Terapkan Motivasi Sales Berikut Agar Penjualan Tidak Lesu

Terapkan Motivasi Sales Berikut Agar Penjualan Tidak Lesu

Seiring waktu hampir semua profesi pernah mengalami penurunan motivasi, termasuk motivasi pekerjaan sales.

Dari penurunan motivasi sales ini, energi untuk menawarkan produk melemah, kepercayaan diri berkurang, dan akhirnya juga berdampak pada penurunan atau penjualan yang stagnan.

Dalam artian sehari-hari kondisi semacam ini disebut sebagai penjualan yang “lesu”.

Jadi, penjualan lesu tidak disebabkan semata-mata oleh produk yang kurang bisa bersaing atau selera kondisi pasar yang sedang turun.

Sedangkan di sisi lain, sales adalah tim penting di perusahaan untuk peningkatan penjualan.

Mereka berhadapan langsung dengan calon pelanggan, menghadapi penolakan, tekanan target, dan tuntutan hasil.

Harus ada motivasi tahan banting dari keluhan hingga makian dari customer atau calon customer untuk terus konsisten dalam performanya.

Tapi yang seperti itu tidak bisa terus-menerus terjadi, karena mereka juga manusia. Ada kalanya mental down dan ada momen-momen semangat.

Untuk itu, Artikel CRM.id ini akan membahas tentang motivasi sales, contohnya, cara membangkitkannya agar penjualan terus meroket dan tidak lesu lagi.

Motivasi Sales Berdampak Langsung ke Omset Penjualan

crm banner 3

Motivasi sales adalah dorongan internal dan eksternal yang membuat seorang sales mau dan mampu melakukan penjualan.

Dorongan ini yang menentukan bagaimana seorang sales menyikapi target, menghadapi penolakan, dan mempertahankan semangat juang dalam waktu lama.

Ketika motivasi sales berada pada level yang baik, produktivitas akan meningkat. Sales lebih aktif menghubungi leads (calon pelanggan), semangat saat mempresentasikan produk, dan pantang menyerah dalam melakukan follow up.

Sebaliknya, ketika motivasi menurun, penjualan cenderung stagnan. Membuat sales bekerja sekedarnya dan tidak cross-selling, tidak aktif mencari peluang baru sampai closingan, menyerah ketika menghadapi kendala seperti penolakan.

Alasan Inilah kenapa dua sales dengan skill yang sama bisa menghasilkan omset yang berbeda. Perbedaannya bukan lagi seberapa jago skill si sales tersebut, tapi ada di mental atau motivasi.

Jadi, dari penjabaran ini seharusnya perusahaan atau bisnis jangan hanya fokus pada pada strategi marketing atau harga produk, tapi juga harus mengelola motivasi tim salesnya.

Baca Juga: Apa itu Sales? Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Faktor yang Menyebabkan Motivasi Sales Menurun

Faktor yang Menyebabkan Motivasi Sales Menurun

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan motivasi sales melemah, misalnya:

Target Penjualan yang Tidak Realistis dan Jelas

Target yang terlalu tinggi tanpa dukungan strategi dan resources yang cukup justru menimbulkan tekanan berlebih.

Dibandingkan semakin termotivasi, sales malah merasa tertekan dan kehilangan kepercayaan diri.

Kurangnya Apresiasi pada Usaha Sales

Kurangnya apresiasi juga menjadi penyebab umum turunnya motivasi. Ketika kerja keras sales tidak diakui, seperti gaji, benefit, atau bahkan hanya sekedar pujian.

Hal ini bisa menurunkan loyalitas dan semangat kerja.

Lingkungan Kerja Tidak Suportif Menurunkan Motivasi Sales

Lingkungan kerja yang tidak suportif adalah faktor lainnya penyebab turunnya motivasi sales.

Konflik internal, komunikasi yang buruk dengan atasan atau lintas tim, hingga budaya saling menyalahkan membuat sales merasa tidak nyaman, membuat konsentrasi menjadi terpecah.

Dalam situasi seperti ini, fokus mereka bukan lagi pada penjualan, tapi pada bertahan secara emosional.

Sering Menghadapi Penolakan Pelanggan

Selain itu, tekanan dari penolakan pelanggan. Sales adalah profesi yang akrab dengan kata tidak atau sering mengalami penolakan.

Jika tidak dibekali mental yang kuat dan dukungan yang tepat, penolakan demi penolakan itu bisa melemahkan motivasi secara perlahan.

Baca Juga: Sales Promotion: Definisi, Jenis, dan Strateginya

Jenis-jenis Sumber Motivasi Sales

Jenis-jenis Sumber Motivasi Sales

Secara umum motivasi sales terdiri dari dua sumber utama yang harus dikelola secara seimbang, yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik.

Motivasi Intrinsik Atau Internal

Motivasi intrinsik adalah dorongan yang berasal dari dalam diri sales sendiri, seperti:

  • Keinginan naik level karier (keinginan berkembang)
  • Rasa bangga saat mencapai target
  • Kepuasan saat berhasil meyakinkan dan membantu permasalahan pelanggan
  • Ambisi pribadi untuk menjadi yang terbaik

Sales dengan motivasi internal biasanya lebih stabil secara performa. Mereka tetap bekerja keras meskipun tidak selalu mendapat reward instan.

Jenis motivasi ini lebih tahan lama karena tidak terpengaruh dengan lingkungan atau kondisi lingkungan di luar diri.

Motivasi Ekstrinsik Atau Eksternal

Berbeda dari motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri dan lebih dipengaruhi oleh pemicu, seperti:

  • Komisi dan bonus
  • Reward dan insentif
  • Pengakuan dari atasan
  • Lingkungan kerja yang positif

Motivasi eksternal untuk menjaga semangat dan performa dalam jangka pendek. Namun jika hanya mengandalkan motivasi ini, sales akan mudah drop ketika tidak sesuai ekspektasi.

Motivasi sales yang pas adalah mengkombinasikan keduanya. Sales perlu motivasi eksternal untuk menyemangati dalam jangka pendek dan harus menjaga motivasi internal untuk jangka panjang.

Kombinasi ini menciptakan semangat kerja yang stabil dan mengurangi kelelahan mental seperti burnout.

Baca Juga: 20 KPI Sales Penting untuk Pertumbuhan Bisnis

Strategi Menerapkan Motivasi Sales agar Penjualan Tetap Stabil

Strategi Menerapkan Motivasi Sales

1. Target yang Tepat Bisa Menjadi Sumber Motivasi

Target yang dirancang dengan jelas bisa menjadi menjadi sumber motivasi dan mudah mengukur hasilnya.

Tapi yang menjadi masalah adalah beberapa bisnis tidak mengonsep target besar itu dengan benar, sehingga penyusunannya seperti:

  • Target yang tidak realistis
  • Tidak ada kejelasan cara mencapainya
  • Target hanya menjadi sarana untuk menekan bawahan

Target yang memotivasi seharusnya:

  • Berdasarkan data-data di lapangan agar lebih realistis
  • Target sebaiknya pecah menjadi target-target kecil
  • Menyusun strategi pencapaiannya

Misalnya, target bulanan tidak hanya dalam bentuk angka-angka atau data numerik saja, tapi menjabarkan jadi jumlah follow up harian atau bulanan, banyak meeting, atau jumlah penawaran.

2. Memberikan Apresiasi (Insentif, Reward, atau Pujian)

Salah satu faktor paling untuk terus menumbuhkan motivasi sales adalah apresiasi. Banyak sales merasa bekerja keras, tetapi usahanya tidak pernah dihargai.

Pemberian insentif dan reward ini bervariasi baik secara materi, pujian, atau peningkatan skill dan tidak selalu harus berupa uang.

Jadi berikut ini beberapa bentuk apresiasi:

  • Menyebutkan pencapaian sales di depan tim
  • Mengumumkan top performer per kuartal atau saat town hall
  • Memberi kesempatan sharing strategi
  • Pengucapan se-simple ucapan terima kasih
  • Memberikan kesempatan mengikuti pelatihan (training) dan sertifikasi

3. Mengadakan Pelatihan dan Pengembangan Hard Skill atau Soft Skill Seorang Sales

Pelatihan bukan hanya soal meningkatkan skill menjual produk, tapi membangun kepercayaan diri sales tersebut. Ketika sales merasa kompeten, motivasi akan tumbuh secara natural.

Coaching dan pelatihan membantu sales memperbaiki pendekatan dan gaya penjualan, mengasah komunikasi, serta mampu mengelola emosi.

Update terhadap tren dan teknik penjualan terbaru membuat sales adaptif terhadap perubahan pasar dan selera konsumen.

Pengembangan diri membuat sales merasa kalau perusahaan tempatnya bekerja bagus dalam hal mensejahterakan karyawannya sehingga membuat karyawan sales menjadi betah dan nyaman.

Baca Juga: Sales Executive: Tugas, Gaji, dan Jenjang Karir

4. Lingkungan Kerja Nyaman (Tidak Toksik)

Motivasi sales tidak hanya dibangun lewat kata-kata, tapi juga melalui lingkungan kerja.

Lingkungan yang penuh tekanan, saling menyalahkan, minim empati, dan pokoknya lingkungannya toksik maka akan menguras semangat tim. Sales menjadi defensif, takut salah, dan enggan mencoba hal baru.

Sebaliknya, lingkungan kerja yang sehat itu tandanya:

  • Kompetisi yang adil dan transparan
  • Memberikan ruang diskusi yang aman tanpa ada saling menyalahkan
  • Saling support antar team member
  • Leader yang punya jiwa kepemimpinan dan komunikasi baik, serta mampu men-deliver tugas secara jelas

Lingkungan seperti ini memberikan ruang aman untuk bertumbuh dan bereksperimen tanpa takut di-judge.

Lingkungan Kerja Nyaman

5. Memberikan Feedback Positif Saat Evaluasi atau Coaching

Tujuan evaluasi adalah melihat apa yang sudah bagus dan meningkatkan apa yang masih belum sesuai target. Jadi saat sesi evaluasi atau coaching sebaiknya lakukan hal berikut agar membantu sales berkembang.

1-on-1 coaching perlu karena memberikan kesempatan sales untuk berbicara jujur terkait masalahnya.

Bimbingan seperti ini membuatnya lebih termotivasi daripada sales yang hanya ditekan menggunakan target-target secara strict.

Baca Juga: Sales Associate: Gaji, Pekerjaan, dan Skill yang Dibutuhkan

6. Peran Leader dalam Menjaga Motivasi Tim Sales

Fase penjualan tidak mungkin terjadi kenaikan secara terus menerus. Adakalanya juga mengalami fluktuatif, ada juga mengalami penurunan secara terus menerus.

Penyebabnya bisa karena faktor ketidakpastian (di luar kendali) atau karena kesalahan sales-nya sendiri.

Jika karena kesalahan sales sendiri, sehingga banyak sales bisa meragukan kemampuannya sendiri di fase ini.

Untuk itu team leader (pemimpin) memiliki peran dalam menjaga motivasi tim sales tetap stabil di berbagai kondisi.

Gaya kepemimpinan yang suportif dan komunikasi asertif bisa membangun kepercayaan dan loyalitas, daripada pendekatan yang hanya berfokus pada target.

Komunikasi terbuka antara leader dan sales sangat dibutuhkan. Sales perlu merasa aman untuk menyampaikan kendala dan tantangan di lapangan.

Leader juga harus menjadi contoh dalam etos kerja. Ketika pemimpin menunjukkan semangat dan komitmen, tim akan lebih mudah terinspirasi.

Pendampingan saat sales menghadapi penolakan membantu mereka melihat kegagalan sebagai proses belajar.

Jadi sebaiknya team leader tidak hanya muncul saat target gagal, tapi dalam kondisi apapun ketika anak buah sedang membutuhkan dan mendengar keluhannya supaya tidak dianggap sebagai sumber tekanan.

7. Motivasi Sales Berbasis Tujuan dan Karier

Motivasi sales akan lebih kuat ketika mereka memiliki tujuan yang jelas, baik secara finansial maupun karier.

Target penjualan berkaitan dengan jenjang karier memberikan alasan kuat bagi sales.

Karena akan ada pemaknaan kalau tugasnya bukan hanya mendapatkan uang atau mempromosikan produk perusahaan, tapi mempermudah dan menyelesaikan masalah consumer.

Ketika sales merasa sudah menjadi bagian dari tim heroes di perjalanan bisnis perusahaan, rasa memiliki terhadap perusahaan (sense of ownership) akan meningkat dan menjadikannya karyawan loyal dalam jangka panjang.

Baca Juga: Tugas Sales Promotor, Gaji, dan Jenjang Karirnya

8. Menggunakan Data untuk Melihat Performa

Data membantu sales melihat progres dan performanya. Dari data-data ini bisa untuk motivasi, bukan tekanan.

Jika performanya bagus akan menambah motivasi, sedangkan jika masih belum maka perlu ada coaching, konsultasi, mengadakan pelatihan, dan terus melakukan continuous improvement tanpa merusak mental tim.

Data-data tersebut juga jadi acuan pengambilan keputusan saat ada rapat evaluasi dan pemberian reward atau bonus.

Baca Juga: Tips dan Cara Menggunakan Aplikasi Analisis Data Bisnis

9. Menggunakan Tools dan Sistem Kerja yang Mendukung Motivasi Sales

CRM ID

Sistem kerja mempengaruhi motivasi kerja. Proses kerja yang rumit dan manual akan cepat menguras energi dan tidak efisien.

Sales akan kehilangan semangat jika:

  • Data prospek atau leads tidak jelas dan sangat berantakan
  • Follow up tidak terjadwal rapi
  • Pembuatan laporan membingungkan dan menghabiskan banyak waktu

Penggunaan tools seperti aplikasi CRM yang menyediakan otomasi follow up, dan template penjualan akan membantu sales fokus pada penjualan.

Ketika pekerjaan lebih rapi dan efisien, motivasi akan meningkat dengan sendirinya.

Baca Juga: Salesperson adalah: Tugas dan Kemampuan yang Dibutuhkan

Kesalahan-kesalahan Saat Memotivasi Tim Sales

Banyak perusahaan merasa sudah memotivasi tim sales, tapi justru tidak sadar melakukan beberapa kesalahan. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

Pertama, motivasi hanya muncul ketika target tidak tercapai atau ketika performa turun, tetapi tidak ada evaluasi ketika penjualan naik.

Akibatnya, motivasi terasa seperti alarm darurat, bukan sebuah culture untuk terus melakukan continuous improvement.

Kedua, motivasi hanya berbentuk pressure seperti menaikkan target menjadi tidak realistis, memperketat deadline, dan memberi ancaman tanpa dibarengi dukungan. 

Sales akhirnya bekerja karena takut, bukan karena ingin termotivasi untuk berkembang dan tertantang menghadapi kesulitan.

Ketiga, menganggap semua sales termotivasi oleh uang, jabatan, dan insentif. Upah tersebut memang penting tapi tidak semua sales berhenti di hal itu, ada yang termotivasi karena pengembangan karier dan skill.

Dan lagi, jika hanya terlalu bergantung hanya pada pemberian uang atau insentif, ketika tidak sesuai harapan, motivasi bisa langsung seketika down.

Kesalahan-kesalahan ini perlu disadari sebelum membangun sistem motivasi yang lebih sehat di tim sales.

Kesalahan-kesalahan Saat Memotivasi Tim Sales

Baca Juga: Kesalahan UMKM Saat Menggunakan WhatsApp untuk Bisnis

Kesimpulan

Demikian artikel penjelasan motivasi sales dan strategi penerapannya agar penjualan tidak lesu.

Dengan strategi motivasi yang tepat untuk sales, seperti memberikan insentif dan awards, leader yang memimpin dan memberi arahan jelas, penyusunan target yang realistis dan jelas, mengadakan pelatihan dan pengembangan skill.

Selain itu lingkungan kerja nyaman (tidak toksik), memberikan feedback membangun saat evaluasi, dll bisa membuat bisnis membangun motivasi tim sales dalam jangka panjang.

Selain itu penggunaan tools seperti WhatsApp CRM (CRM.id) bisa membantu menyelaraskan kerja sales ini lebih efisien.

Ketika pekerjaan lebih cepat efisien dan pipeline-nya mudah bisa mendukung peningkatan motivasi sales.

Fitur-fitur CRM.id yang menyediakan tampilan clean and sleek, workflow pengelolaan pelanggan dan komunikasi mudah, serta unlimited pesan, agent, dan pengiriman pesan.

Jadi tunggu apa lagi? segera lakukan demo aplikasi di tautan berikut.

Dan bangkitkan motivasi sales sehingga tim sales akan lebih stabil menghadapi perubahan pasar, cepat bangkit saat terjadi penurunan penjualan, dan lebih siap bertumbuh dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, peningkatan penjualan agar tidak lesu bukan lagi perkara kemampuan meracik strategi dan skill menjual produk, tapi bisa membangkitkan motivasi sales agar tetap punya energi setiap kali melakukan pekerjaannya.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

11 − 8 =