Contoh sales forecast membantu Anda (business owner atau sales) memperkirakan (estimasi) banyak penjualan yang mungkin terjadi di masa depan.
Perkiraan ini bergantung pada berbagai kebutuhan, ada yang bulanan, tahunan, ada juga yang forecast sampai kurun waktu 2 tahun.
Dengan proyeksi tersebut, Anda bisa menentukan strategi yang lebih tepat, mulai dari perencanaan stok, alokasi budgeting, sampai kebutuhan tim sales.
Jika tidak terencana dengan baik risiko yang sering terjadi adalah overstock, understock, out of stock, dan perencanaan budgeting yang tidak tepat sasaran.
Untuk itu di artikel CRM.id ini akan membahas contoh sales forecast selama 2 tahun (24 bulan) dan cara menghitungnya (menggunakan rumus/formula).
Selain itu template sales forecast yang biasa dipakai oleh tim sales.
Dengan memahami konsep ini, Anda bisa membuat proyeksi bisnis yang lebih terukur.
Apa Saja Data-data yang Diperlukan untuk Membuat Contoh Sales Forecast?
Untuk membuat forecast yang akurat, ada beberapa data yang perlu Anda kumpulkan lebih dulu.

Tapi pada kenyataannya, untuk pengumpulan data ini tidak sesederhana itu.
Pemaparan dari Olatunji Isreal dan Mayowa Alonge (2025) yang dihimpun dalam handbook tentang Sales Forecasting Models: An Overview, menyatakan:
Tantangan yang dihadapi saat melakukan sales forecasting adalah ada pada kualitas data, tren musiman (seasonality trending), dan volatilitas pasar yang sangat cepat.
1. Data Historis Penjualan
Data historis penjualan selama ini adalah baseline (titik pijak) dari forecasting.
Biasanya data ini berupa laporan penjualan selama sebulan, 3 bulan, 6 bulan terakhir, 9 bulan, 12 bulan terakhir, sampai beberapa tahun terakhir.
Tapi untuk keakuratan data, sebaiknya Anda gunakan data penjualan minimal 6-12 bulan terakhir.
Data dengan waktu yang lebih singkat biasanya menghasilkan forecast yang kurang akurat.
Dari data-data 6-12 bulan penjualan inilah, Anda bisa menganalisisnya dan memahami polanya seperti apa.
Apakah cenderung meningkat, stagnan, atau mengalami penurunan (declined).
2. Conversion Rate Penjualan
Conversion rate menunjukkan persentase leads/prospek yang berhasil menjadi customer Anda.
Contoh, jika ada 100 prospek kemudian 10 prospek tersebut menjadi pembeli. Berarti conversion ratenya 10% (dengan perhitungan (10 / 100) x 100%).
Dari data ini berguna dalam hal perhitungan potensi closing dari sales pipeline.
3. Average Deal Value
Average deal value adalah nilai rata-rata transaksi yang terjadi.
Contoh, jika ada total penjualan sebesar Rp 100.000.000 (100 juta), terus jumlah transaksinya sebanyak 50 transaksi, berarti average deal value sebesar Rp 2.000.000 (2 juta).
4. Data Sales Pipeline
Sales pipeline berisi daftar prospek yang sedang dalam melakukan proses penjualan.
Sales pipeline terdiri dari tahap-tahap seperti:
- Lead baru
- Prospek (yang punya peluang jauh lebih tinggi untuk closing daripada leads)
- Negosiasi
- Closing
Dengan melihat pipeline tersebut, tim sales bisa memperkirakan peluang closing kedepannya.
5. Data dari Berbagai Channel Marketing / Touchpoint Customer Journey
Agar hasil analisis jauh lebih kaya dan tidak bias, maka pengumpulan data forecast juga bisa berdasarkan channel penjualan.
Seperti data-data di marketplace, website, media sosial, WhatsApp, dan channel lainnya.
6. Data dari CRM atau WhatsApp CRM
Data yang cukup ideal diperoleh dari first party, atau tools pengumpulan data langsung dari pelanggan Anda.
CRM ini juga untuk memonitor pipeline sales dan membantu melihat prospek mana yang memiliki peluang closing paling besar.
Fungsi ini tersedia di aplikasi CRM seperti CRM.id, menggunakan WhatsApp untuk mencatat aktivitas sales seperti:
- Catatan riwayat komunikasi dengan pelanggan
- Follow up sales
- Status deal
- Nilai transaksi yang terjadi
Data first party yang sifatnya real time/langsung ini membantu pembuatan forecast yang lebih akurat.
Baca Juga: Sales Forecasting: Manfaat, Metode, dan Cara Menghitung
Peran CRM dan WhatsApp CRM pada Sales Forecast (Selama 2 Tahun)

Saat ini tim sales atau bisnis perlu menggunakan software CRM (CRM.id) untuk membantu proses forecasting ini.
Dimana letak perannya?
CRM.id menyediakan pencatatan data seluruh aktivitas penjualan dan riwayat komunikasi dengan leads atau pelanggan dalam satu sistem.
Sehingga data-data tersebut bisa Anda gunakan untuk keperluan analisis forecasting.
Dengan CRM.id, tim sales Anda bisa melihat jumlah prospek/leads, memonitor sales pipeline, menghitung peluang closingan, dan melihat histori transaksi pelanggan.
Penggunaan WhatsApp CRM (seperti yang CRM.id tawarkan) bahkan lebih powerful karena sebagian besar komunikasi pelanggan terjadi melalui WhatsApp.
Semua chat pelanggan bisa dikategorikan menjadi (menggunakan fitur labelling atau tagging):
- Lead baru
- Prospek
- Pelanggan aktif/dormant
Data-data ini mempermudah pekerjaan Anda untuk memprediksi potensi penjualan (sales forecast) di masa depan.
Baca Juga: WhatsApp CRM: Pengertian, Keuntungan, dan Fitur Kunci
Beberapa Contoh Metode Menghitung Sales Forecast dan Rumusnya
Contoh Metode Menghitung Sales Forecast
Ada beberapa metode yang biasa digunakan untuk menghitung sales forecast, antara lain:
Berdasarkan Pertumbuhan Penjualan/Sales Growth
Metode ini paling sederhana karena perhitungannya dilakukan berdasarkan tingkat pertumbuhan penjualan sebelumnya atau riwayat sales growth.
Jika sebuah bisnis bertumbuh rata-rata 20% per tahun, maka forecast tahun berikutnya bisa dihitung menggunakan angka tersebut (selama tidak ada faktor eksternal yang mengubah).
Berdasarkan Sales Pipeline
Metode ini menggunakan peluang closing dari prospek yang sedang di pipeline sales yang sedang berlangsung.
Setiap prospek potensial biasanya memiliki tingkat probability closing tertentu.
Misalnya perusahan si A Rp 50.000.000, dengan probability closing sebesar 60%, maka forecastnya sebesar Rp 30.000.000.
Hasil ini diperoleh dari perhitungan: [60/100 x Rp 50.000.000 = Rp 30.000.000].

Berdasarkan Aktivitas Sales
Metode ini menghitung forecasting berdasarkan aktivitas tim sales seperti: jumlah prospek yang diperoleh, jumlah meeting dengan prospek/leads, dan jumlah follow up.
Metode ini sering digunakan oleh perusahaan yang memiliki tim sales yang jumlahnya sudah besar.
Baca Juga: Growth Hacking: Dari Framework, Teknik, Hingga Strategi
Rumus Atau Formula Dari Sales Forecast
Berikut ini beberapa rumus atau formula yang sering digunakan (bisa juga untuk perhitungan sales forecast selama 2 tahun).
Rumus Forecast Berdasarkan Growth Rate
Forecast Growth Rate = Penjualan saat Ini × (1 periode ke depan + Growth rate)
Contohnya, jika penjualan tahun ini sebesar Rp 1.000.000.000 (1 miliar), dengan growth rate (rasio pertumbuhan) sebesar 20%, maka forecast untuk tahun depan = 1,2 miliar.
Skenario perhitungannya:
Forecast Growth Rate
= Rp 1.000.000.000 x (1 + 20%) = Rp 1.000.000.000 x (1 + (20/100) = Rp 1.000.000.000 x (1,2) = Rp 1.200.000.000
Forecast Berdasarkan Conversion Rate
Forecast conversion rate = Jumlah prospek x Conversion rate x Average deal value
Contohnya, jika prospek sebesar Rp 500.000.000, dengan conversion rate sebesar 10%, dan deal value sebesar Rp 2.000.000, maka forecast Rp 100 juta.
Hasilnya secara rinci dari 500 prospek x 10% x Rp 2.000.000 = Rp 100.000.000.
Forecast Berdasarkan Pipeline
Forecast pipeline = Nilai deal x Probability closing
Contohnya, jika ada deal sebesar Rp 20.000.000 dengan probability closingnya sebesar 50%, maka forecasting pipelinenya = Rp 20.000.000 x 50% = Rp 10.000.000.
Baca Juga: Apa Itu Closing Rate dan Cara Menghitungnya (+Rumus)
Bagaimana Contoh Sales Forecast Selama 2 Tahun (Skenario)?

Dari beberapa skenario perhitungan forecast sebelumnya, kita sudah memperoleh sedikit gambaran terkait estimasi/proyeksi perhitungan forecast selama 2 tahun.
Misalnya sebuah kita menggunakan contoh studi kasus pada bisnis online fashion, dengan data-data berikut:
Penjualan tahun ini = Rp 300.000.000
Pertumbuhan rata-rata = 20% per tahun.
Maka forecast untuk tahun pertama:
Rp 300.000.000 x 20% = Rp 60.000.000
Total forecast tahun depan = (Penjualan tahun ini + Hasil perhitungan forecast tahun pertama)
= Rp 300.000.000 + Rp 60.000.000 = Rp 360.000.000.
Sales Forecast Tahun Kedua
Mengacu pada perhitungan sebelumnya, maka
Perhitungan sales forecast untuk tahun kedua = Total forecast tahun sebelumnya x Growth rata-rata per tahun
Rp 360.000.000 × 20% = Rp 72.000.000
Total forecast tahun kedua: Rp 360.000.000 + Rp 72.000.000 = Rp 432.000.000.
Baca Juga: 20 KPI Sales Penting untuk Pertumbuhan Bisnis
Contoh Tabel Sales Forecast 2 Tahun (24 Bulan)
Berikut ini CRM.id simulasikan forecast selama 2 tahun dengan growth rate sebesar 5% per tahun.
Kita akan membuat proyeksi dalam bentuk tabel dalam 2 skenario, yaitu tahun pertama (12 bulan) dan tahun ke kedua (24 bulan).
Tabel Sales Forecast (Tahun 1)
| Bulan | Forecast Penjualan (Rp) |
|---|---|
| Januari | 100.000.000 |
| Februari | 105.000.000 |
| Maret | 110.000.000 |
| April | 115.000.000 |
| Mei | 120.000.000 |
| Juni | 120.000.000 |
| Juli | 125.000.000 |
| Agustus | 125.000.000 |
| September | 130.000.000 |
| Oktober | 135.000.000 |
| November | 140.000.000 |
| Desember | 145.000.000 |
| Total | Rp 1.470.000.000 |
Jadi total sales forecast untuk tahun pertama sebesar Rp Rp 1.470.000.000 ( 1 miliar 470 juta).
Nah sekarang kita coba hitung untuk forecast tahun kedua.
Tabel Sales Forecast (Tahun 2)
| Bulan | Forecast Penjualan (Rp) |
|---|---|
| Januari | 150.000.000 |
| Februari | 155.000.000 |
| Maret | 160.000.000 |
| April | 165.000.000 |
| Mei | 170.000.000 |
| Juni | 175.000.000 |
| Juli | 180.000.000 |
| Agustus | 185.000.000 |
| September | 190.000.000 |
| Oktober | 195.000.000 |
| November | 200.000.000 |
| Desember | 210.000.000 |
| Total | Rp 2.135.000.000 |
*Catatan:
Tabel ini hanya contoh sederhana. Dalam praktiknya, forecast bisa sangat kompleks, karena dipengaruhi oleh banyak faktor seperti promo, musim, atau tren pasar.
Baca Juga: Cara Menghitung Target Penjualan dan Contohnya
Contoh Template Sales Forecast Excel yang Bisa Tim Sales Gunakan
Berikut contoh struktur template forecast yang bisa tim sales pakai untuk memudahkan dalam perhitungan sales forecast selama 2 tahun dan rincian lainnya.
Isi template tersebut terdiri dari beberapa sheet yaitu:
1. Data Penjualan
Sheet ini fungsinya untuk mencatat histori transaksi data penjualan, baik yang diperoleh secara manual atau dari data CRM (CRM.id) atau tools lainnya.
Isi kolom: No, tanggal, produk, channel penjualan, nama sales, jumlah transaksi, harga per transaksi, total revenue.
Kolom revenue sudah disiapkan rumus otomatis.
2. Pipeline Sales
Untuk memantau prospek yang sedang diproses oleh sales.
Kolom: No, lead name, company, sales owner, deal value, probability, expected closing date, forecast value.
Forecast otomatis dihitung dari: Deal Value × Probability.
3. Forecast Bulanan
Fungsi forecast bulanan ini untuk membandingkan data real dengan data forecast.
Kolom yang ada di sheet ini: No, bulan, target penjualan, forecast dari pipeline, actual sales, dan variance.
Rumus variance = Data Real – Data Forecast
4. Forecast 2 Tahun (24 Bulan)
Berisi struktur proyeksi penjualan selama dua tahun (24 bulan). Tim sales tinggal mengisi angka forecast per bulan saja di excel tersebut.
5. Sales Performance
Sheet ini bisa supervisor sales gunakan untuk mengevaluasi performa tiap sales.
Dimana terdapat isi kolom: No, nama sales, target, actual sales, closing rate, dan average deal value.
Baca Juga: 10 Contoh Template Email Marketing dan Tips Menulisnya
Apa Itu Sales Forecast?

Sales forecast adalah cara mengestimasi (perkiraan) jumlah penjualan yang akan terjadi dalam periode waktu tertentu di masa depan.
Forecast biasanya dibuat berdasarkan beberapa faktor seperti:
- Data penjualan sebelumnya
- Tren pasar
- Lead pipeline
- Aktivitas sales
- Conversion rate
Biasanya sales forecast sering digunakan untuk memprediksi penjualan bulanan, kuartalan, atau tahunan.
Beberapa perusahaan bahkan membuat forecast 2 sampai 5 tahun ke depan untuk perencanaan bisnis jangka panjang.
Bagi tim sales dan business owner, forecast memiliki peran penting karena membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Berapa target penjualan yang realistis untuk tahun depan?
- Berapa lead yang harus tim sales follow up sampai jadi customer?
- Berapa alokasi budget yang tepat berdasarkan estimasi?
- Apakah penjualan tahun depan atau 2 tahun ke depan akan mengalami pertumbuhan, penurunan, atau stagnan?
- Apakah perlu menambah manpower (sales) atau tidak?
Itu artinya contoh perhitungan sales forecast membantu Anda untuk mengambil keputusan berbasis data (data-driven decision making)..
Baca Juga: Wajib Tahu! 10 Teknik Negosiasi Penting untuk Sales
Kenapa Sales Forecast Penting untuk Anda?
Ada beberapa alasan kenapa sebaiknya business owner atau tim sales harus membuat contoh sales forecast dan menghitungnya secara jelas.
Pertama, forecast bisa bantu merencanakan sales growth secara lebih jelas dan rapi.
Jika Anda mengetahui potensi penjualan dalam 2 tahun ke depan, maka strategi bisnis dan strategi sales penyusunannya jauh lebih realistis, baik dari segi anggaran atau penambahan manpower.
Kedua, sales forecast membantu menentukan target sales yang lebih make sense dan realistis.
Beberapa owner atau tim sales menetapkan target terlalu tinggi terkait penjualan tanpa memperhitungkan data historis penjualan, baik setahun, 2 tahun, atau beberapa tahun sebelumnya.
Ketiga, forecast membantu perencanaan operasional seperti pengadaan stok produk, penambahan tim sales baru, dan perencanaan marketing campaign.
Keempat, sales forecast juga sering digunakan untuk reporting ke investor atau manajemen perusahaan untuk menunjukkan potensi (proyeksi) business growth.
Hal ini untuk mencegah ketidakjelasan dalam penetapan target penjualan.

Baca Juga: Cara Menghitung Target Penjualan dan Contohnya
Kesimpulan
Demikian lah penjelasan mengenai contoh perhitungan sales forecast selama 2 tahun dan beberapa analisisnya.
Perhitungan ini sangat berguna bagi tim sales atau business owner untuk proyeksi atau estimasi dalam perencanaan bisnis.
Dengan membuat proyeksi penjualan, tim sales dan owner sendiri bisa mengambil keputusan lebih realistis dan based on data.
Perhitungan forecast (baik satu tahun kedepan atau 2 tahun kedepan) mengacu pada beberapa faktor, data, dan metode, seperti growth rate, analisis sales pipeline.
Dengan memanfaatkan data historis di periode-periode sebelumnya, conversion rate, dan menggunakan tools WhatsApp CRM (CRM.id), Anda bisa membuat sales forecast hingga dua tahun ke depan dengan lebih tepat.
Untuk itu, Anda bisa mencoba demo aplikasi CRM, CRM.id untuk merasakan beberapa manfaat dari fitur-fiturnya.
Beberapa fiturnya sangat cocok untuk support sales forecast ini selama 2 tahun.
Contohnya karena CRM.id menyediakan data-data pelanggan dan riwayat transaksi atau chat, ada segmentasi menggunakan label/tag, filter tanggal menggunakan datepicker, dimana data-data tersebut berguna untuk analisis forecasting.
Jika Anda mengisi form untuk demo atau mendaftar aplikasi CRM, tim ahli CRM.id akan menghubungi Anda untuk panduan penggunaan dan onboarding.
- Mengobrol dengan Meta AI WhatsApp, Lakukan Hal Ini! - 3 Juli 2026
- Customer Value: Komponen, Cara Mengukur & Penerapan - 3 Juli 2026
- Apa Itu Email Blast dan Gimana Cara Membuatnya? - 2 Juli 2026