Di masyarakat sangat lumrah kalau kita dengar tugas sales yaitu menjual, menjual, dan menjual. Itu saja.
Padahal tugas dan job desk sales lebih dari hanya berjualan atau menawarkan produk saja.
Riset Salesforce yang melibatkan 5.500 profesional sales di 27 negara menemukan kalau rata-rata sales hanya menghabiskan 28% waktunya untuk benar-benar berjualan.
Sisanya, 71% lebih habis untuk administrasi, entry data, meeting internal, dan koordinasi follow up.
Persentase ini tidak terlalu berubah signifikan dalam 5 tahun terakhir, walaupun penerapan teknologi terus meningkat dan berkembang dari waktu ke waktu.
Artinya, jika Anda masih berpikir tugas sales hanya soal closing/jualan saja, ada banyak hal yang perlu kita luruskan dan tuntaskan bersama disini.
Lewat artikel CRM.id ini kita akan membongkar mitos-mitos seputar tugas sales dan faktanya sehingga bisa membantu Anda memahami apa sesungguhnya yang membuat seorang sales bekerja efektif.

Penulisan fakta dan mitos ini berdasarkan pengalaman kami di CRM.id sebagai penyedia aplikasi CRM dan WhatsApp API Official di Indonesia.
Yang juga tim sales gunakan untuk follow up lead dan bekerja sama dengan customer service atau marketing di satu dashboard.
Apa Saja Tugas Sales Itu? Sesuai Pengalaman CRM.id
Menurut Philip Kotler, pakar pemasaran dunia, sales adalah ujung dari proses marketing yang berfungsi mengkonversi lead hasil dari tim marketing.
Kalau istilah dari CRM.id, sales itu mencetak gol hasil assist dari tim marketing, gol disini konteksnya lead.
Sementara itu, Neil Rackham dalam bukunya SPIN Selling menegaskan kalau sales juga berfungsi sebagai konsultan yang membantu customer memahami masalah mereka sendiri.
Tugas sales mencakup 3 hal berikut ini, yakni:
- Akuisisi pelanggan baru. Mencari, mengkualifikasi, dan melakukan follow up pada prospek/lead.
- Retensi pelanggan yang sudah ada. Selain customer service yang menjaga retensi, sales juga perlu memastikan pelanggan puas, loyal, dan terus membeli.
- Manajemen sales pipeline. Yaitu mengelola proses dari prospek/lead sampai deal closed secara rapi dan sistematis.
Ketiganya saling terhubung satu sama lain. Seorang sales yang jago dalam closing tapi lemah dalam retensi akan terus-menerus menguras energi untuk mencari customer baru.
Hal itu karena biayanya 5-25x lebih mahal dari mempertahankan pelanggan lama, seperti yang Amy Gallo tulis di Harvard Business Review berjudul The Value of Keeping the Right Customers.
Baca Juga: Salesperson adalah: Tugas dan Kemampuan yang Dibutuhkan
Rincian Tugas Sales, Dari Lead Sampai After Sales (Menurut CRM.id)

Ada beberapa rincian tugas sales menurut CRM.id, dari lead sampai after sales.
Yang mana rincian ini mengacu pada 3 tugas pokok yang sudah kami bahas sebelumnya.
1. Prospecting dan Lead Qualification
Proses ini adalah titik awal (baseline) dari semua siklus penjualan, setelah menerima data leads dari tim marketing.
Tugas sales di tahap ini adalah melihat calon customer yang memiliki kebutuhan sesuai dengan produk atau layanan perusahaan.
Kemudian memastikan kalau mereka layak untuk ditindaklanjuti (qualified leads).
Proses kualifikasi yang baik menggunakan framework seperti BANT (Budget, Authority, Need, Timeline) atau MEDDIC yang lebih lengkap untuk B2B (business to business).
Jika tidak tepat untuk qualified lead, tim sales akan membuang waktu buat mengejar lead yang tidak akan pernah membeli/konversi.
Sales top performer selalu melakukan riset sebelum menghubungi lead/prospek.
Hal ini menunjukkan kalau adanya persiapan yang matang berkorelasi dengan keberhasilan sales dan membedakannya dari tenaga sales biasa/rata-rata.
2. Pendekatan Awal dan Presentasi Produk (Pitching)
Setelah adanya lead qualification, tugas sales berikutnya adalah melakukan pendekatan yang berkesan, kalau istilah gaulnya PDKT yang impressive.
Hal ini mencakup penyusunan pesan pembuka (cold call, email, atau WhatsApp), penentuan waktu yang tepat, sampai penyampaian value proposition yang relevan dengan calon customer.
Pitching produk adalah cara ketika sales bisa menyampaikan narasi product atau fitur yang ada bisa solve pain point calon customer, tidak terbatas pada penjelasan demo.
3. Negosiasi dan Penanganan Keberatan (Complain Handling)

Hampir setiap transaksi akan selalu ada saja yang akan komplain atau mengajukan keberatan.
Baik karena pelayanan, fitur produk, adanya bug saat menggunakan aplikasi, dan sejenisnya.
Tugas sales di sini adalah meresponnya dengan empati, mendengarkan apa yang mereka sampaikan, dan membantu buat solve problem tersebut.
Selain itu tidak defensif atau cenderung menyalahkan pihak lain, sales yang top itu bisa berpikir gimana cara menyelesaikan masalah secepat dan seefisien mungkin.
Akhirnya probabilitas lead akan konversi atau yang baru jadi customer akan terus menggunakan produk yang Anda tawarkan.
Jill Konrath, penulis buku Agile Selling, menyebut bahwa sales yang mampu mengubah komplain jadi diskusi yang terbuka (open-ended discussion) memiliki tingkat konversi 30% lebih tinggi dari rata-rata.
4. Closing dan Pemrosesan Transaksi
Closing adalah kondisi dimana Anda sudah memastikan akan deal bagi kedua belah pihak, mengkoordinasikan dokumen kontrak, memproses pesanan, dan menyerahkan informasi kepada tim lapangan.
Beberapa sales tidak menyadari kalau proses administrasi setelah closing ini kadangkala memakan waktu dan effort.
5. Follow Up dan Manajemen Hubungan dengan Customer
Selain CS, sales juga sedikit beririsan untuk hubungan customer, yaitu juga menjaga hubungan dengan customer ketika ada pertanyaan langsung di lapangan.
Walaupun tugasnya membangun koneksi yang kuat tidak sedalam customer service.
Kalau bahasa yang kami gunakan di CRM.id, sales itu memberikan assist ke tim customer service, supaya tim CS bisa membuat gol (menjaga customer agar terus pakai product Anda).
Selain itu untuk melihat peluang upsell atau cross-sell, dan menjadi penyambung lidah antara customer dengan tim internal perusahaan.
6. Reporting dan Pembaruan Data CRM

Tugas sales lainnya adalah mengisi laporan atau reporting saat kunjungan ke lapangan, memperbarui status pipeline, mencatat hasil, dan mendokumentasikan komunikasi dengan customer.
Baca Juga: Sales Marketing: Tugas dan Skill yang Dibutuhkan
5 Mitos Tugas Sales yang Harus Anda Ketahui (Biar Tidak Salah Lagi)
Mitos 1: Sales Cukup Pintar Ngomong, Tidak Perlu Pakai Sistem/Tools Macam-macam
Fakta: Cara berkomunikasi (ngomong) memang jadi salah satu syarat jadi sales, tapi itu saja tidak cukup.
Tanpa sistem yang terorganisir terutama CRM, seorang sales dengan kemampuan bicara yang luar biasa pun akan kesulitan mengelola ratusan prospek/lead secara bersamaan.
Mitos 2: Target adalah Satu-satunya Ukuran Kinerja Sales
Faktanya: Target memang penting, tapi mengukur kinerja sales hanya dari angka dan persentase penjualan seperti menilai kesehatan hanya dari berat badan saja
Padahal banyak faktor yang menentukan kualitas kerja sales, antara lain tingkat konversi per tahap pipeline, waktu rata-rata closing deal, net promoter score (NPS) dari customer yang Anda kelola, sampai tingkat retensi customer.
Jika target adalah satu-satunya ukuran, Anda akan kehilangan sinyal penting tentang letak masalah dalam proses penjualan.
Mitos 3: Tugas Sales Harus Selalu Tersedia untuk Pelanggan Selama 24/7

Fakta: Fast response ketika lead atau customer butuh memang penting, tapi ya tidak 24/7 juga.
Jika terus-menerus bekerja meskipun di luar jam kerja akan berpotensi burnout dan justru bisa merusak kualitas pelayanan.
Yang lebih penting sebenarnya adalah fast response ketika berada di jam kerja atau sesekali saja di waktu yang Anda sepakati dengan mereka.
Pelanggan lebih menghargai kepastian waktu respon daripada tersedianya akses yang terjadi secara terus-menerus.
Mitos 4: Tugas Sales Berakhir Setelah Deal (Closing)
Faktanya: Peran sales dalam customer lifecycle tidak berakhir begitu saja setelah closingan.
After sales memastikan proses onboarding customer dengan baik, memetakan kebutuhan tambahan, menangani keluhan awal.
Serta menjaga kepuasan yang juga bagian dari tanggung jawab sales, terutama di model bisnis B2B atau subscription.
Mitos 5: Orang Introvert Tidak Akan Berhasil Jadi Sales
Fakta: Sales terbaik tidak ditentukan karena karakteristiknya yang extrovert atau introvert.
Lebih tepatnya pada kemampuan untuk menyeimbangkan antara kemampuan bicara dan kemampuan mendengar.
Introvert sering unggul dalam membangun kepercayaan dan pemikirannya yang analitis buat problem solving.
Mereka juga cenderung lebih sabar, dan lebih fokus pada kebutuhan pelanggan.
Sedangkan extrovert jauh lebih ekspresif, mudah berbaur, charming, dan bisa menarik perhatian atau atensi.
Baca Juga: Mengenal Sales Management, Jenis, dan Teknik Terbaiknya
Tanggung Jawab atau Tugas Sales Berdasarkan Level Jabatan

1. Level Operasional/Entry Level: Sales Executive / Sales Representative
Tugas sales executive atau representative mencakup prospecting, kunjungan pelanggan, presentasi atau pitching, negosiasi, dan daily report ke supervisor atau team lead.
Di level ini, kemampuan eksekusi atau memiliki pemahaman lapangan dan follow up yang sering jadi fokusnya.
2. Level Menengah: Sales Supervisor / Team Lead
Di level ini, tugas sales sudah bergeser dari eksekusi ke pengawas atau supervisi, sekaligus melaporkan ke atasan/manager.
Supervisor bertanggung jawab memastikan staf atau team member menggunakan tools yang tepat, memantau pipeline dalam waktu tertentu.
Selain itu memberikan coaching dan menjadi pengambil keputusan pertama untuk yang sifatnya deal/closing dalam jumlah besar.
3. Level Atas/Management: Sales Manager / Head of Sales
Di level manajerial, tugas sales sudah lebih fokus pada penyusunan dan perencanaan strategi sales dan penempatan wilayah.
Terus penetapan target atau KPI, melatih tim, serta lebih banyak menyusun strategi yang menyentuh aspek bisnis.
Baca Juga: Canvasser Adalah: Pengertian, Tugas, dan Cara Kerjanya
Cara Memaksimalkan Kinerja/Tugas Sales dengan Tools yang Tepat
Dengan memahami tugas sales selain jualan saja itu baru langkah awal. Akan lebih paripurna lagi kalau saat mengoptimalkannya menggunakan sistem atau tools.
Berikut 3 pendekatan yang perlu Anda perhatikan secara tepat:
Pertama, Menggunakan Tools CRM yang Sesuai Kebutuhan

Kunci adopsi bukan fitur yang canggih, tapi antarmuka yang intuitif dan proses input yang tidak memakan waktu lama.
Kedua, Automation Tugas Sales Berulang yang Menghabiskan Effort
Pengiriman email follow up otomatis, reminder tugas (task reminder), dan pembaruan status pipeline yang terintegrasi dengan kalender.
Sehingga bisa menghemat 2-3 jam per hari waktu untuk berinteraksi dengan customer.
Ketiga, Pelaporan (Reporting) Menggunakan Data Real Time
Sales yang tahu persis dimana letak bottleneck pipeline mereka, bukan hanya berapa closing yang mereka peroleh bulan ini adalah sales yang bisa terus berkembang seiring waktu.
Dashboard CRM yang baik memberikan kemampuan untuk melihat dan menampilkan data secara real time.
Dari jumlah pesan yang terpakai, status lead, dan status pesan yang masih belum ada tindak lanjut.
Perusahaan yang menggunakan CRM secara tepat guna melaporkan peningkatan penjualan sampai 29%, kenaikan produktivitas 34%, dan akurasi forecast 42% lebih baik.
Hal Ini bukan klaim marketing ini adalah angka yang dikumpulkan dari ribuan bisnis nyata.
Baca Juga: Sales Tools dan CRM App yang Perlu Dicoba di Tahun Ini
Kesimpulan
Seperti itu penjelasan dari CRM.id. Kita harus mengingatnya sekali lagi, kalau tugas sales tidak terbatas pada menjual, menjual, dan menjual.
Tugasnya juga mencakup riset, membuat qualified (pengelompokan leads), presentasi/pitching product ke leads/audiens lain, negosiasi, mengurus administrasi baik manual atau pakai aplikasi.
Selain itu bekerja sama dengan tim customer service dalam manajemen hubungan dengan customer, reporting, dan penawaran upselling atau cross selling.
Mitos kalau sales itu cukup modal bisa ngomong atau kinerja sales hanya diukur dari persentase dan angka penjualan harus segera di-counter oleh fakta sebenarnya.
Di samping itu, sales yang hebat itu juga perlu sistem dan tools untuk membantu efisiensi dan memaksimalkan pekerjaannya, dengan data yang akurat dan workflow lebih rapi.
Anda bisa menggunakan Aplikasi CRM dan WhatsApp API Official seperti CRM.id.
Yang mana menyediakan fitur untuk melayani customer, manajemen lead pipeline, memberikan label atau tag untuk tiap lead, ada template untuk broadcast dan follow up lead.
Hanya dengan seharga Rp 40/pesan dengan minimal 1000 conversation credit, Anda sudah bisa menikmati fitur-fitur tersebut, sebagaimana yang tersedia di fitur dan harga CRM (CRM.id).
Anda bisa mendaftar untuk menguji cobanya, dengan klik tautan demo aplikasi CRM, CRM.id berikut ini, bisa juga dengan menghubungi kontak WhatsApp ini.
- Kelebihan & Kekurangan WhatsApp, WA Business, WA API - 10 Juli 2026
- 35 Contoh Kalimat Auto Reply Chat Shopee Buat Tingkatkan Sales - 9 Juli 2026
- Nilai Customer Retention Rate yang Baik Menurut CRM.id - 9 Juli 2026