Untuk orang yang baru merintis bisnis, pasti Anda akan mencari cara membuat katalog produk di WA Business itu seperti apa.
Hal ini karena mereka ingin mengatur etalase produknya lebih rapi, dengan penempatan barang sesuai dengan kategori tertentu dan sesuai prioritas.
Terlebih WhatsApp sendiri mencatat bahwa katalog bisnis di platform ini menarik sekitar 40 juta kunjungan per bulan seperti laporan whatsApp Statistics and User Trends Quantumrun Foresight.
Artinya jumlah kunjungan ini cukup potensial untuk perkembangan bisnis terutama dalam penyusunan katalog produk.
Di Indonesia, WhatsApp sudah berkembang jadi tools prioritas untuk UMKM, yang menghubungkan pelaku usaha dengan customer sekaligus supplier.
Di artikel CRM.id ini kita akan membahas cara membuat katalog produk di WhatsApp Business secara lebih dalam.
Serta bagaimana cara membuat urutan produk, penamaan, dan pengelompokan kategori yang mengikuti pola perilaku pembeli.
Apa Itu Katalog Produk WhatsApp Business?

Katalog produk WhatsApp Business adalah fitur etalase produk bawaan aplikasi untuk memfasilitasi pemilik usaha menempatkan produk lengkap dengan foto, harga, deskripsi, dan link (tautan), langsung dari halaman profil bisnis.
Fitur ini gratis dan bisa langsung diakses calon pembeli tanpa harus keluar dari aplikasi chat WA.
Bedanya dengan katalog versi cetak atau katalog di marketplace, yaitu katalog WA langsung ada di profil dan bisa berlanjut ke chat.
Begitu ada orang yang chat terkait produk tertentu, Anda bisa mengirim item dari katalog tanpa perlu bolak-balik mencari file gambar di galeri atau mereka bisa melihat-lihat sendiri produk di katalog.
Baca Juga: Cara Memasarkan Produk Baru di WhatsApp
Hal-hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuat Katalog Produk di WA Business
Ada beberapa hal yang wajib Anda persiapkan lebih dulu supaya proses mengupload produk tidak berulang, antara lain:
- Foto produk dengan perbandingan yang sama. Misalnya Anda menetapkan rasio gambar 1:1 untuk semua produk agar tampilan grid katalog terlihat rata (ukuran rasio bisa Anda sesuaikan pada kebutuhan).
- Pemberian nama produk perlu menggunakan pola penamaan standar dan ketentuan usaha Anda sendiri. Contohnya, penamaan bisa dimulai dengan kategori lalu nama produk (Sepatu – Sneakers Putih).
- Deskripsi singkat berisi informasi paling umum orang-orang tanyakan. Misalnya Anda perlu memasukkan detail produk seperti bahan, ukuran, atau varian di deskripsi.
Menyiapkan 3 hal ini di awal jauh lebih hemat waktu daripada menata ulang ratusan item setelah semuanya sudah diupload tanpa perencanaan yang rapi.
Baca Juga: Whatsapp Commerce, Benefit & Fitur Buat Belanja Lebih Mudah
Cara Membuat Katalog Produk di WA Business

Langkah dasarnya sama di semua device, hanya letak menunya saja yang sedikit berbeda.
Cara Membuat Katalog WA Bisnis di Android
- Buka aplikasi WhatsApp Business, lalu pencet ikon titik tiga di pojok kanan atas.
- Pilih menu Alat Bisnis, kemudian pilih Katalog.
- Lalu Tambah Item Baru, upload foto produk dengan mengikuti rasio yang sudah Anda siapkan sebelumnya.
- Isi nama produk sesuai pola penamaan, harga, deskripsi, link jika ada, dan sebagainya.
- Pilih Simpan. WhatsApp biasanya akan mereview item baru dalam waktu kurang dari 24 jam.
Membuat Katalog WA Bisnis di iPhone
- Buka WhatsApp Business, pilih Pengaturan/Settings.
- Masuk ke Alat Bisnis, lalu pilih Katalog.
- Tambahkan Item Baru, kemudian Tambahkan Gambar.
- Lengkapi detail produk seperti nama, harga, dan deskripsi sesuai standar yang sudah ditentukan.
- Simpan, lalu cek kembali apakah tampilan sudah sesuai urutan kategori.
Cara Membuat Katalog WA Bisnis di WhatsApp Web atau Desktop
- Buka WhatsApp Web, pilih ikon titik tiga di atas daftar obrolan.
- Pilih Katalog, lalu Tambahkan Item Baru.
- Upload foto dan isi detail produk seperti langkah di device mobile.
Lalu, bagaimana menyusun kategori supaya katalog benar-benar memantik keputusan pembelian?
Baca Juga: 10 Cara Promosi Makanan di WhatsApp Paling Mudah
Cara Menyusun Kategori Katalog Produk WA Business Serapi di CRM
Menyusun kategori produk di WA Business itu bisa loh mengikuti tahapan berpikir calon pembeli seperti cara CRM memetakan tahap customer journey.
Prosesnya yaitu:
1. Menyusun Kategori Sesuai Niat Beli dan Tidak Terbatas pada Jenis Barang Saja
Daripada membuat kategori seperti Baju Wanita, Anda bisa memecah menjadi Best Seller, Promo Minggu Ini, atau baru kategori jenis produk.
Kategori Best Seller membantu pembeli yang belum punya niat kuat membeli karena masih fokus mencari review dari produk yang banyak dibeli orang lain.

2. Batasi Jumlah Item per Kategori Sekitar 15-20 Produk
Anda perlu membuat struktur yang rapi dan mudah dinavigasi oleh calon pembeli.
Jumlah katalog lebih dari 50 produk membuat pembeli ini malas untuk scroll dan harus mengecek satu per satu.
Kalau membatasi jumlah item kurang dari 50 produk, sepertinya akan membantu meringankan effort mereka dan mempermudah saat menemukan barang yang dicari.
3. Gunakan Label di Nama Produk untuk Mempercepat Proses Penemuan
Menambahkan penanda (tag/label) seperti Ready Stock atau Pre Order misalnya di depan nama produk membantu calon pembeli melakukan scanning saat pencarian tanpa perlu membuka detail satu per satu.
Urutkan produk dari yang paling sering banyak orang cari. Prinsip ini yang biasa dipakai tim CRM saat menyusun prioritas pipeline, yaitu penyusunan sesuai prioritas konversi tertinggi.
Samakan penamaan kategori katalog dengan tag di aplikasi pencatatan pelanggan, apabila sudah memakai excel atau software CRM.
Baca Juga: Cara Order Atau Transaksi via WhatsApp, Wajib Dicoba!
Kenapa Katalog yang Rapi di WA Business Bisa Menaikkan Closing 2x Lipat?
Closing bisa naik 2x lipat berangkat dari logika perilaku belanja yang sudah lama diteliti di bidang digital marketing.
Penelitian di Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah menunjukkan marketing mix dengan variabel promosi sebagai faktor paling berpengaruh, mampu menjelaskan sekitar 66% variasi keputusan pembelian konsumen UMKM.

Ada 3 alasan kenapa kerapian katalog cukup berpengaruh pada closing, antara lain:
Pertama, semakin cepat pembeli menemukan produk yang mereka cari, semakin kecil kemungkinan mereka berpindah ke toko lain sebelum bertanya hal-hal detail lain seperti harga.
Dengan memanfaatkan fitur seperti katalog produk meningkatkan jangkauan pasar dan penjualan UMKM.
Kedua, katalog produk yang tersusun rapi mengurangi jumlah pertanyaan-pertanyaan seperti “kak ada warna lain atau ini stoknya masih ada?”
Semakin sedikit adanya pertanyaan karena sudah terjawab di katalog produk, semakin cepat pula siklus menuju pembayaran.
Ketiga, katalog rapi membuat penamaan jauh lebih tetap/ajek, Anda dan tim bisa melihat kategori produk yang berhasil menarik minat pembeli, kemudian data ini bisa Anda pakai untuk menyusun ulang prioritas follow up.
Baca Juga: Ketahui Apa Itu Closing di Bisnis dan Teknik Memaksimalkan
Cara Memanfaatkan Katalog Produk di WA Business Agar Closing Betul-betul Naik
Setelah struktur rapi, langkah selanjutnya adalah memanfaatkan katalog produk untuk membantu memperbesar peluang untuk closing.
Tim CS atau Anda sendiri sebaiknya membiasakan diri mengirim item katalog langsung dari dashboard chat setiap kali ada pembeli bertanya soal produk tertentu.
Pengiriman ini jauh lebih meyakinkan daripada hanya mengetik deskripsi teks biasa.
Selain itu, memanfaatkan pesan cepat atau quick reply dengan menautkan langsung ke kategori katalog tertentu.
Misalnya saat calon pembeli bertanya perihal promo, tim tinggal mengirim balasan otomatis berisi link ke kategori Promo Minggu Ini.
Untuk bisnis dengan jumlah pesan masuk sudah tinggi, menghubungkan katalog dengan aplikasi CRM WhatsApp sudah bisa Anda pertimbangkan.
Baca Juga: Apa Itu Closing Rate dan Cara Menghitungnya (+Rumus)
Pertanyaan Penutup, Kapan Waktu yang Tepat Upgrade ke WhatsApp Business API dan CRM?

Aplikasi WhatsApp Business standar cukup membantu untuk pelaku UMKM dengan jumlah chat masih kurang dari 100 percakapan per hari.
Begitu jumlah pesan sudah mulai meningkat, atau tim CS sudah lebih dari 5 orang yang membalas dari satu nomor biasanya muncul masalah baru.
Masalah tersebut meliputi pesan yang bertumpuk dan berantakan, melewatkan follow up, atau berantakannya data pelanggan.
Nah di fase ini sudah harus mempertimbangkan buat menggunakan WhatsApp Business API yang terhubung dengan CRM.
Tim bisa membagi pesan masuk ke beberapa agen dan memonitor pesan setiap pembeli dan produk apa saja yang membuat mereka terpikat.
Baca Juga: WhatsApp CRM untuk Cabang Usaha Baru
Kesimpulan
Demikianlah penjabaran cara membuat katalog produk di WhatsApp Business.
Cara membuat katalog produk ini sangat simple untuk Anda ikuti dalam hitungan menit saja.
Tapi, yang membedakan katalog produk yang biasa dengan yang punya tingkat pembelian tinggi adalah cara penyusunan kategori, penamaan, dan urutan produk mengikuti logika perilaku pembeli.
Misalnya seperti alur yang biasanya sering diterapkan pada aplikasi CRM.
Dengan menggunakan WhatsApp Business API yang terhubung dengan aplikasi CRM WhatsApp (CRM.id), Anda bisa memanfaatkan aktivitas penyusunan katalog produk tersebut.
Membuat Anda punya kendali penuh, kemampuan analisis data pesan dan kontak, keamanan data customer, fleksibilitas pembayaran per pesan (tidak perlu langganan bulanan).
Jika Anda tertarik untuk mencobanya, Anda bisa mengisi form demo aplikasi CRM.id, tim kami akan menjadwalkan meeting dengan Anda melalui Zoom.
- Kami Coba Lead Nurturing via CRM WhatsApp Selama 3 Bulan, Conversion Rate Naik 55% - 31 Juli 2026
- Cara Membuat Katalog Produk yang Rapi di WA Business yang Tingkatkan Closing 2x - 31 Juli 2026
- Sudah 2 Tahun Lebih Pakai Aplikasi Bulk WhatsApp, Ini Tips Kami untuk Bisnis Kecil dan 10 Rekomendasinya - 30 Juli 2026