100 Istilah Marketing yang Perlu Diketahui Business Owner Pemula

100 Istilah Marketing yang Perlu Diketahui Business Owner Pemula

Istilah marketing perlu Anda ketahui saat menjalankan usaha, terlepas nanti apakah akan dikerjakan sendiri atau ada tim marketing yang handle.

Kalau di bisnis dan marketing, obrolan sehari-harinya baik itu gengsi, in-house, bahkan bisnis UKM, sampai laporan iklan penuh singkatan seperti CPL, ROAS, atau MQL.

Untuk itulah di artikel ini, CRM.ID merangkum 100 istilah marketing beserta artinya dalam 10 kluster atau kategori, supaya Anda bisa langsung menggunakannya berdasarkan task atau kasus tertentu.

Tim CRM.ID menulisnya dari sisi data pelanggan dan chat WhatsApp, yang mana CRM.ID sendiri adalah aplikasi CRM dengan WhatsApp Business API resmi, dan menjadi bagian dari ekosistem Kledo.

Kenapa Business Owner Pemula Perlu Paham Istilah Marketing?

crm banner 2

Istilah marketing adalah bahasa kerja tim penjualan/sales, iklan/advertiser, dan layanan pelanggan/customer service.

Dengan menggunakan istilah marketing ini, akan memudahkan terhadap tugas dan komunikasi antar tim, misalnya brief dari tim lain.

Pakar manajemen Peter Drucker menyebut tujuan marketing adalah mengenal pelanggan begitu baik sampai produk menjual dirinya sendiri, seperti yang dia tulis di buku Management.

Penelitian dari Dogan-Sudas dkk. (2022) pada 152 manager di Turki menemukan CRM berdampak positif pada kinerja perusahaan, dan aktivitas media sosial memperkuat hubungan itu sebagian.

Sedangkan di jurnal Sustainability (2022) menemukan penggunaan media sosial untuk CRM meningkatkan kapabilitas relasional UKM yang kemudian meningkatkan keunggulan bersaing.

Cara Membaca Daftar Istilah Marketing

Setiap kelompok punya satu cara praktis di awal, apabila Anda sudah menggunakan CRM, jadikan istilah-istilah tersebut sebagai label kontak jika memang Anda butuhkan, misalnya hot lead atau repeat order.

Baca Juga: Panduan Lengkap Pakai Business Model Canvas (BMC)

Istilah Marketing Dasar untuk Dasar-dasar Strategi

Istilah Marketing Dasar untuk Dasar-dasar Strategi

1. Marketing: proses memahami pelanggan dan menyampaikan value produk sampai mereka membeli.

2. Segmentasi: membagi pasar menjadi kelompok dengan kebutuhan serupa.

3. Targeting: memilih kelompok yang paling layak Anda layani.

4. Positioning: posisi produk Anda di benak pelanggan daripada kompetitor.

5. STP: kerangka yang menggabungkan segmentasi, targeting, dan positioning.

6. USP (unique selling proposition): keunggulan unik yang membuat pelanggan memilih Anda.

7. Value proposition: janji manfaat utama produk bagi pelanggan.

8. Marketing mix: kombinasi produk, harga, tempat, dan promosi (4P).

9. Buyer persona: profil pelanggan ideal berdasarkan simulasi awal dan data yang sebenarnya.

10. Target market: kelompok pembeli utama yang Anda bidik.

Baca Juga: Pengertian Pemasaran, Jenis, dan Strateginya

Istilah Branding yang Membentuk Kepercayaan

Branding membuat pelanggan tetap memilih Anda saat harga pesaing lebih murah. Tentukan dulu gaya bicara bisnis, lalu gunakan konsisten di semua chat.

11. Brand awareness: seberapa banyak orang mengenal brand Anda.

12. Brand identity: logo, warna, dan gaya visual yang mewakili bisnis.

13. Brand image: kesan yang melekat di benak pelanggan tentang brand.

14. Brand equity: nilai tambah yang brand berikan pada produk.

15. Brand loyalty: kesetiaan pelanggan membeli produk atau jasa dengan brand yang sama berulang kali.

16. Brand voice: gaya bahasa konsisten saat berbicara dengan pelanggan.

17. Tagline: kalimat pendek yang merangkum pesan yang ingin brand sampaikan.

18. Top of mind: Brand pertama yang muncul saat orang memikirkan satu kategori atau produk tertentu.

19. Rebranding: perubahan identitas brand untuk memperbarui dari citra brand sebelumnya.

20. Brand trust: tingkat kepercayaan pelanggan pada brand dan yang mereka tawarkan.

Baca Juga: Branding adalah? Pengertian, Cara Memulai dan Tipsnya

Istilah Digital Marketing yang Sering Muncul di Meeting atau Rapat

Istilah Digital Marketing yang Sering Muncul di Meeting

21. Digital marketing: pemasaran lewat internet, media sosial, mesin pencari/search engine, dan aplikasi pesan.

22. Channel digital marketing: saluran tempat Anda bertemu pelanggan, misalnya Instagram atau WhatsApp.

23. Touchpoint: titik interaksi antara pelanggan dan bisnis.

24. Omnichannel: pengalaman pelanggan yang menyambung di semua channel.

25. Content marketing: menarik pelanggan lewat konten yang berguna.

26. Inbound marketing: pelanggan datang sendiri lewat konten dan pencarian.

27. Outbound marketing: Anda menghubungi calon pelanggan lebih dulu.

28. Social media marketing: promosi lewat Instagram, TikTok, dan Facebook.

29. Influencer marketing: kerja sama dengan figur berpengaruh untuk menjangkau audiens.

30. Affiliate marketing: mitra menerima komisi dari tiap penjualan yang mereka bawa.

Baca Juga: 10 Aplikasi Digital Marketing untuk Pelaku Bisnis UKM Naik Kelas

Istilah SEO dan Konten untuk Online Marketing

31. SEO (search engine optimization): optimasi situs supaya naik di hasil pencarian Google, Bing, dan mesin pencari lainnya.

32. Keyword (kata kunci): kata yang orang ketik di mesin pencari/search engine.

33. Long tail keyword: kata kunci panjang dan spesifik dengan niat jelas.

34. SERP (search engine result page): halaman hasil pencarian berdasarkan kata kunci/keyword yang dimasukkan

35. Search intent: tujuan di balik sebuah pencarian.

36. Backlink: tautan dari situs lain ke website Anda.

37. Meta description: ringkasan halaman yang tampil di hasil pencarian.

38. Organic traffic: kunjungan dari hasil pencarian tanpa iklan.

39. Copywriting: menulis teks yang mendorong pembaca untuk bertindak.

40. Content calendar: jadwal publikasi konten yang rapi.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Online: Manfaat dan Cara Menyusunnya

Istilah Iklan Berbayar yang Wajib Anda Hitung

Istilah Iklan Berbayar yang Wajib Anda Hitung

41. Paid ads: iklan berbayar di platform seperti Meta, Google, ChatGPT, dan TikTok.

42. PPC (pay per click): model iklan yang menagih biaya per klik.

43. CPC (cost per click): biaya iklan untuk orang yang klik iklan tersebut.

44. CPM (cost per mille): biaya untuk 1000 tayangan.

45. CPL (cost per lead): biaya untuk mendapatkan satu lead.

46. CPA: biaya untuk satu aksi, misalnya pembelian.

47. Impression: jumlah iklan Anda tampil di layar.

48. Reach: jumlah orang unik yang melihat iklan.

49. Retargeting: menayangkan iklan ulang kepada orang yang sudah berinteraksi.

50. A/B testing: menguji dua versi iklan untuk mencari yang lebih ampuh.

Baca Juga: Digital Advertising: Pengertian, Cara Kerja, dan Tipsnya

Istilah Promosi dan Psikologi Belanja

51. Promo: penawaran khusus dalam periode tertentu.

52. Bundling: paket gabungan beberapa produk dengan harga yang lebih hemat.

53. Flash sale: diskon dengan stok terbatas dengan waktu yang juga terbatas.

54. Voucher: kode potongan harga/diskon untuk pembelian berikutnya.

55. Cashback: pengembalian sebagian uang setelah transaksi.

56. Social proof: bukti dari pembeli lain yang menumbuhkan keyakinan calon pelanggan.

57. Testimoni: ulasan pelanggan tentang pengalaman memakai produk.

58. UGC (user-generated content): konten yang pelanggan buat sendiri tentang produk Anda.

59. FOMO (fear of missing out): rasa takut ketinggalan penawaran, diskon, atau flash sale.

60. Scarcity: kelangkaan stok atau waktu yang mendorong keputusan cepat.

Baca Juga: Mengenal 12 Tipe Harga Psikologis dalam Bisnis

Istilah Sales dan Funnel dari Lead sampai Closing

Istilah Sales dan Funnel dari Lead sampai Closing

Beberapa orang tim sales sering salah paham dengan tim marketing karena istilah di bagian ini.

Anda perlu sepakati dulu definisinya, lalu simpan sebagai tahap pipeline di aplikasi CRM untuk bisnis kecil.

61. Lead: calon pelanggan yang memberikan kontaknya.

62. Prospek: lead yang cocok dengan profil target Anda.

63. MQL (marketing qualified lead): lead yang tim marketing nilai layak Anda jaga dan tindak lanjuti.

64. SQL (sales qualified lead): lead yang tim sales nilai siap Anda tawari.

65. Funnel: corong perjalanan dari kenal sampai beli.

66. Sales pipeline: daftar peluang penjualan beserta tahapnya.

67. Lead nurturing: merawat lead dengan informasi bertahap sampai siap membeli.

68. Closing: momen pelanggan setuju membeli.

69. Upselling: menawarkan versi produk yang lebih mahal.

70. Cross-selling: menawarkan produk pelengkap.

Baca Juga: Sales Pipeline: Pengertian, Tahapan, dan Cara Membuatnya

Istilah Metrik Marketing yang Menunjukkan Untung atau Rugi

71. KPI (key performance indicator): indikator target kinerja yang Anda tetapkan.

72. ROI (return on investment): laba yang kembali dari tiap rupiah investasi.

73. ROAS (return on ad spend): omset yang masuk dari tiap rupiah iklan.

74. CAC (customer acquisition cost): biaya untuk mendapatkan satu pelanggan baru.

75. CLV (customer lifetime value) atau LTV: total nilai yang satu pelanggan bawa selama berbelanja.

76. Conversion rate: persentase orang yang menyelesaikan aksi yang Anda minta.

77. CTR (click through ratio): persentase orang yang mengklik setelah melihat iklan.

78. Engagement rate: tingkat interaksi audience dengan konten.

79. Bounce rate: persentase pengunjung yang pergi setelah satu halaman.

80. Churn rate: persentase pelanggan yang berhenti membeli.

Baca Juga: Strategi Data Driven Marketing dan Cara Mengukurnya

Istilah CRM dan Retensi Pelanggan

81. CRM (customer relationship management): sistem yang mengelola data dan hubungan dengan pelanggan, dan bahasan lengkapnya ada di panduan WhatsApp CRM.

82. Database pelanggan: kumpulan data kontak dan riwayat transaksi.

83. Customer journey: perjalanan pelanggan dari mengenal sampai membeli ulang.

84. Customer experience: kesan keseluruhan pelanggan terhadap layanan Anda.

85. Retention rate: persentase pelanggan yang tetap membeli.

86. Repeat order: pembelian ulang oleh pelanggan yang sama.

87. Loyalty program: program hadiah untuk pelanggan setia.

88. NPS (net promoter score): skor kesediaan pelanggan merekomendasikan Anda.

89. CSAT (customer satisfaction score): skor kepuasan pelanggan setelah satu layanan.

90. Win-back: campaign marketing yang menarik kembali pelanggan yang berhenti membeli.

Baca Juga: 7 Alasan Penting Relationship Management pada Bisnis

Istilah Marketing di WhatsApp untuk Bisnis Indonesia

91. WhatsApp Business App: aplikasi gratis untuk pemilik usaha dengan fitur katalog dan balasan cepat.

92. WhatsApp Business API: jalur resmi Meta untuk menghubungkan WhatsApp dengan CRM dan banyak agen.

93. BSP (Business Solution Provider): mitra yang memberi akses API beserta platformnya.

94. WhatsApp broadcast: pengiriman satu pesan ke banyak kontak dan aplikasi WA blast resmi menggunakan jalur ini.

95. Template message: pesan yang Meta setujui lebih dulu, wajib untuk memulai chat.

96. Customer service window: jendela 24 jam setelah pelanggan membalas.

97. Opt-in: izin pelanggan untuk menerima pesan dari bisnis.

98. Centang hijau: tanda akun bisnis yang Meta verifikasi.

99. Chatbot WhatsApp dan handover: bot menjawab pertanyaan awal lalu menyerahkan chat ke agen manusia.

100. Multi agent: satu nomor WhatsApp yang beberapa agen layani bersamaan.

Baca Juga: 7 Peluang Bisnis Modal Kecil Menggunakan WhatsApp

Contoh Penerapan Istilah Marketing untuk Hitung-hitungan Bisnis Toko Kopi Rumahan

Contoh Penerapan Istilah Marketing untuk Hitung-hitungan Bisnis Toko Kopi Rumahan

Toko kopi memasang iklan Click to WhatsApp sebesar Rp 1.000.000. Iklan tersebut menghasilkan 500 klik dari 50.000 impression, jadi CTR-nya 1%.

Dari 500 klik, 50 orang mengirim chat. berarti cost per lead atau CPL-nya Rp 20.000. 10 orang membeli, sehingga conversion rate chat ke pembelian sebesar 20% dan CAC-nya Rp 100.000.

Tiap order sebesar Rp 150.000 dengan laba kotor 40%, jadi ROAS iklan ini 1,5 dan laba kotor order pertama Rp 600.000, masih di bawah biaya iklan.

Sekarang tambahkan CRM, pemilik toko ingin mencatat 10 pembeli itu, lalu menawarkan stok baru lewat WhatsApp.

4 pelanggan membeli 3x lagi, sehingga menambah 12 order dan Rp 720.000 laba kotor.

Total laba kotor menjadi Rp 1.320.000, CLV rata-rata Rp 132.000 per pelanggan, lebih tinggi dari CAC Rp 100.000. Iklan yang tadinya rugi berubah menjadi untung karena retensi.

Dari pemaparan tersebut, sudah terdapat banyak istilah-istilah marketing yang sudah kita bahasa sebelumnya.

Jika kita tidak memahami istilah tersebut, tentu tidak sedikit kurang mengerti konteks.

Apalagi jika interaksinya sudah dengan para profesional di bidang marketing, branding, sales, dan customer service, pasti tidak akan selalu setiap istilah/term/jargon akan dijelaskan.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Aplikasi CRM untuk Bisnis Retail dan Fiturnya

Kesimpulan

100 istilah marketing tersebut membuat Anda lebih mengenal pasar lewat segmentasi dan positioning, menarik lead lewat konten dan iklan, mengubahnya menjadi pelanggan lewat sales dan funnel, lalu menjaga mereka lewat CRM dan layanan yang baik.

Metrik seperti CPL, CAC, dan CLV memberitahu Anda tentang beberapa kriteria dan indikator dalam marketing campaign.

Contoh toko kopi sebagai konteks dan ilustrasi yang menggunakan istilah-istilah marketing tersebut.

Saat Anda berhubungan dengan pelanggan, Anda juga akan banyak bertemu dengan istilah-istilah marketing itu, untuk itulah Anda harus menguasainya.

Jika Anda berhubungan dengan pelanggan yang menggunakan chat WhatsApp, label pelanggan, dan riwayat pembelian berada di satu tempat, coba aplikasi WhatsApp CRM gratis dari CRM.ID.

CRM.ID adalah bagian dari ekosistem Kledo yang sudah menggunakan standar keamanan ISO 27001.

Anda bisa mempelajari juga rekomendasi aplikasi CRM untuk bisnis di Indonesia kalau Anda masih membandingkan pilihan. Jika sudah mantab memilih, Anda bisa menghubungi kontak WhatsApp tim CRM.ID.

Ainur Rohman

Tinggalkan Komentar

16 − two =