untuk kebutuhan UKM, tapi kasus tersebut menunjukkan jenis pekerjaan yang paling mungkin terbantu.

Batasannya muncul ketika data lokal belum tersedia di web, sumber berada di balik paywall, pesaing tidak memublikasikan harga, atau customer menggunakan istilah yang berbeda.

Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Perplexity AI untuk Riset Pasar

Perplexity juga bisa memilih sumber sekunder, kehilangan konteks, atau menghubungkan kutipan yang kurang mendukung klaim.

Riset EBU dan BBC yang diberitakan Reuters pada 2025 menguji 3.000 jawaban AI dalam 14 bahasa dan menemukan 45% jawaban memiliki setidaknya satu masalah atau risiko besar.

Pengujian tersebut mencakup beberapa asisten AI dan fokus pada berita, sehingga datanya tidak menjadi skor khusus Perplexity untuk riset pasar. Temuannya tetap mengingatkan tim Anda agar memeriksa fakta dan sumber asli.

Baca Juga: Generative AI Gratis untuk Tingkatkan 35% Produktivitas Pelaku UKM

Pilih Aplikasi Perplexity AI Gratis atau Berbayar untuk Kebutuhan Bisnis?

Versi gratis sudah cukup untuk eksplorasi awal, pencarian dasar, dan uji coba prompt.

Menurut perbandingan paket di laman Perplexity, paket gratis menawarkan pencarian dasar yang nyaris tanpa batas, tiga Pro Search per hari, serta satu Research Query per bulan sampai tulisan ini dibuat. Batas dan struktur biaya bisa berubah seiring waktu, jadi cek halaman resmi sebelum membeli.

Pro lebih masuk akal ketika seorang marketer melakukan riset hampir setiap hari, perlu lebih banyak sumber, mengupload banyak file, atau menggunakan model lanjutan.

Jangan menilai langganan dari jumlah jawaban, Anda harus mengukur waktu riset yang lebih hemat, jumlah klaim yang berhasil tim verifikasi, dan berapa keputusan yang berubah karena bukti baru.

Baca Juga: Contoh Inovasi Bisnis Digital untuk Pemilik Bisnis Pemula

Cara Menjaga Data Pelanggan Saat Menggunakan Aplikasi Perplexity AI

Cara Menjaga Data Pelanggan Saat Menggunakan Aplikasi Perplexity AI

Jangan mengupload database customer di CRM, nomor WhatsApp, nilai transaksi per customer, kontrak, atau chat rahasia ke akun pribadi.

Buat ringkasan atau ganti identitas customer dengan kode. Minta persetujuan tim internal dulu sebelum memproses data yang memiliki batas penggunaan.

Pada akun Free, Pro, dan Max, AI Data Retention aktif secara default. Pengguna mematikannya melalui Settings, Preferences, lalu AI data retention.

Pengaturan baru berlaku untuk data setelah pengguna memilih keluar. Perplexity menyatakan data Enterprise tidak terpakai untuk pelatihan model AI.

Baca Juga: Panduan Etika Penggunaan data di Software CRM

Kesimpulan

Demikian penjelasan CRM.ID terkait aplikasi Perplexity AI, aplikasi ini bagus untuk riset pasar ketika tim menggunakannya sebagai search engine dan penyusunan hipotesis yang bisa Anda audit.

Mulai dari keputusan bisnis, batasi ruang lingkup, prioritaskan sumber primer, cari bukti yang membantah, lalu validasi temuan lewat data penjualan dan chat pelanggan.

Jika chat pelanggan mulai berantakan di banyak HP dan insight sulit terlacak, aplikasi CRM WhatsApp bisa menghubungkan chat, tag, histori, serta follow up.

Anda bisa mendaftar gratis CRM.id untuk mendapatkan 50 ribu chat per bulan dengan 1 channel dan bagaimana data chat berubah menjadi bahan riset, prioritas layanan, dan peluang penjualan yang terukur dan rapi.

Jika ingin menambah channel dan jumlah chat yang lebih banyak, Anda bisa beralih ke paket Pro seharga Rp 199.900/bulan untuk semua fitur tanpa batas.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

6 + fourteen =