Seperti Apa Marketing Software Itu? Jenis dan Contohnya

Seperti Apa Marketing Software Itu Jenis dan Contohnya

Saat Anda bertanya, seperti apa marketing software itu? Terus bagaimana jenis dan contohnya?

Di beberapa tahun terakhir, cara perusahaan menjalankan aktivitas marketing dan operasionalnya (pelayanan pelanggan) mengalami beberapa perubahan.

Perubahan itu mencakup data, teknologi, dan otomasi. Nah untuk mengimbangi perubahan itu, tools tersebut berperan penting dalam operasional marketing.

Bagi bisnis skala kecil hingga enterprise, marketing software adalah langkah yang harus diambil dan mempengaruhi aktivitas marketing campaign, efisiensi budget, sampai peningkatan kualitas customer experience.

Kali ini artikel CRM.ID akan membahas seperti apa marketing software itu, manfaat dan fungsi utamanya, jenis-jenis, sampai ke contoh penerapannya dalam konteks bisnis.

Apa Itu Marketing Software?

Apa Itu Marketing Software

Marketing software adalah aplikasi yang dirancang untuk membantu perusahaan merencanakan, menjalankan, mengelola, mengukur, dan mengoptimalkan semua kegiatan marketing agar lebih rapi dan based on data.

Software ini mencakup berbagai fungsi, seperti pengelolaan campaign, otomatisasi komunikasi pelanggan, analisis performa, hingga integrasi data pelanggan.

Tools ini berfungsi sebagai sistem pendukung keputusan tim marketing.

Tim marketer bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Siapa audiens yang paling potensial jadi leads atau akan konversi?
  • Konten atau campaign mana yang paling efektif?
  • Channel marketing apa yang memberikan efek ROI tinggi?
  • Seperti apa perilaku pelanggan berubah dari waktu ke waktu?

Sehingga bisa memberikan insight yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasarkan data (tidak mengandalkan asumsi).

Baca Juga: 11 Rekomendasi Marketing Tools untuk Bisnis dan Contohnya

Alasan Perlu Menggunakan Marketing Software di Bisnis Saat Ini

Alasan Perlu Menggunakan Marketing Software di Bisnis Saat Ini

Ada sejumlah alasan kenapa perlu menggunakan marketing software.

Tapi alasan utamanya adalah perubahan perilaku konsumen dan meningkatnya kebutuhan tim marketing (skalabilitas).

Audiens dan customer saat ini berinteraksi dengan suatu brand menggunakan berbagai touchpoint di platform.

Platform tersebut seperti website, media sosial, email, aplikasi, hingga layanan customer service.

Setiap interaksi tersebut menghasilkan data seperti riwayat chat, daftar tiket komplain atau keluhan, riwayat transaksi, scroll depth, leads dan conversion tracking.

Nah, untuk detailnya beberapa alasan utama penggunaan marketing software adalah:

1. Marketing Berbasis Data (Data-driven Marketing)

Marketing software memberikan opsi untuk Anda dalam mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data pelanggan.

Hasil analisis tersebut menjadi bahan pengambilan keputusan marketing campaign yang terukur dan mudah dalam pelacakannya.

2. Efisiensi Operasional

Banyak proses di marketing yang sebelumnya memakan waktu dan effort bisa di otomatisasikan, seperti pengiriman email, dan content calendar.

Selain itu untuk segmentasi audiens berdasarkan kategori khusus, sampai performance reporting.

3. Kemudahan Broadcast Pesan Berdasarkan Persona Pelanggan

Dengan bantuan tools tersebut, Anda bisa menyampaikan pesan yang broadcast ke ratusan sampai ribuan pelanggan sesuai dengan karakternya.

Terus juga sesuai perilaku, minat, kebutuhan, dan permasalahannya.

4. Pengukuran dan Optimasi Secara Berkelanjutan

Marketing software menyediakan metrik dan dashboard yang membantu tim memantau performa marketing campaign lebih mudah dan kemudahan dalam perbaikan.

5. Adaptasi Strategi Lebih Cepat untuk Memenuhi Ekspektasi Pelanggan

Adanya fitur dashboard monitoring mempermudah melihat semua aktivitas secara langsung (real time).

Anda bisa secepat mungkin merespon dan melakukan perubahan strategi pemasaran dengan cepat sesuai tren dan data.

Sehingga Anda bisa dengan cepat memenuhi ekspektasi, harapan, kebutuhan, dan permasalahan pelanggan melalui marketing software tersebut.

Karakteristik Marketing Software

Baca Juga: 14 Contoh Strategi Pemasaran dan Penjelasan Lengkapnya

Karakteristik Marketing Software

Meskipun jenis dan fiturnya sangat beragam, tapi ada beberapa karakteristik yang membedakannya dari traditional marketing tools.

Terintegrasi dengan Data Pelanggan

Marketing software saat ini ada yang sudah terhubung dengan aplikasi CRM, e-commerce, website analytics, dan sistem lain yang menyimpan database pelanggan.

Mendukung Multi Channel Marketing

Perancangan tools ini memang khusus untuk mengelola berbagai marketing channel, seperti email, media sosial, ads, content marketing, sampai push notification.

Berbasis Otomasi dan Workflow

Marketing software mempermudah dalam pembuatan workflow otomatis.

Misalnya mengirim dalam pengiriman email atau pesan follow up setelah pelanggan mengisi form atau retargeting iklan pada audiens ketika selesai mengunjungi website atau pencarian di e-commerce.

Memfasilitasi Analitik dan Pelaporan

Fitur analitik menjadi komponen inti, mulai dari tracking campaign performance, attribution modeling, sampai predictive analytics menggunakan data analytics biasa atau AI.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Aplikasi Analisis Data Terbaik untuk UMKM

Jenis-jenis Marketing Software

Jenis-jenis Marketing Software

Marketing tools terdiri dari berbagai kategori dengan fungsi yang bermacam-macam juga.

Berikut adalah jenis-jenisnya yang paling sering digunakan oleh bisnis saat ini.

1. Marketing Automation Software

Marketing automation software banyak digunakan oleh bisnis B2B dan perusahaan dengan siklus penjualan yang panjang dan kompleks.

Jenis ini lebih banyak berfokus pada otomatisasi aktivitas marketing seperti:

Software ini membantu tim menjaga pola komunikasi dengan leads dan customer tanpa harus melakukan semuanya secara manual.

Contoh penerapannya di sebuah perusahaan SaaS (Software as a Service) bisa menggunakan marketing automation untuk mengirimkan email ke leads yang baru mendaftar (free trial atau demo).

Kemudian dari hasil analisis menggunakan marketing automation tools tersebut bisa mengalihkan leads ke tim sales untuk proses reporting atau analisis datanya.

Contoh yang bisa Anda coba ulik:

  • HubSpot Marketing Hub
  • Marketo Engage dari Adobe
  • ActiveCampaign

2. Email Marketing Software

Email marketing software adalah tools yang berfokus pada perencanaan, pengiriman, dan analisis email campaign (email newsletter).

Meskipun sering dianggap bagian dari marketing automation, tapi ada beberapa menggunakannya secara terpisah.

Ada beberapa fungsi dari software ini, misalkan:

  • Manajemen database email
  • Perancangan email yang lebih personal dan engaging
  • Untuk melakukan A/B testing
  • Tracking open rate email, click through rate, dan conversion monitoring

Contoh email marketing yang bisa dicoba:

  • Mailchimp
  • Campaign Monitor
  • GetResponse

3. Social Media Marketing Software

Social media marketing software membantu mengelola brand awareness di berbagai platform media sosial dalam satu ekosistem terpusat.

Jadi ketika Anda ingin memonitor performa campaign atau konten media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, X, Threads, Facebook, dan lain sebagainya bisa dalam satu dashboard tersebut.

Beberapa fungsinya dalam pengelolaan media sosial:

  • Penjadwalan dan publikasi konten
  • Monitoring interaksi dan mention
  • Analisis performa konten
  • Social listening

Beberapa contohnya yang bisa business owner coba:

  • Hootsuite
  • Sprout Social
  • Buffer

4. Content Marketing Software

Content Marketing Software

Content marketing software berperan untuk membantu dalam efisiensi perencanaan, produksi, distribusi, dan monitoring performa konten.

Misalnya seperti manajemen

  • Editorial calendar
  • Penulisan konten (canvas)
  • Pengoptimalan SEO (search engine optimization) atau GEO (generative engine optimization)
  • Analisis performa konten
  • Kolaborasi dengan tim lain terkait end-to-end workflow
  • Analisis intent pencarian pengguna (search intent)

Ada beberapa penyedia content marketing software, seperti:

  • SEMrush
  • Ahrefs
  • Clearscope
  • Contently
  • Writesonic

5. Customer Data Platform (CDP)

Customer data platform adalah tools yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan data pelanggan dari berbagai sumber atau channel.

CDP memiliki beberapa fungsi berikut:

  • Mengumpulkan data dari berbagai sumber
  • Segmentasi profil audiens
  • Peningkatan efisiensi proses seperti mengurangi duplikasi data

Jika CRM fokus pada interaksi dan hubungan pelanggan, CDP fokus pada menggabungkan data pelanggan dari berbagai sumber.

Jadi perbedaannya ada di letak titik fokusnya.

6. Analytics dan Marketing Intelligence Software

Jenis marketing software ini berfokus pada pengukuran, analisis, dan visualisasi data yang kuat.

Jadi secara umum hampir sama dengan business intelligence tools hanya saja dilengkapi untuk fungsi marketing.

Beberapa fungsi jenis ini adalah:

  • Dashboard untuk melihat performa marketing
  • Attribution modeling
  • pengukuran, pemantauan, dan analisis ROI (return on investment)
  • Predictive analytics

Marketing intelligence software ini berfungsi dan paling bagus performanya dalam hal membantu tim manajemen memahami dampak strategi business growth secara keseluruhan.

Contohnya yang bisa Anda coba:

  • Google Analytics 4
  • Looker Studio
  • Tableau
  • Mixpanel
  • Power BI

7. Marketing Software Berbasis CRM

Banyak CRM saat ini dilengkapi dengan modul marketing, sehingga fungsinya selain mengatur komunikasi dan pengelolaan pelanggan juga untuk menyampaikan pesan-pesan marketing.

Beberapa fungsi CRM dalam konteks ini:

  • Menggunakan broadcast message untuk promosi pesan-pesan berlabel marketing
  • Manajemen kontak dan lead (lead management)
  • Campaign tracking
  • Manajemen meeting dan quality assurance
  • Integrasi dengan aplikasi dan sistem sales dan customer service

Integrasi antara marketing, sales, dan customer service ini membuat proses customer lifecycle jadi lebih jelas dan mudah.

Contoh marketing software yang memiliki fungsi CRM:

  • CRM.ID
  • HubSpot CRM
  • Salesforce CRM
  • Zoho CRM
  • Freshsales
CRM ID

Baca Juga: 10 Rekomendasi Software CRM Bisnis Transportasi

Contoh Penerapan Marketing Software di Bisnis

Untuk memahami perannya, berikut ini gambaran penerapannya di  bisnis. Misalnya ambil saja untuk perusahaan e-commerce.

Perusahaan e-commerce menggunakan kombinasi beberapa marketing software untuk membantu campaign-nya, misalnya menggunakan:

  • Marketing automation untuk mengirim email newsletter atau email campaign ke audiens yang sudah tertarik atau pelanggan. Misalnya kalau ada produk terbaru atau edukasi fitur-fitur baru.
  • Social media management tool untuk mengelola promo campaign dan tracking aktivitas di media sosial seperti DM, komentar, dan engagement lainnya.
  • CDP (customer data platform) untuk mengumpulkan data perilaku pelanggan dari website, aplikasi, dan platform lainnya.
  • Analytics software untuk memantau konversi dan ROI lebih detail dan tracking setiap perubahan.
  • Marketing software berbasis CRM untuk kemudahan pengelolaan data pelanggan dan komunikasi yang lebih rapi

Apa keuntungannya? Setidaknya memperbesar peluang perusahaan e-commerce tersebut dalam merapikan manajemen dan aktivitas marketing-nya.

Bisa tracking data, pengumpulan data, membangun interaksi dengan audiens, calon pelanggan, dan pelanggan, terus juga bisa komunikasi yang terstruktur dengan pelanggan.

Pada akhirnya bisa meningkatkan conversion rate, menurunkan biaya akuisisi pelanggan dan biaya operasional (cost operational), serta lain-lainnya.

Baca Juga: Contoh dan Strategi Penerapan CRM di Berbagai Industri

Cara Memilih Marketing Software yang Tepat

Agar tidak timbul penyesalan, sebaiknya pemilihannya tidak berdasarkan pada popularitas saja.

Anda harus memperhatikan beberapa faktor berikut ini:

  • Business objective
  • Skala operasional bisnis
  • Integrasi dengan sistem yang sudah ada
  • Kebutuhan fitur prioritas (misalnya lebih fokus ke pengelolaan data pelanggan, lebih baik pakai yg basisnya CRM, contoh CRM.ID)
  • Kemudahan penggunaan
  • Biaya dan budget ROI untuk jangka panjang
  • Adanya uji coba atau demo aplikasi
  • Dukungan tim support dan customer service yang responsif
  • Adanya sistem keamanan dan privasi data pelanggan yang ketat
  • Review dari user di berbagai platform
  • Visibilitas brand di semua channel (website, ads, media sosial, artikel blog, WhatsApp, email, dan lain sebagainya).

Tapi yang paling strategic adalah pendekatan yang dimulai dari tujuan untuk menyelesaikan masalah user dan bisnis, bukan langsung dan bergantung pada fitur software tersebut.

Fitur bisa mengikuti dan menyesuaikan dari users and business goals-nya.

crm banner 1

Baca Juga: 10 Tips Memilih CRM untuk Proses Telemarketing

Kesimpulan

Begitulan penjelasan seputar marketing software, jenis, dan contohnya, serta beberapa parameter lain.

Marketing software itu adalah tools yang berbasis data, teknologi, dan customer experience.

Tujuannya adalah bagaimana sebuah bisnis bisa melakukan operasionalnya dengan efisien dan hemat biaya.

Dengan berbagai jenis dan fungsi yang tersedia, pemilik bisnis dan timnya bisa menyesuaikan penggunaannya pada kebutuhan dan growth stage-nya.

Ada berbagai cara memilih dan jenisnya, misalnya jika berfokus pada manajemen komunikasi pelanggan terintegrasi WhatsApp.

Jika seperti itu fokus Anda, maka kami menyarankan CRM.ID sebagai salah satu marketing software yang perlu Anda coba.

Aplikasi CRM berbasis WhatsApp Business API ini menyediakan unlimited pesan, montly active users, dan multi agent dengan harga Rp 40/pesan.

Anda bisa langsung mencoba semua kelebihan CRM.ID dengan tampilan minimalis ini, caranya anda bisa lakukan demo aplikasi di tautan berikut.

Anda juga bisa menghubungi kontak WhatsApp berikut, jika ingin bertanya lebih lanjut sebelum mencoba demo.

Jadi tunggu apa lagi? rasakan manfaat penggunaannya dan jadilah juara di bisnis Anda secara berkelanjutan.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

19 + 6 =