5 Fungsi Customer Service untuk Bisnis yang Naik Kelas

5 Fungsi Customer Service untuk Bisnis yang Naik Kelas

Fungsi customer service untuk bisnis yang ingin naik kelas, yaitu: sebagai penghubung perusahaan dan customer, problem solver, frontliner dari brand, sumber insight untuk decision making, dan menciptakan loyalis (pelanggan loyal).

Di tengah-tengah kompetisi di bisnis yang cukup kencang, hampir pasti berbagai perusahaan akan berlomba-lomba meningkatkan kualitas produknya.

Termasuk memberi perhatian lebih pada layanan customer service. Kenapa jadi perhatian.

Karena customer akan melihat full service Anda dari bagaimana mereka dilayani dan customer experience yang mereka peroleh.

crm banner 1

Experience ini yang menentukan apakah mereka akan menggunakan kembali produk atau service Anda, merekomendasikan ke orang lain, atau justru pindah ke kompetitor.

Untuk itu Anda perlu pemahaman pada fungsi customer service secara lebih tepat supaya bisa membuat bisnis Anda lebih naik level.

Hal itulah yang akan kami bahas di artikel CRM.id ini.

Apakah Ada Fungsi Lain Customer Service di Operasional Bisnis?

Kalau kita lihat pada fungsi customer service pada umumnya, yaitu sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan customer.

Tapi untuk saat ini, perannya bisa jauh lebih kompleks. Hal itu karena adanya perubahan kebutuhan pasar, teknologi, dan perilaku pelanggan.

Selain menyampaikan informasi, mereka harus menerjemahkan kebutuhan customer jadi insight yang bisa digunakan oleh berbagai tim di perusahaan.

Misalnya data keluhan atau beberapa informasi bisa tim produk gunakan untuk membuat fitur yang solve masalah mereka.

Atau tim sales dan marketing bisa gunakan untuk deliver campaign message yang tepat dan follow up penjualan yang efektif.

Serta tim lain seperti operasional atau dari manajemen untuk penyusunan strategi bisnis kedepannya.

Jadinya tim customer service atau customer support tidak menunggu sampai adanya komplain, tapi lebih proaktif untuk riset masalah mereka, inisiatif mengirimkan broadcast dan survey kepuasan.

Bahkan, beberapa company mulai mengarah ke pendekatan prediktif (predictive analytics), yaitu memprediksi kebutuhan pelanggan dan menyiapkan langkah antisipasinya.

Baca Juga: CRM Operasional: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Fungsi Customer Service Menurut Para Ahli

Fungsi Customer Service Menurut Para Ahli

Biasanya beberapa ahli memetakan fungsi customer service dengan mengaitkan dengan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.

Teori SERVQUAL menempatkan customer service sebagai inti dari pengalaman layanan, hal itu karena disana terdapat interaksi yang benar-benar nyata terjadi.

Para ahli sepakat kalau fungsi customer service tidak berhenti di penyelesaian masalah saja.

Lebih dari itu, perannya untuk membangun hubungan yang awet dalam jangka pendek dan panjang.

Setiap interaksi menjadi opportunity untuk menciptakan kesan positif, lebih memperkuat kepercayaan, dan meningkatkan keloyalan.

Kalau kita bungkus dalam framework customer journey, peran customer service sebisa mungkin harus ada di hampir setiap customer touchpoint.

Mulai dari tahap awal ketika customer masih mencari informasi, consideration, decision, setelah pembelian (after sales), sampai ketika mereka membutuhkan bantuan atau mengalami kendala.

Hal inilah yang membuat customer service sering juga disebut-sebut sebagai salah satu penentu keberhasilan customer experience dari sebuah services.

Baca Juga: Contact Center: Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Tugas dan Fungsi Customer Service pada Praktiknya

Untuk operasional sehari-hari, customer service memang terlihat menjalankan tugas-tugas yang cukup teknis dan berulang (looping), seperti menjawab pertanyaan atau menangani keluhan.

Tapi setiap tugas tersebut sebenarnya memiliki dampak penting.

Misalnya, saat menjawab pertanyaan customer, customer service memberikan informasi dan juga membentuk persepsi ke brand.

Cara menjawab, kecepatan respon, dan nada komunikasi semuanya memengaruhi bagaimana customer melihat perusahaan tempat Anda bekerja.

Hal yang sama berlaku ketika menangani komplain. Untuk itu, customer service punya kesempatan untuk membalikkan situasi negatif menjadi pengalaman positif.

Tugas Customer Service di Praktiknya

Tidak sedikit customer yang justru jadi loyal setelah mendapatkan penanganan komplain yang lebih baik.

Selain itu, interaksi harian dengan customer juga menghasilkan insight yang bisa Anda manfaatkan untuk analisis dan penyusunan strategi ke depan.

Dari percakapan tersebut, pengambil keputusan (atasan, manajer, C-level, atau supervisor) Anda bisa memahami pola masalah, kebutuhan pasar, sampai peluang pengembangan produk baru.

Baca Juga: Peran Customer Oriented dan 15 Strategi Menerapkannya

5 Fungsi Customer Service yang Perlu Anda Ketahui

Ada beberapa fungsi customer service, tapi untuk bahasan ini CRM.id akan membahasnya hanya 5 fungsi utama customer service yang berperan besar dalam membantu bisnis berkembang.

1. Penghubung antara Strategi Services Perusahaan dan Pelanggan

Customer service berperan sebagai jembatan komunikasi antara penyedia jasa dan penerima jasa/pengguna produk.

Mereka harus memastikan kalau pesan dari customer sampai ke perusahaan atau sebaliknya.

Kalau tidak bisa memetakan peran ini, komunikasi tidak akan jadi jelas, kesalahpahaman juga bisa terjadi, dan pada akhirnya merusak kepercayaan dari customer atau calon customer.

Nah untuk itulah fungsi customer service yaitu menjaga komunikasi jadi lebih terarah, jelas, dan lebih efisien.

2. Sebagai Problem Solver

Setiap bisnis pasti menghadapi masalah, terutama yang berkaitan dengan pelanggan.

Jadinya, skill buat problem solving harus ada pada customer service, setiap tindakan dari aspek planning, eksekusi, sampai evaluasi harus mengacu pada cara kerja problem solver.

Kemampuan problem solving tercermin seperti mau mendengarkan secara aktif (active listening), memahami konteks situasi, memecah masalah jadi hal kecil lalu dianalisis dan memberikan solusi yang sesuai.

Sehingga customer merasakan experience yang jauh lebih komplit.

Oh ketika menghadapi masalah dan berhubungan dengan customer service seperti Anda mereka akan lebih trust.

3. Sebagai Brand Ambassador

Di beberapa kasus, customer service itu sebagai pintu depan saat membangun hubungan antara perusahaan dengan customer.

Cara mereka berkomunikasi akan membentuk citra brand (brand image). Artinya Anda harus memberikan kesan yang terdalam bagi mereka.

Baik dari segi tone pembicaraan yang ramah, respon jauh lebih cepat, dan punya sense of empathy lah yang membuat brand terasa lebih dekat customer dan timbul kepercayaan.

Sedangkan pengalaman buruk dalam interaksi merusak langsung persepsi mereka, bahkan jika produk yang ditawarkan sebenarnya terbilang berkualitas.

Peran CS yang Perlu Anda Ketahui

4. Mengumpulkan Data dan Insight dari Perilaku Customer

Karena berinteraksi sehari-harinya dengan customer, CS dapat mengetahui apa yang benar-benar dirasakan pelanggan, masalah, sampai detail-detail data.

Beberapa keluhan, pertanyaan, sampai saran yang muncul bisa menjadi sumber insight dan bahan evaluasi penting.

Jika dikelola dengan baik, data ini berguna untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan tepat, mulai dari pengembangan produk sampai perbaikan layanan.

5. Untuk trigger Loyalitas Konsumen

Ujung-ujungnya, semua fungsi customer service bermuara pada satu tujuan, yakni membuat customer jadi loyal.

Pelanggan mendapat experince baik cenderung akan menggunakan kembali produk dan services. Mereka juga lebih mungkin merekomendasikan sebuah produk atau services ke orang lain.

Langkah ini untuk mendukung strategi pertumbuhan bisnis. Hal itu karena cost untuk mempertahankan pelanggan jauh lebih rendah daripada akuisisi pelanggan baru.

Baca Juga: Customer Care Adalah: Tugas dan Bedanya dengan Customer Service

Fungsi Customer Service di Berbagai Sektor Industri

Meskipun prinsip dasarnya sama, penerapan fungsi customer service bisa berbeda di setiap industri.

Hal itu karena mengacu pada kebutuhan, kualifikasi, dan strategi bisnisnya yang juga berbeda-beda.

Fungsi customer service di sektor perbankan, misalnya, customer service berperan besar untuk membangun kepercayaan dengan customer (nasabah).

Setiap interaksi harus akurat dan aman, karena menyangkut data finansial pelanggan.

Sementara itu, fungsi customer service di rumah sakit, pendekatannya lebih menekankan pada pelayanan yang berbasis empati.

Customer service tidak hanya melayani, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman pasien yang sering kali berada dalam kondisi sensitif dan kritis.

Berbeda lagi di sektor e-commerce, kecepatan menjadi faktor penting.

Fungsi Customer Service di Berbagai Sektor Industri

Pelanggan mengharapkan respon cepat, terutama ketika bertanya tentang pesanan, pengiriman, komplain atau untuk kebutuhan retur/klaim.

Di industri teknologi seperti penyedia SaaS, customer service perannya berkembang menjadi customer success.

Fokusnya bukan hanya menyelesaikan masalah saja, sudah memastikan agar customer mendapatkan manfaat terbaik dari produk yang mereka gunakan/langganan.

Baca Juga: Studi Kasus Tugas Customer Service di Berbagai Industri

Dampak dan Strategi Customer Service pada Pertumbuhan Bisnis (Business Growth)

Peran customer service tidak bisa dipisahkan dari performa bisnis secara keseluruhan.

Layanan yang baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan yang menjadikannya loyalis, sehingga berkontribusi pada peningkatan repeat order dan customer lifetime value dari sisi bisnis.

Selain itu, customer yang puas cenderung menjadi promotor secara sukarela dan mereka tidak meminta biaya.

Hal itu membantu marketing melalui rekomendasi dan word of mouth secara gratis.

Untuk sampai kesana ada beberapa strategi yang perlu Anda terapkan:

Suatu perusahaan dan Anda sebagai CS-nya, perlu untuk investasi pada pelayanan yang baik, cepat, dan efisien.

Salah satunya adalah dengan menggunakan tools seperti CRM (customer relationship management) yang bisa membantu mengelola komunikasi dan hubungan dengan pelanggan lebih rapi.

Di sisi lain, pelatihan tim juga menjadi faktor penting, terutama dalam hal komunikasi dan empati.

Selain itu, pemilihan channel perlu Anda perhatikan. Misalnya, jika basis pelanggan Anda ada di WhatsApp, maka pilih CRM yang basisnya WhatsApp, contohnya seperti CRM.id.

Pemilihan ini untuk mencegah penggunaan tools yang overkill (menggunakan kaya fitur tapi tidak dibutuhkan di operasional bisnis atau layanan pelanggan perusahaan Anda).

Yang tidak kalah penting adalah evaluasi. Harus ada pengukuran performa customer service dalam rentang waktu tertentu untuk memastikan kualitas layanan terus berkembang.

Aplikasi WhatsApp CRM Yogyakarta (CRM.id)

Baca Juga: Growth Hacking: Dari Framework, Teknik, Hingga Strategi

Kesimpulan

Jadi, dari artikel CRM.id tersebut menunjukkan kalau memahami fungsi customer service jadi salah satu strategi penting buat bisnis yang mau naik level.

Hal itu karena lima fungsi customer service sebagai penghubung, problem solver, representasi brand, sumber insight untuk decision making, dan menciptakan loyalis (pelanggan loyal).

Ketika dikelola dengan baik, customer service bisa meningkatkan kepuasan pelanggan dan juga bagian dari strategi business growth (naik kelas).

Pelayanan customer yang benar-benar naik kelas yaitu yang mampu memberikan the best experience di setiap customer journey.

Di CRM.id, ada berbagai fitur dan flow untuk memberikan pelayanan terbaik ini, seperti manajemen kontak, pengelolaan meeting, ada standar quality assurance, tampilan minimalis, dan template broadcast pesan.

Aplikasi CRM ini menyediakan integrasi dengan WhatsApp Business API, jadi lebih aman dari banned (selama juga tetap memperhatikan panduan kebijakan dari Meta).Anda bisa mencoba demo atau daftar aplikasi melalui di tautan demo CRM berikut atau tautan daftar CRM.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

19 + 19 =