Aplikasi digital marketing membantu UKM mencari calon pembeli, membuat konten, mengelola chat, menindaklanjuti lead/prospek, dan mengukur penjualan.
Untuk memulainya, Anda tidak perlu menggunakan semuanya. Cukup pilih tools yang relevan dengan kebutuhan, jumlah tim, jenis dan skala campaign.
Kemudian susun sesuai kebutuhan dan flow customer journeynya. Channel atau aplikasi Google Business Profile menarik untuk kebutuhan strategi SEO lokal, Canva dan Meta Business Suite untuk urusan campaign dan konten, sedangkan CRM.ID mengelola prospek yang masuk ke WhatsApp agar lebih rapi.
Lebih detailnya, di tulisan ini kita akan membahas list aplikasi digital marketing, yang penggunaannya mempertimbangkan 3 hal.
3 hal tersebut antara lain: 1). Kemudahan penggunaan untuk tim kecil, 2). Punya fungsi yang berbeda dalam customer journey, dan 3). Menghasilkan data untuk pengambilan keputusan berikutnya.
Apa Itu Aplikasi Digital Marketing dan Apa Manfaatnya untuk Pelaku UKM?

Aplikasi digital marketing adalah aplikasi berbasis web atau mobile untuk menjalankan market research, promosi, pengelolaan prospek, komunikasi pelanggan, serta analisis campaign.
Manfaatnya untuk mengurangi kerja berulang dan kemudahan tracking dari klik sampai pembelian.
Pemilik UKM bisa menggunakan data itu untuk menjawab pertanyaan, seperti konten yang punya peluang konversi atau berlanjut ke chat WhatsApp dan channel terkait?
Berapa lead atau calon pelanggan yang perlu tim hubungi lagi? Channel mana yang benar-benar menghasilkan omset? Jawaban tersebut lebih berguna daripada vanity metric seperti jumlah pengikut yang naik tanpa menghasilkan transaksi.
Baca Juga: Digital Marketing: Pengertian, Jenis, dan Strateginya
10 Aplikasi Digital Marketing untuk UMKM Berdasarkan Tahapan Funnel
Berikut ini 10 aplikasi yang bisa Anda coba untuk berbagai kebutuhan, seperti untuk kebutuhan SEO, media sosial, analisis campaign, sampai pengelolaan pelanggan atau CRM.
1. CRM.ID (Aplikasi CRM WhatsApp untuk Closing dan Retensi)
CRM.ID cocok untuk pelaku UKM yang menerima banyak pertanyaan, pesanan, atau permintaan penawaran melalui WhatsApp.
Fitur multi agent membuat beberapa staf bisa menangani satu nomor, sementara riwayat chat, pencarian, filter, dan integrasi REST API membantu tim menjaga konteks pelanggan.
Admin bisa memberi label sumber prospek, status follow up, serta hasil transaksi agar business owner melihat kualitas lead dari tiap campaign.
Gunakan CRM WhatsApp saat 2 admin mulai membalas customer dari nomor yang sama atau chat penjualan sering “tenggelam” atau tertimbun.

Hubungkan ke WhatsApp setiap channel dengan parameter source-nya, lalu catat status lead seperti baru, tertarik, menunggu pembayaran, berhasil/goal, atau gagal.
WhatsApp Business Platform mendukung chat dua arah sepanjang customer journey.
Sebelum mengirim promosi, minta persetujuan pelanggan dan sediakan cara berhenti menerima pesan sesuai panduan opt-in WhatsApp.
2. Google Business Profile (untuk Aplikasi Online Marketing Berbasis Lokal)
Google Business Profile membantu toko, klinik, bengkel, restoran, dan penyedia jasa bisa muncul di Google Search serta Maps tanpa biaya besar.
Mereka bisa melengkapi kategori, alamat atau area layanan, jam buka, nomor telepon, foto, produk, dan link menuju WhatsApp.
Profil yang akurat memudahkan calon pelanggan mengambil tindakan saat niat belinya sudah tinggi. Jadikan jumlah panggilan, klik situs, dan chat sebagai metrik bulanan.
Minta review setelah transaksi selesai, kemudian balas secara spesifik. Jangan membombardir keyword ke nama usaha karena tindakan itu berisiko melanggar pedoman Google dan mengurangi kepercayaan calon customer.
3. Canva (untuk Produksi Konten yang Ciamik)
Canva memudahkan pelaku UKM membuat foto produk, katalog, Reels, presentasi penjualan, sampai materi cetak.
Tetapkan warna, font, gaya foto, dan tata letak sejak awal. Dengan sistem visual tersebut, staf tidak perlu memulai desain dari awal.
Setidaknya buat 5 template yang mencakup edukasi, testimoni, penawaran, FAQ, dan katalog. Ubah satu topik menjadi carousel, Story, dan status WhatsApp agar biaya produksi turun.
Canva Pro menyediakan brand kit dan penjadwalan konten, sedangkan versi dasar sudah cukup untuk menguji format yang paling menarik respon.
4. Meta Business Suite (untuk Campaign di Instagram dan Facebook)

Meta Business Suite menyatukan aktivitas marketing Facebook dan Instagram. Tim yang mengelolanya bisa menyiapkan posting, melihat insight, memantau iklan, serta menangani pesan dari satu tempat.
Aplikasi ini tepat untuk bisnis yang mendapatkan banyak discovery dari Instagram dan tetap melayani komunitas lewat Facebook.
Susun kalender selama 2 minggu, lalu kelompokkan konten berdasarkan tujuan, seperti jangkauan (reach), interaksi, dan chat penjualan.
Nilai performa dari rasio interaksi dan klik menuju WhatsApp, bukan hanya reach. Dengan memberi kode berbeda pada setiap link campaign agar data-data organik dan paid bisa dibedakan di CRM.
Baca Juga: Digital Advertising: Pengertian, Cara Kerja, dan Tipsnya
5. Google Trends (Tools Digital Marketing Gratis untuk Riset Tren)
Google Trends memperlihatkan perubahan minat pencarian, wilayah dengan minat tinggi, serta kueri terkait.
Karena angkanya bersifat relatif, tools ini jangan jadikan tools utama, lebih baik jadikan sebagai pembanding istilah dan membaca pola waktu, bukan untuk menghitung volume pencarian secara pasti.
Dokumentasi Google menjelaskan kalau pengguna bisa membandingkan istilah/term, menyaring kategori, melihat wilayah, dan mengekspor data.
Contohnya, produsen hampers membandingkan hampers Lebaran, parcel Lebaran, dan bingkisan Ramadhan selama 5 tahun.
Puncak minat audience membantu tim Anda dalam menentukan kapan produksi, konten edukasi, pre-order, dan iklan mulai berjalan. Hal sederhana ini mencegah promosi terlambat saat permintaan sudah turun.
6. Google Search Console (untuk Analisis Data Organic Search/SEO)
Google Search Console memperlihatkan kueri, impression, klik, posisi, dan CTR, dan AI impression (walaupun masih dalam tahap Beta/uji coba) di Google Search/AI search.
Laporan performanya membantu UKM menemukan page yang sering muncul tapi jarang mendapat klik.
Tim SEO atau digital marketing bisa memperbaiki judul, pembuka, FAQ, atau kecocokan isi dengan kebutuhan pencari.
Setiap bulan, setidaknya pilih 5 kueri dengan impression tinggi dan posisi 5 sampai 20. Perbarui halaman terkait dengan jawaban yang lebih lengkap, bukti pengalaman, foto asli, harga kelayakan, serta CTA menuju chat.
Cara ini lebih terarah daripada menerbitkan banyak artikel tanpa membaca permintaan pasar.
7. Google Analytics 4, Aplikasi Digital Marketing untuk Tracking Pengunjung Website

Google Analytics 4 (GA4) menghubungkan kunjungan website dengan tindakan seperti melihat produk, mengisi form saat daftar, menekan tombol live chat WhatsApp, atau menyelesaikan pembelian.
Laporan akuisisi GA4 membantu business owner menilai channel yang menarik pengguna baru dan campaign yang membawa pengunjung kembali.
Tetapkan event click_whatsapp, generate_lead, dan purchase sesuai proses bisnis, dengan menggunakan UTM untuk Instagram, email, profil Google, dan iklan.
Setelah itu, bandingkan biaya per lead serta rasio lead menjadi transaksi. Hindari keputusan dengan basis session saja karena 1000 organic traffic murah belum tentu mengalahkan 50 kunjungan dengan niat beli kuat.
8. Mailchimp (Email Marketing dan Pembelian Ulang)
Mailchimp membantu pemilik bisnis membuat email, membagi audience, menjalankan otomasi, dan membaca performa campaign.
Channel ini berguna untuk produk yang membutuhkan edukasi, reminder berkala, atau siklus pembelian ulang, seperti kelas, kopi, skincare, dan layanan B2B.
Pisahkan antara pelanggan baru, pembeli aktif, serta pelanggan yang lama tidak bertransaksi.
Kirim flow sambutan singkat, panduan penggunaan produk, dan penawaran pembelian ulang berdasarkan waktu yang masuk akal, Anda juga perlu memasukkan kontak yang memberi izin.
Dengan cara itu, email memperkuat hubungan tanpa memenuhi inbox dengan promosi seragam.
9. Buffer (Aplikasi Manajemen Media Sosial)
Buffer membantu tim marketing khususnya social media specialist dalam merencanakan, menyesuaikan, dan menerbitkan konten ke beberapa media sosial.
Pilihan ini cocok saat bisnis UKM aktif di luar ekosistem Meta, misalnya LinkedIn, TikTok, Pinterest, atau X.
Terdapat kalender yang bisa Anda atur penjadwalan publish kontennya, jadi tidak khawatir melewatkan momen khusus yang bertepatan di luar jam kerja.
Jangan mengirim caption yang sama persis ke semua channel karena akan terkesan template. Sebaiknya, pertahankan ide utamanya, lalu sesuaikan pembuka, panjang teks, format, dan CTA dengan perilaku audience masing-masing.
Evaluasi tiap 2 minggu dan hentikan channel yang terus menyita waktu tanpa menghasilkan chat, kunjungan berkualitas, atau lead.
10. Ahrefs atau Semrush, Aplikasi Digital Marketing untuk Keyword Research dan Competitive Analysis
Ahrefs adalah tools digital marketing yang sangat terkenal dengan kemampuan analisis backlink dan datanya yang akurat.
Ada beberapa fiturnya seperti:
Pertama: Site Explorer. Melihat performa dan sumber trafik website milik Anda atau pesaing.
Kedua: Keywords Explorer. Mencari ide keyword baru lengkap dengan jumlah pencariannya per bulan.
Ketiga: Site Audit. Memeriksa masalah teknis pada website agar ramah search engine.
Keempat: Content Explorer. Mencari konten yang paling populer dan banyak dibagikan di internet berdasarkan topik tertentu.

Sedangkan Semrush adalah software digital marketing yang tidak hanya untuk pencarian keyword, tapi juga membantu iklan berbayar dan manajemen media sosial.
Fitur-fiturnya antara lain:
Domain Overview: Ringkasan cepat tentang jumlah visitor dan iklan yang terpasang dalam sebuah website.
Keyword Magic Tool: Menghasilkan ribuan ide keywords dari satu kata dasar.
Position Tracking: Monitoring ranking website Anda di Google setiap hari.
Social Media Tracker: Mengatur dan tracking performa media sosial Anda.
Baca Juga: Channel Digital Marketing: Pengertian, Jenis, dan Tips Memilihnya
Cara Memilih Tools Digital Marketing untuk Bisnis Kecil
Ada beberapa cara singkat yang bisa jadi pedoman saat akan memilih tools digital marketing untuk kebutuhan bisnis kecil, antara lain:
1. Mulai dari Problem, Lalu Pilih Satu Tools yang Langsung Mengatasinya
Jika calon pembeli susah menemukan lokasi, rapikan Google Business Profile. Jika chat menumpuk, gunakan WhatsApp CRM. Namun kalau banyak pengunjung datang tapi sedikit yang menghubungi bisnis Anda, coba perbaiki landing page dan GA4 tracking sebelum menambah budget iklan.
2. Periksa 5 hal Kriteria Sebelum Berlangganan
5 kriteria tersebut antara lain: biaya total per bulan, waktu belajar tim, integrasi dengan sistem yang ada, hak akses pengguna, dan kemudahan mengekspor data.
Tentukan satu penanggung jawab serta satu metrik keberhasilan untuk setiap aplikasi, kemudian hapus tools yang tidak pernah membantu keputusan selama 2 atau 3 bulan.
Baca Juga: Rekomendasi Tools CRM: Kelebihan, Kekurangan, dan Harga
Contoh Strategi Penggunaan Aplikasi Digital Marketing di UKM dari Promosi sampai Closing
Contohnya pada produsen frozen food di Yogyakarta yang menjalankan digital campaign berupa paket bekal keluarga.
Tim marketing mereka menggunakan Google Trends untuk memilih waktu dan istilah campaign, Canva untuk membuat materi desainnya, lalu Meta Business Suite untuk menjadwalkan konten di Facebook dan Instagram
Sedangkan untuk Google Business Profile untuk mengoptimalkan keyword atau visibility pencarian lokal, dengan CTA yang mengarah ke WhatsApp.
Kemudian dengan bantuan aplikasi CRM.ID membagi chat ke admin atau CS-nya dan mencatat hasil penjualan. GA4 menghitung klik WhatsApp dari situs, lalu owner mencocokkannya dengan transaksi di CRM.
Jika 100 klik Instagram menghasilkan 20 chat dan 6 transaksi, click ratio ke chat akan mencapai 20%, sedangkan rasio chat ke transaksi mencapai 30%. Tim CS, marketing, dan sales jadi tahu bagian funnel yang memerlukan perbaikan.
Flow ini mencerminkan pernyataan Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia terkait penggunaan platform digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Indonesia.
Meta juga melaporkan lebih dari 200 juta pengguna WhatsApp Business secara global pada 2023. Data tersebut memperkuat alasan untuk menghubungkan promosi dan chat pelanggan.
Baca Juga: Strategi Pemasaran Online: Manfaat dan Cara Menyusunnya
Planning Menjalankan Aplikasi Digital Marketing dalam 30 Hari

Pada minggu pertama, petakan sumber pelanggan, tahap penjualan, serta 3 metrik utama, yakni lead berkualitas, rasio closing, dan omset per channel.
Minggu kedua, rapikan profil Google, template konten, UTM, dan button ke WhatsApp, sebaiknya hindari menambah aplikasi sebelum dasarnya berjalan dengan baik.
Di minggu ketiga, pasang Search Console dan GA4 dan uji coba untuk semua event. Lalu, masukkan lead ke CRM, tetapkan follow up, dan sepakati batas waktu responnya.
Terakhir, di minggu keempat baca data pertama, pilih satu problem terbesar, lalu jalankan satu eksperimen untuk bulan berikutnya.
Baca Juga: 8 Strategi Marketing Terbaik untuk Bisnis Anda dan Tipsnya
Kesimpulan
Demikian lah penjelasan CRM.ID terkait detail aplikasi digital marketing yang bisa Anda coba untuk membantu dalam hal planning dan eksekusi digital marketing.
Aplikasi digital marketing mampu membantu UKM naik kelas ketika setiap tools memiliki tugas, penanggung jawab/PIC, dan ukuran hasil.
Kombinasi awal yang masuk akal untuk bisnis UKM yang naik kelas adalah Google Business Profile, Canva atau Meta Business Suite, dan aplikasi CRM, CRM.ID untuk mengelola chat dan follow up.
Jika kebutuhan komunikasi dengan customer sudah mulai meningkat dan tim juga sudah mulai kewalahan, Anda bisa mempertimbangkan untuk daftar gratis aplikasi CRM.ID, yang akan mendapatkan 50 ribu pesan/bulan
Uji dengan satu nomor/channel serta satu alur campaign, lalu ukur waktu respon, jumlah follow up, dan rasio closing sebelum memperluas pemakaian.
- 10 Aplikasi Digital Marketing untuk Pelaku Bisnis UKM Naik Kelas - 22 September 2026
- Aplikasi Perplexity AI, Tools Bagus untuk Riset Pasar - 22 September 2026
- 8 Complaint Management System untuk Tim CS Lebih dari 5 Orang - 20 September 2026