Whatsapp Commerce, Benefit & Fitur Buat Belanja Lebih Mudah

Whatsapp Commerce, Benefit & Fiturnya Buat Belanja Lebih Mudah

Peran WhatsApp commerce lebih memfasilitasi kecepatan, kemudahan dan kepraktisan.

Customer itu sekarang maunya menjalankan semua aktivitas di tempat atau aplikasi  yang mereka habiskan tiap harinya.

Misalnya melihat story WhatsApp kerabat yang jualan, lalu tertarik nanya-nanya, kemudian closing. Bisa juga dari direct link dari media sosial (IG, FB, atau TikTok).

Bayangkan seperti ini, calon customer atau customer Anda melihat iklan/ post organik produk di Instagram, lalu klik tautan, terus diarahkan mendownload aplikasi e-commerce sebesar 150MB.

Mereka jadi repot, harus harus membuat akun, memverifikasi email, mencari kembali produk tersebut, dan baru melakukan checkout.

Cara seperti itu kurang praktis, terutama jika calon/customer ingin langsung checkout dan tidak mau ribet/memperpanjang flow transaksi (jadi ribet).

Saat ini berbelanja itu bisa dengan memindahkan experience yang sama seperti online shop / e-commerce dalam format chat pelanggan, misalnya di WA.

crm banner 3

Artikel CRM.id (Aplikasi CRM asal Yogyakarta) ini akan mengupas pemindahan experience tersebut, yang biasa dikenal dengan WhatsApp commerce.

Apa Itu WhatsApp Commerce?

WhatsApp commerce adalah integrasi proses jual beli secara end-to-end atau menyeluruh langsung di aplikasi WhatsApp.

Proses tersebut mencakup proses penemuan produk (product discovery), tanya jawab, dan menambah ke keranjang belanja (add to cart).

Selain itu untuk pembayaran (payment) semuanya terjadi tanpa pelanggan harus keluar dari aplikasi WhatsApp.

Jadinya WhatsApp tidak hanya jadi tempat untuk chat (personal, grup, atau komunitas) atau berbagi stories kehidupan pribadi saja.

Salah satu contohnya adalah melayani pesanan via WhatsApp biasa dengan pelanggan mengirimkan screenshot produk dan admin membalas dengan total harga plus nomor rekening sudah termasuk WhatsApp commerce.

Proses tersebut termasuk cara manual, kekurangannya itu rentan terhadap human error dan sulit diukur skalanya (unscalable).

Untuk itu Anda bisa menggunakan API (application programming interface).

Yaitu mengubah nomor bisnis jadi ekosistem mini e-commerce yang lebih mudah dalam skalabilitas nya.

Anda perlu beralih ke cara seperti ini. Kalau hanya mengandalkan website pasti mulai tertinggal oleh mereka yang menguasai seni conversational commerce.

Perbedaan E-commerce Tradisional vs WhatsApp Commerce

ParameterE-commerce / Website BiasaWhatsApp commerce yang terintegrasi CRM
Media BelanjaWebsite atau aplikasi sendiri yang terpisah dari WAAplikasi WhatsApp (sudah diinstall pengguna)
Sifat KomunikasiSatu arah (katalog)Dua arah (Interaktif dan conversational)
Tingkat ResponMenunggu pelanggan datangProaktif menyapa pelanggan via notifikasi

Baca Juga: Bagaimana WhatsApp Mengubah Tren Komunikasi Bisnis

Fitur WhatsApp Commerce yang Mengubah Cara Pelanggan Belanja

Fiturnya yang Mengubah Cara Pelanggan Belanja

Meta (perusahaan induk WhatsApp) terus melakukan pembaruan untuk menjadikan WhatsApp sebagai super apps.

Berikut ini fitur WhatsApp commerce yang membuat proses belanja jauh lebih mudah:

1. Katalog Produk dan (In Chat Cart)

Anda tidak perlu lagi mengirimkan file PDF berisi daftar harga, nanti sifatnya hanya opsional jika memang dibutuhkan.

WhatsApp menyediakan fitur Katalog di mana Anda bisa upload sampai 500 produk lengkap dengan foto, deskripsi, harga, dan SKU (Stock Keeping Unit).

Customer bisa menjelajahi etalase produk ini secara langsung dari profil WhatsApp, memilih produk, dan memasukkannya ke dalam Keranjang (cart), lalu bisa transaksi langsung.

Setelah selesai, chart tersebut dikirimkan sebagai satu pesan utuh kepada Anda.

2. WhatsApp Flows (Formulir Interaktif)

Fitur ini yang mengubah permainan di tahun 2026. WhatsApp Flows membuat Anda seperti sedang menggunakan mini apps atau formulir di dalam chat.

Customer bisa memesan meja restoran, memilih varian warna baju, sampai mengisi alamat pengiriman lewat menu drop down yang mulus, tanpa pernah diarahkan ke browser eksternal.

3. In App Payment (Pembayaran Langsung)

Jika sebelumnya pelanggan harus melakukan transfer bank manual dan mengirimkan bukti transfer.

Saat ini dengan adanya WA commerce, bisa menggunakan fitur pembayaran in app (terintegrasi dengan payment gateway lokal seperti QRIS, GoPay, OVO, transfer bank, virtual account, atau kartu kredit).

Sehingga customer membayar dengan sekali klik (atau otentikasi biometrik jari) di WhatsApp secara langsung.

4. Kemudahan Quick Replies dan Call to Action)

Fitur ini menggantikan keharusan pelanggan mengetik panjang lebar.

Dengan tombol seperti [ Beli Sekarang ], [ Lacak Pesanan ], atau [ Chat Agent ], navigasi customer ini jadi sangat terarah dan meminimalkan kebuntuan percakapan.

5. Product Messages (Pesan Produk Multi Item)

Daripada mengirim broadcast teks biasa, aplikasi CRM bisa mengirimkan pesan berupa carousel.

Atau daftar yang menampilkan maksimal 25 produk spesifik yang disesuaikan dengan selera pelanggan tersebut.

Baca Juga: Strategi WhatsApp Marketing yang Jitu Meningkatkan Leads

Apa Saja Keuntungan Pakai WhatsApp Commerce?

Apa Saja Keuntungan Pakai WhatsApp Commerce

Penggunaan WhatsApp commerce punya manfaat kedua pihak, baik untuk customer atau yang berkecimpung di bisnis (business owner, CS, sales).

Manfaatnya antara lain:

A. Benefit Buat Belanja Lebih Mudah (Untuk Customer)

1. Tanpa Hambatan (Frictionless)

Tidak perlu download aplikasi baru, terus-menerus mengingat kata sandi, atau mempelajari lagi tampilan atau interface aplikasi lain (terutama yang sudah berumur).

Mereka berbelanja di aplikasi yang sama dengan yang mereka gunakan untuk mengobrol dengan keluarga.

2. Dukungan Real Time

Jika bingung memilih ukuran sepatu, customer cukup dengan membalas pesan, dan agen atau chatbot akan langsung merespon.

Tidak ada lagi sistem ticketing email yang memakan waktu 2×24 jam.

3. Transparansi Status

Update pengiriman, resi kurir, hingga notifikasi paket tiba dikirimkan langsung ke WhatsApp secara otomatis.

Sama halnya seperti tracking yang ada di e-commerce seperti Shopee/Tokopedia.

B. Keuntungan WhatsApp Commerce (Buat Business Owner / Pemilik Bisnis)

1. Tingkat Keterbukaan Pesan (Open Rate) Tertinggi

Email promo rata-rata hanya dibuka oleh 15-20% penerima.

Sedangkan pesan WhatsApp memiliki open rate sampai 98%. Jadi kemungkinan besar promo Anda akan lebih mudah untuk terbaca.

2. Memperpendek Sales Funnel

Journey dari awareness (melihat iklan) ke purchase (membeli) jadi lebih terpangkas jadi simple.

Klik iklan >> masuk WA >> lihat katalog >> bayar. Semakin pendek funnel, semakin rendah potensi pelanggan untuk drop.

3. Meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV)

Karena bisnis Anda selalu ada di daftar kontak mereka, melakukan upselling dan cross-selling menjadi sangat organik.

Baca Juga: 16 KPI Marketing yang Harus Anda Ketahui untuk Bisnis

Integrasi WhatsApp Commerce dengan WhatsApp CRM

Integrasi WhatsApp Commerce dengan WhatsApp CRM

Menjalankan fitur commerce di aplikasi WhatsApp Business biasa saja (versi gratis) tidak akan cukup untuk skala bisnis yang melayani ratusan atau ribuan obrolan per hari.

Anda harus naik kelas menggunakan WhatsApp Business API yang terhubung dengan aplikasi/software CRM.

Cara Kerja dan Fitur Kombinasi WhatsApp dan CRM

1. Automasi Abandoned Cart (Pemulihan Keranjang Belanja)

Jika customer memasukkan produk ke keranjang di WhatsApp tapi belum membayar setelah 3 jam, CRM akan otomatis mengirim pesan pengingat dengan nada ramah.

Misalnya: “Halo Kak [Nama], stok tas incarannya sisa 2 ya, mau kami simpan dulu atau langsung checkout? Ini link pembayarannya

2. Segmentasi Audiens Lebih Akurat dan Presisi

Dengan aplikasi CRM, Anda bisa melacak semua riwayat pembelian.

Anda bisa memfilter dan mengirim broadcast WhatsApp khusus, misalnya ke pelanggan wanita yang membeli lipstik dalam 3 bulan terakhir, untuk ditawarkan produk skincare terbaru.”

Hal ini menghentikan praktik pengiriman pesan spamming yang mengganggu mereka.

3. Pemusatan Data, Multi Agent, Reporting, dan Analytics

Ribuan pesan yang masuk bisa dikelola oleh puluhan agen CS (customer service/success) dari satu dashboard aplikasi CRM yang sama.

Tidak ada lagi masalah pesan menumpuk di satu device saja, atau terpusat hanya di-handle oleh satu agen CS/sales saja.

CRM mencatat secara otomatis berapa pendapatan yang dihasilkan dari broadcast WhatsApp tertentu.

Mempermudah Anda saat memisahkan lead yang masih cold, warm, dan dan yang sudah hot.

Baca Juga: Panduan Integrasi WhatsApp dengan Software CRM Berbasis Web

Cara Memulai Strategi WhatsApp Commerce untuk Bisnis Anda

Beralih ke sistem conversational commerce tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan Anda mengikuti workflow yang benar, misalnya:

1. Gunakan WhatsApp Business API (WABA)

Anda tidak bisa menggunakan nomor WA biasa atau WA Business.

Biasanya untuk mendaftar bisa menggunakan Meta Business Manager atau melalui mitra seperti Business Solution Provider (BSP) untuk mengaktifkan API.

Misalnya menggunakan CRM.id, dimana pada prosesnya akan ada bantuan dari tim CRM.id saat Anda akan mendaftar dan mengintegrasikan WA API dengan aplikasi CRM.

2. Pilih Aplikasi/Software CRM yang Tepat

Pastikan CRM yang Anda pilih mendukung integrasi dengan WhatsApp, punya fitur seperti template pesan, manajemen kontak dan pesan, dan dashboard untuk kemudahan analisis data, misalnya seperti CRM.id.

3. Merancang dan Susun Katalog yang Eye-Catching

Foto produk harus jelas, deskripsi padat, dan harga transparan yang menggambarkan produk Anda, sehingga tidak ada kesan ambigu di benak konsumen.

Jangan lupa mengatur SKU yang terhubung dengan sistem inventaris Anda di CRM.

4. Desain Chatbot Flow yang Terasa Natural

Sebagian besar yang kita tahu kalau respon dengan menggunakan chatbot itu terdengar kaku, tidak enak didengar, dan terasa hambar saat interaksi.

Untuk itu Anda perlu merancang percakapan (conversation tree) yang memandu pelanggan dengan bahasa yang sesuai brand of voice perusahaan/produk.

Coba selalu berikan opsi untuk mengalihkan chat dengan agen manusia, biar lebih solve masalah yang tidak berpola/belum pernah terjadi sebelumnya.

Fungsi chatbot itu lebih ke mengotomatiskan dan kecepatan respon, baik untuk saat menunggu antrian atau saat  berada di luar jam kerja operasional.

5. Kumpulkan Data-data Melalui Aktivitas di CRM Software

Manfaatkan fitur-fitur yang ada di CRM untuk bertanya kepada customer tentang kebutuhan dan permasalahan mereka.

Misalnya hari ulang tahun, gaya pakaian favorit), simpan di CRM, dan gunakan untuk personalisasi pesan di masa depan, baik dalam bentuk broadcast atau follow up.

Baca Juga: 6 Aplikasi CRM Untuk Kelola Customer Database

Kesimpulan

Seperti itulah penjelasan terkait WhatsApp commerce, benefit, dan fiturnya yang bisa Anda manfaatkan untuk belanja langsung di WA tanpa harus keluar dari aplikasi.

WhatsApp Commerce adalah bentuk perubahan yang tidak bisa lagi dihindari oleh brand dan pemilik e-commerce.

Anda tidak bisa terus bergantung pada e-commerce, harus ada alternatif lain seperti commerce WA ini.

Fitur-fiturnya yang melengkapi dari fitur dasarnya (chatting) yang memadukan experience transaksi dalam satu aplikasi setelah chat atau melihat stories.

Serta jadi lebih mudah lagi saat menyatukan dengan kepraktisan menggunakan WhatsApp CRM (apabila skala bisnis sudah ke UKM dan jumlah agent CS/sales lebih dari 10 orang).

Mulai dari kemudahan checkout, katalog digital, hingga automasi follow-up, setiap langkah dirancang untuk tujuan, yaitu membuat pelanggan merasa belanja itu mudah, aman, dan personal.

Jadi jangan tunggu sampai kompetitor Anda mendominasi penggunaan WhatsApp commerce dan merebut customer Anda.

Untuk itu Aplikasi CRM yang berasal dari Yogyakarta, CRM.id menawarkan solusi penyatuan WhatsApp Business API dengan CRM.

Sedangkan dari pelayanan, CS CRM.id sangat responsif. Berdasarkan data quality assurance aplikasi, rata-rata CS merespon pesan masuk antara 2-5 menit.

Dengan harga Rp 40/pesan, Anda bisa mendapatkan akses integrasi ke WhatsApp API Official (unlimited users, agent, message).

Jika tertarik untuk berlangganan CRM.id, Anda bisa dengan klik tautan daftar Aplikasi CRM, CRM.id.

Namun jika masih ragu dan ingin mencoba terlebih dahulu beberapa fiturnya, kami menyarankan untuk uji coba form demo Aplikasi CRM berikut.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

one × 2 =