Marketing Automation: Jenis & Common Use Case di Bisnis

Marketing Automation, Jenis & Common Use Case di Bisnis

Marketing automation adalah software yang menjalankan tugas marketing yang sifatnya berulang dan otomatis.

Misalnya mengirim pesan sambutan, menindaklanjuti lead, atau mengingatkan pembayaran, berdasarkan aturan dan data pelanggan yang Anda tentukan.

Jenis yang paling sering bisnis Indonesia gunakan antara lain email, WhatsApp, media sosial, lead scoring di CRM, dan chatbot.

Karena banyaknya kebutuhan sehingga perlu menggunakan cara otomatis daripada menggunakan pekerjaan manual yang berulang, sehingga tim Anda lebih banyak fokusnya untuk menyusun strategi.

Untuk itulah artikel CRM.ID berikut akan membahasnya lebih detail mulai dari jenis, contoh umum penerapannya, dan sebagai bahasan bonus yaitu aturan biaya pesan WhatsApp yang menentukan cara Anda merancang flow.

Apa Itu Marketing Automation dan Bagaimana Cara Kerjanya?

crm banner 3

Sebagaimana yang sudah kita bahas sebelumnya, Marketing automation adalah software yang menjalankan tugas marketing yang sifatnya berulang dan otomatis.

Cara kerjanya mengikuti 4 langkah. Ada pemicu/trigger (pelanggan mendaftar), kondisi (dia belum beli dalam 3 hari), aksi (sistem kirim pesan), lalu pengukuran (ada balasan atau tidak).

Dengan sistem automation tersebut, Anda cukup menyusun aturan sekali lalu sistem akan menjalankannya secara otomatis dan berulang.

Contoh paling gampang ada di online shop, yang mana pembeli meletakkan barang di keranjang tapi tidak membayar.

Setelah 2 jam, sistem akan mengirim reminder berisi link pembayaran, tanpa admin mengetik apapun.

Penelitian dari Silva dkk. (2023) di EuroMed Journal of Business yang berjudul Marketing accountability and marketing automation: evidence from Portugal pada 10 narasumber menunjukkan kalau marketing automation membantu perusahaan mengukur hasil kegiatan marketing.

Karena hal itu anggaran perusahaan lebih mudah Anda pertanggung jawabkan selain manfaatnya yang lebih menghemat tenaga.

Baca Juga: Peran dan Panduan Penggunaan Sales Automation

Apa Saja Jenis Marketing Automation?

Apa Saja Jenis Marketing Automation

Jenis-jenis marketing automation ada beberapa macam. Pilihan jenis bergantung pada tempat pelanggan Anda berada.

Berikut ini 5 jenisnya yang CRM.ID sajikan dan biasanya sering sering dipakai:

1. Email Automation

Email cocok untuk konten panjang seperti newsletter, penawaran bertahap, atau seri onboarding.

Anda bisa mengatur email ucapan setelah pendaftaran, lalu email lanjutan jika pelanggan membuka tautan.

Kelemahannya, banyak pelanggan Indonesia jarang membuka inbox email, kecuali untuk urusan pekerjaan.

2. WhatsApp Automation

Jenis ini mengirim pesan otomatis lewat WhatsApp seperti konfirmasi pesanan, pengingat tagihan, balasan instan di luar jam kerja, sampai promo terjadwal.

Keunggulannya ada pada kebiasaan pelanggan yang memang sudah menggunakan aplikasi tersebut untuk operasional sehari-hari, dan aturan dan biayanya punya bagian sendiri di bawah.

3. Social Media Automation

Fitur ini menjadwalkan posting, membalas komentar tertentu, dan mengecek metrik-metrik seperti tingkat impression atau engagement.

Hasilnya paling terasa saat Anda mengarahkan pengunjung dari komentar atau iklan ke chat WhatsApp, lalu otomasi WhatsApp melanjutkannya.

4. Lead Scoring dan CRM Automation

Sistem otomasi ini memberi nilai atau skor pada tiap lead berdasarkan perilaku, misalnya membalas pesan, membuka katalog, atau menanyakan harga, sedangkan untuk ead bernilai tinggi langsung masuk antrian sales.

Panduan AI marketing untuk UKM dari CRM.ID membahas bagaimana data pelanggan memandu keputusan seperti ini.

5. Chatbot dan Agen AI

Chatbot menjawab pertanyaan berulang, sedangkan agen AI yang lebih baru bisa merekomendasikan produk dari katalog dan menjadwalkan jadwal meeting.

Meta launching Meta Business Agent di Indonesia pada Agustus 2026. Wakil Presiden Meta untuk India dan Asia Tenggara, Sandhya Devanathan, menyebut agen ini membuat akun bisnis hadir 24 jam di dalam chat, baik untuk UKM maupun perusahaan besar.

Brand Queensi mengaku sanggup menangani chat sampai 250% lebih banyak dengan agen AI ini.

Baca Juga: Chatbot CRM, Manfaat dan Cara Kerjanya untuk Bisnis & Tim CS

7 Contoh Use Case Marketing Automation yang Paling Sering Muncul di Bisnis

Contoh Use Case Marketing Automation yang Paling Sering Muncul di Bisnis

Setidaknya ada 7 use case berikut cocok untuk penerapan marketing automation secara berurutan, dari yang paling mudah.

1. Pesan Sambutan untuk Pelanggan Baru

Begitu ada orang mendaftar atau mengirim chat pertama kali, sistem membalas dengan intro dan menu pilihan, jadinya pelanggan baru langsung tahu harus bertanya ke mana.

2. Reminder Pembayaran

Pengingat ini mengejar pesanan yang menggantung atau yang sudah tidak ada tindak lanjut lagi dari customer.

Untuk itu Anda perlu menyertakan link pembayaran dan batas waktu agar pelanggan tidak perlu bertanya-tanya lagi.

3. Notifikasi Status Pesanan

Resi, konfirmasi bayar, dan estimasi tiba sebaiknya terjadi secara otomatis. Pesan jenis ini mengurangi pertanyaan masuk ke tim, dan panduan customer service automation CRM.ID menjelaskan alasannya dari sisi beban kerja.

4. Lead Nurturing

Calon pembeli yang baru bertanya belum tentu siap untuk membeli, untuk memancing mereka.

Agar mereka mau konversi adalah dengan mengirim studi kasus pada hari ke-3, tawaran konsultasi pada hari ke-7, lalu berhenti jika mereka tetap tidak menanggapi lagi.

5. Penagihan dan Perpanjangan Langganan

Pengingat jatuh tempo yang sopan menjaga arus kas tetap lancar, untuk melakukannya Anda bisa dengan menggunakan beberapa gaya bahasa dari contoh chat penagihan lewat WhatsApp.

6. Mengaktifkan Kembali atau Follow Up Pelanggan Lama

Pilih pelanggan yang tidak membeli selama 60 hari, lalu kirim penawaran yang relevan dengan riwayat belanjanya, sebisa mungkin hindari untuk mengirim ke semua orang.

7. Survei Kepuasan dan Permintaan Review

2 hari setelah barang sampai, Anda bisa menanyakan skor kepuasan, dengan skor rendah langsung dialihkan ke CS dan skor tinggi mengarah ke permintaan untuk review.

Baca Juga: 7 Customer Satisfaction Score (CSAT) Software untuk Bisnis UKM

Berapa Biaya Marketing Automation Lewat WhatsApp?

Berapa Biaya Marketing Automation Lewat WhatsApp

Menurut dokumentasi harga Meta, sejak 1 Juli 2025 Meta menagih per pesan template yang sampai ke penerima.

Tarifnya berbeda untuk tiap kategori template dan tiap negara, Meta hanya boleh mengubah harga pada awal kuartal.

Pesan non template (teks, gambar) gratis selama jendela layanan pelanggan 24 jam masih terbuka, yaitu 24 jam sejak pelanggan terakhir mengirim pesan.

Template utility yang terkirim di dalam jendela itu juga gratis sedangkan template marketing selalu berbayar.

Jika pelanggan masuk lewat iklan Click to WhatsApp dan Anda membalas dalam 24 jam, Meta membuka jendela gratis dalam waktu 72 jam.

Konsekuensinya Anda harus merancang alur yang memancing pelanggan membalas terlebih dahulu.

Untuk gambaran ringkasnya kami meringkasnya dalam bentuk tabel berikut, sehingga memudahkan Anda membuat estimasi.

Use CaseKategoriBiaya
Sambutan setelah pelanggan chat duluanPesan biasa dalam jendela 24 jamGratis
Update pesanan saat jendela 24 jam masih terbukaUtility dalam window 24 jamGratis
Notifikasi pengiriman setelah jendela tutupUtility di luar window 24 jamBerbayar
Promo ke daftar pelangganMarketingBerbayar
Kode verifikasiAuthenticationBerbayar

Satu hal lagi yaitu Anda wajib memegang izin dari kontak yang akan dihubungi, Meta menjelaskan caranya di halaman opt-in, setelah itu catat bukti izin itu di CRM Anda.

Baca Juga: WhatsApp API Pricing, Ini Dia Harga WA Business Terkini

Marketing Automation untuk UKM, Dari Mana Kita Memulainya?

Mulai dari kecil aja dulu. Studi di jurnal Ecojoin (2024) terhadap 105 UMKM B2B menemukan kesiapan teknologi tidak langsung memantik penggunaan marketing automation.

Kemampuan ICT tim yang menjembatani keduanya, lalu otomasi memperkuat CRM dan akhirnya kinerja marketing. Artinya, membeli tools saja belum cukup, Anda perlu melatih tim Anda satu alur dulu.

Penelitian lain dari Amiri dkk. (2024) terhadap 652 pemilik atau pengelola UKM juga menunjukkan adopsi teknologi marketing baru berkaitan dengan naiknya jumlah penjualan dan retensi pelanggan.

Marketing Automation untuk UKM, Dari Mana Kita Memulainya

Dukungan penggunaan platform ikut membantu, Country Director Meta Indonesia, Pieter Lydian, menyatakan fitur Business AI gratis hadir agar pelaku usaha (dari skala UMKM sampai enterprise) lebih mudah menjangkau pelanggan.

Urutan yang kami sarankan:

  1. Pilih satu masalah yang berulang dan masih menggunakan cara manual, misalnya pertanyaan harga yang masuk puluhan kali sehari
  2. Tulis alurnya yang mencakup pemicu/trigger, kondisi, dan action plannya
  3. Siapkan template dan catat izin kontak
  4. Jalankan selama 2 minggu, lalu cek tingkat balasan dan jumlah chat yang tidak lagi menyentuh admin
  5. Tambah alur kedua hanya setelah yang pertama berhasil dan sudah stabil

Baca Juga: 10 Aplikasi Digital Marketing untuk Pelaku Bisnis UKM Naik Kelas

Bagaimana Memilih Tools Marketing Automation?

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk memilih tools marketing automation yang tepat.

Anda perlu memperhatikan 4 hal berikut:

  1. Pertama, apakah memakai WhatsApp API resmi, supaya nomor Anda aman dari blokir.
  2. Kedua, apakah beberapa agen bisa melayani satu nomor.
  3. Ketiga, berapa biaya tetap di luar tarif Meta
  4. Yang keempat, apakah ada pendampingan saat tim Anda menggunakan tool tersebut

CRM.ID menyediakan aplikasi WhatsApp API resmi dengan paket gratis berisi satu channel dan 50 ribu chat per bulan, tanpa batas agen dan kontak.

Paket Pro Rp199.900 per bulan menambah channel dan kuota chat, rincian ada di halaman harga.

Anda juga bisa membaca contoh percakapan customer service untuk bahan referensi dan inspirasi dalam membuat template.

Baca Juga: Sales Tools dan CRM App yang Perlu Dicoba di Tahun Ini

Kesimpulan

Demikian penjelasan dari CRM.ID terkait marketing automation yang memberi hasil terbaik saat Anda memulainya dari satu alur sederhana, lalu menambah jenis dan use case bertahap.

Anda perlu memahami juga aturan biaya WhatsApp sejak awal supaya anggaran terjaga, dan siapkan juga delegasi atau pelimpahan tugas ke tim sales saat lead sudah mulai tertarik untuk membeli/berlangganan.

Kalau Anda ingin mencoba tanpa risiko, daftar gratis di CRM.ID dan pasang template untuk melakukan sambutan pertama, Anda bisa mengecek tutorial pendaftaran jika ingin langsung ingin mencobanya.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

one × 4 =