Pernahkah Anda melihat taktik marketing kreatif yang membuat senyum-senyum atau ketawa sendiri? Kesannya out of the box sekali.
Gimmick campaign seperti ini kalau di kalangan warganet Indonesia sering disebut “S3 marketing”.
Saat ini kita berada di kondisi kebanjiran konten, iklan, dan promosi yang muncul setiap hari bahkan setiap detik.
Audiens jadi bosan melihat taktik marketing yang itu-itu saja (biasa saja).
Nah untuk itulah pelaku bisnis khususnya UMKM sudah mencari taktik marketing yang lebih kreatif, tidak biasa, dan out of the box (nyeleneh).
Artikel CRM.id membahas taktik marketing dengan gimmick “S3 marketing” dan bisa Anda jadikan sebagai bahan referensi di campaign Anda.
Latar Belakang dari Konsep “S3 Taktik Marketing”
Kalau kita melihat secara langsung dan populer di telinga kita, S3 itu adalah gelar doktor atau yang sudah/sedang menjalani studi S3.
Tapi dalam praktik digital marketing, istilah S3 marketing sering menjadi gimmick atau istilah tidak resmi (unofficial), terutama di kalangan warganet Indonesia.
S3 marketing ini artinya:
Taktik marketing yang tidak mengikuti standar umum (anti mainstream), terlihat tidak biasa (nyeleneh), unik tapi tetap memiliki tujuan promosi marketing.
Istilah lain dari S3 marketing ini unconventional marketing, out of the box marketing, atau strategi counterintuitive marketing.
Artinya, fokus S3 marketing bukan pada keanehan semata, melainkan pada keberanian mematahkan kebiasaan audiens.

Baca Juga: Guerilla Marketing: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Karakteristik dari Taktik “S3 Marketing”
Tidak semua ide kreatif bisa disebut S3. Ada beberapa ciri-ciri yang membedakannya dari hanya konten lucu atau viral.
Karakteristik tersebut meliputi:
1. Tidak Terlihat Seperti Iklan
S3 taktik marketing sering kali tidak langsung jualan (hard selling), tidak menonjolkan promo, dan tidak mengharuskan audiens untuk membeli.
Sifatnya lebih ke menarik perhatian audiens dengan cara yang agak nyeleneh dan tidak biasa.
Karena itulah audiens perhatiannya jadi mengarah ke campaign Anda.
2. Berangkat dari Insight dan Kehidupan Sehari-hari Audiens
Yang membuat taktik S3 marketing itu jadi hal tidak biasa dan mudah diterima oleh kalangan umum karena berkaitan dengan masalah sehari-hari mereka.
Selain itu kebiasaan kecil yang jarang mereka sadari serta keresahan yang sering mereka alami.
Ketika ada campaign marketing yang nyeleneh dari pada biasanya, orang yang melihat cenderung memposting di media sosialnya.
Terlebih jika followersnya banyak dan menjadi viral, secara tidak langsung memperluas jangkauan marketing Anda tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
4. Tetap Menyelaraskan dengan Positioning Brand
Meskipun terlihat nyeleneh, S3 marketing itu tetap tidak merusak kepercayaan, tidak bertentangan dengan nilai brand Anda, dan tetap sesuai dengan value Anda.
5. Kreatif dan Nyeleneh serta Memicu Rasa Kepo
Seperti yang sering kita sebut sebelumnya, pendekatan yang digunakan “S3 marketing” ini seringkali unik, memanfaatkan tren media sosial, meme, atau hal-hal yang sedang trending untuk memicu interaksi.
Selain itu bisa memicu rasa kepo (rasa ingin tahu).
Taktik ini sering membuat informasi jadi sepotong-sepotong atau memberikan narasi yang gantung, sehingga memaksa audiens untuk mencari tahu lebih lanjut.

Baca Juga: Apa itu Marketing Communication? Langkah dan Tantangannya
Mengapa UMKM Sangat Cocok Menggunakan Taktik S3 Marketing
Ada beberapa alasan kenapa UMKM itu justru cocok menggunakan taktik marketing nyeleneh dan out of the box seperti ini:
UMKM Jauh Lebih Fleksibel
UMKM tidak terikat guideline brand yang kaku. Keputusan bisa diambil secara cepat, eksperimen bisa dilakukan tanpa birokrasi rumit.
UMKM Lebih Membumi dan Dekat dengan Solusi Sehari-hari
Ada alasan lain yang membuat UMKM itu sangat cocok menerapkannya, yaitu lebih membumi dan pendekatannya jauh lebih dekat dengan keseharian audiens.
Audiens UMKM cenderung lebih menerima komunikasi personal dan kasual, lebih tertarik cerita nyata, dan responsif pada pendekatan yang luwes.
Budget Terbatas, Banyak Mengandalkan Kreativitas
Karena UMKM punya budget yang cukup terbatas, jadinya mereka menggunakan taktik S3 marketing.
Taktik marketing ini sering kali tidak membutuhkan biaya besar, tapi membutuhkan kreativitas yang out of the box dan kombinasi dengan pemahaman audiens.
Baca Juga: Kesalahan UMKM Saat Menggunakan WhatsApp untuk Bisnis
Kesalahan Saat Mencoba S3 Taktik Marketing Campaign (Nyeleneh)
Ada beberapa kesalahan atau jebakan yang sering terjadi ketika mencoba taktik nyeleneh ini, misalnya:
- Terlalu mengejar viral tanpa berdampak langsung pada penjualan.
- Meniru mentah-mentah tren yang sedang viral tanpa menyesuaikan (adjustment) dengan konteks bisnisnya.
- Tidak mempersiapkan saat menghadapi banyaknya chat dan leads yang masuk setelah campaign nyeleneh ini.

Baca Juga: Pengertian Marketing Campaign, Contoh & Cara Mengukur
7 Contoh “S3 Taktik Marketing” untuk UMKM
Berikut ini contoh-contoh taktik S3 marketing yang bisa Anda jadikan referensi untuk campaign atau marketing lebih out of the box, anti mainstream, dan nyeleneh.
1. Taktik Kaget: Pura-pura Salah Harga
UMKM mengupload konten atau memajang produk dengan harga yang sangat rendah (misalnya Rp 10.000) bisa dapat nasi rendang.
Captionnya misalnya:
“Nasi rendang seharga Rp 10.000. Loh kok murah banget? Iya soalnya dapat nasinya saja dan es teh”
2. Campaign Seolah Meminta Sumbangan
Anda bisa memasang taktik nyeleneh ini untuk memancing keterikatan emosi sekaligus setelah itu membuat orang jadi tertawa dan geleng-geleng kepala.
Contohnya:
“Hanya dengan menyumbang uang Rp 10.000 ke warung kami Anda akan mendapatkan 2 mangkok bakso”.
3. Memanfaatkan Momen Viral (Viral Marketing)
Memanfaatkan konten yang sedang viral juga jadi salah satu pendorong membuat campaign kreatif, terlebih jika berkesempatan bertemu dengan orang dibalik yang viral itu.
Misalnya beberapa minggu terakhir saat Ariel Noah mampir di salah satu bengkel di Gunungkidul, DIY Yogyakarta.
Ariel Noah memperbaiki engkol vespanya yang patah.
Nah setelah video tersebut viral, pemilik bengkel yang sudah berfoto dengannya atau pose Ariel Noah yang duduk dibawah pohon dijadikan banner.
Banner tersebut tertulis:
“Ariel Noah pernah service motor disini”
Dengan seperti ini mengandung atensi orang-orang untuk berdatangan ke bengkelnya, baik karena kepo atau sekalian service motor.
4. Mendapat Diskon Berdasarkan “Patah Hati”
Memberikan diskon 50% khusus untuk audiens yang bisa menunjukkan bukti chat putus cintanya ke kasir.
Hal ini menciptakan engagement tinggi dan menarik perhatian, serta nyeleneh juga.
Contohnya:
“Ada diskon 50% untuk yang sedang patah hati. Terbatas hanya untuk 5 orang saja”

Baca Juga: Black Friday: Sejarah dan 17 Strategi Marketingnya
5. Taktik Copywriting Nama-nama Aneh dan Memancing Kepo
Menggunakan copywriting atau caption yang menggunakan nama menu yang aneh
Contohnya di UMKM yang usahanya kopi:
“Es Kopi Janda (jarang dikasih madu. Minum ini biar gak kepikiran mantanmu terus”
atau dengan nama aneh-aneh lainnya:
“Es teh dicuekin Doi”, “Mie iblis level generasi ketiga”, “Ayam geprek tega”, “Es telor ceplok”
Nama unik tersebut membuat orang-orang ingin membeli sekaligus untuk membuat konten.
Untungnya berlipat, selain dibeli juga dipromosikan secara gratis melalui kontennya.
6. Taktik Marketing ala “Larangan” Membeli
Taktik ini sebagai reverse psychology, dimana membuat orang lain justru jangan membeli produknya.
Dengan melarang justru membuat orang semakin penasaran.
Contohnya dengan membuat spanduk bertuliskan:
“Dilarang beli keripik ini! Nanti ketagihan, soalnya kami yang repot bikin lagi soalnya”
7. Taktik Marketing Anti Ribet dan Drama
Misalnya Anda berjualan paket makanan/barang untuk satu orang dengan promosi, Anda bisa menuliskannya seperti ini:
“Paket Jomblo Hemat! Makan enak tanpa drama, tanpa kata [terserah dan gapapa]”
Baca Juga: 14 Contoh Strategi Pemasaran dan Penjelasan Lengkapnya
Peran WhatsApp CRM di Taktik S3 Marketing
Ketika taktik marketing yang nyeleneh telah berhasil dan membuat orang menghubungi kontak Anda secara beruntun dalam jumlah besar.
Maka Anda sudah memerlukan peran dari WhatsApp CRM.
Aplikasi WhatsApp CRM bisa membantu Anda dalam hal:
- Mengelola lonjakan chat dari campaign nyeleneh/out of the box tersebut
- Memberi auto reply untuk menunggu balasan
- Melabeli lead berdasarkan sumber campaign
- Menjalankan follow-up konsisten
- Menjaga pengalaman customer tetap rapi
- Kemudahan kolaborasi antar tim, terutama karena fitur multi agentnya yang bisa dihandle oleh admin yang berbeda tapi chat bisa dialihkan ke admin berbeda.

Baca Juga: 7 Aplikasi CRM untuk Tingkatkan Kinerja Customer Service
Kesimpulan
Demikian terkait penjelasan taktik S3 marketing yang menarik, out of the box, dan bisa memancing rasa penasaran audiens.
Jika audiens sudah mulai penasaran dan tertarik, mereka bisa saja datang langsung ke tempat Anda untuk membeli atau hanya sekedar membuat konten.
Taktik marketing yang akrab di telinga orang Indonesia ini membuat campaign Anda jauh lebih kreatif dan anti mainstream.
Dan jadi alternatif di tengah campaign yang itu-itu saja (membosankan).
Ketika campaign kreatif ini berhasil menarik pelanggan dengan jumlah besar, Anda sudah memerlukan Aplikasi WhatsApp CRM.
Penyedia WhatsApp CRM di Indonesia ada CRM.id dengan sejumlah fitur-fitur mendukung campaign nyeleneh ini.
Misalnya dengan menggunakan pesan broadcast marketing lebih menarik (tidak itu-itu saja dan rawan di skip).
Atau fitur unlimited agent, sehingga saat pesan masuk secara membludak, tim customer service tidak khawatir lagi, karena tim CS lain juga ikutan men-handle, response time meningkat drastis.
Untuk itu, yuk segera lakukan demo aplikasi CRM.id bersama tim kami atau Anda bisa bertanya lebih lanjut melalui tautan kontak WhatsApp berikut.
- Kelebihan & Kekurangan WhatsApp, WA Business, WA API - 10 Juli 2026
- 35 Contoh Kalimat Auto Reply Chat Shopee Buat Tingkatkan Sales - 9 Juli 2026
- Nilai Customer Retention Rate yang Baik Menurut CRM.id - 9 Juli 2026