Seperti Apa CRM Dashboard, Komponen & Cara Membuat?

Seperti Apa CRM Dashboard, Komponen dan Cara Membuat

Jika Anda bertanya seperti apa itu CRM dashboard? apa saja komponen dan gimana cara membuatnya?

Anda berada di artikel yang tepat. CRM.id sebagai penyedia Software CRM dan WhatsApp API akan menjelaskan detailnya dengan contoh dashboard yang ada pada aplikasi CRM.id.

Bisa dikatakan kalau dashboard CRM ini sebagai command center atau pusat kendali dari semua aktivitas fitur dan menu yang terdapat pada aplikasi CRM.

Jika tanpa pakai CRM dashboard ini, bisa Anda bayangkan betapa merepotkannya nge-lead tim CS atau sales sebanyak 10 orang atau tim staf sendiri saat melayani customer.

Misalnya setiap hari ada ratusan interaksi dengan pelanggan dari WhatsApp, email, telepon, sampai di channel lainnya juga.

Tentunya akan sangat merepotkan saat akan menganalisis data buat tau kondisi bisnis seperti apa.

Hal itulah yang akan kita bahas secara mendetail disini.

Apa Itu CRM Dashboard? Kenapa Dashboard Perlu Anda Perhatikan di Strategi Bisnis Saat Ini?

crm banner 3

CRM dashboard adalah tampilan visual terpusat pada aplikasi CRM yang merangkum data pelanggan, aktivitas penjualan, performa tim, menyatukan data penting dari berbagai divisi, dan KPI bisnis secara langsung.

Riset dari Digital Socius (2025) yang bertajuk 101 CRM Statistics for Businesses in 2025: Adoption, ROI & Market Trends, secara spesifik menyebutkan bahwa:

Perusahaan yang menggunakan CRM dashboard melaporkan pengambilan keputusan 29% lebih cepat daripada yang tidak menggunakannya.

Dashboard CRM bersifat lebih dinamis (berubah seiring waktu) seiring perubahan data.

Yang membedakan dari laporan atau reporting biasa sifatnya tidak fleksibel, dalam artian hanya bisa akan berubah dalam mingguan atau bulanan.

Anda bisa memfilter data berdasarkan periode waktu, segmen pelanggan, wilayah, atau member tim hanya dalam beberapa klik.

Menurut Paul Greenberg, analis CRM dan penulis buku CRM at the Speed of Light: Social CRM 2.0 Strategies, Tools, and Techniques for Engaging Your Customers,

CRM selain menyimpan data pelanggan juga berguna untuk memanfaatkan data tersebut menjadi action plan dan perancangan strategi.

Perbedaan CRM Dashboard vs Laporan CRM

Agar lebih jelas lagi perbedaan CRM dashboard dengan laporan CRM (seperti yang sempat disinggung sebelumnya), CRM.id akan menyajikannya menggunakan tabel berikut.

Tabel Perbandingan CRM Dashboard dan Laporan CRM

Komponen / AspekCRM DashboardLaporan CRM
Sifat dataBersifat real time atau near real timePeriodik (harian / mingguan / bulanan / kuartalan)
GoalsMonitoring dan keputusan cepatAnalisis mendalam dan evaluasi
FormatVisualisasi data (grafik, gauge, angka besar)Tabel, narasi, detail data
Pengguna (user)Manajer, supervisor, tim CS atau sales yang pakai aplikasi CRMManajemen senior, analis, tim audit
Sifat interaksiTinggi (terdapat fitur search, filter, drill down)Rendah (statis), ya gitu-gitu saja

Dashboard adalah menggambarkan keseluruhan proses aktivitas bisnis Anda (overview).

Sedangkan laporan adalah yang menjelaskan secara detail dari setiap komponen dan kejadian di dashboard/operasional bisnis.

Baca Juga: 7 Aplikasi CRM untuk Tingkatkan Kinerja Customer Service

Seperti Apa Tampilan CRM Dashboard yang Baik?

Sebelum membahas komponen teknisnya, penting memahami seperti apa tampilan CRM dashboard yang fungsional bukan hanya bagus secara tampilan visual.

Aplikasi CRM

Prinsip Desain Dashboard CRM yang Anda Perlukan

1. Above the Fold

Yaitu dengan meletakkan informasi terpenting di bagian atas.

Misalnya data kontak, berapa pesan yang sudah terkirim, total deal yang masih open, revenue bulan ini, jumlah ticket belum terselesaikan.

Komponen penting ini harus langsung terlihat begitu Anda membuka tanpa harus scroll ke bawah. Baru kalau ingin lebih detail bisa ditempatkan pada page terpisah.

2. Hierarki Visual yang Jelas

Angka besar untuk KPI, grafik tren di tengah, dan detail aktivitas di bawah.

Anda harus berpikir bagaimana caranya agar mata pengguna harus secara alami terpandu ke informasi paling penting tersebut.

3. Beri Warna Sebagai Sinyal atau Simbol Pembeda

Untuk angka di bawah target, hijau untuk on the track, kuning untuk perlu perhatian. Konsistensi warna membangun kebiasaan baca yang cepat.

4. Meminimalkan Effort (Jumlah Klik) untuk Informasi yang Maksimum

Dashboard yang baik memberikan user bisa mendapatkan gambaran lengkap dalam 30 detik pertama tanpa perlu membuka page lainnya lagi.

Baru kalau mau detail bisa klik page terpisah.

5. Responsive (Layout Menyesuaikan di Berbagai Device)

Dashboard yang tidak mobile-friendly membuat proses pergantian device jadi tidak seamless.

Saat buka di laptop atau desktop tampilannya sangat rapi. Tapi saat buka di tablet atau mobile justru malah berantakan.

Kan bisa mengurangi user experience nantinya.

Baca Juga: Contoh User Experience Aplikasi WhatsApp CRM yang Baik

Komponen CRM Dashboard yang Wajib Ada, Anda Perlu Perhatikan!

Memperhatikan komponen CRM dashboard juga penting untuk menunjang saat pemakaian aplikasi.

Tidak perlu memasukkan banyak widget ke dalam satu dashboard sampai semrawut dan terkesan jadi mengganggu (tidak dapat insightnya).

Berikut komponen yang benar-benar dibutuhkan:

1. Grafik Jumlah Pesan dan Kontak Baru (Jika Channelnya Pakai WhatsApp)

Jika Anda menggunakan WhatsApp sebagai channel utamanya maka harus ada komponen di dashboard yang menampilkan data kontak baru dan jumlah pesan yang sudah terkirim.

2. KPI Cards / Metric Summary

Metric ini langsung menampilkan numbers kunci secara langsung. Biasanya penempatannya pada baris paling atas dari dashboard.

Metrik yang biasanya ditampilkan:

  • Daftar atau list pesan yang masuk
  • Total revenue bulan ini vs target
  • Jumlah deal closed bulan ini
  • Jumlah lead baru masuk
  • Rata-rata nilai deal

3. Aktivitas Tim

Menampilkan log aktivitas terbaru dari semua member tim, seperti pesan yang mereka kirimkan, pesan broadcast, email dikirim, penjadwalan meeting dengan customer, deal, dan lain sebagainya.

Hal ini memudahkan buat supervisor atau manager dalam memantau aktivitas tim. Saat ada kesalahan bisa segera mereka perbaiki.

Komponen CRM Dashboard yang Wajib Ada, Anda Perlu Perhatikan

4. Grafik Tren Revenue dan Forecasting

Grafik garis atau batang yang menampilkan performa revenue dari waktu ke waktu, dengan proyeksi berdasarkan data pipeline yang ada.

Komponen forecasting di dashboard membuat manajemen bisa mengambil keputusan mengalokasikan budget dan resources yang jauh lebih realistis.

6. Customer Success Metrics

Sebagaimana fungsi utama dari dashboard CRM, yaitu untuk penggunaan tim customer service/support, komponen ini menampilkan:

7. Daftar Tugas dan Pengingat (Task List and Reminder)

Komponen yang menampilkan to do list setiap pengguna follow up yang harus Anda lakukan hari ini, meeting mendatang, deal yang mendekati deadline.

Hal ini mengubah dashboard jadi semacam overview pengingat atau reminder.

8. Segmentasi dan Profil Kontak

Widget yang menampilkan segmentasi pelanggan berdasarkan nilai transaksi, frekuensi pembelian, lokasi, atau kategori produk.

Jika sebuah bisnis yang menerapkan model RFM (Recency, Frequency, Monetary), komponen ini jadi inti dari strategi retensi customer.

9. Sales Pipeline Overview (Jika Pakai Aplikasi Sales CRM)

Jika sales perusahaan Anda menggunakan CRM juga, maka komponen visualisasi funnel atau kanban yang menunjukkan berapa banyak prospek/deal harus Anda perhatikan dan sertakan pada dashboard.

Komponen tersebut termasuk tahap penjualan/sales dari lead masuk, lead qualified, proposal, negosiasi, sampai closingan.

Metrik yang harus ada:

  • Jumlah deal per tahap
  • Total nilai deal per tahap (dalam rupiah)
  • Rata-rata usia deal di setiap tahap
  • Persentase konversi antar tahap

Baca Juga: 15 Fitur yang Harus Ada dalam Software CRM

Cara Membuat CRM Dashboard yang Tepat

Cara Membuat CRM Dashboard yang Tepat

Baik Anda menggunakan software CRM yang sudah ada (CRM.id, Salesforce, HubSpot, Zoho, dll) atau membangunnya dari nol.

Tapi perlu Anda perhatikan kalau membangunnya dari awal/nol tentu memerlukan waktu yang tidak sebentar. Hal itu yang perlu Anda pertimbangkan juga.

Tapi berdasarkan pengalaman kami di CRM.id berikut ini langkah-langkahnya:

Langkah 1: Tentukan Audience dan Goals Penggunaan CRM Dashboard

Sebelum membuka software apapun, jawab tiga pertanyaan ini:

  • Siapa pengguna atau audience dari dashboard tersebut? (Sales representative, manajer, supervisor CS atau sales, business owner, atau tim CS?)
  • Keputusan apa yang harus ada pada dashboard ini? (Apakah untuk monitoring aktivitas harian, mengevaluasi performa bulanan, atau memprediksi revenue?)
  • Seberapa sering dashboard ini akan digunakan? (Real time setiap jam, atau cukup sekali sehari saja?)

Langkah 2: Pilih KPI yang Benar-Benar Relevan

Batasi KPI utama maksimal 5-7 metrik per dashboard. Lebih dari itu, perhatian pengguna pasti akan terpecah.

Untuk mencapainya, Anda bisa menggunakan framework SMART.

Harus Specific (spesifik untuk bisnis Anda), Measurable (terukur secara akurat), Actionable (jika angkanya buruk, ada tindakan yang harus Anda ambil).

Relevant (berhubungan langsung dengan tujuan bisnis), dan Time bound (memiliki konteks waktu yang jelas).

Contoh KPI yang actionable:

Conversion rate dari lead ke qualified prospect minggu ini. Jika angkanya turun, manajer tahu harus meningkatkan kualitas lead generation.

Contoh KPI yang tidak actionable di dashboard:

Total jumlah pelanggan, angka ini tidak membutuhkan action yang sesegera mungkin.

Langkah 3: Mapping Data Source (Sumber Data)

Anda harus menentukan dari mana data-data sumber setiap metrik yang Anda set di dashboard.

Apakah data sudah masuk ke CRM secara otomatis (lewat integrasi dengan WhatsApp, email, atau e-commerce) atau masih perlu input manual oleh tim?

Tahap ini untuk memastikan data di dashboard jadi lebih berkualitas, sebagaimana prinsip garbage in, garbage out. Kualitas output tergantung pada kualitas data yang masuk.

Untuk bisnis Indonesia yang banyak menggunakan WhatsApp, Anda harus pastikan CRM punya integrasi WhatsApp agar riwayat chat tercatat dan tervisualisasi di dashboard.

Langkah 4: Merancang Tata Letak (Layout) Dashboard

Dengan menerapkan hierarki informasi sebagai berikut:

  • Baris 1 (Top) >> KPI cards: angka besar, langsung terlihat
  • Baris 2 (Middle) >> Grafik dan chart: pipeline, tren revenue, komparasi
  • Baris 3 (Bottom) >> Detail dan list: aktivitas terbaru, task, daftar deal

Langkah 5: Konfigurasi atau Setting di Software CRM

Langkah-langkahnya:

  1. Masuk ke menu Dashboard atau Report
  2. Buat dashboard baru (New Dashboard)
  3. Tambahkan widget/komponen sesuai KPI yang sudah Anda tentukan
  4. Atur sumber data (data source) dan filter waktu untuk setiap widget
  5. Atur izin akses (siapa yang bisa melihat dashboard ini)
  6. Simpan dan share ke tim terkait

Langkah 6: Uji Coba dan Validasi Data

Uji Coba dan Validasi Data

Sebelum dashboard Anda kenalkan secara resmi ke tim, coba uji coba dulu secara terukur setiap number, fitur, dan grafik yang tampil.

Bandingkan dengan data sumber aslinya. Pastikan filter waktu bekerja dengan benar dan tidak ada data yang terduplikasi atau hilang.

Anda membutuhkan 2-3 customer untuk user testing, apakah mereka bisa memahami dashboard ini dalam waktu 30 detik?

Apakah ada informasi yang mereka butuhkan tapi tidak tersedia di dashboard?

Langkah 7: Review dan Lakukan Iterasi Terus-Menerus (Continuous Improvement)

Dashboard CRM itu akan terus berubah seiring waktu, tergantung pada perkembangan bisnis (skalabilitas) dan perubahan prioritas.

Fitur atau apa saja yang relevan atau sesuai 6 bulan lalu mungkin sudah tidak relevan lagi untuk saat ini.

Untuk itu Anda bisa menjadwalkan review dashboard di setiap kurun waktu tertentu, misalnya mingguan, per dua minggu, bulanan, atau kuartalan.

Hapus fitur, menu, atau widget yang tidak pernah digunakan, tambah metrik atau properti baru sebagai prioritas, serta coba sesuaikan target KPI berdasarkan kondisi market masa kini.

Baca Juga: Contoh CRM Platform yang Banyak Digunakan Bisnis UKM

CRM Dashboard untuk Pelaku Bisnis UKM Indonesia

Untuk pelaku UKM dan UMKM di Indonesia, membangun CRM dashboard juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis UKM atau UMKM tersebut.

Manfaat terbesar CRM bagi UKM selain dari fitur, adalah dari pemusatan data customer yang sebelumnya tersebar di chat WhatsApp biasa dan file Excel.

Untuk pelaku bisnis UKM Indonesia, CRM dashboard mencakup:

  1. Sekilas grafik jumlah kontak, kontak baru, pesan yang CS gunakan
  2. Overview dari lead dan prospek. Berapa yang sedang dalam proses, dari mana asalnya (channel)
  3. Status follow up. Siapa yang harus tim hubungi, siapa yang sudah lama tidak difollow up
  4. Pipeline-nya lebih sederhana. New >> contacted >> proposal >> closed/won or closed/lost
  5. Performa tim CS atau sales. Bisa memantau saat mereka menanggapi pesan customer, menangani komplain, dan sebagainya
Untuk Pelaku Bisnis UKM Indonesia

Baca Juga: CRM untuk UMKM: Tantangan, Peran, dan Rekomendasinya

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang CRM dashboard, komponen dan cara membuatnya.

CRM dashboard itu berguna dalam pengambilan keputusan dan melihat sekilas semua yang ada di aplikasi CRM.

Dengan berbekal dashboard saja Anda bisa melihat daftar kontak lama dan baru, pesan yang masuk, kredit pesan WA yang sudah digunakan, status follow up, status lead, dan sebagainya.

Hal ini tentu memudahkan saat menavigasi tanpa harus melihat detail data, jika kebutuhannya sangat urgen dan butuh waktu cepat.

Komponen CRM dashboard, antara lain grafik jumlah pesan dan kontak baru, penggunaan credit message, ringkasan KPI atau metrik quality assurance.

Selain itu ada juga aktivitas tim (team activity), metrik khusus untuk CS, task dan reminder, segmentasi dan profil kontak, serta overview sales pipeline (jika juga menggunakan CRM sales).

Sedangkan cara membuatnya, yakni:

1). Penentuan goals dan target audiens.

2). Pilih KPI atau metrik yang sesuai dengan goals dan audiens target.

3). Coba mapping sumber data.

4). Merancang layout dashboard.

5). Konfigurasi atau setting software CRM.

6). Uji coba dan validasi data.

7). Review dan lakukan iterasi secara terus-menerus. 

Membuat dashboard ternyata butuh resources yang lama dan belum tentu setelah semua jadi langsung berhasil.

Jika Anda tidak mau repot dengan semua masalah pembuatan dashboard CRM dari nol itu, Anda bisa menggunakan yang sudah siap pakai, contohnya seperti CRM.id.

CRM.id adalah penyedia Software CRM dan WhatsApp API Indonesia yang sudah menyediakan semua kebutuhan dan permasalahan customer service, sales, marketer, dan business owner dalam mengelola pesan WA yang masuk.

Semua aktivitas, mulai dari berapa jumlah kontak lama dan baru, jumlah pesan terkirim, dan berapa credit pesan yang tersisa sudah tersedia di dashboard, Anda tidak perlu pusing-pusing lagi jadinya.

Jika Anda tertarik mencoba, bisa dengan mengecek pada harga dan fitur CRM (CRM.id) atau bisa langsung mengisi form demo aplikasi CRM berikut.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

14 + 2 =