7 Contoh Continuous Improvement pada Customer Service

7 Contoh Continuous Improvement pada Customer Service

Contoh continuous improvement tidak hanya pada diterapkan untuk industri manufaktur saja, tapi juga bisa untuk customer service.

Customer service (CS) itu bukan cuma divisi yang bertugas menjawab pertanyaan pelanggan saja.

Saat ini, customer service punya peran besar menjaga loyalitas pelanggan, meningkatkan kepuasan, sampai mendukung business growth.

Tapi tantangan CS juga banyak, seperti volume tiket meningkat seiring permintaan pelayanan, komplain, pertanyaan, san sejumlah masalah lainnya.

Nah untuk itu butuh continuous improvement pada customer service.

Yaitu usaha perbaikan secara berkelanjutan pada proses, sistem, dan kualitas layanan agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Untuk itu artikel CRM.id ini akan membahas 7 contoh continuous improvement pada customer service dan peran WhatsApp CRM untuk mendukung aktivitas ini.

Seperti Apa Continuous Improvement pada Customer Service

Seperti Apa Continuous Improvement pada Customer Service

Continuous improvement adalah pendekatan terukur untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus, baik untuk skala kecil atau besar.

Untuk customer service, continuous improvement bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan, mengurangi kesalahan dan tantangan.

Selain itu untuk mempercepat waktu respon, peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Continuous improvement itu tidak selalu berarti perubahan besar dan mahal.

Banyak perbaikan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dan konsisten justru bisa memberikan dampak besar pada pengalaman pelanggan.

Contoh continuous improvement pada customer service itu seperti:

  • Mengurangi waktu respon dari 10 menit menjadi kurang dari 5 menit.
  • Menyederhanakan workflow penanganan komplain.
  • Mampu menjawab permasalahan dan pertanyaan pelanggan sesuai dengan product knowledge

Baca Juga: Definisi Operational Excellence dan Penerapan di Industri

Alasan Harus Tahu Contoh Continuous Improvement untuk Customer Service

Dengan menerapkan continuous improvement, customer service bisa terus menerus mengembangkan kemampuannya melayani pelanggan.

Memberikan pelayanan yang terbaik dan membuat pelanggan puas, sehingga loyal menggunakan produk Anda.

Ada masalah dan risiko jika customer service tidak menerapkan continuous improvement, misalnya:

  • Kepuasan pelanggan menurun. Pelanggan cepat kecewa jika masalah berulang dan tidak ada perbaikan.
  • Customer churn meningkat. Pelanggan akan beralih ke kompetitor yang pelayanannya lebih baik.
  • Produktivitas tim customer service rendah. Proses manual dan tidak efisien membuat customer service mudah kewalahan.
  • Brand image menjadi tidak baik. Divisi layanan pelanggan sering menjadi wajah dari sebuah brand di mata konsumen. Jadi pastikan Anda terus melakukan improvement pada standar pelayanan.

Baca Juga: Mengenal Jobdesk Customer Service, Gaji, dan Peluang Karirnya

Contoh Continuous Improvement Customer Service Pakai Aplikasi CRM

Contoh Continuous Improvement Customer Service Pakai Aplikasi CRM

Aplikasi CRM (customer relationship management) punya peran untuk menjalankan continuous improvement pada customer service.

CRM app membuat Anda bisa melakukan kegiatan berikut:

  • Mengelola data pelanggan lebih terpusat
  • Mencatat seluruh chat history pelanggan
  • Supervisor bisa memantau performa tim CS
  • Peningkatan response time 
  • Customer service bisa transfer komunikasi ke customer service lain

Kalau tanpa menggunakan aplikasi CRM penerapan continuous improvement sulit dilakukan karena data tersebar di berbagai perangkat dan berantakan.

Selain itu susah untuk mengukur performa lebih detail dan lebih mengandalkan asumsi daripada data.

Baca Juga: 7 Aplikasi CRM untuk Tingkatkan Kinerja Customer Service

7 Contoh Continuous Improvement pada Customer Service Pakai Software CRM

Berikut ini tujuh contoh continuous improvement yang bisa diterapkan untuk customer service menggunakan aplikasi CRM.

1. Peningkatan Kecepatan Respon pakai Ticketing System CRM

Ada banyak masalah customer service menghadapi masalah.

Seperti antrian tiket pelanggan banyak sehingga responnya jadi terlambat dan tidak jelas siapa yang menangani tiket tertentu.

Hal ini sering terjadi karena prosesnya masih berjalan manual atau menggunakan tools yang terpisah-pisah.

Untuk itu continuous improvement yang perlu dilakukan:

  • Semua pertanyaan dari WhatsApp masuk ke satu dashboard CRM
  • Pemberian nomor dan status pada sistem tiket
  • Penugasan tiket dilakukan berdasarkan kategori atau beban kerja CS

Nah dengan perbaikan itu, aplikasi CRM (seperti CRM.id) membantu mengurangi human error.

WhatsApp CRM juga memastikan tidak ada tiket yang diabaikan dan memantau SLA (service level agreement).

Sehingga waktu respons lebih cepat, beban kerja customer service lebih mudah, dan pelanggan lebih puas dengan pelayanan CS.

2. Standarisasi Jawaban dengan Knowledge Base/Product Knowledge

Biasanya customer service sering memberikan jawaban yang bisa berbeda antara satu CS dengan CS lainnya meskipun topiknya sama.

Beberapa jawabannya bisa tidak akurat jika tidak mengikuti beberapa standar dasar product knowledge.

Jika tidak menerapkan continuous improvement bisa menurunkan kepercayaan pelanggan.

Untuk itu perlu menerapkan continuous improvement dengan membuat knowledge base atau product knowledge.

Atau perlu juga adanya quality assurance (standar kualitas) yang terintegrasi CRM untuk kemudahan pengontrolan, apakah sudah memahami produk lebih dalam.

Isi knowledge base seperti FAQ (frequently asked question), panduan penggunaan produk, SOP penanganan komplain, template jawaban.

Sedangkan product knowledge lebih banyak memaparkan tentang detail produk seperti spesifikasi atau fitur, harga, alur penggunaan produk, dan lain sebagainya.

Nah, aplikasi CRM di contoh continuous improvement ini membuat:

  • Customer service mengakses knowledge base/product knowledge langsung dari dashboard CRM
  • Kemudahan dan peningkatan kualitas jawaban
  • Update informasi langsung dari aplikasi
  • Jawaban lebih cepat dan waktu handling lebih singkat
  • Pelanggan mendapatkan informasi yang lebih akurat
7 Contoh Continuous Improvement pada Customer Service Pakai Software CRM

3. Personalisasi Layanan Menggunakan History Chat Pelanggan di CRM

Customer Service sering memberikan jawaban yang terlalu umum dan membuat kebutuhan spesifik dari pelanggan tidak terpenuhi, sehingga lemahnya ikatan emosional.

Untuk itu continuous improvement disini berperan dengan memanfaatkan data riwayat pelanggan di CRM.

Sehingga customer service bisa melihat nama pelanggan dengan jelas beserta riwayat interaksi sebelumnya dan beberapa komplainnya.

Sedangkan peran aplikasi CRM membantu customer service dalam hal:

  • Memberikan solusi dan pengalaman pelanggan lebih personal
  • Menghindari pertanyaan berulang yang membuang waktu CS
  • Membantu customer service mengingat secara personal pelanggan yang pernah berinteraksi
  • Membangun hubungan jangka panjang yang lebih personal

4. Evaluasi Kinerja Customer Service Berdasarkan Standar Kualitas di CRM

Evaluasi Customer Service jika tidak menggunakan standar kualitas yang ditetapkan rawan bias dan bersifat subjektif.

Nah untuk itu untuk menetapkan kualitas yang baik maka customer service perlu mengikuti quality assurance dan memantau semuanya melalui aplikasi CRM.

Biasanya standar kualitas kerja customer service yang sudah include di aplikasi CRM itu seperti::

Karena itu di salah satu menu aplikasi CRM menyediakan quality assurance yang berfungsi untuk memasukkan data standar kualitas atau KPI yang harus dipenuhi.

Sehingga evaluasi lebih objektif atau based on data, customer service bisa melihat bagian apa yang masih perlu continuous improvement.

Baca Juga: Optimasi Layanan Pelanggan: Ini 7 Cara Melakukannya

5. Otomatisasi Tugas Berulang (Quick Reply, Template) dengan Aplikasi CRM

Customer Service sering sekali mengerjakan tugas-tugas manual seperti follow up manual, update status tiket dan pengiriman notifikasi juga masih manual.

Hal ini mengurangi waktu menangani pelanggan secara lebih baik.

Nah jika menerapkan workflow di CRM, memudahkan continuous improvement dalam hal:

Pengiriman pesan quick reply otomatis ketika customer service masih away from keyboard (AFK).

Pengiriman notifikasi (pemberitahuan) ke customer service jika Service Level Agreement hampir terlewat dan mengupdate status tiket.

Aplikasi CRM dalam hal ini membantu continuous improvement pekerjaan Anda sebagai CS.

Seperti mengurangi pekerjaan manual, meminimalkan kesalahan, dan mempercepat proses layanan.

Sehingga customer service bisa lebih fokus pada pelanggan, proses pelayanan lebih efisien, dan pastinya meningkatkan kepuasan pelanggan.

Contoh Continuous Improvement CS ke-6. Analisis Feedback Pelanggan

Contoh Continuous Improvement CS ke-6. Pengumpulan dan Analisis Feedback Pelanggan

Feedback pelanggan itu perlu terdokumentasi, analisis, dan ditindaklanjuti untuk perbaikan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Untuk itulah feedback jadi sumber continuous improvement, biasanya feedback ini berupa survey.

Pengumpulannya didapat dari survei CSAT setelah tiket ditutup, survey NPS (net promoter score), review dan rating.

Aplikasi CRM menyimpan dan menganalisis feedback lebih terpadu dalam satu sistem.

Sehingga customer service bisa mengetahui masalah yang sering muncul, memetakan kinerja customer service dengan performa terbaik, dan penentuan prioritas perbaikannya.

7. Pelatihan dan Pengembangan Customer Service Berbasis Data CRM

Untuk menjalankan operasional perbaikan bisnis/perusahaan secara berkelanjutan (continuous improvement) maka perlu adanya upskilling tim customer service.

Upskilling itu dengan menggunakan pelatihan customer service yang sesuai dengan kebutuhan area perbaikan (tepat sasaran).

Akibatnya, skill CS tidak berkembang secara maksimal.

Perusahaan menggunakan data-data quality assurance dan performa di aplikasi CRM untuk menyusun program pelatihan.

Contohnya:

  • Customer service yang nilai CSAT-nya rendah mendapat pelatihan komunikasi.
  • Customer service yang response time rendah mendapat pelatihan cara membalas lebih cepat dan contoh beberapa template untuk mempercepat respon.
  • Jika CS masih belum maksimal dalam menangani komplain, coba latih menggunakan template yang ada dan beberapa improvement (menyesuaikan kondisi)

Nah aplikasi CRM menyediakan data performa customer service dan bagian yang masih perlu improvement.

Dengan demikian pelatihan jauh lebih efektif dan efisien, peningkatan skill tim customer service, dan kekonsistenan kualitas pelayanan.

Baca Juga: 5 Cara dan 7 Tips Mengatasi Keluhan Pelanggan dengan Baik

Cara Mengukur Keberhasilan Continuous Improvement Customer Service

Agar continuous improvement lebih terukur dan punya dampak ke pekerjaan customer service dan operasional bisnis Anda, maka perlu mengukurnya.

Beberapa metrik yang jadi standar pengukuran, yaitu:

  • CSAT (customer satisfaction score)
  • NPS (net promoter score)
  • Average response time
  • First contact resolution
  • Jumlah komplain yang terselesaikan

Nah aplikasi CRM mempermudah beberapa pengukuran ini karena semua data tersimpan terpusat.

Terutama jika Anda menggunakan WhatsApp sebagai channel utamanya, Aplikasi WhatsApp CRM.id bisa menangani dan mengukur beberapa metrik tersebut.

Anda bisa menyesuaikan dan melihatnya pada menu quality assurance.

crm banner 2

Baca Juga: 5 Tips Meningkatkan Customer Service Response Time

Kesimpulan

Seperti itulah contoh continuous improvement pada customer service dan peran CRM untuk mendukung perbaikan berkelanjutan ini.

Namanya proses berkelanjutan (continuous improvement), jadi bukan sekali jalan langsung works, harus ada perbaikan entah kecil atau besar dan perlu didukung oleh sistem yang tepat.

Aplikasi CRM punya peran penting untuk memastikan setiap perbaikan dilakukan secara terukur dan berbasis data.

Karena itu dengan menerapkannya, sistem tiket terintegrasi, knowledge base dan product knowledge lebih rapi, pelayanan lebih personalized.

Selain itu evaluasi menggunakan KPI dan mengikuti quality assurance yang bisa Anda atur di aplikasi CRM.

Workflow juga lebih rapi dan terstruktur, adanya analisis feedback pelanggan, serta pelatihan customer service lebih tepat sasaran.

Untuk itu Anda perlu mencoba Aplikasi CRM dari CRM.id, karena CRM.id menyediakan fitur-fitur yang memenuhi standar tersebut.

Untuk detail produk, yuk kunjungi website dari CRM.id untuk mengetahui informasi lebih lanjut, atau Anda bisa meminta demo aplikasi.

Jika ada pertanyaan lebih lanjut bisa menghubungi kami melalui kontak WhatsApp berikut.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

19 − sixteen =