Customer Service Skill yang Wajib Anda Punya Biar Berhasil

Customer Service Skill yang Wajib Anda Punya Biar Berhasil

Customer service skill sangat berguna di tengah persaingan yang cukup ketat saat ini, karena hubungannya langsung pada kualitas layanan pelanggannya.

Apalagi customer service termasuk pekerjaan frontliner (berhadapan langsung dengan customer), jadi harus benar-benar menguasai skill yang akan CRM.id jabarkan di tulisan ini.

Sehingga baik CS sendiri, manajer, atau supervisor CS bisa membangun tim yang benar-benar kompeten (jago).

Mulai dari apa saja top skill yang harus CS miliki, contoh kasus penerapannya, sampai cara meningkatkannya.

Kenapa Customer Service Skill Harus Anda Miliki dan Perhatikan?

Hasil penelitian berjudul, The Effect of Service Quality, Customer Experience, and Customer Satisfaction on Customer Loyalty in the Service Industry in Indonesia, menyatakan:

“Service quality, customer experience, dan customer satisfaction memiliki efek yang signifikan pada customer loyalty (loyalitas pelanggan), dengan customer satisfaction sebagai faktor terkuatnya.”

Hal ini karena sebagian besar customer sekarang lebih fokus ingin mendapatkan experience saat berinteraksi (menggunakan) produk atau service.

crm banner 1

Customer service inilah yang bertugas untuk menciptakan experience yang seamless dan menangani komplain negatif jadi sebuah opportunity untuk membangun hubungan awet jangka panjang.

Dan untuk bisa mencapai itu pastinya Anda membutuhkan customer service skill yang mumpuni atau tepat.

Laporan dari Zendesk Benchmark Data menunjukkan kalau 73% customer akan berpindah ke kompetitor kalau mengalami beberapa customer experience yang buruk.

Baca Juga: 5 Fungsi Customer Service untuk Bisnis yang Naik Kelas

Apa Saja Top Skill yang Harus Customer Service (CS) Miliki? (Hard Skill dan Soft Skill)

Sebagai pemula, mungkin Anda akan bertanya, ”Apa saja top skill yang harus CS miliki?”

Customer service skill pada dasarnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu hard skill (pengetahuan teknis) dan soft skill.

Berikut ini penjelasan detail mengenai daftar skill wajib yang harus Anda kuasai untuk berhasil di bidang ini:

Apa Saja Top Skill yang Harus Customer Service (CS) Miliki (Hard Skill dan Soft Skill)

1. Empati dan Kecerdasan Emosional (EQ)

Empati adalah kemampuan untuk benar-benar memahami apa yang customer rasakan.

Misalnya ketika customer frustasi karena kesulitan saat menggunakan beberapa fitur aplikasi yang perusahaan Anda kembangkan, Anda benar-benar merasakan kalau kesulitan itu berdampak ke terganggunya aktivitas.

Kalau aktivitas sudah terganggu, maka produktivitas akan menurun. Anda mampu merasakan ketidaknyamanan ini, sehingga CS akan lebih responsif.

Sedangkan kecerdasan emosional membuat CS untuk membaca suasana hati pelanggan dan meresponsnya dengan tone yang tepat, menciptakan koneksi emosional yang kuat.

2. Keterampilan Komunikasi yang Clear dan Efektif

Komunikasi termasuk skill yang paling penting dari semua interaksi customer service.

Anda harus mampu menyampaikan informasi yang kompleks menjadi bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam.

Atau menyampaikan apa yang ada di pikiran Anda bisa lebih mudah dipahami audiens.

Hal ini berarti menghindari menggunakan jargon teknis yang membingungkan, kecuali jika customer itu juga paham dan punya background di  bidang tersebut.

Selain itu untuk memastikan kalau Anda tidak meninggalkan ruang salah penafsiran.

Komunikasi yang efektif juga berarti mengetahui channel yang sedang Anda gunakan (telepon, email, atau live chat) dan menyesuaikan gaya bahasa Anda.

3. Kemampuan Problem Solving (Pemecahan Masalah)

Customer menghubungi Anda karena mereka memiliki masalah yang tidak bisa mereka selesaikan sendiri.

Seorang agen customer service yang hebat bisa bertindak sebagai problem solver seperti detektif, analis, pemberi solusi, dan penyusun strategi.

Mereka harus memiliki skill memecah masalah seperti melihat akar masalah, memecah jadi bagian kecil, menganalisa, abstraksi, merancang beberapa opsi solusi, dan mengeksekusinya dengan tepat dan efisien.

4. Pengetahuan Produk (Product Knowledge) yang Mendalam

Seberapa baik empati dan komunikasi Anda, tidak akan ada artinya jika Anda tidak mengerti produk atau service yang Anda jual.

Karena product knowledge sebagai dasar pelayanan menyeluruh, Anda harus tahu luar dalam tentang fitur, pembaruan terbaru, bugs yang sedang terjadi, sampai batasan dari produk Anda.

Biasanya product knowledge tersedia di informasi pada website, menggunakan langsung produk/aplikasi, manual book, knowledge base, dan FAQ.

Jika ada yang kelupaan, Anda bisa mengecek kembali dokumen tersebut (baik secara manual satu per satu atau menggunakan automation pengecekan berbasis AI).

Skill ini melibatkan kemampuan untuk mengetahui di mana mencari informasi tersebut dengan cepat dan menerapkannya saat melayani customer, selain juga untuk memastikan quality assurance nya.

Pengetahuan Produk (Product Knowledge) yang Mendalam

Baca Juga: Mengenal Quality Assurance pada Customer Service

5. Punya Kesabaran Level “Dewa”

Customer service seringkali menghadapi pelanggan dengan berbagai macam karakter dan kesulitannya masing-masing. Ada yang bingung, kesal, atau bahkan tidak sopan.

Di sinilah kesabaran level dewa benar-benar diuji. Anda harus tetap tenang, tidak terpancing emosi, dan terus melayani dengan profesional.

Selalu ingat saat akan emosi, kemarahan customer biasanya pada situasi yang terjadi saat itu atau pada beberapa problem saat interaksi dengan produk/services, bukan pada Anda secara pribadi.

6. Kemampuan Adaptasi dan Fleksibilitas

Setiap pelanggan itu punya keunikan masing-masing, dan setiap masalah memiliki penanganan yang berbeda-beda juga, kadang pakai template atau SOP standar dari perusahaan tidak berlaku untuk semua kasus.

Untuk itu, customer service skills seperti kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap situasi baru.

Anda juga perlu mengubah gaya komunikasi sesuai karakter pelanggan dan berimprovisasi (dalam batas SOP) untuk memberikan solusi sesuai kondisi saat itu.

Anda harus fleksibel untuk menggunakan berbagai macam metode untuk berbagai kasus yang berbeda.

7. Active Listening (Mendengar Aktif)

Mendengar aktif selain mendengar kata-kata yang customer ucapkan, juga harus memahami maksud (intent) di baliknya.

Hal ini berarti tidak memotong pembicaraan customer, mencatat detail-detail kecil, dan memberikan respon kalau Anda menyimak (seperti mengulangi kembali masalah mereka untuk konfirmasi).

8. Penguasaan Bahasa yang Positif Berorientasi pada Customer

Bahasa yang positif mengubah chat yang awalnya berfokus pada masalah menjadi fokus pada solusi.

Misalnya begini:

Bahasa dengan tone negatif:

“Saya tidak bisa mengirimkan barang ini sampai bulan depan karena stok habis.”

Dengan tone positif yang customer oriented:

“Barang ini akan tersedia kembali bulan depan. Saya bisa menempatkan pesanan Anda sekarang agar Anda menjadi prioritas utama saat stok datang.”

Perbedaan kecil dalam pemilihan kata ini sangat mempengaruhi mood pelanggan.

Baca Juga: Peran Customer Oriented dan 15 Strategi Menerapkannya

9. Manajemen Waktu yang Baik

Agen CS harus menyeimbangkan antara memberikan perhatian penuh kepada satu customer dengan kewajiban melayani customer lain di antrian.

Manajemen waktu membantu Anda menyelesaikan tiket secara cepat tanpa membuat customer merasa tidak memperlakukannya secara adil.

10. Kemampuan Persuasi

Seringkali, pelanggan menghubungi CS untuk membatalkan langganan atau mengembalikan produk.

Keterampilan persuasi tanpa kesan memaksa sangat berguna untuk menawarkan alternatif, meng-highlight added value dari sebuah produk, dan pada akhirnya menjaga retensi pelanggan tersebut.

11. Literasi Digital dan Penggunaan Software CRM WhatsApp

Aplikasi WhatsApp CRM Yogyakarta (CRM.id)

Perkembangan bisnis saat ini, hard skill dan soft skill sama pentingnya untuk Anda kuasa.

Di berbagai lowongan pekerjaan customer service, dan sejenisnya seperti customer success, customer service representative, customer support pasti menyertakan kedua skill ini sebagai bagian dari job requirement-nya.

Seorang CS dituntut untuk mengoperasikan berbagai software atau tools aplikasi sekaligus.

Misalnya kebutuhan bisnis Anda menyasar sektor bisnis kecil, UKM, atau UMKM dengan jumlah tim 5-20 orang dan hanya mengandalkan satu channel, yaitu WhatsApp, maka Anda cocok menggunakan WhatsApp CRM (CRM.id).

Atau disaat bersamaan Anda bisa menggabungkannya dengan sistem helpdesk seperti Zendesk atau Freshdesk.

Baca Juga: Mengenal Jobdesk Customer Service, Gaji, dan Peluang Karirnya

Contoh Kasus Skill Customer Service yang Baik

Untuk lebih memahami penerapan teori di atas, mari kita lihat contoh skill customer service yang baik dalam menghadapi berbagai skenario di lapangan:

Skenario 1: Menangani Pelanggan yang Marah karena Kesalahan Sistem

Situasi:

Seorang customer menelepon sambil berteriak karena kartu kreditnya tertagih dua kali/penagihan ganda (double-charge) akibat error pada sistem payment gateway perusahaan Anda.

Penerapan customer service skill:

1. Active Listening dan Kesabaran

Agen mendengarkan keluhan customer sampai selesai tanpa memotong pembicaraan, membiarkan pelanggan meluapkan kekesalannya.

Setelah selesai baru menanggapi, bisa dengan verifikasi ulang, merangkum permasalahan, lalu menanggapinya.

2. Empati dan Bahasa Positif yang Mengutamakan Customer

Misalnya Anda menggunakan pernyataan berikut yang mencerminkan punya empati dan bahasa yang lebih positif:

“Saya sangat mengerti kekhawatiran Bapak/Ibu. Double charge tentu sangat mengecewakan dan mengganggu keuangan Anda. Saya sungguh minta maaf atas ketidaknyamanan ini.”

3. Problem Solving, Pemahaman Product Knowledge, dan Komunikasi Jelas

Contoh Kasus Skill Customer Service yang Baik

Anda sebagai agen CS, segera memeriksa di aplikasi CRM dan aplikasi yang terhubung pada payment, memverifikasi adanya double-charge, lalu segera memproses pengembalian dana (refund).

Sedangkan untuk komunikasi yang jelas, Anda bisa mencobanya dengan template seperti ini::

“Saya sudah mengecek sistem dan benar ada kesalahan teknis. Saya telah memproses pengembalian dana untuk tagihan kedua. Dana akan kembali ke rekening Bapak/Ibu maksimal dalam waktu 2×24 jam, mohon untuk ditunggu ya.”

Baca Juga: Studi Kasus Tugas Customer Service di Berbagai Industri

Skenario 2: Menghadapi Masalah Teknis yang Belum Ada Solusinya

Situasi:

Customer melaporkan bug pada aplikasi yang membuat mereka tidak bisa login.

Setelah di-cek, ternyata masalahnya memang sedang terjadi secara global dan tim IT/teknis butuh waktu berjam-jam untuk memperbaikinya.

Penerapan customer service skill:

1. Kejujuran dan Komunikasi

Agen tidak berbohong atau menjanjikan hal yang tidak pasti, atau memberikan harapan yang tidak realistis.

Jadi skill komunikasi disini benar-benar harus digunakan, contohnya Anda mengirimkan pesan seperti ini:

“Terima kasih telah melaporkan ini. Saat ini, sistem kami memang sedang mengalami gangguan yang mempengaruhi beberapa pengguna, termasuk Anda. Mohon untuk menunggu beberapa saat (sekitar 20 menit), kami akan segera memperbaikinya.”

2. Adaptasi dan Empati

Di skill empati Anda bisa berkomunikasi dengan customer, sebagai berikut:

“Tim teknis kami sedang bekerja keras untuk menormalkannya. Kami paham Anda sangat membutuhkan aplikasi ini hari ini. Sebagai alternatif sementara, Anda bisa mengaksesnya melalui browser di laptop atau HP.”

Anda juga harus beradaptasi dengan cepat dan menawarkan alternatif solusi jika sistem utamanya masih terganggu.

3. Follow Up (Lebih Proaktif)

Keterampilan dalam follow up juga sangat dibutuhkan dalam kondisi ini. Anda bisa menggunakan template pesan berikut supaya lebih mudah saat mengirimkannya.

“Bolehkah saya menyimpan kontak Anda agar saya bisa segera mengabari Anda begitu sistem kami sudah kembali normal 100%?”

Baca Juga: 12 Contoh Pelayanan Customer Service yang Baik

Cara Meningkatkan Customer Service Skill Anda

Cara Meningkatkan Skill Customer Service Anda

Meskipun beberapa orang terlahir dengan kemampuan komunikasi yang lebih jago (bakat bawaan), customer service skill bisa dipelajari, dilatih, dan terus ditingkatkan.

Berikut ini cara-cara praktisnya yang bisa Anda gunakan:

1. Lakukan Role Play dengan Tim

Melakukan role play atau berlatih dengan rekan kerja sangat penting untuk menghadapi berbagai macam skenario.

Atau jika dari perusahaan Anda ada training khusus perihal ini, itu jauh lebih bagus dan bisa memaksimalkan sebaik-baiknya.

Tujuannya adalah melatih insting, adaptif, dan penguasaan bahasa yang lebih positif secara langsung.

2. Coba Anda Minta Umpan Balik (Feedback) ke Manajer/Supervisor

Jangan takut untuk meminta feedback dari manajer atau supervisor Anda.

Dengan masukannya itu, Anda bisa analisis langsung apa yang sudah bagus dan perlu perbaikan.

Baik berasal dari KPI seperti customer satisfaction score (CSAT) dari tiket yang baru saja Anda selesaikan.

Bisa lihat riwayat chat atau mendengarkan ulang rekaman telepon Anda sendiri untuk mencari celah perbaikan.

3. Ikuti Pelatihan Produk Secara Berkala

Jadwalkan waktu khusus setiap bulan untuk mempelajari pembaruan produk, membaca FAQ, dokumentasi, knowledge base dan mempelajari studi kasus terbaru dari divisi lain.

Baca Juga: 7 Contoh Continuous Improvement pada Customer Service

Bagaimana Cara Mengukur Keberhasilan Customer Service Skill?

Bagaimana Cara Mengukur Keberhasilan Customer Service Skill

Bagaimana cara mengetahui kalau skill Anda sudah memberikan impact yang sesuai dengan yang ada di bisnis?

Kalau kita kaitkan dengan framework CRM, ada beberapa metrik kunci (KPI) yang sangat dipengaruhi oleh skill seorang agen CS, antara lain:

Customer Satisfaction Score (CSAT), yaitu mengukur seberapa puas pelanggan terhadap interaksi spesifik dengan Anda.

First Contact Resolution (FCR), yakni persentase tiket atau masalah yang berhasil terselesaikan setelah kontak pertama.

Metrik ini adalah bukti kuat dari problem solving dan product knowledge yang baik.

Customer Effort Score (CES), adalah metrik yang mengukur seberapa mudah customer memberi solusi. Komunikasi yang jelas dan efisien menghasilkan skor CES yang rendah.

Semakin rendah, effort pelanggan semakin kecil, justru akan membuat semakin baik.

Average Handle Time (AHT). Waktu rata-rata yang Anda habiskan untuk menyelesaikan satu masalah.

Metrik ini menguji kemampuan manajemen waktu Anda dan kecakapan dalam menangani sebuah permasalahan

Baca Juga: 10 Customer Success Metrics yang Perlu Anda Ukur di 2026

Kesimpulan

Demikian pembahasan seputar customer service skill yang wajib Anda punya agar berhasil.

Menguasai customer service skill adalah syarat wajib bagi siapa pun yang ingin memperbesar peluang keberhasilan saat melayani customer dengan baik.

Dari kombinasi soft skill seperti empati, active listening, dan problem solving, hingga hard skill seperti kecakapan menggunakan software CRM WhatsApp dan product knowledge.

Dengan terus melatih beberapa customer service skills tersebut, Anda bisa melakukan banyak hal dan terbaik saat menjawab kebutuhan customer.

Anda tidak hanya menyelamatkan komplain sesaat, tapi Anda membangun loyalitas customer, dimana jadi aset penting bagi bisnis perusahaan Anda.

Untuk penggunaan CRM, mempermudah customer service mengelola semua aktivitas pelanggan, dari manajemen kontak, leads, pesan belum terbaca, dan lain-lain.

Jika Anda ingin mencoba fitur-fitur tersebut, CRM.id menyediakan demo aplikasi melalui form berikut, langkah yang cocok untuk menikmati beberapa fitur terlebih dahulu sebelum onboarding ke tim Anda.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

eighteen + three =