Cara Tingkatkan Conversion Rate Optimization dengan CRM

Cara Tingkatkan Conversion Rate Optimization dengan CRM

Beberapa pemilik bisnis atau digital marketing specialist pernah bertanya, “Bagaimana cara meningkatkan conversion rate optimization (CRO) dengan CRM (customer relationship management)?”

Hal ini karena mereka butuh memaksimalkan rasio konversi dari marketing ke sales berupa closing/pelanggan.

Tapi di dunia bisnis dan layanan pelanggan, CRM masih dikenal hanya sebatas tools untuk manajemen data pelanggan.

Lalu bagaimana jika CRM juga ada fungsi lain? Bisa mendukung business growth dan meningkatkan conversion rate di setiap tahap customer journey.

Nah untuk itu, artikel CRM.id ini menjelaskan bagaimana cara melakukan conversion rate optimization (CRO) menggunakan CRM.

Peran Conversion Rate Optimization untuk Bisnis Anda

Peran Conversion Rate Optimization untuk Bisnis Anda

Sebagian besar bisnis fokus pada peningkatan traffic dengan menaikkan budget iklan.

Atau memperbanyak channel (baik organik atau berbayar), dan mencoba menambah berbagai campaign baru.

Tapi masalahnya, meskipun traffic naik tapi closing tetap saja tidak naik atau stagnan.

Dengan CRO, Anda bisa memaksimalkan potensi setiap lead, mengurangi audiens atau pelanggan yang tidak meneruskan sampai closing di touchpoint customer journey.

Selain itu CRO meningkatkan revenue dengan meminimalkan biaya akuisisi pelanggan baru secara terus menerus.

Baca Juga: Monthly Recurring Revenue: Cara Hitung dan Meningkatkannya

Peran CRM dalam Conversion Rate Optimization

CRO biasanya memaksimalkan pada aspek-aspek berikut:

  • Desain dan arsitektur informasi landing page
  • Button di CTA
  • Copywriting
  • User experience
  • Mobile optimization
  • Isian dan komponen form/formulir

Sedangkan Untuk CRM fungsinya untuk menyimpan histori interaksi dengan pelanggan, mencatat perilaku dan respons.

Memudahkan kolaborasi antara tim marketing, sales, dan support, serta memantau progres pelanggan dari awal hingga repeat order.

Dengan menggunakan CRM, CRO jadi proses optimasi bisnis secara end-to-end, bukan hanya optimasi landing page.

Ada prinsip yang harus diingat, yaitu konversi tidak selalu berarti harus langsung ke penjualan langsung.

Karena konversi yang terhubung ke CRM itu sendiri memiliki beberapa proses, seperti: 

  1. Data lead terdata di aplikasi CRM
  2. Lead merespons follow up dari tim CS dan sales
  3. Lead berubah menjadi qualified lead
  4. Prospek bisa menjadwalkan demo aplikasi dengan tim ahli
  5. Prospek menandatangani kontrak kerjasama, dan kesepakatan lainnya
  6. Customer melakukan renewal ketika menjelang habis masa langganannya
  7. Customer melakukan upgrade atau upsell produk

CRM yang dirancang dengan baik memiliki funnel yang jelas, seperti lead baru, qualified lead, kontak sales, demo atau pitching, negosiasi, closing, dan retention.

Berikut ini beberapa detail peran lainnya:

Peran CRM dalam Conversion Rate Optimization

1. Mengubah Leads Jadi Revenue (Pelanggan)

Fungsi CRO dengan CRM adalah memaksimalkan rasio konversi traffic website, orang yang mengisi form (lead), atau subscriber newsletter jadi customer.

2. Pengoptimalan Sales Funnel

CRM membantu prioritas qualified leads (prospect) dan memandu mereka melalui berbagai funnel journey agar transaksi lebih cepat closing.

3. Peningkatan Customer Experience

Dengan data yang terkumpul di CRM, pendekatan konversi bisa dibuat lebih personal.

Seperti mengirim pesan promosi yang relevan, follow up otomatis, responsif ketika ditanya, dan punya respon yang bagus terhadap komplain. 

Sehingga bisa meningkatkan kepuasan dan adanya transaksi pembelian.

4. Mengurangi Cart Abandonment

Cart abandonment populer di e-commerce, yaitu ketika pembeli menambahkan produk ke keranjang belanja tapi setelah itu tidak lanjut ke pembelian.

Hal itu juga berlaku di luar e-commerce, misalnya sudah mengisi form di website, tapi setelah itu tidak lagi ada kelanjutan. 

Nah dengan menggunakan CRM, cart abandonment bisa di improve untuk peluang konversi melalui follow up yang tepat.

5. Pengukuran ROI dan Efisiensi Biaya

Peran CRM di conversion rate optimization digunakan untuk memantau return on investment.

Pengukuran ini membantu tim sales memprioritaskan pada channel yang punya dampak besar.

Baca Juga: Pengertian Return of Investment (ROI) dan Cara Menghitungnya

Langkah-langkah Menjalankan Conversion Rate Optimization dengan CRM

Ada beberapa melakukan conversion rate optimization dengan menggunakan CRM, yaitu:

Langkah Conversion Rate Optimization 1: Coba Integrasikan Tools Tracking Data ke CRM

Anda bisa menghubungkan tools website analytics seperti Google Analytics atau Google Search Console dan leads form ke CRM Anda.

Hal ini untuk melacak user behavior, sumber-sumbernya dan engagement secara langsung.

Langkah Conversion Rate Optimization 2: Pengelompokan Audiens Anda

Data CRM menyediakan data-data audiens yang berguna untuk melakukan segmentasi audiens.

Segmentasi berdasarkan beberapa aspek seperti demografi, perilaku, dan psikografi. Kemudian untuk pembuatan konten penawaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Langkah-langkah Menjalankan CRO dengan CRM

3. Analisis Page dengan Tingkat Bounce Rate Tinggi

Coba analisis page dengan tingkat bounce tinggi, seperti mengklik, mengisi form, dan berpindah ke page lain lebih cepat.

Langkah Conversion Rate Optimization 4: Lakukan Pengujian A/B Testing

Gunakan data dengan 2 versi pengujian untuk melihat sumber trafik yang baik atau masih belum.

Parameter-parameter yang ada pada pengujian A/B di landing page yaitu judul, form, CTA, dan lain-lain.

5. Pengoptimalan untuk Mobile Device (Smartphone)

Selain mengoptimalkan di website, Anda juga harus mengoptimalkannya via mobile device.

Saat ini beberapa orang menggunakan smartphone dan beberapa aktivitasnya seperti pengisian form dan proses pembayaran.

6. Lakukan Iterasi (Build-Measure-Learn) Secara Terus Menerus

CRO adalah proses yang terjadi secara terus menerus dengan melibatkan aktivitas seperti merencanakan dan eksekusi (build).

Lalu diukur performanya (measure) dan lakukan improvement (learn).

Jadi sebab itulah pentingnya penggunaan data sebagai baseline penyusunan strategi Anda, menguji beberapa hipotesis, dan meningkatkan experience.

Baca Juga: Growth Hacking: Dari Framework, Teknik, Hingga Strategi

Menyiapkan CRM agar Siap Digunakan untuk CRO

Menyiapkan CRM agar Siap Digunakan untuk CRO

Menyiapkan CRM agar bisa digunakan untuk CRO berarti mengubah peran CRM.

Dari yang hanya database kontak jadi tools efisiensi pekerjaan operasional, pengontrolan kualitas, dan analitik data chat pelanggan.

Tujuannya untuk memahami aktivitas pelanggan seperti riwayat chat, komplain, dan sudah tidak merespon kembali.

Beberapa setup CRM yang mendukung CRO:

  • Funnel harus spesifik
  • Tidak ada stage atau touchpoint yang tidak membingungkan
  • Harus menggunakan data agar analisis lebih mudah
  • Semua channel (email, WhatsApp, website) terintegrasi dan kemudahan pengoptimalan konversi di setiap touchpoint users
  • Aktivitas tercatat dan bisa follow up pelanggan menggunakan CRM

Baca Juga: Follow Up Customer: Definisi, Contoh, dan Waktu Pemakaian

Data Penting dalam CRM untuk Optimasi Konversi

Tidak semua data penting untuk CRO. Jadi Anda sebaiknya fokus pada data yang berdampak langsung ke keputusan bisnis.

Beberapa data kunci tersebut seperti:

  • Sumber lead (iklan, organik, referral)
  • Channel komunikasi prioritas
  • Kecepatan respons (response time)
  • Jumlah follow up
  • Lama proses closing
  • Alasan gagal closing
  • History transaksi
  • Pola interaksi pelanggan

Baca Juga: Tips dan Cara Menggunakan Aplikasi Analisis Data Bisnis

Best Practice Conversion Rate Optimization dengan CRM

Best Practice Conversion Rate Optimization dengan CRM

Best practice CRO supaya mempermudah terhubung ke CRM.

Berikut ini best practice CRO mempermudah proses konversi dan penerapannya di CRM:

1. Segmentasi dan Kelompokkan Pelanggan Biar Lebih Mudah

Coba Anda kelompokkan audiens/pelanggan berdasarkan perilaku dan personanya pada tahap customer life cycle.

Untuk mengirimkan pesan yang sesuai seperti membedakan pelanggan baru dan yang loyal.

2. Menciptakan Komunikasi Lebih Personal

Dengan menggunakan data dari CRM, Anda bisa menyesuaikan pesan (nama, rekomendasi produk saat broadcast, dan riwayat pembelian berdasarkan chat).

Selain itu untuk meningkatkan engagement dan potensi pembelian kembali (repeat purchase/order) atau memperpanjang langganan.

3. Coba Pakai A/B Testing

Untuk mengetahui yang paling disukai pelanggan, coba lakukan uji coba dengan 2 varian berbeda, misalnya A dan B.

Mulai dari title, konten, gambar, CTA, navigasi, site structure, atau copywriting penawaran.

Dari sana Anda bisa mengoptimalkan versi yang lebih disukai untuk peningkatan penjualan.

Cara untuk melakukan A/B testing itu bervariasi, salah satunya menggunakan chat di CRM.

4. Memanfaatkan Analitik Data dan Pelaporan (KPI Tracking)

Pemantauan metrik-metriknya seperti conversion rate, customer lifetime value (CLV), dan fase leads membantu melihat pola pembelian dan membuat keputusan lebih baik.

Tracking data yang tepat mempermudah penyusunan reporting dan integrasi keCRM.

5. Coba Optimalkan Customer Journey (User Experience)

Mengoptimalkan customer journey itu artinya memetakan setiap touchpoint dan aktivitasnya.

Bisa berupa apa yang membuat mereka puas dan tidak puas.

Nah untuk mempermudah komunikasi itu, Anda bisa memanfaatkan CRM untuk membangun komunikasi, follow up, dan manajemen komplain.

Ada kepuasan karena journey lancar dan mengurangi mereka mereka batal membeli.

crm banner 3

Baca Juga: Customer Journey Mapping: Pengertian dan Langkahnya

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang cara meningkatkan conversion rate optimization dengan CRM.

Cara peningkatan ini menciptakan proses bisnis secara end-to-end.

Mulai dari awareness seperti ranking di halaman teratas SERP, mendapat traffic, hingga konversi (mengisi form).

Jadi CRO yang menggunakan CRM tidak sebatas pada memenuhi workflow marketing saja, tapi sudah melibatkan strategi proses business growth.

Hal itu karena bisa langsung berkomunikasi dengan pelanggan, follow up, dan aktivitas sejenis,

Bisnis Anda bisa meningkatkan efisiensi di setiap touchpoint funnelnya, mempercepat closing, meningkatkan retention, dan memaksimalkan setiap pelanggan.

Untuk itu, ada Aplikasi WhatsApp CRM seperti CRM.id menyediakan kemudahan layanan pelanggan menggunakan WhatsApp.

Bisa digunakan oleh banyak agen dan tidak mudah di banned.

Itu semua karena aplikasi CRM.id sebagai penyedia resmi WhatsApp Business API, sudah mengikuti semua panduan kebijakan dan komunitas dari WhatsApp.

Jadi tunggu apa lagi? Yuk segera hubungi kontak berikut untuk bertanya tentang fitur serba unlimitednya (chat, agent, monthly active users, dan sebagainya).

Atau Anda bisa klik tautan demo aplikasi berikut untuk menjadwalkan demo bersama tim ahli kami.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

20 − 15 =