Telemarketing sales atau strategi marketing yang menggunakan telepon untuk menjual produk atau layanan kepada calon pelanggan. Tapi mulai ditinggalkan karena digital marketing sudah mendominasi hampir semua aspek.
Namun kenyataannya, telemarketing sales masih menjadi salah satu taktik ajib untuk meningkatkan penjualan, terutama pada produk-produk yang punya tingkat risiko, harga tinggi atau membutuhkan komunikasi secara langsung.
Industri seperti dealer mobil dan sepeda motor, perbankan, asuransi, properti, B2B software, masih mengandalkan strategi ini sebagai bagian dari penjualannya.
Lalu sebenarnya telemarketing sales itu taktik marketing yang seperti apa? Mengapa menghubungi calon pelanggan via telepon bisa menjadi strategi yang masih punya peluang tinggi?
Melalui artikel dari CRM.id ini, kita akan bahas strategi telemarketing sales itu seperti apa. Termasuk cara kerja, jenis-jenisnya, peran, manfaat, contohnya di industri, dan langkah-langkah membuat telemarketing sales campaign yang tepat sasaran.
Apa Itu Telemarketing Sales?

Telemarketing adalah taktik marketing dengan cara menghubungi calon pelanggan secara langsung melalui telepon, baik untuk menjelaskan produk, menawarkan promosi, hingga closingan.
Taktik tersebut masuk ke dalam kategori direct marketing, yaitu metode marketing yang menyampaikan pesan secara personal dan langsung kepada target.
Telemarketing memiliki tujuan yang berbeda-beda tergantung kebutuhan bisnis, mulai dari leads generation, follow up leads, mengkonfirmasi data pelanggan, memberikan penawaran, hingga melakukan upselling dan cross-selling.
Perbedaan Telemarketing, Telesales, dan Customer Service
Meski sering disamakan, ketiganya memiliki peran berbeda:
Telemarketing
Telemarketing berfokus pada mengawali atau opening penjualan produk, memberikan penawaran, membangun interest, dan menyaring prospek. Kerjanya tidak selalu berhubungan dengan closingan.
Telesales
Fokus utama telesales adalah pada closing transaksi. Biasanya sudah berhadapan dengan lead yang lebih matang (hot calling).
Customer Service
Lebih banyak terkait reminder, mengelola data dan komunikasi pelanggan, aktivasi akun, atau follow up layanan, dan tidak berorientasi pada sales tapi memberi pelayanan yang terbaik.
Dengan mengacu dari pengertian tersebut, bisa dikatakan telemarketing sales adalah telesales.
Baca Juga: Follow Up Customer: Definisi, Contoh, dan Waktu Pemakaian
Bagaimana Cara Kerja Telemarketing Sales sebagai Taktik Marketing?

Sebagaimana penjelasan sebelumnya kalau telemarketing bekerja dengan model komunikasi langsung.
Tidak seperti digital marketing yang sebagian besar banyak mengandalkan display ads, SEO, atau content marketing.
Telemarketing mengandalkan interaksi dua arah antara agen dan pelanggan secara langsung, misalnya menggunakan telepon atau dial up.
Proses Kerja Telemarketing Sales (Telesales)
Agar mudah dalam proses closingan, maka ada beberapa proses telemarketing sales, antara lain:
- Penentuan target dan segmentasi data
Memilih siapa yang akan dihubungi berdasarkan profil pelanggan. - Penyusunan script telemarketing
Script berisi opening, probing (pertanyaan lanjutan dalam follow up), penjelasan produk, dan penawaran. - Outbound call atau penerimaan inbound call
Agent menghubungi atau menerima panggilan dari pelanggan. - Menggali pertanyaan lanjutan sesuai kebutuhan
Agen menggali kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam dan tahap lanjutan sehingga bisa menggali lebih dalam kebutuhan dan permasalahan. - Penyampaian dan presentasi nilai produk
Penjelasan dilakukan sesuai kebutuhan dan relevansi dengan keinginan atau permasalahan pelanggan. - Mengendalikan keluhan atau komplain
Agar bisa menjawab keberatan, komplain, baik terkait harga, kebutuhan, dan lain.
Sehingga tidak ada komplain yang terlewat yang bisa mengurangi tingkat kepuasan.
- Closingan atau tindak lanjut (follow up)
Jika belum closing, pelanggan masuk ke follow up list, supaya sewaktu-waktu bisa dilihat. - Pencatatan hasil panggilan (log panggilan)
Semua interaksi bisa direkam untuk analisis lebih lanjut dan pengambilan keputusan atau penyusunan strategi tindak lanjut.
Karakteristik Telemarketing Sales sebagai Direct Response Marketing
Telemarketing memberikan respons langsung dari pelanggan. Kita bisa mengetahui minat, keberatan, atau kebutuhan secara langsung.
Karena direct response marketing memicu respons langsung dan terukur dari konsumen, seperti pembelian, pendaftaran, atau klik tautan melalui CTA (call to action).
Hal inilah yang membuat telemarketing sales sering menghasilkan conversion rate tinggi.
Baca Juga: Sales Marketing: Tugas dan Skill yang Dibutuhkan
Jenis-jenis Telemarketing Sales
Ada banyak variasi telemarketing sales, ada yang bergantung pada model bisnis, target audience, dan tujuan campaign.
Outbound Telemarketing
Agen menghubungi prospek atau pelanggan secara proaktif. Cocok untuk cold calling, warm calling, up-selling, dan promosi khusus.
Inbound Telemarketing Sales
Pelanggan menelepon karena tertarik setelah melihat iklan, brosur, atau website. Jadi sebagai agen telemarketing sales menjawab panggilan pelanggan.
Inbound telemarketing sales umumnya memiliki tingkat konversi lebih tinggi karena pelanggan sudah memiliki minat awal dan inisiatif menghubungi sendiri.
Automated Telemarketing Sales (Interactive Voice Response dan Auto Dialer)
Menggunakan sistem otomatis seperti interactive voice response atau robot dialer yang menghubungi pelanggan untuk mengirim reminder, informasi tagihan, menjadi asisten agen manusia ketika berinteraksi, atau pemberitahuan promo.
Telemarketing Sales B2B vs B2C
B2B telemarketing sales lebih berfokus pada aspek studi kasus mendalam, durasi call lebih panjang, proses lead qualification lebih ketat.
Sedangkan untuk B2C telemarketing sales fokus pada volume atau banyaknya panggilan, respon panggilan secara cepat, dan menyasar kebutuhan perorangan.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Software CRM untuk Bisnis B2B
Manfaat Telemarketing Sales di Strategi Marketing

Mengapa banyak perusahaan tetap mengandalkan telesales dan telemarketing meskipun strategi marketing sudah lebih banyak mengarah ke digital marketing?
Ada beberapa manfaat kenapa masih menggunakannya:
1. Tidak Semua Penjualan dan Marketing Harus Go Digital
Untuk beberapa bisnis dan perusahaan ketika mempromosikan produk, sebagian besar menggunakan digital marketing, terutama perusahaan dengan produk dan layanan berbasis digital (software).
Tapi ada sektor bisnis yang masih belum terlalu butuh digital marketing, jenis bisnis seperti ini masih banyak mengandalkan channel marketing konvensional, termasuk telesales.
Misalnya sebagian besar masih di produk yang penawarannya door-to-door atau menjual barang-barang mahal, seperti dealer, toko emas, dan lain-lain.
2. Membangun Komunikasi Lebih Personal
Telepon memungkinkan interaksi manusia ke manusia yang tidak bisa tergantikan oleh iklan, email, atau landing page.
Telepon memberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung.
3. Mengedukasi Produk Lebih Cepat
Untuk produk-produk seperti asuransi atau B2B software, tidak cukup hanya mengandalkan komunikasi tertulis.
Nah, telemarketing sales inilah yang mempercepat pemahaman pelanggan melalui panggilan secara langsung.
4. Menyaring Leads Berkualitas
Telemarketing sales bisa menggunakan lead scoring dengan menggali minat dan kebutuhan secara langsung.
Leads dengan nilai atau skor tertinggi atau disebut leads berkualitas yang bisa diteruskan ke tim sales untuk proses closingan.
5. Membantu Peningkatan Konversi Penjualan
Kombinasi komunikasi yang jelas dan proses follow up benar, serta cara handle komplain yang rapi membuat telemarketing sales sering menghasilkan tingkat closing rate lebih tinggi.
6. Fleksibel Saat Kombinasi dengan Digital Marketing
Untuk memperkuat strategi telemarketing sales ini bisa digabungkan dengan digital marketing dan penjualan. Contohnya:
- Leads dari iklan Facebook, kemudian tim telemarketing menghubunginya untuk follow up.
- Pengunjung website yang submit form, prospek tersebut dihubungi kembali via telepon atau aplikasi chat.
- Pengguna aplikasi yang belum aktivasi bisa bantuin untuk follow up dan melayani apabila ada pertanyaan.
Baca Juga: Digital Marketing: Pengertian, Jenis, dan Strateginya
Contoh Telemarketing Sales di Berbagai Industri

1. Perbankan
Telemarketing sales itu berfungsi menawarkan produk seperti kartu kredit, tabungan berhadiah, investasi emas, dan tabungan dengan jangka waktu tertentu.
Leads yang tertarik bisa tindak lanjuti sampai proses bersedia membuka rekening baru atau tetap aktif bertransaksi.
2. Asuransi
Salah satu industri yang paling mengandalkan strategi marketing ini adalah bisnis atau perusahaan asuransi.
Proses penjelasan benefit, premi, dan klaim bisa menggunakan telepon jika penjelasan dalam bentuk teks, gambar, atau video masih belum cukup.
3. Properti
Developer menggunakan strategi telesales untuk menghubungi pengunjung dari sebuah event atau pengunjung dari website perusahaan yang tertarik dan membuat janji temu dan nego harga.
4. Pendidikan dan Kursus
Lembaga kursus memanfaatkan telemarketing untuk follow up calon siswa yang mengisi form pendaftaran.
Fungsi lainnya adalah bisa konsultasi langsung dari siswa secara real time sekaligus bisa menawarkan pemotongan biaya atau diskon untuk pendaftar pertama.
5. Produk Digital dan SaaS
SaaS, fintech, dan penyedia layanan atau platform digital menggunakan telemarketing sales untuk mengaktivasi akun, menjelaskan beberapa keunggulan fitur-fiturnya, hingga upselling ke paket premium dari yang semula langgan biasa.
Baca Juga: Contoh dan Strategi Penerapan CRM di Berbagai Industri
Kapan Telemarketing Sales Cocok Digunakan?
Meskipun masih ada sektor bisnis yang masih mengandalkan telemarketing sales atau telesales, tapi tidak cocok untuk semua bisnis. Jadi taktik marketing ini efektif ketika:
- Produknya Butuh Interaksi Langsung dan Harganya Mahal. Contohnya seperti properti, asuransi, investasi, dan penjualan mobil atau motor.
- Target Pasar Sempit. Ketika segmentasi pelanggan sangat spesifik, telemarketing sales memberikan pendekatan yang lebih mendetail dan pendekatan secara langsung (jarak lokasi masih bisa dijangkau).
- Follow Up Leads dari Digital Campaign. Leads yang masuk dari iklan atau landing page biasanya belum siap membeli. Nah disinilah telemarketing sales membantu mempercepat prosesnya sampai ke tahapan closingan.
- Upselling dan Cross-Selling Pelanggan Lama.
Baca Juga: Cara Follow Up Customer Lama Lewat WhatsApp yang Benar
Skill dan Tools Pendukung Telemarketing Sales

Untuk menjalankan telesales yang efektif, ada skills yang harus dikuasai baik hard skill atau soft skill seperti:
1. Skill Komunikasi
Skill paling penting telemarketing sales adalah harus mampu berkomunikasi secara jelas, ramah, terbuka, dan memiliki kemampuan membangun hubungan di awal percakapan.
Terutama untuk kemampuan komunikasi secara lisan. Kemampuan komunikasi juga berperan untuk menghindari kesalahpahaman atau misinterpretasi.
2. Bisa Mengatasi Ketika Ada Keberatan Atau Komplain
Agen harus mampu menjawab keberatan atau komplain dari pelanggan atau calon pelanggan tanpa memaksa.
Ada beberapa teknik yang bisa digunakan seperti “Feel – Felt – Found” yang menjadi salah satu teknik komunikasi persuasif dalam konteks teknik closingan dan menangani keberatan atau komplain dengan melibatkan empati.
3. Bisa Menggunakan Aplikasi CRM dan Pengelolaan Komunikasi Pelanggan

Menggunakan cara manual seperti sebelumnya bisa saja dilakukan dan bahkan tanpa menggunakan tools.
Namun ada satu hal kenapa perlu menggunakan tools, yaitu prosesnya jadi lebih efisien dan semua data tercatat lebih rapi.
Ada beberapa aplikasi untuk menangani masalah pengelolaan data dan komunikasi dengan pelanggan, misalnya menggunakan aplikasi CRM (customer relationship management) seperti HubSpot, Zoho, Salesforce, atau CRM.id.
Dengan terintegrasi WhatsApp, agen telemarketing sales bisa melakukan:
- Manajemen data pelanggan lebih rapi.
- Data dan riwayat chat tercatat dan tanpa khawatir akan kehilangan data saat mengalihkan ke agen lain.
- Multi agent yang membuat panggilan atau pesan masuk bisa dialihkan ke agen lainnya.
- Tampilan lebih minimalis dan bersih sehingga tidak butuh waktu lama untuk menguasai penggunaan fitur-fiturnya.
- Lebih aman dalam penyimpanan data dan skalabilitas sesuai kebutuhan bisnis.
Baca Juga: Fitur WhatsApp Marketing Tools yang Wajib Dicoba!
Kesimpulan
Seperti itu penjelasan terkait seperti apa taktik telemarketing sales itu.
Taktik tersebut mengandalkan komunikasi langsung melalui telepon untuk membangun dan pengelolaan hubungan dengan pelanggan dan calon pelanggan, menginformasikan pelanggan, dan sampai pada konversi penjualan.
Meskipun taktik marketing lebih banyak menggunakan digital, telemarketing tetap menjadi strategi yang masih cukup efektif, khususnya untuk produk-produk yang membutuhkan penjelasan mendalam dan harga mahal.
Apalagi jika memiliki keahlian dalam hal komunikasi, pengelolaan komplain dan keberatan, serta bisa menggunakan aplikasi CRM.
Untuk itu aplikasi CRM seperti CRM.id bisa membantu mengefisiensikan dan mempercepat waktu dalam pengelolaan dan manajemen pelanggan termasuk dalam bentuk telepon.
Jadi apa yang masih Anda tunggu? Segera lakukan demo bersama tim hebat Kledo di tautan berikut ini.
- Cari Tahu Apa Itu WhatsApp Call & Fungsinya untuk Bisnis - 17 Juli 2026
- Mengulik Meta Business Suite: Fitur & Aplikasinya untuk Bisnis - 17 Juli 2026
- Voice of Customer: Cara Ubah Feedback Jadi Loyalitas Pelanggan - 16 Juli 2026