15 Strategi Remarketing Melalui CRM Agar Leads Meningkat

15 Strategi Remarketing Melalui CRM Agar Leads Meningkat

Tantangan meningkatkan leads sebenarnya itu terletak di cara kelola, memelihara, dan mengubah leads agar bisa berdampak menghasilkan revenue. Lalu bagaimana strategi remarketing yang menjawab hal ini?

Beberapa pebisnis menggunakan paid ads untuk tujuan remarketing, seperti melalui Meta Ads atau Google Ads.

Tapi di sisi lain, CRM juga punya potensi untuk aktivitas remarketing. Nah disini kita akan kupas 15 strategi remarketing melalui channel tersebut.

Tujuannya untuk meningkatkan leads dan ujung-ujungnya pada revenue.

Nah untuk itu kita akan bahas bersama-sama 15 strategi remarketing melalui CRM yang terbukti efektif untuk meningkatkan leads di artikel CRM.ID ini.

Yuk kita bahas bersama-sama!

Apa Itu Strategi Remarketing via CRM?

Remarketing adalah aktivitas marketing dengan menargetkan audience yang pernah tahu dan tertarik pada brand, produk, dan service Anda.

Sedangkan strategi remarketing melalui CRM (customer relationship management) berarti strategi marketing yang menargetkan ulang leads atau pelanggan yang sudah pernah menghubungi kontak Anda.

Bentuknya bisa melalui broadcast message atau pesan personal berdasarkan data pelanggan dan riwayat chat di database.

Kelebihan CRM remarketing antara lain:

  • Menggunakan first party data yang lebih akurat (kontak yang pernah menghubungi)
  • Tidak perlu bergantung pada platform ads third-party
  • Lebih personal dan kontekstual (dilihat dari riwayat chat)
  • Spesifik di satu platform (misal WhatsApp) atau cross platform (email, WhatsApp, SMS, chatbot, call center, media sosial).
  • Tidak bergantung pada biaya iklan, karena hanya mengandalkan WhatsApp

Baca Juga: Contoh Biaya Marketing, Cara dan Rumus Perhitungannya

Peran dan Fungsi CRM di Strategi Remarketing (Mengubah Jadi Lead)

Peran dan Fungsi CRM di Strategi Remarketing (Mengubah Jadi Lead)

Sebelum masuk ke strategi, Kita bahas dulu secara ringkasnya peran dan fungsi customer relationship cocok sebagai sarana remarketing.

Pembahasan ini untuk memperkuat alasan menerapkan 15 strategi remarketing tersebut.

Jadi, beberapa manfaat, peran dan fungsinya untuk remarketing:

  1. Menyimpan riwayat interaksi (chat, komplain, transaksi) secara lengkap.
  2. Menyediakan segmentasi yang lebih tepat sasaran (menggunakan fitur labelling dan tagging).
  3. Lebih fokus ke orang yang sudah punya ketertarikan dan/atau minat membeli.
  4. Memudahkan kecepatan respon dan kontrol kualitas remarketing via broadcast message.
  5. Kemudahan kerja sama tim marketing, sales, dan customer service jadi lebih mudah dan terintegrasi dalam satu pipeline.

Baca Juga: Apa Itu Audiens dan Cara Mengubahnya Jadi Leads

Strategi Remarketing Melalui CRM

Ada 15 strategi remarketing melalui CRM. Berikut penjelasan detailnya:

1. Segmentasi Leads Berdasarkan Life Cycle/Sales Pipeline

Strategi paling dasar remarketing ini adalah segmentasi berdasarkan tahapan funnel (khususnya sales funnel).

Contoh life cycle stage atau sales pipeline:

Setiap tahap atau pipeline tersebut butuh pendekatan remarketing yang berbeda-beda. 

Misalnya, leads baru tentu lebih banyak butuh tahu informasi produk dan cara penggunaannya, sementara itu SQL membutuhkan trigger agar menjadi customer.

Nah dengan CRM Anda lebih mudah meningkatkan leads karena bisa:

  • Menentukan pelanggan berada di fase/stage mana.
  • Menyesuaikan pesan remarketing dengan tahapan mereka berada.
  • Menghindari pesan yang tidak memberikan values pada lead.

Baca Juga: Wajib Tahu! 10 Teknik Negosiasi Penting untuk Sales

2. Strategi Remarketing Berdasarkan Aktivitas Terakhir Leads

Strategi ini membantu pencatatan atau monitoring aktivitas leads, termasuk aktivitas terakhirnya.

Contoh implementasinya:

  • Leads menerima pesan broadcast WhatsApp Anda, maka perlu mengirimkan follow up.
  • Leads menghubungi (lebih ke tanya-tanya penasaran) tapi tidak closing, maka coba lagi kirim case study dan beberapa pesan broadcast yang relevan dengan kebutuhannya.
  • Leads mendownload e-book dengan memberikan email atau kontak WhatsApp, nah coba tawarkan demo aplikasi untuk mencoba dan merasakan experiencenya langsung.
Strategi Remarketing Melalui CRM

Baca Juga: Cara Penawaran Produk Biar Bisnis Selangkah Lebih Maju

3. Penggunaan Email Remarketing dengan Personalisasi dari CRM

Jika Anda menyasar klien atau leads perusahaan lain, B2B atau enterprise, email tetap menjadi channel remarketing yang tepat jika dikombinasikan dengan CRM.

Karena bisa memasukkan nama, perusahaan, atau kebutuhan spesifik lainnya, dan bisa menyesuaikan konten yang dibutuhkan di industri.

Daripada menggunakan email promosi biasa, CRM membangun kedekatan yang lebih personal menggunakan email remarketing.

Sehingga bisa berdampak pada open rate lebih tinggi, CTR meningkat, dan tingkat unsubscribed lebih rendah.

Baca Juga: 5 Contoh Newsletter Email dan Tips Menulisnya

4. Remarketing WhatsApp Hasil Pengolahan Data di CRM

Jika mengacu pada tingkat penggunaan, WhatsApp jadi channel remarketing punya potensi bagus untuk banyak bisnis, terutama di Indonesia.

Melalui fitur broadcast-nya, pesan remarketing bisa tersampaikan ke orang yang sudah pernah menghubungi tapi tidak ada melanjutkan percakapan lagi.

WhatsApp remarketing memberikan opsi agar pesan broadcast remarketing tidak bersifat spam dan natural seperti chat biasa.

Terus lebih tersegmentasi dan harus sesuai dengan standar kebijakan dari Meta/WhatsApp Business.

Untuk itu, contoh strategi yang bisa Anda gunakan adalah:

  • Reminder penawaran yang belum ditindaklanjuti oleh calon lead
  • Follow up untuk demo produk (merasakan pengalaman langsung menggunakan produk)
  • Menginformasikan lebih lanjut setelah interaksi dengan sales. Misal newsletter atau broadcast informational, bahas masalah akuntansi dan hubungkan dengan produk Anda

Integrasi CRM dengan WhatsApp Business API membuat strategi remarketing ini lebih tepat sasaran dan aman dari potensi blokir.

Baca Juga: Aplikasi CRM Marketing untuk Pengelolaan Data Pelanggan

5. Menerapkan Otomasi CRM untuk Lead Nurturing

Menerapkan Otomasi CRM untuk Lead Nurturing

Remarketing di CRM itu bisa menggunakan manual, tapi lebih cepat lagi kalau menggunakan otomasi.

Karena Anda bisa membangun alur lead nurturing lebih otomatis.

Contoh workflownya begini, hari pertama Anda mengirimkan pesan-pesan edukasi disertai soft selling ke produk Anda.

Kemudian di hari ketiga bisa mengirimkan lagi reminder sekaligus follow up. Di hari 7 bisa kirim studi kasus untuk makin tertarik jadi lead.

Baca Juga: Apa Itu Otomasi? Ini Manfaat dan Jenis-Jenisnya

6. Strategi Remarketing untuk Leads Pasif

Tidak semua leads akan bertahan meskipun pada awalnya mereka antusias bertanya.

Nah pengelolaan hubungan pelanggan bisa melihat pola-pola perilaku kenapa lead bisa pasif berdasarkan data. Tentunya dengan menggunakan standar seperti SLA.

Strategi remarketing yang bisa Anda terapkan mengganti channel komunikasi dan mengubah sudut pandang (angle) pesan yang di deliver.

Anda juga bisa memberikan added value sesuai kebutuhan mereka pada saat itu.

Baca Juga: Pengelolaan Komunikasi Pelanggan: Contoh, Aplikasi, Caranya

7. Remarketing Sesuai Ketertarikan pada Produk atau Service Tertentu

CRM menyimpan data produk atau layanan yang diminati leads, baik dari form, chat, atau ketika berkomunikasi dengan sales.

Dengan data tersebut, Anda bisa mengirimkan konten spesifik produk, menawarkan promo khusus seperti beli 3 gratis sekian.

Serta memberikan opsi perbandingan (setidaknya 2 produk). Strategi ini jauh lebih tepat sasaran daripada penawaran yang tidak spesifik.

Baca Juga: Contoh Variasi Email untuk Menawarkan Produk Anda

8. Menggunakan Cross Channel Remarketing

Menggunakan Cross Channel Remarketing

Beberapa CRM memiliki kemampuan menyatukan remarketing cross channel.

Contoh pendekatannya:

Skenario 1: Orang dari email –> menghubungi nomor WhatsApp yang tercantum di body email –> Jika butuh bicara bisa langsung telepon.

Skenario 2: Lead datang dari Iklan retargeting –> menghubungi via WhatsApp –> Menggunakan CRM untuk menyimpan kontak, membeli label, follow up –> Lalu dihubungi via sales call.

9. Remarketing Berbasis Lead Scoring

Lead scoring membuat Anda lebih mudah memprioritaskan leads dengan potensi prioritas yang berbeda.

Lead scoring dengan skor lebih tinggi mendapat prioritas pertama daripada lead yang skornya menengah atau rendah.

Pemberian skor tersebut berdasarkan pada level aktivitas interaksi (engagement), persona yang cakupannya dari data demografis, psikografis, dan perilaku-nya. Terakhir berdasarkan riwayat interaksi.

Fokus remarketing pada 3 skenario, yaitu high score leads menggunakan pendekatan sales.

Medium score dengan edukasi lebih lanjut. Low score lebih ke peningkatan dan maintain awareness.

Baca Juga: Mengenal Sales Management, Jenis, dan Teknik Terbaiknya

10. Remarketing Upselling dan Cross Selling

Strategi yang bisa diterapkan untuk upselling dan cross selling adalah:

  • Upselling fitur yang lebih eksklusif dan high value
  • Cross selling produk yang support dan memberikan value lebih pada calon lead

11. Re-Engagement Campaign (Mengaktifkan Kembali) Leads Dormant

Leads dormant adalah leads yang sudah tidak aktif dalam periode waktu tertentu.

Baik tidak bertanya sama sekali atau tidak membalas sama sekali pesan broadcast/follow up.

Nah dengan menggunakan CRM Anda bisa dengan mudah melakukan pengelompokan dormant leads, eksekusi re-engagement campaign. Terakhir ukur tingkat keberhasilannya.

Cakupan pesan re-engagement itu seputar update tren yang sedang hype di industri lead, menambah insight baru yang lebih original, dan menawarkan bundling produk secara eksklusif khusus leads yang sudah lama nonaktif.

Banyak leads dormant yang kembali lagi berminat setelah ada treatment dengan strategi tersebut.

Alasan penyebab tidak aktifnya kan juga beragam, ada yang prioritas berubah.

Ada pula yang sebenarnya lupa saja karena terlalu banyak informasi brand yang masuk ingatan per harinya.

Baca Juga: Follow Up Customer: Definisi, Contoh, dan Waktu Pemakaian

12. Remarketing Menggunakan Customer Journey Mapping

Remarketing menggunakan CRM membantu melihat bagian mana saja touchpoint di customer journey yang perlu jadi perhatian khusus.

Misalnya Anda bisa tahu mana touchpoint yang membuat lead mengalami frustasi, bottleneck yang membuatnya berhenti dari proses.

Sehingga penyampaian pesan lebih menyesuaikan pada solusi dan kebutuhan, lebih efisien dari segi resources.

Remarketing Menggunakan Customer Journey Mapping

13. Bisa Pakai Chatbot CRM untuk Remarketing

CRM yang sudah tersedia chatbot memberikan added value, karena bekerjanya 24/7.

Sebenarnya WhatsApp biasa juga menyediakan opsi ini dengan fungsi sangat sederhana.

Nah aplikasi CRM kalau ada justru mempermudah pengelolaan pesan remarketing.

Fungsi chatbot dalam remarketing, seperti:

  • Follow up lead otomatis dengan diberikan product knowledge dan workflow
  • Menjawab komplain berdasarkan pola komplain yg ada sebelumnya, kalau lebih kompleks bisa didelegasikan ke agen CS-nya langsung
  • Mengarahkan ke sales untuk follow up penjualan

Baca Juga: Strategi Conversation Marketing yang Tepat untuk Bisnis

14. Analisis dan Optimasi Remarketing Sesuai KPI Tim

Aplikasi manajemen pelanggan memfasilitasi pelacakan terhadap KPI, seperti open rate pesan terkirim, response rate setelah menerima pesan, dan kesesuaian pipeline.

Penyesuaian KPI berperan agar bisa menguji seberapa sesuai harapan pesan remarketing-nya.

Mengoptimalkan lagi penggunaan channel (entah WhatsApp atau lainnya), serta melakukan update berkala labelling dan segmentasi.

Baca Juga: 16 KPI Marketing yang Harus Anda Ketahui untuk Bisnis

15. Sinkronisasi Strategi Remarketing CRM dengan Tim Sales

Anda harus pastikan kalau strategi remarketing CRM harus selaras dengan tim sales.

Aplikasi pengelolaan layanan pelanggan seperti CRM.ID menyediakan fitur kolaborasi dengan tim lain (termasuk sales).

Pesan-pesan remarketing atau personal itu bisa ditransfer ke tim lain tanpa kehilangan riwayat atau konteks percakapan.

Sehingga tim lain (sales) bisa melihat kebutuhan mereka dan menawarkan produk yang tepat.

crm banner 2

Baca Juga: Mengenal 10 Strategi Prospecting yang Efektif Dalam Sales

Kesimpulan

Demikian penjelasan seputar 15 daftar strategi remarketing melalui CRM.

Jika bisa memanfaatkan 15 strategi tersebut, Anda bisa meningkatkan kualitas leads, mempercepat siklus penjualan (sales pipeline).

Selain itu juga bisa mengoptimalkan/mengurangi biaya akuisisi leads atau pelanggan baru (cost per leads atau acquisition cost).

Meningkatkan peluang terjadinya konversi dari calon leads atau dormant leads menjadi lead berkualitas (prospek), selanjutnya bisa ditindaklanjuti menjadi pelanggan.

Terakhir, Anda bisa membangun hubungan baik dalam jangka panjang dengan pelanggan.

CRM.ID sebagai penyedia software CRM berperan sebagai tools untuk mewujudkan 15 strategi atau beberapa diantaranya.

Dengan fitur-fitur seperti broadcast message, custom template, pengelolaan riwayat pesan, monitoring jumlah kontak (lama atau baru), labelling dan tangging.

Anda bisa menggunakan hanya Rp 40/pesan (minimal Rp 100.000/bulan), itupun sudah bisa mendapatkan 1000 free WA conversation credit/bulan dan unlimited pesan, customer. agen, MAU (monthly active users).

Jadi masih menunggu apa lagi? Segera demo aplikasi di tautan berikut ini.

Jika Anda memiliki pertanyaan silahkan menghubungi tim hebat kami melalui kontak berikut.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

8 + 3 =